Hutan Okutama Markas Yakuza Takara Pinggiran kota Tokyo Jepang
Jayde dan Radeva menghembuskan nafas panjang melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana kejamnya Yakuza Takara jika sudah ada yang menyenggol mereka. Benar-benar definisi eye for eye, nyawa Dibalas Nyawa.
YangYang mengambil sebuah kain dan mengelap darah Gao di pisau militernya sampai bersih. Suara ikan piranha memakan tubuh Gao membuat suasana siang itu semakin horor.
Ini siang saja seperti ini. Gimana kalau malam hari? - batin Radeva. Bisa jadi tempat kesukaan Tante Freya deh!
Melihat dua orang tersisa dan genangan darah disana, membuat suasana semakin mencekam padahal matahari bersinar terang dan cerah. Luke melihat Wongyi dan Shu Chen tanpa malu sampai mengompol setelah melihat bagaimana pria bernama YangYang tadi menggorok leher Gao tanpa ekspresi apapun.
"So, sudah mau bicara kalian?" tanya Luke kesekian kalinya.
Wongyi mengangguk, begitu juga dengan Shu Chen. Luke memberikan kode untuk melepaskan ikatan dasi di mulut keduanya.
"Now, talk!" perintah Luke.
Terry Wong memiliki penyakit gagal ginjal, jantung dan ditambah memiliki golongan darahnya yang langka, maka untuk mencari donor, cukup sulit. Hingga mereka mencari di Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Sampai salah satu petugas rumah sakit memberitahukan tentang Shota Iwasaki yang melakukan donor darah.
"Siapa nama pegawai rumah sakit itu dan dimana dia bekerja?" tanya Hidetoshi.
"Namanya Angela Nara. Dia bekerja di rumah sakit daerah Tokyo..." jawab Shu Chen.
Hidetoshi langsung menoleh ke Chisato dan anak buahnya yang lain dengan kode untuk menangkap Angela. Gadis berambut panjang itu mengangguk lalu berjalan keluar markas. Sadawira menatap kepergian gadis itu dengan tatapan datar seperti biasanya.
"Jadi dari info si Angela ini kalian mendapatkan nama Shota Iwasaki?" Luke rasanya ingin mencincang Angela sendiri untuk makanan piranha nya. "Siapa Angela buat kalian? Apa balasannya uang atau s3x?"
"Dia... dua-duanya..." jawab Shu Chen pelan.
Luke menyandarkan punggungnya lagi dan bersidekap. "Lanjut!"
"Kami mengikuti Shota sampai dia dalam kondisi lengah dan setelahnya anda tahu tuan Bianchi. Saya yang menggorok leher Shota. Gao dan Shu Chen yang mengoperasi untuk mengambil organ tubuh milk Shota. Dan setelahnya jasad Shota, kami simpan di freezer karena kami harus terbang ke Singapura untuk membawa semua organ Shota. Dokter Huang sudah menunggu kedatangan kami dan tanpa kami duga, bertemu dengan adik anda..." Wongyi menatap penuh kebencian ke arah Sadawira yang tetap tanpa ekspresi.
Luke mengangguk. "Kalian berjaga - jaga dan biarkan mereka berdua disana. Aku lapar. Kita makan dulu, koki aku sudah menyiapkan makanan enak sambil menunggu Chisato membawa Angela kemari. Angela lah biang keroknya!"
Sadawira, Jayde dan Radeva lalu berjalan mengikuti Luke untuk masuk ke ruang makan.
"Bang, bagaimana bisa kamu merasa lapar setelah apa yang terjadi disana?" tanya Radeva yang hingga detik ini masih merasa mual dan terbayang pemandangan yang mengerikan tadi.
"Aku melihat tadi seperti sapi disembelih buat idul Adha jadi biasa saja" jawab Luke cuek.
Radeva menepuk jidatnya. Dasar Psycho!
***
Dua jam kemudian Chisato tiba dengan membawa Angela Nara yang ditutup matanya. Segera wanita itu didudukan di kursi bekas Gao dan saat penutup mata itu dibuka, wanita itu menjerit ketakutan melihat genangan darah disana. Angela tampak histeris saat menyadari dirinya berada di markas Yakuza Takara.
"Halo nona Nara. Nyaman perjalanannya kemari?" seringai Luke.
"Apa ini? Wongyi? Shu Chen? Dimana Gao?" Angela menatap dua pria yang berada di sisi kiri kanannya dengan panik.
"Itu darahnya Gao, nona Nara. Sebentar lagi kamu akan menyusul Gao... Tenang saja..." kekeh Luke.
Angela semakin memucat wajahnya.
"So Angela, jadi kamu yang memberitahukan siapa pemilik golongan darah Rh negatif yang sangat langka itu ke ketiga cecunguk ini?" tanya Dokter Yuri yang mendekati Angela. "Apakah kamu sadar, kamu tahu, siapa pemilik darah emas itu? "
"Sa...saya tidak tahu. Saya... saya hanya tahu namanya... Shota Iwasaki..."
"Apa hak kamu memberitahukan siapa pemilik darah itu? Itu bukan wewenang kamu! Itu rahasia antara pendonor dan bank darah! Memang ya, kalau sudah dibutakan uang dan s3x, itu susah!" seringai Dokter Yuri. "Apa kamu tahu kalau kamu sudah membuat seorang anggota klan Yakuza Takara tewas gara-gara mulut embermu itu?"
Angela tampak menangis ketakutan. "Saya...sungguh tidak tahu..."
"Ini yang ketahuan dan kebetulan adalah anggota keluarga kami. Bagaimana dengan keluarga yang sudah kamu korbankan saat mengetahui golongan darah emas hingga banyak orang mengincarnya?" Dokter Yuri berjalan ke belakangan Angela. Jari jemarinya mengelus leher Angela pelan seolah mengukur dengan teliti.
"Gara - guru mulut besarmu, gara - gara nafsu dasarmu, seorang pria mati mengenaskan. Rasanya aku ingin menyobek mulutmu seperti Joker atau black Dahlia tapi nanti tampak tidak cantik... Hahahaha." Dokter Yuri memegang sisi wajah Angela dengan kedua tangannya. "See you in hell!"
Dengan sekali snap, Dokter Yuri mematahkan leher Angela hingga berbunyi Kreekk pertanda beberapa cervical vertebrae wanita itu putus.
Wongyi dan Shu Chen meraung melihat kondisi Angela yang lunglai lehernya akibat teknik pematahan dokter Yuri yang dipelajari di krav maga.
"Luke, bagaimana dengan dua orang ini? Aku sudah bosan mendengar teriakannya" sahut Dokter Yuri.
"Kamu tenang saja. Aku sudah menyiapkan semuanya" seringai Luke.
***
Markas Triad Wong, seminggu kemudian...
Gary dan Mark Wong sedang berada di ruang kerja nya saat beberapa anak buahnya membawakan tiga cooler box ke dalam.
"Apa itu?" tanya Mark Wong.
"Katanya special delivery" jawab anak buahnya.
Gary mengambil kartu yang berada disana dan membacanya.
*Kalian mengambil organ tubuh anak buahku, kini aku kembalikan anak buahmu.
LB*.
Mark dan Gary saling berpandangan. Apakah Luke Bianchi sudah tahu siapa yang membawa organ tubuh ke ayah? Gary memerintahkan untuk membuka tiga cooler box yang tersegel rapat itu.
Semua orang di sana terkejut saat tiga cooler itu terbuka. Tampak tiga kepala Wongyi, Shu Chen dan Angela terdapat disana tanpa tubuh mereka. Gary dan Mark Wong merasa, Luke Bianchi tidak bisa diremehkan.
"Kita jangan gegabah, ingat keluarga Luke masih berhubungan dengan mafia Turin, Triad Chen dan Mafia Diazo dari Spanyol. Kita cooling down dulu, apalagi kita masih bisa menyandera Jayde Neville, anak yang tidak pernah dianggap!" ucap Mark.
"Begitu kita mendapatkan uang itu, kita bunuh Jayde Neville dan keluarganya" sahut Gary Wong.
"Jangan lupa, si dokter yang mengaku bernama Andre itu." Mark menatap saudaranya.
"Kita jangan bertindak apapun dulu, Karena keadaan semakin memburuk dan kita bisa saja tidak bisa mendapatkan uang itu. Dan kita bisa membuat ayah mati lebih cepat... meskipun dokter Huang mengatakan dia semakin membaik." Gary menatap ketiga kepala itu. "Buang kepala mereka ke tempat pembakaran."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
wonder mom
penasaran dgn operasi senyap Luke yg mematikan
2023-03-16
1
Yuli Budi
pas aq baca ini mbk , sambil megang leher aq mbk ...
2023-03-16
1
Nuril sofiyati
q suka ceritamu mbk....pokoke keren lhaaa
2023-03-16
1