AKU ADA DI MASA LALU

Sedangkan Kaisar Tian mo, nampak pria itu menatap seorang gadis cantik yang telah membuka pintu kediamannya. Lin xia begitu cantik hingga membuat Kaisar Kaisar Tian mo terpukau dengan kecantikan yang dimiliki oleh Lin xia.

Sang Kasim yang melihat hal itu, pria itu tersenyum saat melihat Kaisarnya begitu terpukau dengan gadis yang ada di depannya. bukan hanya sang Kaisar yang terpukau, bahkan para pengawal yang melihat wajah Lin xia mereka melongo. kedua bola mata sang Kaisar tidak berkedip sama sekali, dia terus menatap linsnya dengan tatapan mata yang benar-benar tidak bisa terkata.

"Kalian ini siapa, kalian mencari siapa?" tanya Lin xia yang membuat sang Kaisar yang menatapnya dari tadi benar-benar terkejut.

"Ternyata kau sudah bangun, lalu mengapa kau tidak melapor kepadaku!" seru Kaisar Tian mo.

"Siapa kau, Memangnya kenapa aku harus melapor padamu?" tanya Lin xia kembali sambil meletakkan tangannya di pintu. Hal itu membuat Lin xia seperti akan melakukan pemotretan majalah.

Orang-orang yang ada di sana semua terpukau dengan kecantikan Lin xia, bahkan seorang jenderal yang ikut dengan Kaisar pun nampak pria itu hatinya berdebar tidak karuan saat melihat paras Ayu dari Lin xia.

DEG..

DEG..

"Gadis ini." ucap jendral.

"KHem..khem..."

Sang Kasim yang berdehem agar wanita cantik yang ada di depan pintu kediamannya itu tidak membuat Kaisar marah.

"Kenapa mulutmu? kau sedang sakit ya?" tanya Lin xia yang membuat sang Kasim nampak sangat tidak percaya dengan keberanian gadis tersebut.

"Kau sangat tidak sopan!" seru Kaisar Tian mo yang menegur Lin xia, sedangkan Gadis itu nampak dia tidak memperdulikan teguran dari pria yang ada di hadapannya.

"Memangnya kenapa? apa salahku? kan aku tuh cuma bertanya kalian mencari siapa." ucap Lin xia sambil menggunakan bahasa mulut untuk menunjuk Kaisar Tian mo. "Wekkk...," ledek Lin xia.

Sedangkan pria itu nampak jantungnya ingin terlepas seketika melihat kelakuan erotis Lin xia menurut sang Kaisar.

Para pelayan Lin xia yang keluar nampak mereka langsung bersujud di hadapan Kaisar mereka.

"Ampun Yang Mulia!" seru para pelayan.

"Memangnya kalian ini sedang ngapain sujud di depan pria ini?" tanya Lin xia kepada para pelayan yang bersamanya.

"Nona, tunjukkan kesopananmu pada Kaisar Kerajaan Ming!" seru para pelayan.

"Kerajaan Ming, maksud kalian apa?" tanya Lin xia yang masih belum percaya, dia masih mengira kalau dirinya masih berada di alam bawah sadar atau alam mimpi Kalau tidak dia berfikir kalau ini sedang syuting.

"Nona, tunjukkan rasa hormatmu kepada Kaisar Kerajaan Ming, Kaisar Tian mo!" seru para pelayan yang berusaha menarik tangan Lin xia agar Gadis itu mau bersujud di depan Kaisar.

Sedangkan Lin xia wanita itu tidak mau melakukannya bahkan dirinya terus menutup matanya.

Sesaat kemudian dia kembali membuka matanya, masih tetap sama. yang ada di depannya adalah pria tersebut, sesaat kemudian tiba-tiba Lin xia langsung menyingkirkan sang Kaisar dan berlari keluar dari kediamannya.

"Minggir!" seru Lin xia.

Tatapan mata Lin xia tertuju pada pemandangan yang ada di depannya, Sebuah Kerajaan dengan ornamen kuno, bangunan kuno yang terbuat dari kayu dan bata yang begitu besar.

