Konfrontasi

Ruang Rawat VIP Rumah Sakit Highland Singapura

Sadawira menyapu pandangan di ruang rawat VIP itu dan menghitung jumlah orang disana. Ada lima orang termasuk yang mencari aku tadi. Sadawira sedang mencari kesempatan untuk menempelkan CCTV mini buatan tantenya Jang Geun-moon yang bisa memonitoring kondisi dalam ruangan itu.

"Saya ganti perbannya dulu" ucap Sadawira sembari menyiapkan semuanya yang sudah terdapat diatas meja. Dengan telaten dokter muda itu mengganti perban di bagian perut dan dada Terry Wong lalu memperhatikan kondisi jantung melalui mesin monitor.

Diam-diam dengan tanpa kentara, pria itu memasang CCTV kecilnya di sisi samping meja yang berada di sebelah brankar Terry Wong. Sadawira tersenyum smirk melihat bagaimana CCTV yang hanya sebesar kancing baju dan tipis itu, bisa menyesuaikan dengan warna obyek yang ditempelnya. Benar-benar macam bunglon! Pantas Raveena kemarin sangat excited saat kasus Turin.

"Sudah semua saya ganti perbannya" ucap Sadawira sembari membereskan semua peralatan dan perlengkapan yang memang disiapkan disana.

"Terima kasih dokter" jawab pria tadi. Sadawira mengangguk lalu berjalan keluar dan lagi-lagi dia memasang di dekat saklar lampu ruang VIP dan dekat pintu masuk jadi dia bisa melihat siapa saja yang keluar masuk.

Pria itu pun berjalan keluar dan menuju lorong yang sebelumnya dia lewati untuk memeriksa kondisi pasien malam ini. Sadawira lalu memakai airpods nya dan mulai mendengarkan percakapan yang terdengar di dalam kamar itu dari alat yang dipasangnya.

"Apa dokter tadi tahu siapa pasien kita?" Sadawira mendengar suara pria asing yang dia duga adalah salah satu dari kelima orang di dalam.

"Sepertinya tidak. Dia tampak seperti dokter yang tidak banyak bicara dan hanya menggantikan perban Tuan Wong. Wajahnya saja tampak datar seolah tidak perduli siapa yang dia obati." Terdengar suara pria yang memanggil Sadawira tadi.

"Semoga dia tidak tahu siapa yang berada disini."

Sadawira tersenyum tipis. Gue tahu kampret! Pria itu lalu berbelok menuju sayap kanan dan masuk ke dalam lift. Dirinya menuju lantai dua untuk masuk ruang monitor dan melihat si penjaga lagi-lagi tertidur karena mabuk.

Mabuk saja terus jadi aku mudah bekerja. Sadawira lalu melihat layar monitor dan mulai mencari seusatu yang bisa dia dapat sebagai bukti kaitannya Sandra dan ayahnya.

Sandra Huang adalah salah satu mantan pacar Sadawira dan sejujurnya dia merasa sudah cocok dengan gadis itu apalagi ayahnya pemilik saham rumah sakit ini yang bisa memudahkan dirinya mendapatkan rekomendasi bekerja di berbagai rumah sakit Singapura.

Sadawira tidak mau menggunakan nama besar ayahnya maupun keluarga besarnya untuk bisa mendapatkan rekomendasi. Lebih baik memanfaatkan orang lain biar mudah untuk meninggalkan kalau tidak nyaman daripada dengan keluarga.

Bagi Sadawira, keluarga adalah segala-galanya dan sebisa mungkin dirinya melindungi ayah ibunya juga kedua eyangnya. Saat tahu Sandra hamil dan yang menghamilinya adalah teman SMA nya di Jakarta, Sadawira hanya tertawa sinis.

Lebih baik tahu bosoknya di depan daripada aku dapat sampah bekas orang! Menjijikkan! Se playboy nya Sadawira, dia tetap menjaga dirinya. Seperti nasehat Bayu, kita tidak tahu seberapa liciknya seorang wanita jika sudah punya karep ( keinginan ) apalagi semua cicit klan Pratomo adalah keluarga kaya raya dengan good looking. Bayu tidak mau ada acara dijebak mengaku dihamili etc ataupun skandal lainnya.

Sadawira mulai memeriksa rekaman CCTV sore ini saat dirinya masih dalam perjalanan ke rumah sakit. Sebenarnya bisa saja dirinya memeriksa via ponsel atau iPad nya tapi kalau ada dari sumbernya, kenapa tidak.

Mata coklat Sadawira melotot sempurna ketika melihat teman SMA nya, Bramastyo Abraham datang ke rumah sakit dan menuju ruang praktek ayah mertuanya. Tak lama, mereka keluar dan menuju ruang rawat VIP Terry Wong. Tampak Bramastyo menyapa ramah para pria yang ditemui nya tadi.

Rupanya kamu juga ikut andil, Bram? Akan aku cari tahu apa hubungan kamu dengan Triad Wong.

Sadawira bersyukur selama shift pagi, dia tidak pernah bertemu dengan mantan temannya itu. Bikin mood jelek jika bertemu ular piton itu!

Terdengar suara gumaman dari penjaga monitor dan itu merupakan tanda agar Sadawira menyelesaikan pengawasannya. Sekali lagi dirinya menghapus kehadirannya di ruang monitor dan perjalanan menuju kemari dan keluar dari sana.

***

Ruang Resident Rumah Sakit Highland Singapura

"Kamu dari mana saja Wira? Aku mencarimu" ucap Daisy yang malam ini mendapatkan jadwal shift yang sama dengan Sadawira.

"Kenapa memang? Aku di kamar mandi. Perutku sakit."

"Dokter Huang mencarimu... sebenarnya mencari Andre. Hanya saja Andre kan sedang di ruang operasi, ada tindakan Cesar."

"Ada apa?"

"Entah. Kamu datang saja kesana."

Sadawira pun mengangguk. "Memang dokter Huang dimana?"

"Di IGD."

"Oke aku kesana." Sadawira pun keluar dari ruang resident menuju IGD. Disana tampak dokter Huang sedang melakukan tindakan ke seorang anak kecil yang terkena pecahan kaca.

"Anda memanggil saya Dok?" tanya Sadawira dengan wajah dinginnya.

"Iya. Tunggu sebentar, saya hampir selesai." Dokter Huang berhasil mendapatkan kaca terakhir dan mulai menjahit luka itu. Setelahnya pria paruh baya itu mengajak Sadawira keluar menuju halaman rumah sakit.

"Kamu yang menggantikan perban di pasien VIP?" tanya Dokter Huang tanpa basa basi dengan tatapan tajam.

"Iya."

"Kenapa memakai nama Andre?"

"Agar Andre mendapatkan kredit lebih dari anda. Saya sudah over kredit."

"Kamu kira bisa mempermainkan saya seperti itu?" bentak Dokter Huang.

"Saya hanya membantu teman. Toh hanya mengganti perban. Apakah ada yang spesial dengan pasien itu hingga membuat anda seperti ini dok?" Tanya Sadawira dengan wajah datarnya.

"Saya peringatkan kamu, jangan sekali-kali menggunakan nama orang lain dan jangan masuk ke ruang VIP manapun! Kamu masih residet! Belum lulus! Bisa saja aku persulit kamu jika tidak ingat siapa ayahmu!"

"Asal anda tahu dok, saya tahu batasannya soal pasien VIP. Saya tadi berpatroli karena sesuai dengan tugas saya. Hanya berpatroli, tidak melakukan tindakan apapun! Tapi tadi orang yang menjaga pasien VIP meminta saya menggantikan perban, sedangkan anda sedang pulang" balas Sadawira tenang. "Jadi jika anda keberatan, tegur saja yang jaga karena tidak tahu kalau saya tidak boleh menyentuh pasien VIP siapapun! Bukan salah saya sepenuhnya! Salah saya hanyalah menggunakan nama Andre demi membantu kredit nya."

"Jadi kamu tidak tahu siapa pasien itu?"

"Saya tidak perduli dia siapa, tugas saya disana hanya mengganti perban."

Dokter Huang menatap Sadawira dengan sikap menyelidiki, mencari tahu apakah mantan kekasih anaknya itu tahu sesuatu tentang pasiennya tapi mata Sadawira menunjukkan bahwa dirinya benar-benar tidak tahu dan tidak perduli seperti biasanya dirinya yang selalu kaku dan dingin.

"Baiklah, kali ini kamu saya maafkan!" Dokter Huang tidak mau membuat Sadawira semakin penasaran karena bisa berbahaya jika dirinya tahu soal Terry Wong. "Next time, jangan pernah melanggar aturan!" Pria itu pun berbalik meninggalkan Sadawira yang diam-diam tersenyum smirk.

Mati saja kau!

Duh si vampir satu ini...

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Murti Puji Lestari

Murti Puji Lestari

keren.... berasa nonton film detektif...

2024-12-11

1

The Way

The Way

kadang harus meyakinkan diri ini novel bukan nyata tapi beneran seperti nyata

2024-01-19

1

wonder mom

wonder mom

main halus dan syantik, Wira sm Jayde..mrk main kasar y g masalah..toch mrk jg bkl.an ngerasain nyamannya hukuman ala klan gesrek.

2023-03-12

1

lihat semua
Episodes
1 Opening
2 Sadawira dan Jayde
3 Jayde dan Sadawira Putar Otak
4 Antara Singapura dan Manchester
5 Dua Orang Yang Menerjang Bahaya
6 Konfrontasi
7 Terserah Kau Bilang Apa
8 Nyawa Dibalas Nyawa
9 Amarah dan Dinginnya Seorang Luke Bianchi
10 Empang oh Empang
11 Biang Kerok
12 Ancaman Sadawira
13 Kedatangan Agen Lee
14 Jayde dan Agen Tang
15 Just Be Careful
16 Arka Kena Sawan Manten?
17 Cooling Down
18 Pancingan Mengena
19 Ketahuan!
20 Menghilang
21 Kami Tidak Takut
22 Pulang Kalian!
23 Tiba Di Apartemen
24 Perjalanan ke Tokyo
25 Bersiap Kalau Pindah Tidur
26 Omar Pusing
27 Baby oh Baby
28 Itu Yang Kamu Pikirkan?
29 Hasil Makan Uang Haram
30 King Yemma
31 Para Ayah Datang
32 Bakalan Maju Sidang
33 Nelson Datang Menjenguk
34 Whatever!
35 Di Persidangan
36 Baru Terbuka Sedikit
37 Luke v Jaksa
38 Lucas Syahputra
39 Michael Tampubolon
40 Kagak Kapok
41 Kita Kabur?
42 Gantian!
43 Aku Ngantuk!
44 Bagaimana Tuan Hakim?
45 Pulang!
46 Persiapan Keluar Penjara
47 Sadawira dan Chisato
48 Jayde dan Inggrid
49 Duo Vampir dan Kedua Gadisnya
50 Di Mansion Giandra Jakarta
51 After Math
52 Antara Aberdeen dan Jakarta
53 Simon Weston
54 Pergi ke Maryland
55 Sadawira Kesal
56 Sadawira dan Biana
57 Apartemen Sadawira
58 Astaghfirullah
59 Hantu Kucing?
60 Korban Forest
61 Rahasia Tembok
62 Diawasi ... Lagi
63 Kamu Kuliah Saja !
64 Duo Vampir
65 Kalah Pengalaman
66 Terlalu Lama
67 Simon Turun Gunung
68 Ke London
69 Menghadap Henry
70 Klompen
71 Menunggu
72 Bekerjasama
73 Resiko Memilih Bidang Forensik
74 Menjadi Saksi
75 Chisato Ke Maryland
76 Rencana Duo Vampir
77 New Year's Wedding
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Opening
2
Sadawira dan Jayde
3
Jayde dan Sadawira Putar Otak
4
Antara Singapura dan Manchester
5
Dua Orang Yang Menerjang Bahaya
6
Konfrontasi
7
Terserah Kau Bilang Apa
8
Nyawa Dibalas Nyawa
9
Amarah dan Dinginnya Seorang Luke Bianchi
10
Empang oh Empang
11
Biang Kerok
12
Ancaman Sadawira
13
Kedatangan Agen Lee
14
Jayde dan Agen Tang
15
Just Be Careful
16
Arka Kena Sawan Manten?
17
Cooling Down
18
Pancingan Mengena
19
Ketahuan!
20
Menghilang
21
Kami Tidak Takut
22
Pulang Kalian!
23
Tiba Di Apartemen
24
Perjalanan ke Tokyo
25
Bersiap Kalau Pindah Tidur
26
Omar Pusing
27
Baby oh Baby
28
Itu Yang Kamu Pikirkan?
29
Hasil Makan Uang Haram
30
King Yemma
31
Para Ayah Datang
32
Bakalan Maju Sidang
33
Nelson Datang Menjenguk
34
Whatever!
35
Di Persidangan
36
Baru Terbuka Sedikit
37
Luke v Jaksa
38
Lucas Syahputra
39
Michael Tampubolon
40
Kagak Kapok
41
Kita Kabur?
42
Gantian!
43
Aku Ngantuk!
44
Bagaimana Tuan Hakim?
45
Pulang!
46
Persiapan Keluar Penjara
47
Sadawira dan Chisato
48
Jayde dan Inggrid
49
Duo Vampir dan Kedua Gadisnya
50
Di Mansion Giandra Jakarta
51
After Math
52
Antara Aberdeen dan Jakarta
53
Simon Weston
54
Pergi ke Maryland
55
Sadawira Kesal
56
Sadawira dan Biana
57
Apartemen Sadawira
58
Astaghfirullah
59
Hantu Kucing?
60
Korban Forest
61
Rahasia Tembok
62
Diawasi ... Lagi
63
Kamu Kuliah Saja !
64
Duo Vampir
65
Kalah Pengalaman
66
Terlalu Lama
67
Simon Turun Gunung
68
Ke London
69
Menghadap Henry
70
Klompen
71
Menunggu
72
Bekerjasama
73
Resiko Memilih Bidang Forensik
74
Menjadi Saksi
75
Chisato Ke Maryland
76
Rencana Duo Vampir
77
New Year's Wedding

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!