Lin xia terus berlari, Gadis itu khawatir dengan keadaan sang ayah.
"Apa yang terjadi dengan ayah? Apakah mereka sudah menemukan keberadaan tempat kami." guman Lin xia dalam hati.
Tak lama kemudian terlihat di rumah Lin xia belum ada seseorang sama sekali, itu berarti orang-orang itu belum menemukan tempat keberadaan mereka. Lin xia memasuki rumahnya, membuka pintu dengan sangat kasar.
BRAKK!!
terlihat pintu ruang bawah tanah juga masih tertutup rapat, Lin xia menutup seluruh pintu rumahnya dengan segera. Gadis itu berlari menuju ruang bawah tanah dan memastikan kondisi ayahnya.
"Ada apa Lin xia, Kenapa kamu kebingungan seperti itu. Oya, mana belanjaan mu?" tanya ayah dragon yang menatap Lin xia.
"Tadi mereka sudah menemukan aku, ayah." jawab Lin xia sambil mengatur nafasnya karena terus berlari dari kejaran orang-orang itu.
"Apa maksudmu?" tanya ayah dragon sambil meletakkan alat-alat perkakas.
"Kelihatannya mereka telah menemukan tempat kita, ayah. mereka ingin menjadikan aku tameng agar Ayah menyerahkan mesin itu." jawab Lin xia.
HOS..
HOS..
Lin xia nampak ngos-ngosan karena berlari secepat mungkin untuk menghindari para penjahat.
BRAKK!!
BRAKK!!
Tak lama kemudian, nampak pintu rumah mereka digebrak oleh seseorang. pintu itu didobrak dengan sangat kasar, bahkan... kemungkinan jumlah mereka lebih dari sepuluh orang.
''Lin xia, dengarkan Ayah. Apapun yang terjadi Kau harus mengikuti semua arahan ayah, kau tidak boleh menatap ke belakang. kau mengerti!" seru ayah Dragon.
"Memangnya ada apa, Ayah?" tanya Lin xia kepada ayahnya.
"Pokoknya kau harus dengarkan ayah, kau tidak boleh membantah. Jangan pernah kau kembali, jangan pernah kau menoleh. Apapun yang terjadi. Kau mengerti!" seru Ayah Dragon.
Lin xia menatap wajah ayahnya, gadis itu nampak kebingungan dengan perkataan ayahnya.
TEK...
LAPP..
WUSS...
Ayah Dragon menghidupkan mesin yang telah dia selesaikan, terlihat seluruh komponen mesin itu menyala dengan sempurna. Lin xia menatap wajah sang ayah yang terlihat sangat tegang, bahkan pria setengah baya itu terus fokus pada mesin yang telah selesai.
"Ada apa denga ayah?" guman Lin xia.
"Lin xia, segera kau masuk ke lingkaran mesin itu!!" seru ayah Dragon.
"Untuk apa, Ayah?" tanya Lin xia.
"Sudah, Jangan banyak bertanya. sebelum mereka memasuki ruangan ini cepat kamu masuk ke sana!!" seru ayah Dragon.
Lin xia mengikuti perintah sang ayah, Gadis itu memasuki lingkaran mesin yang sangat besar itu. terlihat sekali kalau ayah Dragon benar-benar kebingungan dengan kondisi yang terjadi.
"Dengarkan perkataan, Ayah. Apapun yang terjadi jangan sampai kembali. Carilah kebahagiaanmu dan bertahanlah. Jangan mau ditindas oleh orang lain, Jadilah kuat, Jadilah orang berguna. jadilah sesuatu yang lebih tinggi dari apapun!!" seru anak ayah dragon yang kemudian menekan tombol merah yang ada di mesin.
WUSS..
WUSS..
Terlihat lingkaran perputaran telah menyala. Hal itu membuat suatu kekuatan yang sangat besar seperti menyedot tubuh Lin xia , Tak lama kemudian pintu ruang bawah tanah didobrak oleh orang-orang yang menginginkan mesin itu.
"Ayah!!" seru Lin xia.
"Ingat kata-kata ayah, berjuanglah dan jangan menyerah!" seru Ayah Lin xia.
Nana menatap orang-orang yang telah memasuki ruang bawah tanah rumahnya.
BRAKK!!
pintu sudah di dobrak.
"Tangkap mereka!!" seru seorang pria.
Ayah Dragon mempertahankan putrinya agar selamat. pria itu sudah tidak mampu mempertahankan diri.
"Jadilah kuat, jadilah sesuatu yang berharga dan membanggakan Ayah!" seru ayah Dragon.
Tak lama kemudian mesin itu telah menyedot Lin xia namun belum sempurna.
"DOR!!"
suara tembakan telah berbunyi. Lin xia melihat sang ayah tertembak di lututnya.
"Ayah!!" seru Lin xia.
Nampak Ayah Dragon tersenyum kepada Lin xia, sesaat kemudian gadis itu tersedak masuk ke dalam pusaran di mesin waktu.
"Matikan mesin itu!!" seru para penjahat.
"Jangan harap kalian memiliki mesin ini!" seru ayah Dragon yang kemudian menembak alat penghubung mesin waktu.
"Tidak, Ayah!!" seru Lin xia kembali.
"Carilah kebahagiaanmu!!" seru ayah Dragon.
DORR!!!
Suara tembakan terus menggelegar, Lin xia berteriak sangat keras. tubuh gadis itu telah tersedot mesin waktu, suara tangisan Nana semakin pecah saat dia menatap sang ayah yang lebih memilih menghabisi dirinya daripada menyerahkan mesin waktu itu.
Para penjahat semakin marah dan murka saat melihat mesin yang selalu mereka incar telah meledak bersama hilangnya putri dari pencipta mesin waktu.
"Tidak!!" seru para penjahat yang melihat ledakan itu.
DARR!!!!
LAPP!!!
Tak lama kemudian para penjahat itu keluar dari rumah Lin xia, karena ayah Dragon telah memasang bom waktu di sekitaran tempat itu. Hal itu membuat mereka kocar-kacir untuk menyelamatkan diri.
"Kita pergi dari tempat ini!" seru mereka semua.
DUARRR!!!
suara ledakan dari rumah Lin xia menggelegar. Hal itu membuat goncangan yang luar biasa Karena mesin waktu itu memiliki daya ledakan yang lumayan hebat.
"Brengsek, bagaimana mereka melakukannya!" teriak para penjahat.
Ayah Dragon menatap putrinya yang sudah menghilang dari tempat itu, pria itu tersenyum ketika dia dapat menyelamatkan putrinya. darah yang sudah berceceran itu tidak mampu membuat pria itu diam saja.
"Aku tidak akan membiarkanmu dihancurkan oleh mereka." ucap Ayah dragon yang kemudian tersungkur.
Kematian sudah menunggu ayah Dragon, Sedangkan para penjahat mereka benar-benar sangat marah karena mereka tidak mampu menyelamatkan mesin waktu.
"Bagaimana? apakah kalian bisa mengambil mesin itu?" tanya pimpinan penjahat.
"Maafkan kami, Tuan. mesin itu sudah dihancurkan oleh pria itu." jawab anak buah para penjahat.
"Bodoh, bagaimana bisa mereka melakukannya, seharusnya mereka membiarkan mesin itu tetap ada!" seru pimpinan penjahat.
"Maafkan kami, Tuan. pria itu meledakkan tempat itu, Jadi kami melarikan diri dari tempat itu." jawab anak buah penjahat.
"Lalu, apakah bangunan itu masih bertahan atau hancur seluruhnya?" tanya pimpinan penjahat.
"Kami tidak tahu, Tuan. kemungkinan besar tempat itu hancur karena ledakan itu sangat dahsyat." jawab anak buah penjahat.
Si pria nampak hanya terdiam karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia benar-benar begitu kebingungan, semuanya seperti kehancuran bagi pria yang ingin memiliki mesin waktu itu.
"Brengsek, pria itu benar-benar brengsek. Dragon seharusnya tidak menghianatiku, berani sekali dia memainkan trik kotor seperti ini." ucap si pria.
Ayah Dragon memilih meledakkan tempat itu daripada para penjahat itu memanfaatkan mesin waktu untuk kejahatan. pria itu lebih memilih mengorbankan dirinya, dia tidak ingin hasil ciptaannya dipakai untuk kejahatan dan putrinya akan menderita.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments