Rumah Kakek 8

Saat aku tertidur lelap, aku merasa kan seperti ada yang mengelus wajah ku, Saat itu aku rasa malas untuk membuka mata ku dan ku tutup sengaja selimut, namun seseorang menarik selimut ku membuat Aku pun kesal dan membuka mata ku, Namun aku tidak menemukan ada siapa pun di dalam kamar dan bahkan Ayah dan ibu ku tidak ada di dalam kamar. Lalu siapa yang tadi mengangguk ku?

Di tengah ketakutan ku, ku dengar suara ibu ku menangis, Aku pun lansung berlari keluar dari kamar untuk melihat. saat aku baru saja melangkah keluar dari pintu kamar tampak orang sudah ramai, tak berselang lama terdengar suara mobil Ambulance yang datang. Aku segera berlari ke kamar kak Adi dimana sumber keributan.

Ku lihat banyak darah lantai membuat ku sangat syok saat melihat pemandangan itu. kaki ku bergegar rasa nya sulit untuk ku melangkah masuk dan melihat apa yang sedang terjadi di dalam.

Beberapa orang datang melewati ku, Aku terkejut saat ku lihat siapa yang di bawa keluar dari kamar Bang Adi.

"Bang Heru."Terlihat Dada Bang Heru berdarah.

Ibu ku lansung memeluk saat itu, Aku pun menangis saat ku lihat Bang Heru berdarah dan kesakitan.

"Abang kenapa Ma?." Tanya ku. namun tak ada yang memberi aku jawaban.

"Kamu disini temani bang Adi."Ucap Papa pada ku. keadaan saat itu sedang Keos, Aku hanya bisa menganggukan kepala ku saja. dan melihat ayah dan Ibu ku pergi mengikuti ambulance.

Ayah mengikuti orang orang membawa bang Heru, Aku lalu masuk ke dalam kamar bang Adi, ku lihat Pak Mamat sedang menjaga Bang Adi yang saat itu kedua tangan nya di ikat, Ia kerasukan, ia menundukkan kepala dan sesekali tertawa seperti orang gila.

"Non, Non AIDA disini dulu ya, Saya keluar buat cari pak Ustad buat keluarkan Setan dari tubuh Den Adi."Ucap Mamat.

Aku menganggukan kepala ku, Aku pun di temani satu orang warga menemani Bang Adi. ku lihat tangan bang Adi membuat Aku sudah bisa menebak apa yang sedang terjadi.

Pak Mamat yang saat itu di minta untuk menginap dan jaga malam di rumah oleh Papa, melihat Bang adi berjalan ke arah dapur saat pukul 2 pagi.

"Den, belum tidur."Sapa Pak Mamat pada Bang Adi.

Namun bang Adi tidak merespon dan terus berjalan, Pak Mamat yang saat itu akan ke Toilet di samping dapur melihat bang Adi mengambil pisau di lalu dengan tatapan Kosong bang Adi melewati Pak Mamat.

"Den, buat apa den bawa pisau?." Tanya Pak Mamat.

"Diam."Jawab Bang Adi, namun suara nya berat, hal itu membuat Pak Mamat lansung yakin ada sesuatu terjadi pada Bang Adi, apa lagi mengingat kemarin ia sempat kerasukan.

Pak Mamat mengikuti. saat membuka Kamar berpapasan dengan Bang Heru yang menjerit karena Dada nya di tikam.

Melihat hal itu, Pak Mamat segera memegangi tangan Bang Adi sebelum bang Adi kembali menusuk pisau di dada untuk kedua kali nya.

Pak Mamat berteriak hingga kedua orang tua ku terbangun. Mendengar hal itu, aku sangat terkejut. bagaimana aku tidak mendengar padahal aku sangat sensitif pada keributan, aku bahkan baru terbangun saat selimut ku di tarik oleh seseorang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!