"Jangan main-main denganku, Yang Mulia. karena kau belum tahu siapa aku." jawab Lin xia yang kemudian mendatangi Kaisar Tian mo dan meletakkan pedangnya, terlihat wanita itu langsung menarik leher Kaisar.
"Jangan pernah kau terus mengusikku, kalau tidak..., aku tidak bisa menjamin kau tidak akan bisa jatuh cinta padaku." ucap Lin xia.
Sang Kaisar langsung menarik mundur tubuhnya, terlihat debaran jantungnya tiba-tiba tidak bisa dia kontrol.
DEG..
DEG..
"Berbicara denganmu sama seperti berbicara dengan angin." ucap Kaisar Tian mo yang kemudian meninggalkan Lin xia bersama para pasukannya.
Para pria yang ada disana tentu saja mereka menatap seorang gadis yang dengan sangat berani menantang Kaisar dihadapan para pasukannya sendiri, Lin xia tersenyum sembari mengangkat kedua tangannya.
"Emang gue pikirin." ucap Lin xia yang kemudian berpamitan dengan Jendral Tian ming.
Sedangkan jenderal Tian nampak menatap seorang gadis yang begitu hebat, seorang gadis yang begitu luar biasa.
"Kapan-kapan Aku akan kembali ke tempat ini, Jenderal. Jadi kalau aku kemari kau jangan kemana-mana ya, Awas ya!" seru Lin xia yang kemudian memberikan kedipan mata kepada Jenderal Tian Ming.
DEG..
sontak Hal itu membuat Sang Jenderal wajahnya langsung memerah seketika.
Kabar mengenai Lin xia yang sering sekali ke barak pasukan Kerajaan, membuat begitu banyak bangsawan dan sastrawan bukannya ke istana kerajaan. malah mereka ke barak para pasukan.
"Jenderal, ajari aku cara memanah dong." pinta Lin xia kepada Jenderal Tian ming.
"Memangnya selir Lin xia tidak bisa memanah?" tanya jenderal Tian ming.
"Tentu saja aku tidak bisa memanah." jawab Selir Lin xia.
"Tapi yang saya lihat, Anda begitu pandai ilmu ketangkasan dan ilmu pedang." jawab Jenderal Tian Ming.
"Buktinya, Aku saja tidak bisa memanah hatimu dengan tepat pada sasaran." canda Lin xia yang membuat Jenderal Tian Ming langsung mukanya memerah.
Pria itu tidak habis pikir bahwa selir dari Kaisar Tian mo kata-katanya begitu ringan saat merayu para pria yang ada di Kerajaan Ming.
"Maaf, maaf Jenderal. jangan dimasukkan hati. nanti kau malah marah denganku." ucap Lin xia sembari memukul-mukul pundak sang Jendral.
Para pasukan yang melihat hal itu mereka semua menatap seorang gadis cantik yang sedang bercanda dengan pimpinan mereka.
"Kaisar Tian mo benar-benar sungguh bodoh ya, masa wanita secantik Selir Lin xia malah di sengsarakan dan dibuang begitu saja." ucap salah satu prajurit yang ada di barak prajurit.
"Kalau aku mempunyai istri seperti dia, bakal aku kerangkeng dia di rumah dan tidak ku perbolehkan untuk keluar. bagaimana tidak, kalau dia keluar pasti banyak sekali para pria yang ingin memilikinya." ucap salah satu prajurit lagi.
"Mengapa kau mengatakan hal itu?" tanya salah satu prajurit kepada temannya.
"Lihatlah, di depan pintu barak kita itu sudah berjajar para pria yang pastinya ingin melihat selir Lin xia, bahkan kecantikan dan kebaikan selir Lin xia sudah menyebar di Kerajaan ini. pasti selir yang terbuang itu akan menjadi incaran begitu banyak orang-orang yang ada diluar Kerajaan ini." cibir salah satu pasukan.
"Kau benar sekali, kalau seperti ini lebih baik Kaisar Minho menceraikan selir Lin xia, Dengan begitu kita semuanya akan dengan leluasa memiliki gadis itu." ucap salah satu prajurit.
"Selir Lin xia adalah sesuatu yang diberikan oleh langit untuk Kaisar Tian mo, namun sayangnya sang Kaisar malah menyia-nyiakan pemberian Langit Itu." cibir salah satu prajurit lagi.
"Sudah sudah, kita tidak usah mengatakan hal itu, nanti malah kita yang akan di hukum pancung oleh Kaisar." jawab Salah satu prajurit.
Di depan barak pasukan telah berjajar para bangsawan dan sastrawan yang ingin melihat kecantikan dari Selir Lin xia. semenjak pesta itu seluruh pria yang ada di Kerajaan selalu ingin mencari keberadaan selir terbuang itu, namun rumor yang tersebar mengenai Lin xia sering sekali berada di barak Kerajaan bersama Jendral Tian Ming.
"Lapor, Jenderal!" seru salah satu pasukan.
"Ada apa?" jawab jenderal Tian Ming.
"Di luar barak pasukan sudah berjajar begitu banyak bangsawan dan para sastrawan, Jenderal." jawab Salah satu prajurit.
"Apa?" tanya Jenderal Tian Ming yang sangat terkejut
"Memangnya mereka mau apa ke tempat ini?" tanya Jendral Tian Ming
"Nampaknya Mereka ingin bertemu dengan Selir Nana." jawab Salah satu pasukan.
Jendral Tian Ming menatap selir Nana, sedangkan wanita itu malah mengacungkan dua tangannya.
"Kenapa kau malah menatapku, Jendral. Aku tidak tahu apa-apa." jawab Lin xia.
"Sebaiknya kau usir Mereka, jangan biarkan mereka memasuki tempat pelatihan para pasukan ini." jawab Jenderal Tian Ming.
"Kau betul, kalau mereka memasuki Tempat pelatihan pasukan ini mereka kira tempat ini tempat bermain apa." ucap Lin xia sambil menunjuk wajah salah satu prajurit.
Sesaat kemudian Jenderal Tian Ming malah menarik tangan Lin xia. "Itu namanya tidak sopan, karena kau menunjuk wajah orang." ucap Jendral Tian Ming.
Lin xia mengangguk-anggukkan kepalanya, sesaat kemudian gadis itu menatap Jenderal Tian Ming. wajah seorang pria yang begitu tampan, Hatinya baik dan sering sekali menolong Lin xia yang yang tidak mempunyai teman di Kerajaan itu.
"Jenderal, disini ada tempat untuk memasak, tidak?" tanya Lin xia.
"Memangnya selir Lin xia mau apa?" tanya Jenderal Tian Ming.
"Tentu saja aku mau masak." jawab Lin xia.
"Mengapa Selir Lin xia tidak makan di tempat selir saja?" tanya Jenderal Tian Ming.
"Kau ini pelit sekali, masak pinjam dapur di tempat ini saja tidak boleh." sindir Lin xia.
"Bukan begitu Selir Lin xia, tempat ini adalah barak para pasukan. jadi tidak seperti tempat anda." jawab Jenderal Tian Ming.
"Aku tidak peduli, yang penting kau tunjukkan di mana tempat itu." pinta Lin xia yang kemudian berjalan terlebih dahulu.
Akhirnya Jenderal Tian Ming mengantarkan Lin xia ke dapur barak pasukan, terlihat disana dapur itu memang benar-benar terlihat tidak rapi
"Kalian para pria memang benar-benar jorok ya." ucap Lin xia.
Jendral Tian Ming wajahnya langsung memerah karena malu.
"Aku akan masak, setelah itu Kau ajari aku memanah dan aku akan mengajarimu cara menggunakan ilmu pedang yang baik." ucap Lin xia kepada Jenderal Tian Ming.
"Apakah kau yakin?" tanya Jenderal Tian Ming.
"Tentu saja aku yakin." jawab Lin xia.
Lin xia langsung mengambil beberapa bahan makanan yang ada di sana, gadis itu dengan cekatan memasak bahan-bahan yang seadanya, karena Lin xia sudah terbiasa memakan sesuatu yang seadanya.
Hanya karena dia selalu hidup di dalam kondisi yang sangat tidak wajar, selalu berganti tempat untuk menyelamatkan dirinya. Akhirnya Lin xia memasak di dapur Barak pasukan, terlihat di sana para pasukan yang melihat hal itu mereka mulai mencium bau harum yang sangat luar biasa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Oi Min
kaisar mu ki ncen Vekockx lek.....
2024-05-13
0