Hari pernikahan telah ditentukan hari ini, Lin xia tidak bisa melarikan diri dari Kerajaan Ming. karena sang Kaisar sudah menaruh begitu banyak para pasukan di dekat sang Kaisar, wanita itu tahu kalau Kaisar Tian mo sengaja melakukan hal itu agar dia tidak bisa kabur dari Kerajaan.
Prosesi pernikahan akan dimulai, semua ritual demi ritual akan dilaksanakan. nampak sekali Lin xia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, toh zaman ini dan zamannya begitu berbeda.
Para dayang istana nampak menuntun Lin xia untuk melakukan setiap proses ritual pernikahan, sering sekali Lin xia mencibir tidak karuan di telinga dayang istana. Hal itu membuat para dayang sedikit bingung untuk menjelaskan kepada Lin xia.
GREPP..
Lin xia menginjak kaki salah satu dayang kerajaan. si dayang nampak tersentak kesakitan ketika salah satu kakinya diinjak oleh Lin xia dengan sangat-sangat keras.
Tidak sakit ya?" tanya Lin xia kepada salah satu dayang.
Si dayang hanya bisa tersenyum kesakitan ketika merasakan apa yang harus dia rasakan. terlihat sekali kalau dia harus menelan kepahitan, karena para dayang tahu kalau calon istri dari sang Kaisar tidak mau menikah dengan Kaisar bahkan sudah berulang kali wanita itu mencoba untuk melarikan diri. kabur dari pernikahannya yang mungkin dia pikir begitu menyiksa.
Saat proses terakhir, nampak wanita itu diharuskan untuk saling berhadapan dengan Sang Kaisar. namun apa yang terjadi, malah dengan sengaja Lin xia menghantamkan dahinya ke dahi Kaisar Tian mo. bukannya sang Kaisar yang kesakitan, malah Lin xia yang kesakitan karena mahkota dari sang Kaisar mengenai dahinya.
"AUHHH....."
Lin xia yang merintih karena dahinya terasa sakit, rencananya terlihat gagal total karena ingin dia menyakiti sang Kaisar kesakitan, malah dirinya sendiri yang terkena imbasnya.
"Dasar pria brengsek." cibir Lin xia yang bisa didengar oleh sang Kaisar. nampak sang Kaisar tersenyum seolah mengejek wanita itu.
Proses ritual pernikahan yang terakhir telah dilaksanakan secara seksama, Lin xia telah menjadi istri dari Kaisar Tian mo. sesaat kemudian nampak sang Kaisar berjalan menuju aulanya sembari memberikan sebuah pengumuman kepada para rakyat dan seluruh pejabat nya.
"Aku hanya ingin mengumumkan pernikahan ini telah aku laksanakan. namun, wanita yang kunikahi tidak akan pernah menduduki posisi sebagai permaisuriku. dia hanya akan ku angkat menjadi selir sementara!" seru Kaisar Tian mo.
ZDARRRR!!!
Para pejabat di Kerajaan nampak terkejut dengan pengumuman sang Kaisar, Bagaimana mungkin pernikahan yang dilakukan secara sah ini hanya memberikan kedudukan wanita itu sebagai selir sementara. entah apa yang Kaisar Tian mo pikirkan, namun para pejabat Kerajaan nampak saling berbisik satu sama lain. sedangkan Lin xia nampak wanita itu tidak merespon semua pengumuman yang diucapkan oleh kaisar Tian mo.
"Masa bodoh, mau jadi selir kek. selir tetap, Selir sementara, selir kontrak sama saja. toh semuanya kan cuma di atas kertas." ucap Lin xia sembari mengalihkan pandangannya yang acuh dari Kaisar Tian mo.
Nampak sang Kaisar malah sangat terkejut dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Lin xia. Bukannya marah malah wanita itu Acuh dengan pengumuman yang diberikan oleh kaisar Tian mo.
"Apa yang dimaksud oleh Yang Mulia Kaisar, Kenapa beliau melakukan hal ini kepada nona Lin xia." guman salah satu dayang yang melayani Lin xia.
"Emang gue pikirin." jawab Lin xia yang kemudian memutar badannya dan langsung kembali ke kediamannya.
Sang Kaisar begitu terkejut bahkan dia terkejut kembali dengan sikap acuh Lin xia, wanita itu langsung kembali ke kediamannya tanpa merasakan ekspresi sedih atau bagaimanapun.
"Nana..Nana..aye..aye.."
Nampak sekali Lin xia malah berjoget ria saat menuju kediamannya, terlihat para pengawal yang mengantar Lin xia ke kediamannya mereka tidak habis pikir, bukannya marah.. merasa sedih dengan keputusan sang Kaisar, malah wanita itu seperti kesenangan karena mendapatkan hadiah.
"Apakah selir Lin xia baik-baik saja, lihat lah Bukannya sedih, malah dia terlihat sangat bahagia." ucap salah satu pengawal kepada temannya.
"Entahlah, nampaknya wanita itu tidak ada sedih sedihnya. selalu terlihat gembira." jawab Salah satu pengawal.
Lin xia terus bernyanyi dan menggerak-gerakkan kedua tangannya, seolah Dia sedang berdisko ria di suatu tempat.
"Nona, apakah Nono tidak sedih dengan semua keputusan yang diucapkan oleh Kaisar?" tanya salah satu pelayan.
"Ngapain juga sedih, hidup ini adalah sesuatu yang harus kita nikmati. tidak usah terlalu dibawa sedih, toh hidup ini cuma sekali.. kalau kita terlalu sedih bisa-bisa kita mati mengenaskan." jawab Lin xia yang membuat para pelayan dan dayang istana nampak menganggukkan kepalanya.
Mereka begitu kagum dengan sikap yang ditunjukkan oleh junjungannya yang baru itu, tentu saja Lin xia adalah wanita yang sangat tegar.
Malam telah menunjukkan cahaya gelapnya, terlihat Lin xia sedang duduk di luar kediamannya. sebuah meja dan kursi yang terbuat dari batu, Hal itu membuat Lin xia memejamkan matanya sembari mencium aroma wewangian yang berasal dari tumbuh-tumbuhan di sekitarnya.
"Hidup-hidup." ucap Lin xia yang kemudian menghela nafasnya sembari menaruh setengah badannya di meja batu tersebut.
Sesaat kemudian nampak Seorang pria sudah mendatangi Lin xia yang sedang melamunkan sesuatu melamunkan kedatangannya di dunia antah beranta yang penuh dengan jebakan.
"Lihatlah kakak iparku ini begitu tegar sekali, bahkan Dia yang mendapatkan kabar duka. terlihat wajahnya tetap bahagia." ucap Pangeran Lee Hyun yang datang di kediaman Lin xia.
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini di kediaman seorang gadis?" tanya Lin xia kepada Pangeran Lee Hyun.
"Aku hanya ingin menghiburmu, terlihat tadi kakakku telah memberikan pengumuman yang begitu menyakitkan bagimu." ucap Pangeran Lee Hyun.
"Tidak juga tuh, ngapain juga aku harus memikirkan pengumuman tidak penting itu." jawab Lin xia.
"Lalu, Apakah kau tidak merasa sedih dengan pengumuman itu?" tanya Pangeran Lee Hyun.
"Ngapain juga aku harus memikirkannya, kakakmu itu menikahiku kan hanya untuk prosedur Kerajaan. dia sudah mengatakan kalau dia tidak akan mencintaiku, tidak akan menyentuh ku, tidak akan berhubungan dengan ku dan lain-lain." jawab Lin xia.
Pangeran Lee Hyun sangat terkejut dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh Lin xia. mungkin kalau wanita lain mereka akan menangis seharian mungkin juga bunuh diri atau mungkin dia tidak akan berani keluar dari kediamannya.
"Apa yakin kamu benar-benar tidak sedih?" tanya sang pangeran.
"Buat apa aku harus sedih, toh aku juga tidak mengenal kakakmu. tidak mengenal Kaisar kejam itu, kenapa aku harus sedih. lagi pula aku juga sudah membuat perjanjian sama dia, kalau dia macam-macam aku langsung gugat dia." jawab enteng Lin xia.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments