PERASAAN

Bau harum dari masakan Lin xia menyeruak di barak pasukan Kerajaan, terlihat para pasukan langsung mendatangi dapur tempat mereka berada

"Kenapa baunya harum sekali?" tanya salah satu prajurit.

"Iya benar, sangat harum." jawab Salah satu prajurit.

terlihat di sana ada seorang gadis cantik yang sedang memasak, beberapa saat kemudian dia telah selesai memasak dan membawa beberapa piring makanan.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Lin xia kepada 2 prajurit yang sedang melihatnya memasak.

"Lalu apa yang Anda lakukan disini?" tanya balik prajurit itu.

"Aku sedang memasak." jawab Lin xia.

"Baunya harum sekali, selir Lin xia." ucap salah satu prajurit.

"Memangnya kau mau makan?" tanya Lin xia.

"Memangnya boleh?" tanya balik prajurit itu.

"Mengapa tidak boleh." jawab Lin xia.

Ketiga pria itu menatap Lin xia, bahkan Jenderal Tian Ming sungguh terpukau dengan seorang gadis yang menjadi selir sementara sang Kaisar.

"Ayo kita makan." ucap Lin xia yang mengajak tiga pria itu.

Akhirnya Lin xia dan Jenderal Tian Ming beserta dua anak buahnya makan bersama. Ke-4 pria itu saling bercanda gurau seperti sudah mengenal, sedangkan 2 pelayan Lin xia nampak mereka menatap junjungannya.

"Nyonya, Kenapa Nyonya makan tidak mengajak kami." ucap salah satu pelayan.

"Lalu, kenapa kalian tidak datang?" jawab Lin xia.

"Kami kan harus berjaga di luar tempat ini, nyonya." jawab Salah satu pelayan.

"Sudah-sudah, Jangan banyak bicara. lebih baik kalian ikut makan denganku." ajak Lin xia yang kemudian memakan masakannya itu. terlihat mereka sangat menikmati masakan yang telah dimasak oleh Nana.

Di tempat lain, Kaisar Choi Minho mendapat kabar dari salah satu prajuritnya. terlihat pria itu tidak bisa melakukan apapun, Kalau dia sampai mendatangi Lin xia lagi di barak pasukan.. pasti wanita itu akan sangat marah, apalagi saat dia mengejek nya malah senjata makan tuan yang terjadi.

"Wanita itu." ucap Kaisar Tian mo.

Kasim Daeng menatap Kaisar, terlihat pria tua itu sedang memainkan kuas yang dia bawa. tangan sang Kaisar tidak menulis apapun, karena pria itu hanya menatap kertas yang ada di mejanya.

"Apa yang sedang anda pikirkan, Yang Mulia?" tanya Kasim Daeng kepada ada Kaisar Tian mo.

"Tidak apa-apa." jawab Kaisar Tian mo.

"Lalu Mengapa anda tidak menandatangani surat jalan itu, Yang Mulia?" tanya Kasim Daeng.

"Apakah kau sudah mendengar mengenai Selir Lin xia yang berada di barak para pasukan?" tanya Kaisar Tian mo.

Kasim Daeng menganggukkan kepalanya.

"Apa yang dia lakukan tempat itu?" tanya Kaisar.

"Nampaknya Selir Lin xia sedang bersama dengan Jenderal Tian Ming." jawab Kasim Daeng.

"Mengapa wanita itu sulit sekali untuk diberitahu ya, Bahkan dia sukanya membuatku malu dengan berada di barak para pasukan." ucap Kaisar Tian mo.

"Tapi, Yang Mulia. Bukankah anda sendiri yang mengatakan di depan begitu banyak orang kalau Selir Lin xia bisa melakukan apa pun dan bisa berada di manapun." ucap Kasim Daeng.

DEG..

Kaisar Tian mo nampak tersentak, pria itu mulai mengingat-ingat perkataan yang diucapkan oleh Kasim Daeng. benar apa yang dikatakan oleh Kasim itu, yang jelas pria itu sendiri yang sudah membuka pintu untuk Lin xia berkeliaran dengan bebas di Kerajaan.

"Terserah dia mau melakukan apapun, dia tidak akan pernah dihormati di Kerajaan ini." ucap Kaisar Tian mo.

Terlihat pria itu sedikit tidak konsentrasi dengan pekerjaannya. sesaat kemudian nampak Selir Rui na datang ke tempat Kaisar.

