Rumah Sakit Highland Singapura
Sadawira masuk ke ruang resident bertepatan dengan Andre yang mulai terbangun. Diam - diam pria itu menukar ID Card Andre kembali ke pemiliknya disaat teman kuliahnya itu menuju kamar mandi.
"Wir, ada pasien?" tanya Andre sambil menguap.
"Tidak ada. Kamu jaga sana. Gantian aku mau molor !" jawab Sadawira dengan gaya menguap.
Andre mengangguk sambil menguap lalu berjalan keluar dari ruang resident. Sadawira menengok jam tangan Hublot nya. Masih ada dua jam sebelum ganti jadwal. Sadawira bergegas mengambil tas ranselnya lalu pergi menuju ke rooftop melalui lift dan di jalan dia bertemu dengan salah satu rekannya.
"Wira! Kamu mau kemana?" tanya Daisy, gadis berambut hitam panjang itu saat melihat pria itu masuk lift dengan membawa tas ranselnya.
"Ngerokok!" balas Sadawira.
Daisy menggelengkan kepalanya. "Jangan banyak-banyak!"
Sadawira hanya tersenyum smirk bertepatan dengan pintu lift menutup.
Di atas rooftop, Sadawira mencari tempat tersembunyi di balik cerobong asap dan mulai mengambil ponselnya yang sudah dimodifikasi akibat ajaran Oom Benji nya. Pria itu lalu melebarkan jas snelinya lalu mulai menscan bagian punggung yang tadi didorong oleh pria menyeramkan itu.
Karena masih jam empat pagi dan ufuk timur belum muncul, Sadawira menggunakan lampu ponselnya untuk menscan sidik jari. Brengseeekkk! Kenapa banyak sidik jari di baju aku sih? Pria itu mencoba menscan dengan sabar dan masing-masing sidik jari bisa dilihat milik dirinya, Andre dan... Liu Wongyi? Siapa itu? Sadawira mengambil MacBook nya dan mulai melacak nama Liu Wongyi dengan menggunakan VPN dan IP address yang tidak terlacak.
Thanks Again Oom Benji, mengajari aku jadi hacker.
Sadawira mencari nama itu dan betapa terkejutnya jika pria menyeramkan tadi terkait dengan Triad Wong dari Hongkong. Damn it! Bang Luke harus tahu ini!
Sadawira mengambil ponselnya dan menghubungi kakaknya.
"Triad Wong dari Hongkong" jawab Luke di seberang.
"Damn aku kalah start!" balas Sadawira.
"Kamu awasi disana, Wira. Tapi hati-hati. Ini aku kirim Hide dan YangYang, anak buahku yang separo China ke Hongkong untuk cari tahu. Rumah singgah mereka disini sudah kosong!" perintah Luke.
"Bang Hide harus hati-hati sebab mereka berbahaya."
"Absolutely, Wira. Kamu juga!"
Sadawira mematikan ponselnya dan menyimpan MacBook nya ke dalam tas ranselnya. Lalu pria itu mengambil rokoknya dan mulai menyalakan batang putih itu. Telinganya yang tajam mendengar pintu rooftop terbuka dan dirinya mengintip dari balik tembok cerobong asap. Tampak disana Dokter Huang dan Sandra yang sedang hamil mengobrol sedikit jauh dari tempatnya bersembunyi. Sadawira mematikan rokoknya dan mengamati bagaimana ayah dan anak itu tertawa lalu mereka kembali masuk ke dalam rumah sakit.
Apa yang dibicarakan dua orang jahanam itu? Sadawira melihat adanya CCTV di depan pintu rooftop dan tersenyum smirk. Aku butuh masuk ke ruang monitor lagi.
***
Manchester Inggris
Jayde mendatangi bank milik Inggrid Pascale yang berada di pusat kota Manchester dan hanya beda dua blok dari kantor PRC Group. Pria berwajah dingin itu lalu menemui keamanan yang menghubungi sekertaris Inggrid dan tak lama seorang pria dengan dandanan khas bisnisman pun turun untuk mengantarkan dirinya menemui sahabatnya.
Sesampainya di ruangan gadis itu, sekretaris Inggrid pun undur diri. Inggrid lalu menghampiri Jayde untuk menarik tangan sahabatnya ke sofa.
"Kamu ada apa? Kenapa butuh akun sementara?" tanya Inggrid concern.
Jayde tidak menjawab tapi mengambil iPadnya. "Kamu mengenali tempat ini?" Jayde menunjukkan sebuah tempat ke Inggrid.
"Itu rumah kamu kan?"
"Lihat ini." Jayde menggeser posisi kamera CCTV rumahnya. Inggrid melongo.
"Kenapa ada tiga orang China disana?" tanya Inggrid saat melihat sebuah mobil dengan tiga orang pria berkebangsaan China duduk disana.
"Bagiamana kamu bisa tahu mereka orang China?" tanya Jayde.
"Jayde, lihat ini, mereka makan camilan dengan huruf Mandarin. Apakah mereka yang membuat kamu harus membuat akun sementara?"
"Yes. Dua anggota Triad Wong datang ke perusahaan aku kemarin dan meminta agar aku bisa menggelapkan uang itu dari audit perusahaan milik Terry Wong yang sedang dioperasi entah dimana."
"Siapa nama dua orang itu?" Inggrid mengambil MacBook nya dan mulai mencari tahu perusahaan milik Terry Wong.
"Mark dan Gary Wong."
Inggrid mulai mencari tahu dan Jayde tersenyum simpul melihat bagaimana lincahnya Inggrid menhack semua informasi tentang keluarga Wong. Memang anaknya agen MI6 itu berbeda.
"Diatas kertas perusahaan ini legit, Jayde tapi semakin aku menggali lebih dalam, perusahaan ini dalam pengawasan pemerintah Hongkong karena diduga pencucian uang dan rentenir... Oh my God... Jayde, ada yang mencari tahu juga tentang perusahaan ini." Inggrid berusaha mencari tahu tapi orang ini menggunakan banyak VPN dan IP hingga sulit terlacak.
"Siapa yang berusaha cari tahu?" tanya Jayde yang memang sudah tahu sejak High School kalau Inggrid adalah seorang hacker.
"Aku hanya bisa mendapatkan satu negara. Singapura." Inggrid menoleh ke arah Jayde. "Memang ada apa di Singapura?"
Jayde tertegun. Singapura? Wira kan disana. Apa Wira ikut terlibat atau tahu sesuatu?
"Jayde, kamu belum bilang kenapa ada orang China di depan rumah kamu?"
"Sebagai jaminan kalau aku benar-benar melakukan apa yang mereka minta. Sebab mereka mengancam akan membunuh mom dan dad, Oom Tristan dan Sari."
Inggrid tertegun. "Kalian kan ada pengawal?"
"Sudah tidak karena mom dan dad merasa tidak akan ada ancaman apapun. Sari ada pengawal disana yang dikirim Oom Tristan..."
"Sari di Helsinki kan?"
"Iya. Gila mereka! Hanya karena aku anggota keluarga Neville dan akuntan berlisensi, mereka berani maju tanpa memikirkan siapa keluarga aku!"
"Karena keluarga Neville termasuk di bawah radar tidak seperti keluarga Blair atau Al Jordan atau Bianchi" jawab Inggrid.
"So, bagaimana sekarang?" Jayde menatap gadis bermata biru itu.
"Lakukan tugasmu dan uang mereka simpan di bank aku. Hanya aku dan kamu yang bisa mengakses uang itu. Jika mereka mencoba membunuh aku atau kamu, sama - sama tidak bisa karena hanya kita berdua yang bisa mengambilnya Setidaknya dengan cara ini, kita bisa mengulur waktu untuk bisa menghabisi semua anggota Triad yang mencoba menyenggol keluarga kamu." Inggrid menatap serius ke Jayde.
Jayde mencium pipi Inggrid. "Thanks Grid. Aku benar-benar butuh pencerahan darimu!"
"Aku tahu kamu dalam posisi sulit karena jika kalian langsung main hajar, semua keluarga kamu terlibat... Skandal internasional!" ucap Inggrid.
"Setidaknya aku membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan data, bukti dan informasi karena aku tidak mau main hajar tanpa strategi!"
"Exactly, Jayde."
***
Inggrid masih berkutat dengan pemindahan dana milik Triad Hongkong ketika Jayde menelpon seseorang.
"Kenapa kamu mencari tahu Triad Wong?"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
makin seru bin menegangkan...
2024-12-11
1
The Way
seru seru ceritanya..
2024-01-19
1
wonder mom
kehubung kn jd.ne
2023-03-10
1