Manchester Inggris
Jayde tersenyum smirk ketika sebuah chat masuk ke dalam laptop yang diberikan oleh Mark dan Gary Wong. Mereka berterima kasih hasil audit Jayde bisa menutupi kemana uang HK$100 juta tanpa terlihat sudah keluar dari pembukuan.
Tiba-tiba terdapat panggilan video dari Mark Wong di laptop yang sedang berada di hadapan Jayde.
"Mr Neville."
"Mr Wong."
"Saya harap anda tidak menyembunyikan di tempat yang tidak bisa saya sentuh" seringai Mark Wong.
"Bisa tetap saya ingin bertanya, sampai kapan harus disimpan?" tanya Jayde dingin.
"Ada waktunya."
"Kalau begitu, saya minta jaminan."
Mark menatap Jayde. "Jaminan?"
"Jangan pernah menyentuh keluarga saya atau anda tidak mendapatkan kode dimana saya menyimpan uang itu!"
"Kamu memgancam saya?"
"Anda mengancam saya, saya pun akan membalas mengancam anda. Bisa saja saya membuka semua di keluarga saya dan kami bisa keroyokan untuk menghabisi anda semua tanpa tersisa. Apa anda lupa, siapa sepupu saya?" seringai Jayde. Sebenarnya bisa saja Jayde memberikan uang itu tapi dia ingin mengulur waktu agar ada kesempatan mendapatkan orang yang membunuh Shota Iwasaki. Jayde yakin jika sudah mendapatkan bukti siapa ketiga orang itu, Luke tidak akan segan-segan untuk mencincang mereka untuk makanan piranha nya.
Lagipula Wira sedang menyelidiki di Singapura. Masih panjang perjuangan kami karena ini sudah termasuk personal!
"Baik. Saya tidak mau Keluarga anda masuk Hongkong!"
"Tapi anda berani masuk Manchester!" balas Jayde dingin.
"Karena anda paling lemah disini! Anda tidak bisa apa-apa tanpa keluarga anda! Anda yang tidak sepopuler keluarga anda yang lain. Dan anda adalah seorang akuntan yang bisa kami setir. Buktinya, anda langsung mengerjakan tugas anda dengan baik" ejek Mark Wong. "Saya sudah mengerjakan pe er saya, Mr Neville. Anda seperti anggota keluarga yang tidak dianggap!"
Jayde hanya diam mendengarkan ocehan Mark Wong. Terserah kamu mau bicara apa! Malah bagus kamu mengira keluarga aku tidak menganggap aku.
"Kenapa anda tidak bergabung dengan kami, daripada anda menjadi kuli tidak dianggap di perusahaan kecil anda ? Lebih baik menjadi akuntan di Hongkong, gaji anda lima kali lipat dari yang anda terima sekarang! Anda kemungkinan besar tidak akan menjadi pewaris PRC Group kan? Karena ayah anda hanya seorang asisten paman anda!"
Jayde menatap layar laptop dengan wajah datar. Ini orang dapat info darimana sih? Keluarga aku tidak moncer seperti yang lain karena memang kami tidak terlalu suka dengan publisitas!
"Terimakasih tapi tidak. Saya lebih suka di Manchester." Seriously! Gedung PRC Group Manchester memang kecil tapi laba bersihnya bisa diadu dengan perusahaan haram kamu! "Bagaimana? Jika anda menyakiti salah satu anggota keluarga saya, anda tidak dapat dananya dan saya yakin, meskipun kami seperti keluarga tidak dianggap seperti yang anda bilang, bisa jadi Hongkong akan jadi banjir darah."
"Hahahaha, memangnya saya takut?! Oke, karena hanya anda yang tahu dimana dana itu, nyawa anda terjamin. Tapi jangan macam-macam dengan kami, karena kami berada dimana-mana." Mark mematikan panggilannya.
Jayde menyalakan rokoknya dan menatap layar laptop itu dengan wajah yang super dingin. "Endingnya, kami tetap akan membuat Hongkong bersimbah darah..."
***
Hongkong, Hongkong Sebulan Kemudian
Tama Ishikawa dan YangYang sudah hampir sebulan berada di Hongkong untuk mencari tahu keberadaan ketiga orang yang menculik, membunuh dan mengambil organ tubuh Shota Iwasaki tapi mereka belum menemukan salah satu dari mereka. Sebelumnya memang Hidetoshi yang ke Hongkong tapi dia harus menemani Luke ke New York jadi Tama lah yang menggantikan dirinya.
"Tama, kita sudah ubek-ubek Hongkong sampai ke gorong-gorong tapi tikus wirok itu belum ketemu juga!" sungut YangYang salah satu anak buah Luke yang setengah China setengah Jepang.
"Aku juga kesal. Padahal boss sudah mengirimkan tim tukang bersih-bersih dua hari lalu. Jika kelamaan, bisa jadi Luke akan obrak Abrik Hongkong tidak perduli apapun!" timpal Tama.
"Apalagi Luke sedang di New York untuk acara pernikahan dua sepupunya. Kita harus dapatkan mereka dalam lima hari ini, karena Empangnya sudah butuh daging baru!" lanjut Tama.
YangYang mengangguk. Tiba-tiba datang seorang anak kecil yang menjadi mata-mata mereka berdua. Tama dan YangYang sedang berada di warung dimsum daerah Kowloon.
"Bagaimana?" tanya YangYang.
"Aku menemukan salah satu dari mereka!" jawab bocah bernama Shen itu.
"Dimana?" tanya Tama tidak sabar.
"Shanghai Street. Di rumah Bai Chen" jawab Shen.
"Siapa itu Bai Chen?" tanya Tama bingung.
"Salah satu pela*cur disana. Dia memang langganannya Triad Wong" jawab Shen lagi. Shen adalah bocah yatim piatu yang tinggal di jalanan. Dia mau membantu YangYang karena pria itu menolong neneknya masuk rumah sakit setahun lalu. Sejak itu, jika YangYang membutuhkan sesuatu di Hongkong, Shen lah yang akan membantunya.
Tama dan YangYang saling berpandangan. "Aku panggil tim cleaning ke Shanghai Street. Ayo Shen, tunjukkan jalannya!" Tama menghubungi para anak buahnya yang sudah datang ke Hongkong untuk membawa tiga orang itu ke Tokyo. Kedua orang itu lalu naik diatas motor Triumph sewaan menuju area Shanghai Street.
Tidak apa satu dulu, biar yang dua menyusul.
***
Intercontinental Barclays Hotel Manhattan New York, double wedding Savrinadeya dan Raveena
"Kalian berurusan dengan siapa? Organ tubuh siapa yang kalian ributkan?"
Luke, Jayde dan Sadawira menoleh ke belakang. Tampak Radeva menatap ketiga sepupunya dengan wajah penasaran.
"Organ tubuh apa?" balas Luke dengan pertanyaan.
"Kalian bertiga tidak usah menutupi deh! Aku membaca bahasa bibir kalian saat mojok bertiga tadi di ballroom pesta. Bukan hanya Deya dan Shinchan saja yang bisa membaca bahasa bibir, aku pun bisa!" Radeva mendekati ketiga sepupunya. "Kalian berhubungan dengan mafia organ tubuh manusia mana?"
"Radeva..."
"Bang Lukie, please! Jangan anggap aku tidak bisa apa-apa! Kalian semua dalam bahaya! Kenapa tidak meminta bantuan Oom Abi, Daddymu atau Oom Hoshi?"
"Radeva, ini masalahnya pelik dan kami tidak mau meminta bantuan tetua! Kita urus sendiri!" jawab Luke.
"Apa yang terjadi? Sebenarnya tinggal laporan ke kepolisian, kan beres!" ujar Radeva.
"Tidak semudah itu Deva. Kepolisian Hongkong sudah disusupi Triad Wong" sahut Sadawira.
"Kalian... apa mas Bayu tahu? Kalau sampai dia tahu, habis Hongkong!" ucap Radeva yang juga sepupu kandung Bayu O'Grady.
"Jangan sampai angin lisus itu tahu! Bisa tsunami!" umpat Luke.
"Sekarang, kalian cerita selengkapnya ke aku!" Radeva menatap tajam ke ketiga sepupunya.
***
Shanghai Street, Hongkong Rumah Bai Chen
Tama dan YangYang mendatangi rumah yang menjadi tempat Bai Chen membuka tempat prosti*tusi nya dengan senyap. Tanpa perlu heboh, Tama melemparkan bom sleeping gas ke dalam kamar tempat terduga salah satu pelaku itu terlihat.
Dengan menggunakan topeng gas, Tama dan YangYang masuk ke dalam kamar setelah dirasa aman dan tampak pemandangan disana pria itu dalam keadaan polos bersama dengan seorang wanita yang di duga bernama Bai Chen.
Tama mendeteksi wajah pria itu yang memiliki biometrik sama dengan pria yang datang ke rumah sakit tempat Sadawira bertugas. Tama lalu memanggil anak buahnya yang menggunakan mobil ambulans untuk mengangkut tubuh pria tersebut ke dalam ambulans dan dengan gerakan cepat dalam waktu kurang dari sepuluh menit, salah satu dari tiga orang yang membawa organ tubuh Shota sudah ditangkap dan dibawa pergi menuju tempat rahasia.
One down, two to go.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
jadi tsunami plus tornado.. 😅
2024-12-12
1
Murti Puji Lestari
makin seruuuu... 👍👍👍
2024-12-11
1
🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄
shen ini yg jadi shohei kah....
atau yg lain lagi
2023-10-26
1