"Hormat hamba yang mulia!" seru Selir Rui na kepada Kaisar.

Sang Kaisar tidak menghiraukan Selir Rui na sama sekali. bahkan terlihat Kaisar benar-benar tidak ingin melihat wanita yang ada di depannya itum

"Maaf Selir Rui na, Yang Mulia sedang mengerjakan sesuatu yang sangat penting." ucap Kasim kepada Selir Rui na.

Selir Rui na menatap Kaisar Tian mo yang sedang meneliti laporan-laporan Kerajaannya.

terlihat wanita itu hanya bisa tersenyum kemudian menetap Kasim dengan tatapan mata yang penuh dengan pertanyaan.

"Apakah terlalu sibuk, Kasim?" tanya Selir Rui na.

"Hem..," Kasim Daeng menganggukkan kepalanya.

"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dulu." ucap Selir Rui na yang kemudian pergi meninggalkan Kaisar Tian mo.

Sedangkan sang Kaisar nampak pria itu menatap kepergian Selir Rui na,

"Wanita itu setiap kali selalu mendatangiku, Apakah dia tidak punya pekerjaan selain menggangguku?!" seru Kaisar Tian mo yang terlihat marah. sedangkan Kasim nampak pria tua itu tertawa melihat kelakuan Kaisarnya itu.

"Maafkan hamba Yang Mulia, Selir Rui na berhak melakukan hal itu. karena dia adalah istri Anda." ucap Kasim kepada sang Kaisar.

"Heh..," Kaisar Tian mo menghela nafasnya.

"Tapi tidak setiap kali kan dia harus menggangguku, sedangkan yang satunya bahkan sekalipun dia tidak menampakan batang hidungnya kepadaku." ucap Kaisar Tian mo yang tidak sadar.

"Ternyata anda benar-benar merasakan perasaan cinta kepada Selir Lin xia." ucap Kasim.

pria tua itu tidak akan mengatakan apapun, dia hanya bisa terdiam sembari menatap junjungannya salahkan saja dirinya sendiri karena selalu saja menolak kehadiran lisia apalagi Kaisar selalu membuat Lin xia sakit hati.

ketika sore sudah menjelang terlihat lincah sudah berada di kediamannya terlihat kardus itu sedang duduk sembari menatap langit.

"Kelihatannya kamu sedang memikirkan seseorang!!" seru kaisar yang tiba-tiba sudah berada di depan kediaman Lin xia.

"Mau memikirkan seseorang itu terserah aku yang mulia. Memangnya yang mulia mau apa kemari?" tanya Lin xia yang membuat Kaisar sedikit tersentak bahkan terlihat pria itu ingin marah kepada Lin xia.

"Heh.., Aku ingin mulai besok kamu membantu beberapa dayang untuk mengurus keperluan kerajaan." ucap Kaisar.

"Mengurus kerajaan? kenapa aku harus melakukannya, aku kan bukan pelayanmu." jawab Lin xia.

"Mau tidak mau kamu harus melakukannya, Jika kamu tidak melakukannya maka kamu tidak akan kuizinkan keluar dari kediamanmu." ancam Kaisar.

"Kenapa aku tidak boleh keluar dari kediamanku? Bahkan aku tidak melakukan apapun, Kenapa yang mulia benar-benar begitu membenciku?" tanya Lin xia.

"Dengarkan Aku baik-baik, aku yakin kalau kamu hanyalah wanita yang dikirim oleh dewa bukan untuk menjadi penyelamat kerajaanku. aku yakin kamu hanyalah Wanita biasa yang mungkin tidak akan berguna." jawab Kaisar

Sesaat kemudian Kaisar malah mengatakan sesuatu yang buat Lin xia kesal. "Aku katakan padamu sekali lagi. jangan pernah mencoba untuk menghancurkan reputasiku dengan cara menggoda orang-orang yang ada di kerajaanku. kamu itu mempunyai malu tidak sih? atau kamu memang terlahir menjadi wanita penghibur?" tanya kaisar yang membuat langkah kaki Lin xia langsung terhenti.

** Bersambung **

Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.

- Isteri kesayangan tuan besar

- ku balas pengkhianatanmu

- Gairah cinta isteri muda

- One night stand with mister William

- Gairah terlarang

- Isteri bayaran tuan Presdir

- aku mencintai isteri yang ku benci

- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

- The royal palace

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!