PESTA

"Apa-apaan dia, mengapa dia tidak marah ataupun mengumpat padaku. bahkan wanita ini sama sekali tidak menunjukkan wajah sedih." ucap Kaisar Tian mo ketika dia sudah meninggalkan tempat seorang gadis dari tempat lain itu.

Kasim yang melihat hal itu, pria itu tersenyum karena Lin xia berhasil mengerjai Kaisar nya itu. Kaisar sombong yang tidak pernah bisa mengakui kebenaran.

"Kena Kau Yang Mulia, baru pertama ini kulihat wajahmu kusut. seharusnya kau mengakui saja kalau kamu memiliki perasaan kepada wanita itu, kenapa harus kau besarkan egomu itu apalagi yang aku lihat kalau selir Lin xia adalah wanita yang memiliki Aura yang sangat luar biasa." ucap Kasim saat melihat Kaisar Tian mo terlihat marah.

Hari ini Kaisar Tian mo memberikan pengumumannya mengenai pengangkatan Selir barunya itu kepada khalayak umum, terlihat pria itu menggumumkan mengenai Selir kesayangannya. Kaisar juga mengadakan acara penjamuan yang begitu besar.

"Kasim adakan acara perkenalan Selir Rui na kepada khalayak umum!" seru Kaisar Tian mo.

Kasim hanya menganggukkan kepalanya, terlihat pria itu tersenyum saat mendengar perkataan sang Kaisar.

"Lalu, apakah Selir Lin xia akan diundang?" tanya Kasim.

"Tentu saja kau harus mengundangnya, wanita pajangan itu akan berada di pesta ku. aku tidak ingin para pejabat mengatakan aku telah membuang wanita itu." jawab Kaisar Tian mo.

"Heh...," kasim menghilang nafasnya. "Baiklah yang mulia, kalau begitu saya akan memberikan informasi ini kepada selir Lin xia, hamba harap dia mau kemari untuk mendatangi jamuan pesta selir baru." ucap Kasim yang kemudian pergi.

Akhirnya Kasim pergi ke tempat Lin xia, terlihat disana seorang gadis sedang berdiri sambil menatap langit. wanita yang begitu cantik dengan paras sempurna tanpa make-up sama sekali.

"Selir Lin xia!" seru Kasim kepada Lin xia.

"Heh..," Nana membalikkan tubuhnya menatap sang Kasim.

"Ada apa, Kasim? Kenapa kamu sudah ada di sini Apakah ada sesuatu?" tanya Lin xia.

Kasim memberikan salah satu undangan kepada Lin xia.

"Ini apa?" tanya Lin xia.

"Itu adalah undangan untuk acara hari ini, selir Lin xia." jawab Kasim yang terlihat benar-benar merasa kasihan dengan gadis muda itu.

"Pesta apa?" tanya Lin xia.

"Pesta penobatan untuk Selir Rui na." jawab Kasim.

"Huhh...," Lin xia menghela nafasnya. "Bagus benar pria itu, bahkan di hari pernikahanku dengannya saja dia tidak mengadakan pesta, namun sekarang pria laknat itu malah mengadakan pesta untuk istrinya yang lain." jawab Lin xia yang kemudian duduk sembari meminum tehnya.

"Apakah Selir Nana cemburu?" tanya Kasim.

"Heh..," Lin xia menggelengkan kepalanya sembari menatap pria tua itu.

"Tentu saja tidak, Kasim. ngapain juga aku harus cemburu dengan pria itu, pernikahanku karena terpaksa, dipaksa dan diancam akan di penggal. Bagaimana mungkin aku akan mencintai pria itu, Bahkan dia menikah dengan 100 wanita pun aku tidak akan peduli aku. hanya menunggu dia menceraikanku dan bertemu dengan wanita yang dicintainya." jawab Lin xia.

Kasim menatap wajah Lin xia, Tidak ada kebohongan di wajah Gadis itu. Kasim mulai mengerti Kalau Lin xia tidak pernah mencintai Kaisar, mungkin karena sang Kaisar telah menumbuhkan rasa kebencian yang teramat dalam kepada Gadis itu. gadis yatim piatu yang tidak tahu dari mana asalnya.

"Apakah selir Lin xia akan datang?" tanya Kasim. sebenarnya Kasim tidak ingin menanyakan hal itu namun pria itu juga tidak ingin kalau gadis muda itu terus mendapatkan masalah dari kaisarnya.

"Entahlah Kasim, Aku tidak terlalu suka dengan pesta. lagian juga aku ingin duduk di sini sembari mengingat wajah ayahku." jawab Selir Lin xia.

Sesaat kemudian nampak Kasim bersujud kepada Lin xia. "Aku mohon Selir Lin xia untuk datang ke tempat itu." ucap Kasim tua kepada Lin xia.

"Memangnya kenapa?" tanya Lin xia.

"Aku ingin Anda dihormati di Kerajaan ini, aku sudah menganggapmu sebagai putriku saat kita pertama kali bertemu." ucap Kasim kepada Lin xia.

Seketika Lin xia menatap pria tua itu, sesaat kemudian Lin xia berdiri sambil berjalan kearah Kasim. Gadis itu langsung memeluk pria tua itu.

"Apakah kau tahu Kasim, aku begitu merindukan sosok ayahku. Aku tidak mempunyai Ibu semenjak kecil, aku hidup berdua dengan ayahku dengan semua beban yang begitu berat." ucap Lin xia.

Kasim tua itu hatinya begitu terenyuh dengan cerita yang diucapkan oleh Lin xia. "Apakah ayahmu tidak pernah memberikanmu cinta?" tanya Kasim.

"Kami selalu berpindah-pindah tempat untuk menyelamatkan diri kami, terkadang aku rindu dengan belaian ayahku. Aku rindu dengan kasih sayang, Aku jarang sekali mendapatkan teman karena nyawa kami berdua selalu dalam bahaya karena diincar oleh musuh-musuh ayahku." jawab Lin xia.

Kasim tua itu nampak meneteskan air matanya Saat mendengar seluruh cerita Lin xia. "Apakah aku boleh menjadi ayahmu?" ucap Kasim tua.

Lin xia menatap pria tua itu, sesaat kemudian Lin xia menganggukkan kepalanya dan memeluk Kasim tua itu.

"Bolehkah aku memelukmu lagi?" tanya Lin xia.

Kasim tua menganggukkan kepalanya sembari tersenyum kepada Lin xia. "Aku benar-benar sudah menganggapmu sebagai putriku." ucap Kasim.

"Siapa namamu?" tanya Lin xia.

"Namaku adalah Kasim Daeng." ucap Kasim tua.

"Sudahlah aku tidak butuh namamu itu, yang penting aku boleh memelukmu setiap kali aku merindukan Ayah ku." ucap Lin xia.

Sang Kasim membelai rambut gadis muda itu, seorang gadis muda yang dikira masih berusia 15 atau 16 tahun.

"Baiklah kalau begitu, Kasim. aku akan datang nanti." jawab Lin xia.

Sesaat kemudian akhirnya Kasim Daeng meninggalkan Lin xia. pria itu begitu tidak tega ketika melihat lincah yang diperlakukan tidak adil.

Malam telah menjelang, pesta perayaan untuk memperkenalkan Selir Rui na kepada khalayak umum Akhirnya telah digelar. Lin xia telah dirias oleh para pelayannya .

"Sudah aku bilang tidak usah memberikanku riasan yang terlalu berlebihan dan juga ingat aku tidak terlalu suka perhiasan." ucap Lin xia yang membuat para pelayannya itu begitu terkejut.

"Tapi nyonya, ini akan membuat Nyonya bertambah cantik." ucap salah satu pelayan.

"Nggak usah terlihat cantik, buat apa aku cantik." jawab Lin xia yang kemudian memakai dua gelang di tangannya dan anting-anting saja.

Sesaat kemudian akhirnya Lin xia pergi dari kediamannya menuju Aula istana Kerajaan Ming. nampak di perjalanan ternyata Pangeran Lee Hyun telah menunggu Lin xia di depan pintu Aula Istana.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Lin xia dengan suaranya yang begitu indah.

"Aku menunggumu karena aku tahu kau tidak punya teman untuk kau ajak ke tempat seperti ini." jawab Pangeran Lee Hyun sambil tersenyum.

"Kamu benar juga." jawab Lin xia.

** Bersambung **

Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.

- Isteri kesayangan tuan besar

- ku balas pengkhianatanmu

- Gairah cinta isteri muda

- One night stand with mister William

- Gairah terlarang

- Isteri bayaran tuan Presdir

- aku mencintai isteri yang ku benci

- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

- The royal palace

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!