Saat aku masuk ke kamar, Aku kembali melihat boneka ku kembali berserakan dan hanya menyisahkan sebuah boneka beruang coklat di atas rak sana. Hati ku rasa nya sangat kacau dan di lema, Aku takut jika aku kembali di ganggu.
Namun Entah Kenapa aku merasa kalau Hantu itu menyukai boneka Panda yang selalu tersisa sendiri di atas saat yang lain ny terjatuh.
Aku lalu menurunkan Boneka itu dan menyusun yang lain nya kembali, Boneka pandai itu aku bawa keluar dan ku letakan di teras rumah, saat aku keluar dari rumah, aku lihat sosok anak kecil itu berdiri di bawah pohon beringin sembari melambaikan tangan nya, karena aku tahu dia bukan manusia aku jadi takut dan segera masuk ke kamar setelah meninggalkan boneka itu di teras rumah.
•••
keesokan hari nya.
Saat aku bangun boneka ku tidak jatuh lagi seperti dulu, Semua aman dan tak ada gangguan di malam ku.
Sementara Kondisi bang Adi benar benar sudah kembali seperti biasa, meski ia bilang ada sakit di tubuh nya. Namun menurut pak Suhendra sudah tidak ada yang menempel di tubuh bang Adi lagi.
kami yang sedang sarapan sembari mengobrol, tiba tiba kedatangan tamu yang adalah Pak Suhendra.
Ayah ku segera keluar untuk menyambut, Pak Suhendra seperti biasa menanyakan kondisi Bang Adi yang saat itu masih lemas namun sudah lebih baik. kami pun semua ikut duduk mengobrol di ruang tamu.
Di tengah pembicaraan Kami, Tiba tiba ada perkataan yang membuat kami sangat terkejut.
"Pak, sudah dengar tentang pak Mamat?."Tanya Pak Suhendra. Ayah mengerutkan kening tak mengerti.
"Ada apa dengan Pak Mamat."
"Pak Mamat semalam meninggal dunia di tabrak mobil. dan akan di makam kan Hari ini, kedatangan saya juga sebenarnya ingin mengajak Bapak untuk melayat." Tutur Pak Suhendra.
"Inalillahi wainailaihi rojiun."
"Sebelum pulang apa Pak Kiyai Ada bilang sesuatu?."Tanya Pak Suhendra lagi.
ayah mencoba mengingat sebelum ia mengiyakan. "Ada, Pak Kiyai Muron bilang, Hanya saya saja yang boleh membakar Kain itu dan tidak boleh siapa pun, setelah itu makhluk itu akan kembali pada pemilik nya yang mengirim nya."Ucap Ayah.
Aku dan Ibu saling melihat, karena memang kami tidak tahu soal ini, Memang kami sempat melihat kalau Ayah bicara berdua dengan Pak Kiyai saat akan pulang.
"Pak Mamat lah yang Mengirim hal ini pada keluarga anda, Karena Pak Mamat marah sudah berpuluh tahun bekerja disini tapi merasa tidak di hargai, Tidak di berikan warisan apa pun oleh ayah anda. Anak Pak Mamat yang kecil, yang biasa datang main kesini juga sudah meninggal dunia seminggu yang lalu, karena tidak sengaja menjadi tumbal atas apa yang ia perbuat." Tutur Pak Suhendra.
Ayah ku masih tidak percaya karena berpikir ini Tebakan saja. namun jawaban Pak Suhendra membuat ayah pun terdiam.
"Istri nya sendiri yang memberitahu saya."Ucap Pak Suhendra.
"Om, saya sering lihat anak kecil di halaman rumah, Apa itu anak nya pak Suhendra?." Tanya Ku penasaran.
Pak Suhendra menganggukan kepala. Kami saat itu sangat terkejut, suasana menjadi sunyi saat itu.
Ayah berkata ia tidak menyangka Pak Mamat akan melakukan hal demikian, padahal ia sudah menganggap Pak Mamat seperti keluarga sendiri, tapi memang Pak Mamat seperti menghindari kami dan lebih banyak diam saat bekerja. dan Saat ia menolong Bang Heru saat itu, semua masih misteri, mungkin dia memang belum sepenuh hati melakukan hal ini, hingga tidak tega melihat bang Adi akan membunuh bang Heru, entah lah.
Seminggu pun sudah berlalu, tidak ada lagi hal Gaib, tidak ada hantu, rumah kakek kembali tenang seperti dulu kala, Kondisi Bang Heru pun kini sudah sembuh dan sedang masa pemulihan. Sementara bang Adi sudah kembali ceria, tapi ia sekarang lebih hati hati dalam berucap apa lagi soal mereka dari dunia lain.
-SELESAI-
Masih ada Kisah Horor lain yang lebih seru dari ini, tetap nanti kan ya teman teman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Asyura
syukur happy ending, gak kebayang kalau author buat cerita nya bg heru meninggal
2023-03-22
0