Jurong Singapura
Jayde dan Sadawira terkejut melihat salah satu anggota Triad Wong memergoki mereka.
"Ada tikus disini! Siapkan senjata kalian!" Pria itu mengeluarkan pistol hendak menembak Sadawira tapi Jayde melempar sebuah batu bata yang ada disana mengenai kepalanya langsung. Suara tembakan pun terdengar saat pria itu terjatuh ke belakang akibat lemparan Jayde.
"Tidak percuma aku dulu junior high ikut lempar cakram" cengir Jayde.
"Kamu tuh!" Sadawira bersiap lari. "Run Jayde!"
Terdengar suara pintu terbuka dan kedua saudara sepupu itu melihat semua orang mengejar mereka.
"KEJAR MEREKA!!!" teriak Dokter Huang.
Jayde dan Sadawira berlari kencang berusaha melepaskan diri dari kejaran banyak orang yang hendak membunuh mereka berdua.
"Hosh...hosh..." Nafas keduanya terdengar terengah-engah.
"Wir... dimana?" tanya Jayde ke arah sepupunya.
"500 meter lagi... " jawab Sadawira atau biasa dipanggil Wira.
"Brengsek! Si... Lee pengkhianat! Awas! Aku cincang dia nanti!" umpat Jayde.
"Jangan banyak bicara... simpan nafasmu..." ucap Sadawira. Mereka tiba di bridge dan tiba di bagian dock tempat kapal-kapal biasa terparkir.
"Kita ke... " Jayde melirik ke Sadawira.
"JUMP!" teriak Sadawira yang membuat Jayde pun terjun ke laut.
BYUUURRR!
Keduanya pun langsung menyelam berusaha menghindari tembakan peluru yang dilepaskan oleh pemburu mereka.
***
"Apakah mereka tertembak?" tanya dokter Huang sambil menyorot kan senter ke laut yang gelap itu.
"Tidak terlihat dokter. Kalau pun tertembak, mayatnya pasti akan muncul besok pagi!" ucap Bram.
"Apakah kalian tahu siapa tadi?" tanya Agen Lee.
"Tidak terlihat ! Mereka memakai topi dan pakaian hitam."
"Mungkin pegawai geladak kapal yang sedang merokok dan apes terlihat jadi terkejut" sahut Agen Tang.
"Sebaiknya kita pindah saja dari sini. Sudah tidak aman! Lagipula, polisi pasti akan segera tiba mendengar suara tembakan tadi." Bramastyo Abraham pun mengajak semua orang untuk meninggalkan dermaga itu.
***
Markas Yakuza Takara di Akihabara Tokyo Jepang
"Luke! LUKE!" teriak Hidetoshi ke Luke Bianchi yang sedang mengobrol dengan YangYang dan Shen karena Luke berencana untuk mengangkat Shen menjadi bagian Yakuza Takara dan akan menjadi warga negara Jepang.
"Ada apa Hide?" tanya Luke yang segera menghampiri tangan kanan dan sahabatnya itu.
"Lihat ini!" Hidetoshi memperlihatkan gambar CCTV dari alat yang dipasang Sadawira di jendela pondok itu.
"Mereka mengejar Wira dan Jayde?" Seketika Luke merasa panik.
"Iya dan terdengar kalau ada suara sesuatu menceburkan diri ke dalam laut!"
"Terakhir Wira dan Jayde dimana terdeteksi?" tanya Luke.
"Jurong, Singapura."
Luke mengumpat dengan semua bahasa kasar yang dia ingat. "Siapkan pesawat! Kita ke Singapura hari ini!"
Hidetoshi lalu menelpon anak buah mereka yang merangkap sebagai pilot untuk menyiapkan pesawat milik keluarga Takara.
Luke lalu menelpon Rin agar tidak menunggu dirinya pulang karena harus ke Singapura hari ini. Rin menitip doa agar bisa menemukan Sadawira dan Jayde.
Luke lalu menelpon Shinichi.
"Ya bang?" tanya Shinichi.
"Shin, tolong lacak GPS Wira dan Jayde."
"Hah? Memang mereka kemana? Dugem?" tanya Shinichi.
"Dugem kepala mu! Mereka hilang!" bentak Luke.
"Sebentar aku cari dari sini" ucap Shinichi. "Bang, GPS mereka tidak terdeteksi."
Luke merasa lemas. "Mati aku!"
***
Kabar hilangnya Sadawira dan Jayde di Singapura membuat para sepupunya mencari termasuk di Dubai. Luke, Shinichi dan Hidetoshi bersama kepolisian Singapura sudah berada di tempat kejadian.
***
Istana Al Jordan Dubai
Gabriel menatap layar monitor di ruangan khususnya bersama dengan Gasendra. Mereka mendapatkan kabar kalau Jayde dan Sadawira menghilang di Singapura.
"Sendra, bagaimana ini? Garvita bisa panik kalau Jayde dan Wira menghilang." Gabriel menoleh ke calon iparnya.
"Bang Luke, apa sudah ketemu?" tanya Gasendra melihat Luke Bianchi bersama Shinichi Park ke lokasi kejadian dengan kepolisian Singapura.
"Belum. Damn it! Anak dua itu aktif nggak sih GPS nya?" omel Luke melalui earpiece.
"Nggak aktif bang" lapor Valentino dan Arkananta.
"Menghilang kemana lagi anak itu!" sungut Luke kesal. Klan Yakuza Takara sedang berada di Jurong Island Singapura, lokasi tempat Jayde dan Sadawira terakhir terlihat dikejar banyak orang. Keduanya terjun ke dalam laut dan tidak ditemukan tubuhnya dimana-mana.
"Brengseeekkk!" umpat Shinichi. "Jam tangan Sadawira tidak terdeteksi!"
"Dia selalu pakai Hublot kan?" tanya Luke.
"Iya, dia, Radhi, mas Damian fans berat Hublot dan tidak pernah lepas" jawab Shinichi.
Gabriel dan Gasendra mengusap wajah mereka kasar. Mereka semua tahu GPS Sadawira berada di Hublot nya yang bewarna hitam putih.
Jam tangan milik Sadawira
"Bagaimana dengan Jayde? Dia selalu memakai cincin emas di telunjuk nya. GPS dia kan juga disana" tanya Ken yang ikut bergabung dengan sepupunya usai pulang dari rumah sakit.
Semua sepupu pria berusaha mencari tahu sendiri kondisi Jayde dan Sadawira. Mereka meminta agar ayah dan opa mereka tidak ikut campur karena mereka bisa mengatasi sendiri.
"Tidak aktif juga." Lapor Radyta.
Kini mereka semua merasa bingung apalagi sebentar lagi acara pernikahan Garvita dan Gabriel akan dilaksanakan di Dubai.
"Aku akan ke Singapura besok!" putus Bayu. "Kamu Luke dan Radeva, hutang penjelasan padaku! Brengsek kalian semua! Ini bukan suatu hal yang bisa kalian urus sendiri! Apa gunanya saudara, hah!" bentak pria bermata biru itu ke Luke.
"Shut up Bay! Ini kenapa aku tidak mau kamu ikut karena kamu paling panasan dari kita semua dan bisa mengacaukan semuanya!" balas Luke tidak kalah galak.
"Guys, kalau kalian ribut terus, Jayde dan Wira tidak akan ketemu..." pinta Shinichi.
Suara ponsel Luke berbunyi membuat ayah satu anak itu mengangkat nya. "Halo?"
"Luke Bianchi?" suara feminin itu terdengar di seberang.
"Saya sendiri. Ini siapa?" tanya Luke bingung karena belum pernah mendengar suara wanita itu.
"Inggrid Pascale, sahabat Jayde Neville."
"Apa yang bisa saya bantu Miss Pascale?" tanya Luke.
"Saya akan terbang ke Singapura hari ini. Ada yang harus saya sampaikan pada anda... Soal Jayde dan Triad Wong."
Mata Luke melebar. "Saya tunggu Miss Pascale."
***
Sementara itu di sebuah kapal kecil...
"Brengseeekkk! Aku habisi si Tang!" umpat Jayde yang sedang diobati oleh Sadawira dibantu oleh Chisato. Lengan Jayde terserempet peluru.
"Aku habisi Lee!" ucap Sadawira dingin.
"GPS kita tidak ada yang aktif ya?" Jayde menatap Sadawira.
"Sengaja kan? Biar mereka cari kita dulu dan jika kita sudah dianggap tewas tenggelam, baru kita muncul" jawab Sadawira dingin.
"Wir, kamu memberikan minyak ke dalam api..."
Sadawira hanya nyengir.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
Allhamdulillah mereka selamat meski ada luka..
duh mas lisus beneran bakal jadi tornado plus tsunami ini...
2024-12-13
1
Murti Puji Lestari
iya dugem dengan berondongan peluru...
dasar sinchan...
2024-12-13
1
Murti Puji Lestari
semoga mereka berdua selamat dan baik baik saja.. 🤲
2024-12-13
1