Siang itu.
Aku duduk di teras rumah dan bang Adi menghampiri ku.
"Gak kuliah?."
"Capek bang, besok aja."Jawab ku. bang Adi menganggukan kepala nya.
"Dek, kamu. ngerasa ga sih kalau rumah kakek itu horor?, kayak nya ada penghuni yang usil gitu."Ucap Bang Adi.
Ku lihat wajah bang Adi tampak serius, Namun biasa nya juga hanya sebuah candaan yang biasa nya muka serius di akhiri dengan tawa.
"Kok Abang bilang gitu?." Tanya ku.
"Aku ngerasa saja, masa semalam aku ngerasa merinding terus. gak bisa tidur aku."Ucao bang Adi.
"Gak usah nakutin deh bang, Aku enak saja semalam tidur."Balas ku.
"Aku serius?. emang nya kamu enak tidur semalam?." Tanya nya lagi. Aku menganggukan kepala nya.
Bang Heru tiba tiba datang dari arah Samping rumah, Bang Adi pun mengakhiri obrolan kami, karena ia tahu bang Heru tidak suka Bang Adi menakuti ku atau membicarakan hal yang horor.
Bang Heru daei mana?." Tanya ku pada Bang Heru.
"Bersihkan kolam renang."Balas Nya.
"Bang Heru mah cocok ya jadi tukang kebun."Ucap bang Adi yang kembali dengan tawa nya yang meledek. Bang Heru hanya tersenyum tipis dan berlalu.
"Eh bang, pinjam laptop dong, laptop ku rusak."Ucap bang Adi lalu masuk ke dalam mengikuti bang Heru.
"Di kamar."jawab bang Heru. sementara aku masih duduk di teras rumah dan menonton drama Korea di laptop ku sembari berchattingan dengan pacar ku.
Ucapan nya tadi benar benar membuatku saat itu merasa kalau ia hanya ingin menakuti ku saja.
Saat ku lihat Pak Mamat lewat, Aku tersenyum menyapa. "Pagi Pak."Sapa ku.
"Pagi Non."
"Anak Bapak ga ikut?." tanya ku.
"Engak non, lagi sakit dia non.*
"Demam non, udah beberapa hari."Balas Pak Mamat.
"Non, Saya ke sana dulu non, mau nyiram tanaman." Ucap Pak Mamat lagi. Aku tersenyum dan mengangguk kepala ku.
Aku kembali menatap layar monitor ku lagi. "Kak."
"Kak."
"Main yuk."
Suara yang membuat mata ku melihat ke sekeliling ku, bahkan mata ku menatap ke pohon beringin dimana gadis kecil itu biasa bermain. tapi aku tidak melihat ada siapa pun, tidak ada anak anak.
Namun ku rasa tadi Suara itu benar benar terdengar jelas di telinga ku.
Saat aku menoleh ke arah samping rumah, ku lihat seorang anak kecil yang kemarin ku lihat berlari pergi. aku pun segera mengejar dan ku lihat Pak Mamat sedang menyiram tanaman di samping rumah.
Aku penasaran, kalau itu bukan anak pak Mamat, berarti itu anak siapa.
"Ada apa non."Tanya Pak Mamat saat aku celingak celinguk.
"Pak, Anak yang tadi tuh anak siapa, bukan anak pak Mamat?." Tanya Ku penasaran.
"Yang mana Non, gak ada ada anak anak yang main disini Non, pagar Juga bapak tutup. lagian kan saya sudah bilang non, kalau anak saya sakit."Balas Pak Mamat.
Aku Terdiam dan otak ku sedang bekerja saat itu, tak mungkin yang ku lihat itu hantu, ini masih pagi dan aku bukan anak indigo yang bisa melihat mereka mereka dari dunia lain.
"Mungkin Non salah liat, hirau kan aja Non."Kata Pak Mamat dan kembali bekerja.
Aku pun berjalan pergi sembari mencari, namun aku tidak menemukan nya, apa aku salah lihat?, tidak mungkin, ini sangat jelas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments