MUNGKIN SAKIT

Hari itu Kaisar Tian mo ingin membuat Lin xia menjadi bahan hinaan bagi para pejabat, namun yang terjadi malah gadis itu menjadi pusat perhatian begitu banyak orang.

"Kesal" itulah sebuah kata yang bisa diungkapkan oleh kaisar Tian mo. ingin hati dia membuat Lin xia diolok-olok dan dihina oleh seluruh pejabat, malah yang terjadi wanita itu datang dengan wajah yang begitu cantik. bahkan begitu menawan hingga begitu banyak mata para lelaki menatap gadis itu dengan tatapan yang begitu ingin memiliki.

"Apakah kalian bisa segera melakukan penjamuan?" tanya kaisar yang membuat para pejabat yang sedang bersama Lin xia mereka langsung menghindar dari gadis itu.

"Memangnya ada apa, yang mulia. Kenapa yang mulia terlihat marah?" tanya Lin xia dengan senyum yang begitu mengembang.

"Kalau kamu kemari hanya untuk menggoda para pria lebih baik kamu kembalilah kediamanmu. Aku tidak suka ada wanita pengganggu di sini." jawab kaisar.

"Yang mulia yang mengundangku untuk kemari kan? Lalu kenapa Yang mulia mengatakan hal itu, Seharusnya aku yang mengatakan hal itu. Oh iya selir Rui na, aku ucapkan selamat atas pernikahan kalian dan penobatanmu. Oh ya, aku tidak bisa memberikanmu hadiah apa-apa, aku mohon maaf ya." ucap Lin xia.

"Selir Lin xia mau ke mana?" tanya selir Rui na.

"Aku harus kembali ke tempatku, kelihatannya yang mulia kasar tidak menyukai keberadaanku di sini." jawab Lin xia yang kemudian berdiri hendak meninggalkan pesta itu.

Kaisar benar-benar tidak bisa berpikir apa yang ada di pikiran Gadis itu dia berulang kali menyakitinya namun tidak terlihat kesedihan sama sekali di raut wajah Lin xia.

Setelah mengatakan hal itu akhirnya Lin xia pergi meninggalkan pesta, Gadis itu tidak mau terus-menerus dihina oleh kaisar. di hina oleh orang yang berhati dingin bahkan terus-menerus berusaha untuk menyakitinya.

"Nyonya Mau ke mana?" tanya beberapa pelayan Lin xia.

"Lebih baik kita pergi dari sini, kalau terus berada di sini bisa-bisa kepalaku pecah." jawab Lin xia.

"Kamu mau pergi?" tanya pangeran.

"Iya pangeran, Aku mau pergi dari sini." jawab Lin xia.

"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut denganmu." ucap pangeran yang kemudian juga ikut pergi meninggalkan pesta penobatan selir baru.

Tatapan mata Kaisar terus menatap gadis dari dunia lain itu, dia bahkan dengan terang-terangan berulang kali menghina Lin xia. namun Entah mengapa ada rasa kegelisahan yang begitu luar biasa ketika melihat begitu banyak pria mendekati istrinya.

"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya pangeran kepada Lin xia.

"Tentu, Memangnya ada apa?" tanya Lin xia balik.

"Mungkin saja kamu merasa kesal atau sakit hati dengan semua yang dilakukan oleh kaisar." jawab pangeran.

Lin xia tersenyum menatap pria yang ada di sampingnya. "Aku ini wanita normal, Tentu saja aku memiliki sakit hati karena diperlakukan seperti ini. Namun akan lebih baik aku melupakan semuanya ini daripada aku harus mati mengenaskan." jawab Lin xia sembari menunjukkan senyumnya.

Pembicaraan mereka terus dilakukan hingga mereka sampai di depan kediaman Lin xia.

"Terima kasih karena pangeran sudah mengantarku." ucap Lin xia.

"Tentu, Aku harap kamu akan tidur nyenyak." jawab pangeran.

Setelah mengatakan hal itu pangeran akhirnya pergi meninggalkan kediaman Lin xia.

KEDIAMAN TERATAI

"Nyonya, apa Nyonya baik-baik saja?" tanya salah satu pelayan Lin xia.

"Kalian tidak usah menanyakan hal itu padaku, aku tidak ingin hatiku terus terluka dengan semua yang dilakukan oleh kaisar." jawab Lin xia yang kemudian masuk ke dalam kediamannya.

KEESOKAN HARI

"Apa yang sedang selir Lin xia lakukan?" tanya para pelayan yang melihat Lin xia sedang memakai pakaian santainya.

"Hari ini aku ingin pergi ke tempat pelatihan para pasukan." jawab Lin xia.

Para dayang dan pelayan terkejut dengan jawaban dari Lin xia.

"Memangnya selir Lin xia mau apa ke sana?" tanya para pelayan.

"Lagian aku mau ngapain disini, duduk termenung lalu bernyanyi dan berjoget bersama kalian saja." jawab Lin xia.

"Lalu, apa yang ingin selir Lin xia lakukan di arena pelatihan pasukan?" tanya salah satu dayang pribadi Lin xia.

"Sudahlah jangan banyak bicara, kalau kalian mau ikut Cepat kalian berganti pakaian. karena tidak mungkin kita berpakaian seperti ini di tempat itu." jawab Lin xia.

Akhirnya 2 pelayan wanita dan 1 pengawal pribadi Lin xia mengikuti majikannya ke tempat pelatihan para pasukan.

Di tempat itu Lin xia menatap satu persatu para pasukan yang sedang tidak memakai baju, para wanita yang melihat hal itu nampak mereka langsung menutup matanya. sedangkan Lin xia adalah gadis modern jadi pemandangan seperti itu biasa saja.

"Kalian ini tingkahnya begitu menggelikan, masa melihat orang tidak memakai baju tapi masih memakai celana saja wajah kalian seperti itu." gerutu Lin xia sambil mencibir para pelayannya.

"Itu pemandangan yang sangat memalukan, Nyonya!" seru para pelayan wanita.

"Memalukan apanya, Lihatlah Mereka cuma bertelanjang dada saja kalian seperti itu." jawab Lin xia dengan nada yang begitu santai.

Tak lama kemudian nampak seorang pria mendatangi Lin xia dan ternyata dia adalah jenderal Tian.

"Ternyata Anda benar-benar kemari, selir Lin xia." ucap Jenderal Tian kepada Lin xia.

"Aku kemarin kan sudah bilang mau ke sini, Jadi aku benar-benar datang ke sini sekarang." jawab Lin xia.

Jenderal Tian ming tersenyum sambil menundukkan kepalanya. terlihat pria itu jantungnya terus berdebar saat Lin xia terus menebarkan senyum nya.

"Oh ya Jenderal, boleh tidak aku ikut pelatihan dengan kalian?" tanya Lin xia.

"Boleh saja." Jawab Jendral Tian Ming.

Pria itu mengira kalau Lin xia hanya ingin melihat-lihat para pasukan yang sedang berlatih. dia tidak pernah mengira kalau Lin xia ingin memegang pedang dan anak panah serta semua senjata yang ada di barak pasukan.

Jendral tiang Ming mengajak Lin xia berputar-putar di sekitaran arena pertempuran dan pelatihan para pasukan.

"Widih..., Aku tidak pernah melihat senjata sebanyak ini, yang aku lihat di duniaku cuma ada pistol. tapi kalau samurai dan pedang seperti ini....," ucap Lin xia yang kemudian berlari dan memegang pedang yang ada di barak senjata.

Jenderal Tian Ming sangat terkejut saat melihat Lin xia mengambil salah satu pedang yang ada di tempat itu. "Apa yang ingin selir Lin xia lakukan?" tanya Jendral tiang Ming.

"Sudah lama sekali aku tidak pernah menggunakan pedang seperti ini, ini semua gara-gara ayahku yang selalu mengajakku melarikan diri dari musuh-musuhnya." jawab Lin xia yang kemudian mengangkat salah satu pedang yang terlihat berat itu.

** Bersambung **

Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.

- Isteri kesayangan tuan besar

- ku balas pengkhianatanmu

- Gairah cinta isteri muda

- One night stand with mister William

- Gairah terlarang

- Isteri bayaran tuan Presdir

- aku mencintai isteri yang ku benci

- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

- The royal palace

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!