"Oh my God... ayah begitu kejam padaku, masa dia mengirim ku ke jaman seperti ini. Lalu aku akan hidup dengan apa, tidak ada listrik, tidak ada handphone, tidak ada televisi. Ya Tuhan.., ayah kau meninggalkanku dengan penderitaan yang begitu besar." gerutu Lin xia yang kemudian terduduk di tengah-tengah Kerajaan Ming.
Terlihat Gadis itu begitu syok berat karena dirinya sedang tidak mengalami mimpi, namun dia benar-benar telah dikirim ayahnya ke masa lalu. Sebenarnya bukan maksud ayah Dragon untuk mengirim Lin xia ke jaman seperti ini. Namun karena kerusakan yang terjadi saat Lin xia melakukan perjalanan, karena tiba-tiba mesin waktu langsung dihancurkan oleh ayahnya.
AAAAAAA!!!!
Lin xia berteriak sangat keras saat dirinya mengetahui kalau semua ini adalah nyata, sesaat kemudian nampak Gadis itu merenungi nasibnya. bukan karena apapun namun dia yakin ada jalan keluar di balik semua kekacauan yang ada di dalam hidupnya.
"Tentu saja aku harus mencari jalan untuk kembali ke masa depan, walaupun tidak kembali ke zaman ku. namun ke Zaman yang lebih modern boleh juga." ucap Lin xia yang kemudian ingin melarikan diri dari Kerajaan Ming.
TEP..
tiba-tiba orang-orang yang ada di sana nampak terkejut karena Lin xia langsung memanjat pohon yang ada di tengah-tengah lapangan Kerajaan. Orang-orang yang melihat kelakuan Lin xia, mereka semua langsung berhamburan Untuk menghentikan calon istri dari Kaisar mereka.
"Apa yang dilakukan oleh Gadis itu?!" seru para pejabat.
"Dia mau kabur!!" teriak para pengawal.
"Cepat lakukan sesuatu!!" seru para pejabat kembali
"Segera tangkap calon istri Yang Mulia!" seru seorang Kasim yang selalu mendampingi Kaisar Tian mo.
"Eitttt...., Kalian mau apa!" seru Lin xia yang melihat para pasukan ingin menghentikan dia yang hendak kabur dari Kerajaan.
"Anda mau ke mana Nona!" seru para pasukan dan orang-orang yang ada di Kerajaan.
"Tentu saja aku mau pergi dari sini, Memangnya Kalian mau apa?!" seru Lin xia.
Para pengawal saling menatap satu sama lain, sedangkan para dayang istana nampak mereka menatap seorang gadis cantik yang tingkahnya seperti seorang pria. bahkan terlihat gadis itu sudah memanjat pohon yang begitu besar dengan sangat mudahnya.
"Mundur kalian, mundur! kalau tidak aku akan meloncat dari pohon ini!" seru Lin xia yang menakut-nakuti para pengawal.
Alhasil itu membuat para pengawal dan dayang istana langsung mundur dari pohon besar tersebut, Sedangkan Kaisar Tian mo nampak pria itu menatap seorang gadis yang kelakuannya sangat luar biasa. hingga membuat sang Kaisar menggelengkan kepala.
"Kalau dia tidak mau turun, segera kalian panah dia. biar sekalian dia meninggal di tempat!" seru Kaisar Tian mo.
Sang Kaisar ingin menakut-nakuti Lin xia yang hendak kabur dari kerajaan dengan memanjat pohon super besar itu, kedua bola mata lincia menatap sang kaisar yang terlihat begitu menjengkelkan di matanya.
"Apa!!"
Saat mendengar hal itu, sontak mata Lin xia langsung melotot dan menatap sang Kaisar.
"Woi pria tidak punya hati, tidak tampan pula. enak saja mau memanah aku, kau mau membunuhku ya. aku saja sudah terlepas dari pembunuhan berencana dan di selamatkan ayahku, malah kau ingin membunuhku!" seru Lin xia.
Kemarahan Lin xia benar-benar terlihat lucu namun kedua bola matanya menunjukkan sorot yang sangat marah.
"Kau memilih turun atau para pasukan ku akan langsung mengambil panahnya dan melesatkan anak panah itu ke tubuhmu, mungkin itu akan terlihat sangat baik daripada kau melarikan diri dari Kerajaan ini." ucap Kaisar Tian mo.
"Dasar pria laknat kurang ajar, enak banget mau membunuhku." ucap Lin xia yang kemudian lebih memilih turun dari pohon besar tersebut. dari pada dia harus dipanah oleh para pasukan Kerajaan Ming.
"Wanita itu tidak mau turun, siapkan anak panah kalian!" seru Kaisar Tian mo.
"Woeee...stop-stop-stop."ucap Lin xia yang kemudian turun dari pohon.
Terlihat senyum dibibir sang Kaisar, walaupun orang-orang yang ada di sana tidak bisa melihat senyum itu. sesaat kemudian Lin xia sudah membersihkan tubuhnya karena terkena debu yang ada di pohon.
"Aku sudah turunkan? sekarang kalian pergi dariku!" seru Lin xia sambil mengibas-ngibaskan dua tangannya, agar para pasukan dan orang-orang yang ada di depannya segera pergi meninggalkan dirinya.
"Bawa gadis ini ke ruang kerjaku, karena aku harus mengatakan sesuatu kepadanya!" seru Kaisar Tian mo.
"Eitttt...., kau mau apa membawaku ke tempatmu!" seru Lin xia yang menutupi kedua dadanya, seolah para pasukan itu hendak melecehkannya.
"Sebaiknya nona mengikuti apa yang dikatakan oleh Yang Mulia Kaisar, kalau tidak Yang Mulia pasti akan melakukan sesuatu yang sangat menakutkan." ucap seorang Kasim setengah tua kepada Lin xia.
"Ya Iya, sebentar aku mau membersihkan diriku dulu. tubuhku gatal karena tadi memanjat pohon itu." ucap Lin xia yang kemudian memasuki kediamannya kembali.
BRAKK!!
pintu kamar lincia ditutup dengan sangat kasar Gadis itu benar-benar tidak akan pernah berpikir kalau pria yang wajahnya terlihat tampan itu benar-benar sangat kejam.
"Siapa sih pria itu, kalau dia Kaisar Kenapa Kaisar kalian itu jahat banget. Kenapa juga aku harus dilibuang kemari sih, tempatnya sudah seperti ini tidak ada ponsel tidak ada listrik tidak ada kipas angin tidak ada kompor gas. aduh dunia ini benar-benar sangat kejam." Lin xia yang terus mengomel panjang lebar hingga membuat beberapa pelayan menampak menatap Gadis itu dengan tatapan mata yang begitu aneh.
"Apa sih yang dibicarakan oleh nona ini?" tanya salah satu pelayan.
"Entahlah, tadi dia menyebut beberapa kata. tapi di dunia ini kan tidak ada itu semuanya." jawab pelayan yang lain.
RUANG KERJA KAISAR
Nampak seorang pria telah berada di ruang kerjanya, terlihat pria itu menatap nyalang ke depan sambil menghela nafasnya sangat kasar.
"Apakah Gadis itu benar-benar ditakdirkan oleh para dewa untuk menjadi istriku." ucap Kaisar Tian mo sambil menatap atap langit-langit ruang kerjanya.
Tak lama kemudian, nampak Lin xia sudah datang sembari diantar oleh para dayang istana.
"Hormat kami Yang Mulia!" seru para dayang yang memberikan hormat kepada Kaisar Tian mo. nampak sang Kaisar menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Dia menyuruh para dayang Kerajaan untuk meninggalkan Lin xia di ruang kerjanya..
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments