"Mau mencoba kabur!" seru seorang pria yang melihat Lin xia akan melarikan diri dari kediamannya.
Lin xia menatap asal suara pria tersebut, nampak jelas di sana sang Kaisar sudah menampakan dirinya di kediaman Lin xia.
salah satu kaki Lin xia sudah berada di atas sebuah kayu yang ditumpuk-tumpuk, Sesaat kemudian nampak gadis itu menatap asal suara itu. terlihat jelas seorang pria yang sudah menarik pedang dari sarung tangan nya.
SRINGG..
kaisar menarik pedangnya.
"Hehehehe Kaisar."ucap Lin xia sembari turun dari tumpukan kayu dan balok yang telah disusun.
"Kau mau kemana?" tanya Kaisar Tian mo.
"Tidak kemana-mana kok. cuma mau menghirup udara saja." jawab Lin xia sembari mengarahkan wajahnya ke tempat lain.
"Lalu mengapa kau menumpuk balok kayu hingga tinggi?" tanya Kaisar Tian mo.
"Tidak-tidak, tadi cuma buat mencari angin." jawab Lin xia sembari mengibas-ngibaskan kedua tangannya. terlihat jelas kalau Gadis itu tidak pandai berbohong untuk menutupi kelakuannya.
SRINGGG...
Suara pedang yang sengaja ditarik oleh Kaisar Tian mo dan mengarahkan pedang itu kepada Lin xia.
"Dasar pria resek, datang-datang sudah mengancam, dia ini punya pekerjaan lain apa." ucap Lin xia sembari memicingkan mulutnya dan kemudian kembali memasuki kediaman nya.
"Mau kemana Nona Nana!" seru pangeran Lee Hyun kepada Lin xia.
"Mau masuk ke sarang buaya." jawab Lin xia.
Sesaat kemudian Gadis itu menutup pintu kamarnya dengan sangat keras. Kaisar Tian mo menatap salah satu adiknya itu,
"Apa yang kau lakukan di tempat ini?" tanya Kaisar Minho kepada Pangeran Lee Hyun.
"Aku hanya berniat untuk berkenalan dengan calon kakak iparku." jawab Pangeran Lee Hyun.
"Kau tidak usah basa-basi seperti itu, kembalilah ke dia kediamanmu. jangan sampai membuat masalah!" seru Kaisar Tian mo yang kemudian menyuruh salah satu adiknya untuk kembali ke kediamannya.
"Jangan berharap kau sampai bisa keluar dari tempat ini." ucap Kaisar Tian mo yang kemudian menyuruh para pengawal untuk berjaga di luar kediaman milik Lin xia.
KEESOKAN HARI
Akhirnya kabar mengenai pernikahan Kaisar Tian mo dan Lin xia sudah tersiar, kabar mengenai pernikahan itu rakyat sangat gembira menanti hal itu, begitu banyak desakan dari para rakyat dan pejabat agar sang Kaisar segera menikah.
2 HARI KEMUDIAN..
Pagi ini Lin xia telah dirias oleh para dayang istana, terlihat sekali Wanita itu sangat cantik dengan postur tubuh yang sangat seksi. terlihat Lin xia sesekali memberontak saat dirias, Karena Wanita itu tidak terlalu suka dengan dandanan yang agak tebal.
Sedangkan di tempat lain Kaisar Tian mo sedang menanti seorang wanita yang akan dinikahinya. Entah mengapa pria itu begitu tidak tenang seolah ada sesuatu itu yang mengganjal di pikirannya.
DEG..
DEG..
"Ada apa ini." ucap Kaisar Tian mo yang gelisah.
"Ada apa yang mulai?" tanya Kasim.
"Kalau sampai wanita itu berniat melarikan diri saat pernikahannya, maka akan kupastikan dia akan menderita dan akan ku penggal kepalanya." ucap Kaisar Tian mo yang kemudian berjalan menuju altar kerajaan.
"Yang mulia tenang saja, calon istri yang mulia tidak akan berani melakukan hal itu." jawab Kasim.
"Kalau sampai wanita itu berani melarikan diri maka akan kupastikan dia akan kehilangan nyawanya." jawab Kaisar Tian mo.