"Tidak, tidak-tidak, aku pasti sedang bermimpi. kalau tidak ini pasti lagi syuting." ucap Lin xia yang memegang kepalanya karena dia masih belum percaya kalau dia terdampar di masa lampau, masa ratusan tahun yang lalu.

"Ya ampun, ngapain sih ayah membawaku ke tempat ini. zaman kuno, Kerajaan. Oh my God. mau jadi apa Aku di tempat ini!" seru Lin xia yang terus berlari kesana kemari agar mimpi atau apapun yang ada di pikirannya segera hilang dan dia bisa kembali kepada kehidupan nyatanya.

Sedangkan orang-orang yang bersama dengan Kaisar Tian mo, nampak mereka sangat terkejut dengan Lin xia yang berlari sangat kencang.

"Bagaimana mungkin Gadis itu larinya begitu kencang, bahkan dia mampu menghindari meja dan batu-batu besar untuk keluar dari kediamannya." ucap Kasim sambil menatap penuh keheranan saat dia melihat Lin xia berlari tak tentu arah.

Sang Kaisar nampak pria itu juga terkejut saat melihat kelakuan liar dari wanita yang akan dinikahi. "Dia ini wanita apaan?" tanya kaisar.

"OMG, Aku bisa benar-benar gila kalau ini kenyataan!" seru Lin xia yang terduduk di tanah.

Sedangkan para pelayan yang melihat hal itu nampak mereka mendekati Lin xia. "Nona-nona, apa yang terjadi!" seru para pelayan yang melihat Lin xia sudah terduduk di tanah.

"Please deh, katakan ini zaman apa?" tanya Lin xia kepada para pelayannya. kedua wanita itu hanya mengerti perkataan Lin xia di bagian kalimat kedua.

"Nona, ini adalah dinasti Ming dan ini Kerajaan Ming yang dipimpin oleh kaisar Tian mo.'' ucap para pelayan.

Sesaat kemudian nampak sang Kaisar beserta para pasukannya menatap Lin xia yang sudah syok karena mengetahui di mana tempat keberadaan nya.

"Apa yang kau lakukan disini dan kenapa kau berlari seperti tadi!" seru Kaisar Tian mo.

"Diam kau pria, kau malah membuatku kebingungan!" seru Lin xia yang kemudian langsung berdiri dan pergi meninggalkan sang Kaisar.

"Ya ampun, mau jadi apa Aku di sini. masa depanku itu terlalu panjang. Masak ayah melemparkanku ke dunia masa lalu, bukannya dunia masa depan yang lebih baik. Kalau masa lalu masa aku jadi wanita seperti ini pakaiannya aneh, make up-nya tebal-tebal mereka kira aku ini hantu gentayangan apa." cerocos Lin xia panjang lebar karena dia tidak mau berada di tempat yang tidak seharusnya.

Gadis itu memegang kepalanya dengan sangat erat, antara pusing terkejut dan lain sebagainya. "Kalau seperti ini terus aku bisa-bisa gila karena hal ini." ucap Lin xia.

"Orang-orang yang ada di sekitar Lin xia nampak menetap Gadis itu, dia berbicara sendiri seperti wanita gila bahkan menatap langit kemudian berteriak dengan sangat keras.

"Yang mulia, kelihatannya gadis ini menutup para dewa." ucap beberapa menteri.

"Kalau dia terus-menerus mengutuk dewa maka kita semua yang akan kena imbasnya." jawab Kaisar.

"Dasar kurang ajar, kenapa aku harus di sini. tidak seharusnya aku ada di Sini!!" teriak Lin xia dengan sangat keras bahkan salah satu kakinya dihentakkan ke tanah.

AAAAAAA!!!!

Teriak keras Lin xia.

"Hentikan nona, jangan kamu terus-menerus mengutuk para dewa. Nanti para dewa akan memberikan kami hukuman!!" seru para menteri.

** Bersambung **

Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.

- Isteri kesayangan tuan besar

- ku balas pengkhianatanmu

- Gairah cinta isteri muda

- One night stand with mister William

- Gairah terlarang

- Isteri bayaran tuan Presdir

- aku mencintai isteri yang ku benci

- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

- The royal palace

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!