"Di mana kaisarmu?" tanya Lin xia kepada Kasim yang ada di luar ruang kerja Kaisar.
"Saya akan segera memberitahu yang mulia, Nona." jawab Kasim.
"Tidak usah, aku mau masuk saja. kelamaan kalian harus mengatakan ini dan itu." Lin xia yang kemudian menerobos masuk ke ruangan sang Kaisar.
Di sana terlihat sang Kaisar sedang melihat beberapa laporan kerajaan. pria itu benar-benar begitu fokus dengan lembaran-lembaran yang ada di mejanya.
"Aku sudah berada di sini, cepat katakan apa yang kau mau!" seru Lin xia kepada Kaisar Tian mo.
"Aku tidak pernah mengira, kalau kau adalah wanita yang bernyali besar." ucap Kaisar Tian mo.
"Bagaimana aku tidak bernyali besar, kalau aku langsung diancam akan dibunuh olehmu." ucap Lin xia.
"Aku minta kau segera menandatangani surat perjanjian ini." ucap Kaisar Tian mo.
"Surat apa?" tanya Lin xia yang mendekat.
"Sebenarnya waktu kau datang ke tempatku, hari itu adalah hari dimana Aku akan menikah. namun ketika kau datang tiba-tiba aura yang kau bawa itu membuatku kehilangan calon istriku." ucap Kaisar Tian mo yang berbohong.
"Maksudmu?" tanya Lin xia.
"Haris besarnya kamu telah membunuh calon istriku." jawab Kaisar.
"Bagaimana mungkin aku datang istrimu langsung meninggal, kau itu tidak masuk akal sekali!" seru Lin xia yang langsung berdiri sambil menunjuk wajah Kaisar Tian mo.
"Kalau kau berani menunjuk lagi, maka akan kupastikan kalau jari-jarimu itu akan terputus semua." ucap Kaisar Tian mo.
Lin xia langsung melipat seluruh jari-jarinya karena tidak mungkin gadis secantik dia akan cacat karena jari-jarinya dipotong oleh pria dari dunia antah-berantah.
🎶🎶🎶
Terlihat Lin xia bersiul karena dia harus mengalihkan perhatian sang Kaisar saat pria itu ingin memotong jari-jarinya.
"Bukan hanya di televisi kalau Kaisar itu orangnya kejam, namun kenyataannya memang dia orang kejam." guman Lin xia.
"Jangan pernah kau bergumam dibelakangku, karena aku tidak suka!" seru Kaisar Tian mo.
"Begini tidak boleh, begitu tidak boleh. kau itu memakai peraturan apa sih, Memangnya kau itu hidup di era mana. aku ini anak modern dari zaman modern. kau ini selalu memerintah ku, kau kira aku ini apa!" seru Lin xia yang terlihat sudah tidak bisa mengontrol emosinya saat berhadapan dengan pria yang ada di depannya.
Sedangkan Kaisar Tian mo nampak pria itu begitu terkejut dengan suara keras yang keluar dari mulut Lin xia. "Kau ini benar-benar mau aku bunuh ya! Semua ini gara-gara dirimu yang datang hingga membuat calon istriku itu meninggal dunia. namun sekarang dengan seenaknya kau ingin kabur dari tempatku. Aku ini seorang kaisar yang mempunyai tanggung jawab kepada rakyat ku!!" seru Kaisar Tian mo.
"Lalu kau mau apa?" tanya Lin xia.
KHEM.
KHEM..
Kaisar Tian mo terlihat menetralkan dirinya saat akan mengatakan Lin xia harus menikahinya.
"Dengarkan aku dan lihat isi surat perjanjian itu, itu adalah surat perjanjian mengenai pernikahan yang harus kau lakukan denganku. Kalau tidak aku yakin para rakyatku akan marah padamu karena mereka mengira Kau adalah penyebab matinya calon permaisuriku." jawab Kaisar Tian mo.
"Enak banget kau menyuruhku menikah denganmu, Kau kira aku ini barang apa disuruh suruh." jawab Lin xia tak terima.
"Kalau kau tidak mau melakukan hal itu, jangan salahkan aku kalau kau akan meregang nyawa di dunia ku." jawab Kaisar Tian mo.
"Kau!!" Lin xia terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Kaisar tersebut.
"Kamu mau mati di sini?"
"Tunggu..tunggu, jangan marah seperti itu. berikan kertas itu, nanti akan aku tandatangani." ucap Lin xia yang kemudian menarik kertas itu dan meninggalkan Kaisar Tian mo.
Lin xia terus menggerutu di sepanjang jalan sambil membaca sebuah surat yang ada stempel Kerajaan yang bertuliskan perjanjian mengenai pernikahan dirinya dan sang Kaisar.
"Ini mah pernikahan kontrak." gerutu Lin xia. sedangkan sang Kaisar nampak pria itu merasa berhasil telah mengelabuhi gadis muda itu.
"Aku yakin dengan kedatangan gadis itu perubahan di Kerajaan ini akan stabil." ucap Kaisar Tian mo.
sedangkan Lin xia yang berada di kamarnya nampak gadis itu terus menatap kulit domba yang ada tulisan perjanjian pernikahan dirinya dan sang Kaisar.
"Bagaimana Tuan?" tanya Kasim kepada Kaisar Tian mo.
"Tentu saja aku sudah berhasil untuk membuat gadis itu mengerti di mana posisinya, dia hanyalah wanita yang terdampar di Kerajaan ku. kalau dia macam-macam.. aku akan segera menyuruh para pasukanku untuk menghabisinya." jawab Kaisar Tian mo. nampak Kasim menatap sang Kaisar, terlihat jelas kata-kata yang dikeluarkan oleh Kaisar nya itu bukan hanya sebuah ancaman.
KEESOKAN HARI
Lin xia benar-benar tidak bisa tertidur karena dia terus menatap kulit domba yang berisi surat perjanjian dengan sang Kaisar.
"Jika aku lari, maka semuanya akan sia-sia saja. karena yang aku lawan adalah Kaisar Kerajaan ini, namun jika aku tidak lari aku akan menikah dengan Kaisar kejam itu." ucap Lin xia.
"Yang Mulia Kaisar Tian mo datang!" seru seorang Kasim yang telah berteriak di depan kediaman Lin xia.
Lin xia sangat terkejut karena dari semalam dia tidak bisa tidur dan terus memikirkan perjanjian yang telah dibuat oleh sang Kaisar. namun sekarang malah orang yang dimaksud oleh Lin xia sudah menampakan batang hidungnya di tempatnya.
BRAKKK..
Kaisar Tian mo yang langsung membuka pintu kamar Lin xia secara paksa.
"Ya ampun, dasar pria tidak punya harga diri dan tidak punya sopan santun, beraninya kau memasuki kamar seorang gadis!" seru Lin xia.
"Tentu saja aku berani melakukan hal apapun, karena ini adalah Kerajaan ku!" seru Kaisar Tian mo.
"Dasar pria tidak punya sopan santun, kamu ini benar-benar pria anta berantah." cibir Lin xia.
"Memangnya aku harus memikirkan kata-katamu?" tanya Kaisar.
"Keluar dari kamarku!!" usir Lin xia.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments