Rumah Kakek 2

Jujur saja aku sangat jarang datang ke rumah kakek, karena kakek sangat terkenal dengan sikap pemarahnya, membuat Aku dan Abang Abang ku tidak ada yang betah untuk lama lama disini, bahkan kamu hanya menghabiskan waktu untuk duduk mengobrol dengan kakek, dan sangat enggan untuk berkeliling.

Aku tidak tahu persis anak anak siapa saja yang sering bermain di halaman ruma kakek, tapi aku yakin itu bukan lah keluarga kami.

•••

Saat aku kembali melihat gadis kecil yang tadi ku lihat di bawah pohon, ia sudah menghilang, ku dekati pohon beringin yang besar itu untuk mencari nya di belakang pohon, tapi tidak juga menemukan nya.

Kulihat di sekeliling ku dan mencari tapi tak juga menemukan nya. "Kemana dia."Batin ku.

"Dek, ngapain disitu." Panggil ibu ku.

Aku segera berlari kembali menghampiri ibu ku yang berdiri di teras rumah.

"Ada apa Ma?."

"Kamu ngapain sih disitu?." Tanya ibu ku.

"Tadi ada anak kecil main disitu Ma, Cantik banget anak nya pake dress warna biru."Tutur ku Menjelaskan apa yang ku lihat tadi.

"Dimana?."

"Itu tadi main di bawah pohon."Tunjuk ku.

"Oh, mungkin anak Pak Mamat. udah yuk, makan yuk."Ajak ibu Ku.

Mendengar kata Pak Mamat aku pun mengerti, Pak Mamat adalah tukang kebun di rumah kakek yang sudah bekerja cukup lama di rumah ini.

Aku masuk ke dalam rumah dan kulihat Papa ku sedang mengobrol dengan Nenek.

"Nenek."Aku lansung memeluk Nenek yang saat itu tersenyum senang melihat kedatangan ku. berbeda dengan Kakek, Nenek ku adalah sosok yang baik dan lemah lembut. aku sangat mencintai nya.

"Dasar anak manja."ucap Bang Adi kembali meledek ku.

"Adi." Kata Nenek.

"Becanda kok Nek."Aku sangat senang saat aku merasa di Bela oleh Nenek.

Kami pun makan, saat itu hari sudah sore. Aku masuk ke kamar ku dimana barang barang ku masih ada di dalam kotak, dan aku harus menyusun barang barang ku pada tempat nya.

aku duduk di kasur dan kulihat kamar ku yang masih kosong, kamar yang sangat luas, lebih luas di rumah ku yang di kota.

Tiba tiba bang Heru datang membuka pintu kamarku yang memang terbuka Sedikit.

"Kenapa bang?." Tanya Ku.

"Mau dibantu beres-beres?." Tanya Bang Heru.

"Gak usah bang, aku bisa sendiri."Ucao ku.

"Ya udah, Kata Mama itu tempat tidur nya udah di bersihkan, udah bisa di tiduri."Ucap Bang Heru.

"Ok Bang."Bang Heru segera menutup pintu kamar setelah aku membalas nya.

Bagaimana menurut kalian, bang Heru tipikal laki laki yang Dingin tapi perhatian kan. hehe.

Aku lalu mulai membereskan barang barang ku, ku keluarkan kotak kotak berisikan Boneka ku dan ku susun di rak yang memang aku request untuk ku simpan pajangan kesayangan ku.

Saat aku taruh beberapa Boneka di atas rak itu, dan akan mengambil yang lain nya lagi, tiba tiba saja boneka yang ku susun jatuh dari rak, Aku sempat terdiam dan mengamati sejenak, Aku rasa aku sudah menaruh nya dengan Baik, tapi semua nya jatuh bersamaan. Ku coba goyangan Rak itu dan itu sangat kokoh tak mungkin jatuh hanya karena sebuah boneka yang ringan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!