Rumah Kakek 3

Saat aku taruh beberapa Boneka di atas rak itu, dan akan mengambil yang lain nya lagi, tiba tiba saja boneka yang ku susun jatuh dari rak, Aku sempat terdiam dan mengamati sejenak, Aku rasa aku sudah menaruh nya dengan Baik, tapi semua nya jatuh bersamaan. Ku coba goyangan Rak itu dan itu sangat kokoh tak mungkin jatuh hanya karena sebuah boneka yang ringan.

Aku mencoba berfikir yang positif saja, mungkin aku belum menaruh nya dengan baik, Aku kembali menyusun nya hingga semua tersusun rapi semua.

Malam itu ku habiskan waktu ku dengan menyusun barang barang ku, hanya perlu di keluarkan dari kotak, tidak begitu berat.

"Dek, Di panggil makan, masih aja di kamar."Ucap Bang Adi yang datang tiba tiba membuka pintu dan masuk ke kamar.

"Iya, bentar lagi."Ucap ku.

"Cepat gak?."

"Nanti Bang."

"Sekarang."

Aku cemberut menatap bang Adi yang memaksa ku untuk makan. "Abang ih." Ucap Ku kesal dan berjalan melewati nya yang tersenyum mengejek. bang Adi mengikuti dari belakang ku menuju ke meja makan.

Aku pun duduk makan bersama keluarga ku dan juga nenek. Aku hanya diam saja mendengar obrolan Kakak, ayah dan Nenek. Aku ingin menyelesaikan makan ku dan menyusun semua barang barang ku.

"Aida bagaimana kuliah kamu sekarang?." Tanya Nenek.

"Baik kok Nek."

"Dari kampus kamu ga jauh kan dari sini?." Tanya anenek lagi.

"Engak kok Nek, malah lebih dekat."Balas Ku.

"Bagus lah. Nenek tidak ingin membuat kalian kerepotan karena permintaan nenek kalian pindah kesini."Ucap Nenek.

"Tidak usah khawatir nek."ucap bang Heru.

Setelah selesai makan, aku kembali kamar dan ku lihat boneka yang ku susun di rak semua sudah berantakan di lantai, hal itu membuat aku sangat kesal.

"Bang, Bang Adi."Teriak ku. aku tak lagi memikirkan berapa tinggi suara ku saat itu.

Bang Heru datang lebih dulu saat mendengar suara ku. "Ada apa?." Tanya bang Heru. aku menunjuk ke arah boneka ku dengan muka yang cemberut.

"Adi yang buat?." Tanya Bang Heru.

"Ada apa sih teriak teriak aja macam kuntilanak."Ucap bang Adi. yang masuk ke dalam kamar.

"Udah di bilang jaga ucapan mu Adi, Kamu ga tahu ini sudah malam."Ucap Bang Heru yang tidak suka Abang Adi mengucapkan nama hantu hantu.

"Iya iya" "Ada apa sih?."

"Bang Adi yang berantakin ya boneka ku, kan aku sudah susun rapi bang, kok di gituin sih, Aku kan juga capek."Ucap menuduh.

"sembarangan nuduh, mana mungkin aku gituin kamar mu, aku juga ga ada datang kesini, habis makan aku lansung ke kamar."Ucap bang Adi.

"Tadi pas Abang manggil buat makan, kan Abang di belakang ku."

"Tapi aku sama sama kamu ke meja makan kan ?." Kata bang Adi yang Ra ingin di salahkan.

"Udah udah, ngapain ribut ribut sih, bantuin cepat." Bang Heru melerai.

"Hm repotin saja."Balas Bang adi. dengan bang Heru mereka membantu ku menyusun kembali boneka dan juga barang barang lain hingga selesai, Aku yakin bang Adi yang mengerjai ku, saat itu tak terpikirkan hal horor di otak ku. Karena memang bang Adi orang nya sangat lah jahil, namun keesokan hari nya, Aku ternyata sudah berburuk sangka pada bang Adi, karena hal tak terduga terjadi Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!