Manchester Inggris Beberapa Hari Kemudian...
Jayde dan Sadawira saling menatap di layar monitor iMac masing-masing dengan wajah kesal. Tidak ada ucapan apapun, hanya helaan nafas yang terdengar karena keduanya sama-sama mendapatkan dilema yang sama, menjadi pion negara Hongkong karena mereka dilibatkan ikut dalam kasus Triad Wong.
"Bagaimana ini Wira?" tanya Jayde. "Aku tidak percaya sedikit pun dengan dua agen itu!"
"Aku juga tidak. Yang hanya aku percaya hanya Oom Chris, Bang Pedro dan bang Omar. Lainnya, tidak."
Chris yang dimaksud adalah Chris Bradford, kapten NYPD suami dari Alea Hamilton. Pedro sendiri adalah Pedro Pascal suami dari Nadira McCloud seorang SSA ( Supervisory Special Agent ) FBI sama dengan Omar Zidane. Pedro bertugas di Quantico Virginia sedangkan Omar di New York.
"Jadi kita ikuti mereka?" tanya Jayde.
"Aku merasa curiga, bagaimana mereka tahu kalau kamu lah yang menyembunyikan uang itu? Sebab, tidak ada yang tahu kan selain dua Wong dan Inggrid sahabat mu."
"Bang Lukie juga baru tahu setelahnya."
"Wira, aku takut jika Inggrid dalam bahaya dan memang dirinya tahu banyak."
"Berikan kode uang itu Jayde. Bukankah itu membutuhkan dua kunci?" senyum Sadawira.
"Bagaimana kamu tahu membutuhkan dua kunci... Tidak usah dijawab. Aku lupa kalau kamu juga akan melakukan hal yang sama untuk berjaga-jaga" senyum Jayde.
"Touché." Sadawira mengangguk. "Apakah kamu merasa kita dijadikan pion untuk nama kepolisian Hongkong?"
"Absolutely. Aku rasa, kita harus mendapatkan semua bukti apakah mereka juga ikut terlibat. Sebab, bagaimana pun sangat tidak masuk akal sekian puluh tahun dengan kejahatan yang terpampang jelas, tidak ditangkap sama sekali?" ucap Jayde.
"Jika memang kepolisian Hongkong dan HKSS terlibat?"
"Sudah pasti Keluarga kita tidak tinggal diam! Kamu tahu sendiri kan bagaimana psychonya bang Lukie?" ucap Jayde.
"Ngomong-ngomong, aku sudah mendapatkan hasil penyelidikan aku soal dokter Huang. Setelah kasus bang Shota, ternyata dia masih menerima organ tubuh ilegal dan tidak main-main, diambil dari negara-negara yang terkenal masih ada area miskin seperti di India, Tibet, Philippines, Indonesia, Malaysia hingga China daratan."
"Apakah valid Wira?"
"Valid. Aku sudah menyadap ponsel dan komputernya dengan mengirim anak buah bang Lukie yang menyamar menjadi cleaning Service. Dokter Huang kan tidak bisa tidak melihat cewek cantik..."
"Jangan bilang Chisato yang dikirim kesana."
"Exactly!" senyum Sadawira. "Bang Lukie bilang Chisato paling handal untuk tugas begini jadi aku minta tolong pada gadis itu lah."
"Chisato itu macam bunglon, bisa berperan siapa saja sesuai dengan kebutuhan."
"Lalu dimana semua organ - organ yang diambil secara ilegal?"
"Di klinik pribadinya dekat Jurong" jawab Sadawira.
"Wir, rasanya cuma kita yang terlibat peristiwa aneh-aneh deh..."
"Kita jarang ikut gegeran kalau mereka pada rusuh tapi sekalinya kita terjun, malah kacau luar dalam dan brutal!" kekeh Sadawira.
"Sesuai dengan motto keluarga kan? No rusuh no life?" gelak Jayde.
"Yup. Oh, jangan lupa kunci uang itu."
"Absolutely." Jayde lalu memberikan informasi dan kode cara membuka akun khusus milik uang Triad Wong.
***
"Padahal kamu pakai laptop dari mereka kan Jayde?" tanya Luke Bianchi saat Jayde menghubungi nya usai berbicara dengan Sadawira.
"Yup. Dan Mark Wong sendiri yang menyerahkan padaku. Apalagi saat aku melakukan penyembunyian uang itu tidak memakai MacBook atau iMac ku ditambah aku memakai jalur aman yang tidak bisa dilacak IP address dan VPN yang aku pakai. Jadi dari mana kedua agen HKSS tahu soal itu kalau tidak ada bocoran dari orang dalam? Dan hanya orang yang dekat dengan dua Wong itu yang bisa tahu!"
"Siapa yang kamu curigai, Jayde?" tanya Luke.
"Agen Tang dan Agen Lee tapi aku lebih curiga dengan agen Tang. Entah kenapa."
Luke menatap adiknya yang jarang ikut campur rusuhnya keluarga mereka tapi kali ini mereka terlibat kasus yang tidak main-main. "Berhati-hatilah Jayde. Tolong jangan sampai ada yang tahu kode akun uang itu selain kamu dan pihak bank."
"Hanya aku, pemilik bank dan Wira yang tahu. Anggap saja sebagai jaminan bahwa kamu berusaha membunuh aku atau Wira, tidak ada ayng bisa mengambil uang itu!"
"Kamu itu memang seorang Neville yang super licik macam opa Alex Neville."
"Hei, bukankah Pratomo, Blair, Giandra, Reeves, Neville hingga ke keturunannya dikenal sangat licik untuk soal strategi? Baik bisnis dan kerusuhan?" cengir Jayde.
"Exactly!"
"Kabar-kabari jika terjadi sesuatu. Oh jangan lupa datang ke acaranya Arkananta."
"I Will."
***
Mansion Giandra sebelum pernikahan Arkananta dan Arabella, Jakarta Indonesia ...
Sadawira hendak kembali ke Singapura untuk melanjutkan penyelidikan nya selama ini dan dirinya sudah mendapatkan banyak barang bukti yang seharusnya bisa dia serahkan ke kepolisian Hongkong dan HKSS tapi entah kenapa dirinya tidak mau memberikan.
Sementara ini semuanya dia tahan dan hanya Radeva, Luke dan Jayde yang tahu terutama yang terlibat. Hanya saja tadi Arkananta dan Valentino memintanya untuk tidak pulang ke Singapura jadi dirinya memilih menjemput Jayde yang baru saja datang dari Manchester ke Jakarta.
Sadawira tersenyum saat melihat Jayde datang dengan wajahnya yang tanpa ekspresi seperti halnya dirinya. Keduanya saling berpelukan lalu berjalan menuju parkiran mobil.
"Kamu merasa kita dibuntuti?" tanya Jayde saat masuk ke dalam mobil Audi R8 milik Sadawira.
"Yup, dan aku merasa itu antara agen HKSS atau Triad Wong" jawab Sadawira sambil memasang seatbelt nya.
"Aku rasa agen HKSS. Apakah kamu sudah mendapatkan banyak barang bukti?" ujar Jayde.
"Banyak. Dan kamu tidak percaya dengan apa yang aku temukan. Makin banyak organ tubuh yang diperjual belikan demi pasien-pasien VIP yang bersedia membayar mahal ke masing-masing organ tersebut."
Jayde menoleh ke arah Sadawira. "Dan mereka melakukan nya di Highland? Apakah direktur rumah sakit itu tidak tahu? Setahuku, Singapura adalah negara paling ketat!"
"Karena dokter Huang sudah mengakusisi rumah sakit Highland usai mengobati Terry Wong. Dia mendapatkan banyak uang dari Terry Wong dan jumlahnya mampu membeli rumah sakit itu ditambah dengan pendapatan haram dia!"
Jayde memegang pelipisnya. "Brengseeekkk!"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
makin rumit kasusnya..
wah dokter biskuit makin merajalela...
2024-12-13
1
🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄
lanjut 🚶♀️🚶♀️🚶♀️🚶♀️
2023-03-19
1
ellyana imutz
benang merah semakin kusut...maen tarik ulur mcm layangan....sy suka sy suka ...wes t lempar gembus goreng ..gembus bacem jadah goreng ben lancar wangsit e...cuuss tangkep kk han gembus mendarat
2023-03-19
3