PERJANJIAN PENGAMANAN

"Apa maksudmu?" tanya Kaisar Tian mo.

"Tentu saja aku juga tidak mau menjadi bahan tertawaan, jika yang mulia mengatakan hal itu maka aku harus mempunyai jaminan untuk diriku sendiri." jawab Lin xia.

"Jaminan untuk dirimu sendiri? Memangnya siapa kamu hingga berani melakukan mengatakan hal itu?" tanya sang Kaisar.

"Tentu saja aku berani mengatakan hal itu karena yang mulia sudah mengatakan mengenai kejelasanku di depan. jadi untuk lebih amannya aku harus mengamankan diriku sendiri, aku harus menjadi wanita yang mempunyai martabat walaupun sudah kau tinggalkan." jawaban cerdas Lin xia.

Terlihat Lin xia sudah putus asa karena Kaisar Tian mo membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali.

"Jadi kamu ingin menentangku?" tanya sang kaisar.

"Tentu saja tidak yang mulia, begitu banyak wanita yang ada di luar sana. Jika yang mulia ingin menikahi mereka terserah, Kalau yang mulia tidak mau menepati dan memberikan keinginanku maka yang mulia bisa melihatku kabur ataupun melihat mayatku di kediamanku." ucap Lin xia sembari menatap pria yang ada di depannya.

Walaupun Lin xia seorang gadis yang mempunyai ilmu beladiri namun masalah kekuasaan dia masih kurang, untuk melawan para pasukan yang begitu banyak tentu Lin xia harus berpikir seribu kali.

"Ya ampun, Kenapa aku harus terjebak di dunia ini dan lagian kenapa aku harus mengalami semua ini." guman Lin xia sembari menjambak rambutnya karena wanita itu sepertinya frustasi.

Memang wajah Lin xia sangat imut bertolak belakang dengan usianya yang sudah 20 tahun, Lin xia terlihat masih berumur 15-16 tahun.

"Oh ya Yang mulia, lebih baik yang mulia memikirkan apa keinginan saya setelah itu yang mulia ke tempat saya. jika yang mulia tidak mau menuruti keinginan saya, terserah Yang mulia mau apa. tapi yang jelas saya tidak mau dirugikan sebelah pihak, jika Yang mulia menginginkan Saya hanya sebatas ornamen pajangan saja maka saya harus mendapatkan imbalan yang lebih besar. jika yang melihat tidak mau menerima permintaan saya maka yang mulia bisa menikahi para wanita yang ada di kerajaan yang mulia. aku permisi dulu yang mulia." Lin xia yang kemudian pergi meninggalkan kediaman sang Kaisar dengan raut wajah yang begitu kesal luar biasa.

"Yeeee.....nananana....Nana..nana"

malam bertabur bintang itu menjadi saksi bisu seorang Lin xia yang bernyanyi dengan sangat gila, bahkan Gadis itu berjoget seperti dirinya sedang mengalami kesurupan.

Sedangkan para pelayan yang melayani Lin xia, nampak mereka sangat ketakutan dengan kondisi calon istri Kaisar mereka. bahkan Lin xia bertingkah seperti rocker, penari Bahkan dia melakukan gerakan-gerakan yang membuat para pengawal yang ada di sana nampak wajahnya bersemu merah dan menunduk malu.

Di tempat seorang pria yang melihat kelakuan Lin xia, pria itu tersenyum sembari menatap semua yang dilakukan oleh gadis itu.

"Mengapa para dewa harus menurunkan mu di tempat ini, seharusnya para dewa menurunkan mu di kediaman ku. hingga aku bisa menikahimu." ucap seorang pria yang terus menguntit Lin xia.

Sedangkan Lin xia malah terus berjoget ria sambil menghilangkan stress yang begitu menghimpit pikirannya.Setelah merasa kelelahan, akhirnya Lin xia berhenti dan terduduk di pinggiran kediamannya.

"Cepat ambilkan aku air putih!" seru Lin xia. para pelayan yang mendengar hal itu nampak mereka langsung berlari untuk mengambilkan junjungannya air putih. "Huff...," Lin xia menghela nafasnya sangat berat.

"Bukannya Ayah mengirimku ke tempat yang lebih enak malah dia menyusahkanku dengan mengirimku ketempat antabranta ini. bahkan pria yang akan menjadi suamiku itu adalah pria yang begitu kejam, masa dia ingin menikahiku tapi aku tidak boleh mencintainya." gerutu Lin xia sambil menggerak-gerakkan kakinya ke atas. Hal itu membuat para pengawal yang ada di kediaman Lin xia nampak mereka menundukkan kepalanya.

"Nona-nona Jangan melakukan hal itu, itu namanya memalukan." ucap para pelayan Lin xia.

"Sudah-sudah, Jangan banyak bicara. Aku letih mendengar ocehan kalian." jawab Lin xia.

Sesaat kemudian nampak Gadis itu berjalan mendekati sebuah pohon besar, pohon yang tercium memiliki harum yang begitu luar biasa. Lin xia langsung memeluk pohon besar itu sembari menempelkan kepalanya di pohon tersebut.

"Oh ayahku tersayang...., Mengapa juga Kau ngirim ke tempat ini, kalau aku tahu kamu ngirim ke tempat ini aku bakal bertarung saja dengan para penjahat itu." ucap Lin xia sembari memejamkan matanya.

Berbeda dengan para pelayanannya, nampak mereka sedikit ketakutan dengan semua sifat yang diperlihatkan oleh gadis muda itu. Terlihat seorang pria yang tidak memakai baju Kerajaannya pria itu telah menatap Lin xia di tempat yang jauh secara diam-diam.

"Lihatlah, bahkan kau tidak pernah menutup-nutupi Kelakuanmu." ucap Kaisar yang telah menyusup untuk memata-matai Lin xia.

KEESOKAN HARI

Lin xia telah terbangun, gadis muda itu menatap sebuah dinding yang begitu tinggi.

"Bagaimana cara memanjat dinding tinggi ini, bahkan tidak ada pohon di sekitar sini." guman Lin xia sambil menatap dinding yang begitu tinggi yang berada ada tidak jauh dari kediamannya.

"Apa yang sedang kau lakukan, Lin xia!" seru seorang pria yang terlihat sok akrab dengannya.

"Siapa kau, sok akrab banget!' seru Lin xia kepada pria itu.

"Ha-ha-ha..., ternyata nona Lin xia ini tidak mempunyai ingatan yang bagus ya, Bahkan baru beberapa hari yang lalu aku bertemu denganmu dan memperkenalkan diriku." ucap Pangeran Lee Hyun.

"Enggak ada urusan." jawab Lin xia yang kemudian pergi dari pangeran Lee Hyun.

"Mau ke mana kau?" tanya Pangeran Lee hyun yang kemudian langsung menghadang Lin xia yang ingin pergi darinya.

"Mau minggat, mau kabur, Mau melarikan diri dari tempat ini." jawab Lin xia.

Sang pangeran tersenyum kepada Lin xia.

"Memangnya kau bisa keluar dari tempat ini?" tanya Pangeran Lee Hyun.

"Makanya dari itu, Kalau belum dicoba Kita kan nggak tahu." jawab Lin xia.

"Yang aku dengar kau telah menandatangani perjanjian nikah dengan kakakku itu, Apakah kau tidak takut kalau kau melarikan diri akan dikejar oleh pasukan Kerajaan Ming?" tanya Pangeran Lee Hyun.

"Huh.., biarin." Lin xia malah nekat akan memanjat tembok tinggi yang berada di kediamannya.

"Mau mencoba kabur!" seru seorang pria yang melihat Lin xia akan melarikan diri dari kediamannya.

Lin xia menatap asal suara, pria tersebut nampak jelas di sana sang Kaisar sudah menampakan dirinya di kediaman Lin xia.

"Aduh, pria kejam itu kenapa ada di sini. aku kan baru mau kabur eh malah dia sudah nongol." Lin xia yang mencibir tidak karuan saat melihat sang Kaisar sudah ada di kediamannya.

** Bersambung **

Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.

- Isteri kesayangan tuan besar

- ku balas pengkhianatanmu

- Gairah cinta isteri muda

- One night stand with mister William

- Gairah terlarang

- Isteri bayaran tuan Presdir

- aku mencintai isteri yang ku benci

- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

- The royal palace

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!