"Suruh para pengawal untuk berjaga-jaga di sekitar kerajaan, jika sampai wanita itu ingin melarikan diri lakukan apa yang perlu kau lakukan." perintah Kaisar.
"Baik, Yang mulia." jawab Kasim.
Akhirnya Kaisar berjalan menuju aula pernikahan. di sana terlihat para pejabat negara sudah menunggu kedatangan sang Kaisar dan calon istrinya.
Kaisar Minho berjalan dengan sangat gagah, Pria itu menunjukkan wibawa dan kekuasaannya. semua orang begitu takut padanya, karena kekuasaan sang Kaisar merupakan kekuasaan yang mutlak dan tidak ada yang berani menantang pria itu.
"LALALA....!"
Lin xia mencoba menghilangkan rasa stres di pikirannya, karena hari ini dia akan menikah dengan seseorang yang tidak dia kenal, menikah karena perjanjian, ancaman dan semua hal. nampak sekali di raut wajah Lin xia ada sebuah kegundahan, sebuah ketidaknyamanan yang begitu terlihat jelas.
Para dayang istana yang mendengar Lin xia bernyanyi sambil berteriak, nampak mereka begitu melongo dengan semua sikap-sikap yang ditunjukkan oleh wanita itu.
"Nona, Hari ini anda akan menikah dan menjadi istri dari Kaisar Minho. Apakah tidak sebaiknya Kau bersikaplah sangat santun dan tunjukan wibawamu." ucap para dayang istana.
"Emang gue pikirin, ini kan cuma pernikahan diatas kertas. toh dia mau apa, dia mau gini.. dia mau gitu.. emang urusan gua." ucap Lin xia yang terlihat dirinya sedang menguasai hatinya agar tidak terlalu stress dengan pernikahan ini.
"Oh Tuhan, biarkanlah aku menjadi seorang yang bebas dari semua tekanan ini!" seru Lin xia sebelum dia pergi menuju altar Kerajaan.
Para dayang istana dan pengawal sudah diperintahkan oleh kaisar Tian mo agar mereka terus mengawasi Lin xia, karena sang Kaisar takut wanita itu akan melarikan diri saat pernikahannya.
"Mengapa sih dari tadi kalian ini memegang kedua tanganku, Apakah kalian ini tidak capek?" tanya Lin xia kepada para dayang istana yang terus memegang kedua tangannya dan berjalan didepan dan dibelakang Lin xia.
"Ini merupakan tradisi Kerajaan ini, Nona." jawab para dayang istana.
Padahal mereka takut kalau Lin xia akan melarikan diri dari Kerajaan ini.
"Bilang saja kalau kalian takut aku melarikan diri." Lin xia yang terlihat sangat kesal. para dayang dan pengawal tidak ada yang berani mengatakan apapun, mereka hanya melakukan apa yang diminta oleh kaisar mereka.
Sekitar beberapa menit kemudian Lin xia berjalan dengan begitu santainya, dia menatap para pengawal yang sedang berjajar di sekitar tempat itu.
"Kalau kalian mau mengawasiku awasi saja, memangnya aku ini mau kabur ke mana." ucap Lin Xia yang terlihat menatap orang-orang yang ada di sana.
Para menteri dan pejabat kerajaan mereka terkagum-kagum dengan sosok yang akan menjadi permaisuri mereka, sosok cantik yang turun dari langit. Anugerah dewa yang benar-benar begitu mempesona.
"Ternyata wanita ini benar-benar sangat cantik, pantas saja dia akan dijadikan hadiah untuk yang mulia." ucap salah satu pejabat.
"Andaikata dia tidak diturunkan waktu pernikahan yang mulia dan calon istri yang mulia tidak meninggal. Mungkin aku akan menjadikannya istriku." jawab pejabat yang lain.
"Kamu benar, wanita ini benar-benar mempesona. Lihatlah wajahnya begitu cantik, bibirnya merah merona bagaikan buah ceri, kedua bola matanya bulat sempurna dan bodinya benar-benar sangat sempurna." ucap seorang pria.
"Jangan berbicara terlalu keras, jika sampai yang mulia mendengar kita. bisa-bisa kita kehilangan kepala kita." salah satu pejabat berusaha untuk memberitahu teman-temannya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments