Teman Kecil 9

Keesokan hari nya.

Ku lihat kondisi kak Leo belum juga sadar, Ibu ku tampak sedih dan terlihat mengemasi barang barang.

"Dek, sini."Panggil Ayah ku.

"Dek, ini gelang jangan di lepas ya, harus adek pakai terus."Ucap ayah.

Ku lihat itu gelang Rajut, dan ada Sebuah Kayu kecil yang memang di jadikan seperti aksesoris oleh ayah. dan itu adalah kayu yang di berikan oleh Kakek kemarin.

•••

Saat aku merasa sangat bosan. aku duduk di teras rumah dan bermain dengan batu kerikil yang ada di tanah.

Ana datang kembali menghampiri ku saat aku sedang duduk di teras rumah. Aku melihat nya saat itu pun memasang wajah yang kesal, Karena Mengingat semalam dia sudah meninggalkan ku tanpa berpamitan. .

Ana dengan senyuman nya seperti biasa datang dan memberikan bunga untuk ku seperti kemarin, tapi saat ia aku memukul bunga itu sampai jatuh ke tanah dan rusak.

"Aku gak mau main sama kamu, pergi sana." judes nya aku saat itu seharusnya membuat hati nya hancur. ia menatap ku dengan tatapan sayu.

"Aku minta maaf Andin."Ucap Ana. .

Aku dengan judes nya beranjak berdiri dari duduk ku lalu berjalan masuk ke rumah, Dia pun saat itu hanya berdiri melihat ku, dia seperti tahu kalau aku sedang marah. ku intip hingga ia pergi, Aku baru kembali keluar.

Tiba tiba seseorang datang menghampiri ku. "Hi, main bareng yuk."Ajak Seorang anak sepantaran ku.

"Kamu siapa?." aku menatap nya Heran.

"Aku Bella, kamu Andin kan?, main yuk Andin."ajak nya pada ku

"Kemana?."

"Disana, Ada pasar, banyak Permainan."Ucap nya.

Mendengar banyak permainan, aku sangat senang dan segera mengiyakan.

"Aku pamit dulu ya sama Ibu."Ucap ku pada Bella.

"Jangan!, kita sebentar aja disana, Kalau kamu izin pasti gak diizinkan, kan Ibu mu tidak mengizinkan mu pergi jauh jauh."Ucapan itu membuat aku benar-benar terhipnotis saat itu, membenarkan ucapan nya.

Kalau sampai ibu tahu aku pergi jauh, aku pasti tidak akan diizinkan untuk pergi, Sementara aku sangat bosan disini.

Bella menarik tangan ku yang saat itu sedang berpikir, Aku pun mengikuti tanpa mengatakan apa pun lagi.

Aku dan Bella berlari dan itu sangat lah menyenangkan untuk ku. dan benar kami sampai di sebuah pasar malam yang entah mengapa saat itu masih siang tapi sudah ada, pasar itu terlihat ramai dengan wahana yang begitu banyak.

Teman nya tidak begitu jauh dari rumah kakek, bahkan aku masih bisa melihat rumah kakek walau agak jauh.

"Ayo Andin."Ajak Bella. aku mengangguk mengiyakan.

Saat aku akan melangkah masuk, tiba tiba saja Tangan ku di tarik oleh Ana yang tiba tiba saja ada di belakang ku.

"Ada apa?." Tanya Ku dengan Cemberut.

"Jangan masuk Andin, disana berbahaya."Ucap Ana.

"Jangan hiraukan dia Andin, dia bukan teman yang baik, dia saja tidak punya teman."Ucap Bella.

Aku awal nya saat itu ingin mengajak ana ikut masuk, tapi berubah pikiran saat Mengingat kembali ana meninggalkan ku kemarin.

Aku menepis tangan Ana dengan kuat dan masuk bersama Dengan Bella ke dalam.

Aku bermain dengan Bella dan Beberapa anak lain nya, Hati ku sangat senang, sampai aku lupa tentang ana, hingga ku lihat hari sudah mulai senja, aku takut Ibu ku akan mencari ku, aku pun bermaksud untuk pulang.

"Bella aku pulang dulu ya."Ucap ku

Muka Bella yang tadi nya tersenyum lalu berubah menjadi muka yang datar dan terlihat seperti tidak suka..

"Kamu tida boleh pulang, Kamu harus disini selama nya."Ucap Bella.

Mendadak anak anak yang lain pun memandang ku demikian, membuat aku yang saat itu sangat lah Ketakutan dan lekas berlari untuk menuju ke gerbang utama, tapi aku tidak menemukan pintu untuk keluar. saat itu aku cemas karena Bella berjalan bersama anak anak lain untuk mengejar ku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!