bang adi kembali di doakan, kini di doakan oleh Pak Suhendra, karena Pak Ustad sedang tidak ada di tempat.
Pengajian yang kami lakukan seperti nya tidak membuat rumah semakin adem, malah ku rasa membuat Penghuni saat itu sangat lah marah. hingga melukai Bang Heru.
Bang Heru saat itu pun keadaan nya kritis karena kekurangan banyak darah yang membuat nya belum sadar sampai 2 hari.
sementara Bang Adi kini seperti orang yang linglung dan kehilangan Jiwa nya. tidak mau makan dan tak mau bicara pada siapa pun.
Hari ini. kami semua sedang berkumpul di rumah tamu membahas bagaimana kelanjutan nya. ada nenek juga yang mendengar disitu.
"Sebenarnya ada Sesuatu apa yang di lakukan bapak semasa hidup sampai saya lihat begitu banyak menghuni di rumah ini, dan energi mereka sangat besar."Tanya Pak Suhendra pada Nenek.
"Saya tidak tahu, suami saya tidak pernah melakukan yang nama nya perdukunan, tidak pernah, kami hidup cukup dan Tenang saja selama ini. cuman memang saat suami saya meninggal saya beberapa kali melihat penampakan hantu wanita dan anak kecil, tapi saya tidak tahu kenap mereka menampakan diri nya. dan apa masalah mereka."Ucap nenek bicara dengan suara yang gemetar, akuh tahu nenek sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Bang Heru.
"Iya Pak Suhendra, saya juga tinggal disini sudah lama sejak masih kecil dan saya tinggal di luar saat saya Punya anak, tidak ada kejadian apa pun, apa lagi soal hantu. "Saut Papa saat itu.
"Kita harus mencari sumbernya, saya juga tidak bisa berkomunikasi dengan makhluk itu, mereka hanya berkata."
"Aku pengin uripe, ojo ngganggu aku, utawa aku bakal mateni sampeyan uga. (Aku ingin nyawanya, jangan ganggu aku, atau aku akan membunuhmu juga)" Tutur Pak Suhendra, aku saat itu mendengar sangat merinding.
Kata pak Suhendra lagi , kalau Jiwa bang Adi saat ini di bawa ke alam lain, karena bang Adi sudah melakukan kesalahan yang membuat penghuni disini marah.
"Anak mu itu sudah melakukan kesalahan, Hingga membuat mereka semakin marah, Sampean harus harus bawa Dia segera berobat, saya punya kenalan, Nama Nya Kiyai Muron. bawa kesana untuk pembersihan tubuh Adi, Rumah nya jauh di kota sebelah, tapi saya yakin dia bisa."Ucap Pak Suhendra.
"Sepanjang perjalanan jangan hiraukan Apa yang di ucapkan putra mu, jaga dia, karena dia pasti akan melarikan diri, Dia harus sampai di sana dan di lakukan. pembersihan."Kita apak Suhendra lagi.
Begitu saja perbicangan kami, Ayah pun setuju untuk membawa Bang Adi ke Kiyai Muron yang di beritahu Pak Suhendra, Kami semua sekeluarga berangkat ke Kota A untuk menemui Kiyai Muron.
di sepanjang perjalanan, Bang Adi terus berontak, namun pak Mamat yang ikut membantu memegangi Bang Adi. Hantu itu seperti ketakutan dan tahu kemana kami yg akan pergi.
"Pa, Ma, Aku sudah sembuh, Ayo kita pulang saja."Ucap Bang Adi. Namun Ayah dan Ibu saling melihat dan terus berjala tanpa menghiraukan kakak seperti apa Nya di suruh oleh Pak Suhendra.
Saat sampai di alamat yang di tuju, Kamis semua turun. begitu juga bang adi sesuai apa yang di katakan pak Suhendra, Bang Adi benar benar melarikan diri, dengan kedua tangan yang terikat ia berlari sangat kencang.
Kami pun mengejar bang Adi, Yang saat itu lari begitu cepat. Hingga dengan bantuan warga disana yang baik, dengan mengendarai motor mereka dengan cepat menghadang jalan bang Adi, dengan penjelasan dan rasa hormat kami mengucapkan terima kasih pada mereka yang sudah membantu, kalau bukan karena mereka, Kami mungkin sudah kehilangan bang Adi, karena dia berlari sangat cepat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Asyura
aku baca nya malam malam, jadi seram banget astaga
2023-03-22
0