Lin xia langsung memukul lengan pria itu, sesaat kemudian Lin xia langsung menggandeng lengan Pangeran Lee Hyun ketika dia masuk ke ruang penjamuan. sedangkan sang pangeran sangat terkejut karena wanita yang ada di sampingnya itu langsung menarik tangannya.
"Ada apa?" tanya Lin xia.
"Tidak apa-apa." jawab Pangeran Lee Hyun yang mukanya sudah memerah.
Di tempat itu para penjaga berseru untuk memberitahukan kedatangan para tamu.
"Pangeran Lee Hyun sudah datang!" seru para pengawal.
Sesaat kemudian..
"Selir Lin xia sudah datang!" seru pengawal lagi.
Tatapan mereka langsung tertuju pada Selir sementara Kaisar Tian mo. seorang wanita yang cantik dengan riasan yang mempesona telah memasuki Aulah istana itu bersama pangeran Lee Hyun.
Lin xia terlihat begitu cantik, bahkan para bangsawan dan pejabat Kerajaan Ming menatap Selir Lin xia tanpa berkedip sama sekali.
"Hormat hamba, Yang Mulia!" seru Lin xia.
"Hormat hamba, Yang Mulia!" seru Pangeran Lee hyun yang datang bersama dengan Lin xia.
Nampak tatapan para pemuda yang berasal dari kalangan bangsawan dan Putra pejabat negara menatap Selir Lin xia dengan tatapan yang begitu mengharap, apalagi rumor yang mengatakan bahwa Lin xia belum tersentuh sama sekali oleh sang Kaisar.
Selir Rui na menatap Lin xia dengan tatapan yang begitu kagum, bahkan wanita itu menatap Lin xia seperti seorang wanita yang tidak ingin menjadi rival wanita itu. Selir Rui na turun untuk menyambut Selir Lin xia, terlihat wanita itu tidak ingin berebut suami dengan Selir Lin xia. apalagi dia juga tahu kalau Selir Lin xia tidak menaruh rasa sama sekali kepada Kaisar.
"Selamat datang Selir Lin xia." sambut Selir Rui na kepada selir Lin xia.
Lin xia menganggukkan kepalanya sedikit. sesaat kemudian gadis itu duduk di samping Pangeran Lee Hyun.
Kaisar Tian mo menatap Selir Lin xia dengan tatapan yang begitu mengesalkan, terlihat wanita itu mendapatkan perhatian yang begitu banyak dari para pria.
"Selamat datang selir Lin xia, selamat datang di pesta penyambutan Selir kesayangan ku!" seru Kaisar Tian mo.
Lin xia menatap Selir Rui na sambil tersenyum kemudian wanita itu menatap Kaisar Tian mo.
"Tentu saja, Yang Mulia. Terima kasih atas penyambutannya." jawab Selir Lin xia sambil tersenyum kepada sang Kaisar.
Bukannya merasa kesal atau cemburu yang ditunjukkan oleh selir Lin xia, bahkan Gadis itu terlihat acuh dengan sang Kaisar.
"Dia pikir aku akan cemburu dengan perlakuannya ini atau aku akan kesal karena aku dihina olehnya di depan banyak pejabat. Kau kira aku ini wanita apaan, bahkan melihat tampangmu saja aku tidak bernafsu sama sekali." guman Lin xia dalam hati sambil tersenyum kepada Selir Rui na dan Kaisar Tian mo.
Sedangkan Kasim Daeng nampak menatap lLin xia dengan tatapan yang begitu takjub.
"Apakah Yang Mulia berharap Selir Lin xia akan cemburu, bahkan terlihat Gadis itu sama sekali tidak menghiraukan dirimu, Yang Mulia." ucap Kasim.
Di pesta itu bukannya membuat Lin xia sakit hati, malah yang terlihat gadis itu begitu banyak mendapatkan perhatian dari seluruh pria yang ada disana. bahkan sekali-kali Lin xia terlihat berbicara dan sedikit menggoda para Putra pejabat.
"Apa ini." kesal Pangeran Lee Hyun, pria itu sedikit kesal karena para Putra pejabat dan bangsawan terus menerus mencoba untuk mendekati Lin xia.
"Lihatlah Kasim, bahkan wanita itu tidak malu sama sekali, dia terus menggoda para Putra bangsawan dan penjabat yang ada di Kerajaan ini." ucap Kasim sambil menatap Lin xia yang dikerumuni oleh banyak pria.
"Itu karena mereka sudah mendapat kesempatan yang telah anda buka sendiri, Yang Mulia." jawab Kasim.
Kaisar Tian mo menatap Kasim dengan tatapan yang sangat mengesalkan. Memang salahnya sendiri dirinya telah mengumkan kalau Lin xia hanyalah Selir pajangan dan dia tidak berharap akan mendapatkan Gadis itu. malah sekarang yang terlihat pria itu selalu membuat Lin xia menjadi bahan tertawaan orang lain.
"Selir Lin xia Hari ini terlihat sangat cantik." ucap salah satu pejabat kepada Lin xia.
"Terima kasih, Tuan. anda terlalu memuji saya." jawab Lin xia.
"Memang wajah selir Lin xia begitu cantik." puji salah satu pejabat yang belum menikah.
"Terima kasih." jawab Lin xia.
"Apakah selir Lin xia mempunyai kriteria untuk mencari seorang pendamping?" tanya salah satu pejabat.
"Mencintai seseorang itu tidak harus dipandang dari wajahnya melainkan dari kebaikan hatinya. itu yang akan menjadi kunci kehidupan masa depannya." jawab Lin xia yang membuat pejabat kemiliteran itu langsung tersenyum.
"Lalu bagaimana kriteria Selir Lin xia jika ingin mencari seorang suami?" tanya pejabat militer kepada Lin xia.
"Saya tidak mencari apapun, Tuan. yang saya cari adalah dia mencintai saya dengan tulus dan memberikan saya ketenangan. yang paling penting saya adalah wanita yang tidak ingin dijadikan hanya pajangan, namun saya ingin menjadi satu-satunya seorang wanita yang menghuni hati suami saya." jawab Lin xia.
Seorang pejabat militer yang mempunyai kedudukan sebagai jenderal dari Kerajaan ming nampak pria itu tersenyum karena begitu sederhananya Lin xia mencari pasangan.
Lin xia terus menebar senyumnya hingga membuat para pria yang ada di pesta tersebut terkagum-kagum pada sosok seorang selir yang ternyata hanya menjadi pajangan semata. Bahkan sang Kaisar tidak memperkenankan Selir Lin xia untuk duduk bersamanya.
"Oh ya Tuan Jenderal, siapa kiranya nama Tuan Jenderal?" tanya Lin xia kepada salah seorang jenderal militer yang ada di Kerajaan Ming.
"Nama saya jenderal Tian Ming." jawab Jenderal Tian. pria itu nampak menatap Lin xia dengan tatapan yang begitu sendu, karena yang terlihat pria itu sedikit merasa iba kepada seorang gadis yang telah dinikahi oleh sang Kaisar namun gadis itu tidak mendapatkan kasih sayang bahkan kedudukan di Kerajaan itu.
"Kenapa Jendral Tian menatapku seperti itu?" tanya Lin xia.
"Tidak apa-apa, selir Lin xia. aku hanya menyukai senyummu yang seperti itu." jawab Jendral Tian.
"Benarkah?" tanya Lin xia. Gadis itu tersenyum kepada Jendral Tian sembari memberikan pukulan kecil di lengan sang Jenderal.
"Benar sekali, Memang senyum selir Lin xia begitu cantik." ucap Jenderal Tian.
"Oh ya Jendral, bolehkah aku melihat pelatihan di arena pertarungan Kerajaan?" tanya Lin xia.
"Mengapa tidak boleh, silakan selir Lin xia datang ke tempat pelatihan Kerajaan." jawab Jenderal Tian.
"Baiklah kalau begitu aku harap Jenderal mau mengajari aku cara bertarung sebagai seorang prajurit ucapkan sembari menunjukkan senyumnya. bahkan Gadis itu melirik sang Kaisar, dia harus menunjukkan kalau dia tidak akan pernah merasa sedih ataupun merasakan amarah karena diperlakukan tidak adil.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Oi Min
ra dianggap kro kaisar.... tp okeh sing perhatian kro LinXia
2024-05-13
0