Amarah dan Dinginnya Seorang Luke Bianchi

Disclaimer... chapter ini berisikan bagaimana ngamuknya seorang Luke Bianchi...

Dua hari kemudian rombongan keluarga Bianchi Tokyo bersama dengan keluarga Park kembali ke Jepang. Radeva, Jayde dan Sadawira pergi ke Tokyo dengan pesawat komersial agar tidak menjadi pertanyaan. Setibanya di kediaman keluarga Takara, Luke meminta agar Rin tetap tinggal di rumah bersama Hyde.

"Kamu mau ke markas, Luke?" tanya Rin saat melihat suaminya berganti pakaian hitam-hitam.

"Yup."

"Apakah pembunuh Shota sudah tertangkap?" tanya Rin lagi.

"Yup."

"Kalian akan menghajarnya?"

"Yup." Luke berbalik menghadap Rin. "Rin, kamu adalah istriku dan aku mohon untuk kali ini, simpan semua kejadian ini dari Okāsan. Aku tahu mereka tahu tapi aku tidak mau mereka ikut campur. Apalagi Opa dua-duanya, aku tidak mau mereka harus ikutan gegeran di usia sudah sepuh."

"Aku tidak akan mengatakan apapun tapi aku mohon, kalian berhati-hatilah karena yang kalian hadapi adalah salah satu Triad Hongkong. Kalian bisa saling berperang!"

"Mereka sudah melakukan perang terlebih dahulu!" desis Luke penuh emosi.

"Sayang, sabar. Kamu sudah harus menyiapkan diri dengan Nelson lho."

Luke menatap Rin. "Soal begini, polisi Jepang dan Hongkong tidak mau terlibat. Mereka malah senang jika kami ribut sendiri."

"Apapun Luke, just be careful. Hyde masih kecil."

Luke mencium bibir Rin lembut. "I'm always careful."

Luke dan Rin sekarang menempati rumah peninggalan Takeshi Takara sementara Fumiko memilih tinggal di mansion Al Jordan Bianchi bersama dengan Mario - Josephine, Marco - Marissa, Luca dan Emi. Bagi Fumiko, dia lebih suka kumpul bersama dengan besannya yang sebaya dan sama-sama hobi memasak.

"Love you Yakuza Freezer."

"Love you always Yankee."

***

Markas Hukuman Yakuza Takara Hutan Okutama Tokyo Jepang

Luke tiba di markas Yakuza area hutan Okutama pinggiran kota Tokyo. Ketiga orang Triad Wong sebelumnya dibawa Tama dan YangYang beserta anak buah Luke ke markas pusat Yakuza Takara di Akihabara. Setelah Luke berangkat dari kediaman Takara, ketiga orang yang dikomakan itu dibawa menuju markas mereka di hutan Okutama.

Lokasi markas mereka yang merupakan tempat memberikan hukuman dan latihan para anggota Yakuza, terletak di antara hutan yang masih milik keluarga Takara. Luke memindahkan semua piranha Empangnya yang di Akihabara ke Empang yang lebih besar yang sengaja dia buat.

Setibanya disana, Luke melihat ada Radeva, Jayde dan Sadawira sudah bersama dengan Hidetoshi dan istrinya dokter Yuri.

"Dimana mereka?" tanya Luke dingin. Semua orang tahu, aura yang dipancarkan Luke benar-benar dingin tapi penuh amarah hingga para anak buahnya memilih menunduk daripada mendapatkan tebasan katana.

"Di halaman tengah boss" jawab Tama. Boleh dibilang yang bisa menghadapi Luke seperti ini hanya segelintir orang, Hidetoshi, Dokter Yuri, Dokter Rika, Tama, dulu ada Shota dan YangYang.

Markas Takara di hutan Okutama dibuat model U dengan halaman luas di area tengah. Bangunan khas Jepang dipertahankan oleh Luke karena ini adalah salah satu warisan keluarga.

"Dokter Yuri, sudah siap membangunkan ketiga cecunguk itu?" tanya Luke ke sahabatnya.

"I'm so ready Luke."

"Wira, kamu nanti bekerja sama dengan dokter Yuri ya" perintah Luke.

"Oke bang."

Luke bersama rombongan tiba di halaman yang terdapat area kotak seperti panggung yang terbuat dari plester semen. Disana sudah ada beberapa kursi yang disiapkan oleh para anak buahnya. Pintu gerbang besar dan tebal sudah ditutup dan para anggota Yakuza tampak saling berjaga secara ketat. Tidak banyak orang yang bisa masuk rumah yang terletak di tengah hutan karena jalan masuknya yang tersembunyi dan memiliki banyak labirin.

Rumah keluarga Takara ini usianya sudah ratusan tahun dan Luke tetap rutin merenovasi setiap ada kerusakan. Luca Bianchi dan Emi Takara sendiri malah tidak tahu ada rumah lain selain markas Akihabara dan Roppongi.

Takeshi mengikuti jejak ayahnya yang hanya memberitahukan lokasi rumah ini ke anak laki-laki saja. Karena dirinya memiliki Emi, maka saat Luke lahir, Takeshi bersyukur ada pewarisnya. Setelah Luke besar, dirinya diberitahu oleh opanya tentang rumah ini.

"Bangunkan mereka!" ucap Luke dingin sambil duduk menatap ketiga orang yang masih pingsan. Dokter Yuri lalu menyuntikkan sebuah obat yang bisa membuat mereka bangun dalam waktu setengah jam.

"Kamu pakai scalpel ukuran berapa inci?" tanya Dokter Yuri ke Sadawira sembari menunggu tiga orang itu bangun. Dokter cantik itu mengambil sebuah dompet panjang dan membukanya. Tampak banyak pisau bedah berbagai ukuran disana.

Sadawira tersenyum smirk ke arah dokter berwajah dingin itu. "Nomor 24."

Dokter Yuri tertawa. "Sudah kuduga kamu penggemar nomor 24." Istri Hidetoshi itu menyerahkan scalpel nomor 24 ke Sadawira.

"Chisato!" panggil Luke.

Gadis berambut hitam panjang itu menghampiri Pemimpin Yakuza dengan langkah anggun membuat Sadawira menoleh ke arah gadis itu.

"Yes Luke-san?"

"Cincinnya dimana?"

Chisato menyerahkan kotak beludru biru tua yang berisikan cincin berlian bius. "Terima kasih sudah mengijinkan saya memakai cincin mahal" cengir Chisato.

"Kamu itu memang pantas untuk mendapatkan tugas sebagai Mai Siranui" kekeh Luke sambil menyimpan kotak biru itu ke dalam tas yang sudah disiapkan Hidetoshi.

Chisato tersenyum lalu memilih mundur dan berdiri di belakang bersama dengan YangYang dan anggota lainnya. Mata hitam Chisato sempat beradu pandang dengan Sadawira yang menatapnya datar. Gadis itu pun memilih menundukkan wajahnya karena tahu Sadawira adalah adik Luke Bianchi.

Introducing Chisato Kuchiki

Tak lama terdengar suara dari ketiga orang yang diikat di kursi tengah-tengah lantai plester semen itu. Ketiganya tampak terkejut melihat siapa yang duduk di hadapan mereka dan dimana mereka berada.

"你好。欢迎来到 takara yakuza 总部。希望你在这里感到舒适. - Nǐ hǎo. Huānyíng lái dào takara yakuza zǒngbù. Xīwàng nǐ zài zhèlǐ gǎndào shūshì ( halo. Selamat datang di markas Yakuza Takara. Semoga anda betah berada disini )" seringai Luke Bianchi yang membuat ketiga orang itu merasa merinding.

Liem Wongyi mengenali Sadawira yang berdiri disana dengan senyuman smirk.

"你是那个医生吧?- Nǐ shì nàgè yīshēng ba ( kami dokter itu kan )?" ucap Wongyi yang membuat dua rekannya menatap Sadawira.

"我们再见面 - Wǒmen zài jiànmiàn ( kita bertemu lagi )" senyum Sadawira sembari memainkan scalpelnya.

Vampir satu ini memang deh!

"Now, siapa dari kalian bertiga yang membunuh anak buahku, Shota Iwasaki?" tanya Luke dingin sembari mengatupkan kedua tangannya di depan bibirnya.

Ketiga orang itu tampak memucat apalagi kondisi mereka hanya mengenakan celana pendekm tanpa baju. Keringat dingin mengalir di wajah dan leher mereka. Apalagi mereka bertiga dikelilingi dengan para anggota Yakuza Takara yang berdiri dengan wajah dingin dan datar.

"Aku tanya sekali lagi, siapa yang mencabut nyawa Shota Iwasaki?" ulang Luke dengan nada jauh lebih dingin dari sebelumnya.

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Buat yang minta Nelson dan Nadya, sudah up Yaaaa

Terpopuler

Comments

Murti Puji Lestari

Murti Puji Lestari

wuah musim salju saja kalah sama dinginya bang lukie kalau sudah ngamuk...

2024-12-12

1

Murti Puji Lestari

Murti Puji Lestari

waahhh cantik cantik mematikan...

2024-12-12

1

Asngadah Baruharjo

Asngadah Baruharjo

ngeri 2 sedaappp 🤣🤣🤣🤣

2023-12-13

2

lihat semua
Episodes
1 Opening
2 Sadawira dan Jayde
3 Jayde dan Sadawira Putar Otak
4 Antara Singapura dan Manchester
5 Dua Orang Yang Menerjang Bahaya
6 Konfrontasi
7 Terserah Kau Bilang Apa
8 Nyawa Dibalas Nyawa
9 Amarah dan Dinginnya Seorang Luke Bianchi
10 Empang oh Empang
11 Biang Kerok
12 Ancaman Sadawira
13 Kedatangan Agen Lee
14 Jayde dan Agen Tang
15 Just Be Careful
16 Arka Kena Sawan Manten?
17 Cooling Down
18 Pancingan Mengena
19 Ketahuan!
20 Menghilang
21 Kami Tidak Takut
22 Pulang Kalian!
23 Tiba Di Apartemen
24 Perjalanan ke Tokyo
25 Bersiap Kalau Pindah Tidur
26 Omar Pusing
27 Baby oh Baby
28 Itu Yang Kamu Pikirkan?
29 Hasil Makan Uang Haram
30 King Yemma
31 Para Ayah Datang
32 Bakalan Maju Sidang
33 Nelson Datang Menjenguk
34 Whatever!
35 Di Persidangan
36 Baru Terbuka Sedikit
37 Luke v Jaksa
38 Lucas Syahputra
39 Michael Tampubolon
40 Kagak Kapok
41 Kita Kabur?
42 Gantian!
43 Aku Ngantuk!
44 Bagaimana Tuan Hakim?
45 Pulang!
46 Persiapan Keluar Penjara
47 Sadawira dan Chisato
48 Jayde dan Inggrid
49 Duo Vampir dan Kedua Gadisnya
50 Di Mansion Giandra Jakarta
51 After Math
52 Antara Aberdeen dan Jakarta
53 Simon Weston
54 Pergi ke Maryland
55 Sadawira Kesal
56 Sadawira dan Biana
57 Apartemen Sadawira
58 Astaghfirullah
59 Hantu Kucing?
60 Korban Forest
61 Rahasia Tembok
62 Diawasi ... Lagi
63 Kamu Kuliah Saja !
64 Duo Vampir
65 Kalah Pengalaman
66 Terlalu Lama
67 Simon Turun Gunung
68 Ke London
69 Menghadap Henry
70 Klompen
71 Menunggu
72 Bekerjasama
73 Resiko Memilih Bidang Forensik
74 Menjadi Saksi
75 Chisato Ke Maryland
76 Rencana Duo Vampir
77 New Year's Wedding
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Opening
2
Sadawira dan Jayde
3
Jayde dan Sadawira Putar Otak
4
Antara Singapura dan Manchester
5
Dua Orang Yang Menerjang Bahaya
6
Konfrontasi
7
Terserah Kau Bilang Apa
8
Nyawa Dibalas Nyawa
9
Amarah dan Dinginnya Seorang Luke Bianchi
10
Empang oh Empang
11
Biang Kerok
12
Ancaman Sadawira
13
Kedatangan Agen Lee
14
Jayde dan Agen Tang
15
Just Be Careful
16
Arka Kena Sawan Manten?
17
Cooling Down
18
Pancingan Mengena
19
Ketahuan!
20
Menghilang
21
Kami Tidak Takut
22
Pulang Kalian!
23
Tiba Di Apartemen
24
Perjalanan ke Tokyo
25
Bersiap Kalau Pindah Tidur
26
Omar Pusing
27
Baby oh Baby
28
Itu Yang Kamu Pikirkan?
29
Hasil Makan Uang Haram
30
King Yemma
31
Para Ayah Datang
32
Bakalan Maju Sidang
33
Nelson Datang Menjenguk
34
Whatever!
35
Di Persidangan
36
Baru Terbuka Sedikit
37
Luke v Jaksa
38
Lucas Syahputra
39
Michael Tampubolon
40
Kagak Kapok
41
Kita Kabur?
42
Gantian!
43
Aku Ngantuk!
44
Bagaimana Tuan Hakim?
45
Pulang!
46
Persiapan Keluar Penjara
47
Sadawira dan Chisato
48
Jayde dan Inggrid
49
Duo Vampir dan Kedua Gadisnya
50
Di Mansion Giandra Jakarta
51
After Math
52
Antara Aberdeen dan Jakarta
53
Simon Weston
54
Pergi ke Maryland
55
Sadawira Kesal
56
Sadawira dan Biana
57
Apartemen Sadawira
58
Astaghfirullah
59
Hantu Kucing?
60
Korban Forest
61
Rahasia Tembok
62
Diawasi ... Lagi
63
Kamu Kuliah Saja !
64
Duo Vampir
65
Kalah Pengalaman
66
Terlalu Lama
67
Simon Turun Gunung
68
Ke London
69
Menghadap Henry
70
Klompen
71
Menunggu
72
Bekerjasama
73
Resiko Memilih Bidang Forensik
74
Menjadi Saksi
75
Chisato Ke Maryland
76
Rencana Duo Vampir
77
New Year's Wedding

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!