Sebulan Sebelum Acara Pernikahan Valentino dan Katya di Jakarta...
Sadawira sedang mengisi surat formulir untuk pendaftaran lanjutan di University of Maryland ketika seseorang mendatangi diri nya di Starbucks Orchard Road. Wajah putra Ega Yustiono itu tampak dingin melihat siapa yang duduk di hadapannya.
"Bagaimana Dokter Yustiono? Sudah mendapatkan bukti terbaru?" tanya Agen Lee.
"Kenapa kamu tidak mencari bukti sendiri? Yang punya kepentingan siapa sih sebenarnya?" balas Sadawira dengan nada mengejek.
"Anda tidak bisa mundur Dokter Yustiono. Anda kan..."
"Iya iya. Saya dijadikan umpan dan pion negara Hongkong! Puas ?" balas Sadawira sambil memberikan flashdisk ke Agen Lee. "Ini bukti terbaru yang saya peroleh!"
Agen Lee tersenyum. "Terimakasih."
"Kenapa sih kalian tidak segera menghabisi Triad Wong? Biar saya tidak dikejar kejar macam debt kolektor?" sindir Sadawira. "Saya malah curiga ada udang di balik karang!"
"Tidak semudah itu! Kamu adalah informan yang bisa mendapatkan dengan mudah. Karena informan kami sebelumnya, sudah tewas di tangan Triad Wong! Banyak dari kami yang berkorban! Jangan sembarangan kalau bicara!" hardik agen Lee.
"Bagaimana bisa informan kalian pada tewas? Apakah kalian tidak bisa melindungi informan kalian sendiri? Berarti memang dari dulu kinerja anda dan jajaran anda payah!" sahut Sadawira masih dengan nada dinginnya dan tampak meremehkan.
Agen Lee mengeraskan rahangnya merasa diremehkan oleh dokter baru lulus itu.
"Dengar Agen Lee. Sampai pertengahan tahun ini kalian tidak bisa memberikan kebebasan pada saya dan Jayde... Screw you!" Sadawira menatap agen Lee dengan tatapan membunuh.
Agen Lee hanya mendengus pelan lalu langsung pergi.
"Kamu dengar itu Bang?"
"Loud and clear, Wira. Brengseeekkk mereka!" umpat Luke.
"Bulan depan adalah acaranya Valentino dan Katya. Aku tidak mau ada gegeran bang."
"Abang rasanya pengen mengirimkan rudal ke markas mereka dan HKSS macam pabriknya Harland! Apa itu agen federal tidak berguna sama sekali!"
"Bang, aku minta tolong, cari tahu kaitannya Agen Lee dan Agen Tang dengan Triad Wong."
"Tanpa kamu minta, Abang, Shinichi dan Radeva mencari nya. So far masih bersih ... terlalu bersih. Justru yang terlalu bersih itu yang mencurigakan..." ucap Luke.
"Mas Bayu belum tahu kan?"
"So far belum sih. Lagipula Bayu kan masih transisi dengan sekretaris barunya yang ke 99... sepertinya. Gasendra sih masih mau menunggu Gemma sampai bisa mentraining sekretaris yang baru sesuai dengan keinginan Bayu."
Sadawira mengangguk. "Aku berharap sebelum aku terbang ke Maryland, semuanya sudah selesai!"
"Jadi kamu mengambil forensik?" tanya Luke.
"Jadilah! Setidaknya aku lebih suka mencari jawaban dari mayat yang tidak bakalan protes aku bedah..."
Luke tertawa. "Kamu memang cicit Oma Alexandra Giandra."
***
Manchester Inggris
Jayde membaca email dari Triad Wong yang meminta agar uang mereka dikembalikan olehnya. Tentu saja Jayde tidak yakin dirinya bisa lepas dari Triad Wong. Jayde pun membalas email itu dan menanyakan harus ditransfer kemana. Sebelumnya dia menghubungi Sadawira untuk menyetujui teknik memancing Triad Wong dan sepupunya pun setuju.
"Saya harus transfer kemana?" tanya Jayde untuk memancing Gary dan Mark Wong saat dua orang menelpon begitu mendapatkan email darinya.
"Ini nomor rekeningnya." Mark memberikan nomor rekening dan Jayde mulai mengirimkan uang milik Triad Wong itu. Beruntung Inggrid sudah membuat akun dari bank Swiss yang bisa ditransfer kapan saja karena Inggrid dan Jayde sama-sama pemilik black card yang nilainya unlimited hingga dipermudah.
Jayde dan Inggrid pada awalnya memang menyimpan di bank milik gadis itu tapi Jayde tidak ingin terlacak jadi mereka memindahkan ke bank Swiss yang merupakan tempat keluarga Pratomo menyimpan harta kekayaan mereka. Apalagi bank Swiss dikenal sebagai bank paling aman di dunia.
"Terima kasih Mr Neville. Kami akan membutuhkan jasa anda..."
"Tidak terimakasih. Tugas saya sudah selesai" tolak Jayde.
"Anda tidak bisa menolak permintaan kami karena anda sudah terlibat sangat dalam. Saya akan meminta anda untuk menyimpan HK$ 200 juta dan saya minta di bawah radar agar tidak terdeteksi oleh pajak !" Gary Wong langsung mematikan panggilannya dan tidak lama rekening pribadi Jayde mendapatkan notifikasi ada dana masuk sebesar HK$200juta.
Brengseeekkk!
***
"Mereka mengirim uang lagi padamu? Money laundry lagi?" tanya Luke saat Jayde melaporkan.
"Aku hanya fishing tadi dan ternyata feelingku benar." Jayde menatap Luke sambil merokok. "Aku benar-benar harus membunuh mereka berdua jika ingin lepas dari Triad Wong yang sudah menghancurkan kredibilitas aku!"
"Akan bang Luke bantu! Abang juga lama-lama kesal dengan mereka ! Agen federal bodoh! Maunya tahu beres! Membuat dua adikku jadi pion! Pengen aku hancurkan mereka!"
"Aku sudah tidak sabar!"
"Dimana kamu akan buang uang haram itu?"
"Bank Swiss. Tenang bang, itu akun aku yang lain."
Luke terbahak. "Memang paling aman disana! Dan Triad Wong tidak bisa mengaksesnya karena harus orangnya sendiri yang mengaksesnya."
"Untuk akun khusus uang haram ini, harus diakses aku dan Wira. Jadi tadi aku berunding dengan Wira dan kami sepakat untuk mengembalikan... Malah dikirimkan uang yang dua kali lipat lebih banyak."
Luke tersenyum. "Dengar Jayde, jika kita berhasil menghabiskan duo kecoa itu, uang yang kamu pegang, sumbangkan!"
"Absolutely bang. Aku sumbangkan ke banyak panti asuhan, panti jompo dan animal shelter."
"Good. Kamu bersabar lah. Semoga sebelum pertengahan tahun, kita semua sudah terbebas dari Triad Wong!"
"Aamiin bang."
***
Jakarta Indonesia, pernikahan Valentino dan Katya
"Kalian baik-baik saja?" tanya Valentino usai acara ijab qobul.
"Baik-baik saja. Yang jelas aku akan tinggal di Singapura sementara karena lebih dekat dari Jepang dan Jakarta" ucap Jayde.
"Apa yang hendak kamu lakukan, Jayde dan Wira?" tanya Arkananta.
"Menyelesaikan semuanya. Dan aku ingin bulan Juni, aku sudah tinggal di Maryland untuk kuliah mengambil spesialisasi forensik!" jawab Sadawira tegas.
"Apa benar kalian tidak bisa lepas?" Valentino menatap concern ke kedua sepupunya.
"Ini sedang kami usahakan. Dan jika satu-satunya cara membuat duo wong itu mokat, akan aku dan Wira jabani !" Jayde menatap serius ke Valentino dan Arkananta.
"Apakah orang tua kalian tahu?"
"No V, mereka tidak tahu kalau kami menjadi informan Hongkong. Gosh, aku sama sekali tidak percaya seujung kukupun dengan dua agen itu maupun bironya!" umpat Sadawira.
"Exactly, kita hanya percaya bang Pedro, Omar Zidane dan Oom Chris. Lainnya... Nope. Apalagi orang yang bisa dibilang sangat dekat dengan musuh kalian. Dua agen itu sudah berapa lama menyelidiki? Sebab jika terlalu lama, bukan tidak mungkin... mereka pun bisa terlibat di dalamnya." Arkananta menatap serius ke ketiga sepupunya.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
huh.. makin bikin penasaran...
2024-12-13
1
ellyana imutz
Teka teki bikin kita yg bc mskin penisirin...mg hr ni terjawab semuany ...ap hrs gegeran atau libatin OZ.../ Bang Pedro?
2023-03-21
2
wonder mom
diracun j 2 agen busuk tu. GM pasti punya racun yg aman..ato suntik mati. bn genak mokatnya
2023-03-21
1