Apartemen Sadawira di Singapura
"Apa maksudmu Jayde?" tanya Sadawira.
"Kenapa kamu mencari tahu Triad Wong?" ulang Jayde dengan nada mendesak.
"Karena aku melihat anak buahnya membawa human organ ke rumah sakit aku" jawab Sadawira akhirnya karena Jayde pasti akan mencecar sampai mendapatkan jawabannya.
"Siapa yang di rumah sakit itu Wira?"
"Terry Wong."
"Damn it!" umpat Jayde.
"Kamu sendiri kenapa menayakan soal Triad Wong?" balas Sadawira.
"Mereka mengancam akan membunuh mom, dad, Oom Tristan dan Sari jika aku tidak membantu menggelapkan uang Terry Wong."
"Kenapa kamu tidak menghabisi mereka?"
"Dan akan skandal internasional? Yang benar saja Wira!"
"Mereka mengancam Oom Taufan dan Tante Natasha!"
"Aku tahu Wira! Aku sudah mengirimkan pengawal diam-diam buat keluarga Manchester dan Sari meskipun anak itu sudah ada pengawal sebelumnya." Jayde mengumpat lagi. "Aku tidak ingin semua keluarga besar tahu, Wira. Kamu tahu sendiri kan Mas Bayu seperti apa?"
"Bang Luke tahu" ucap Sadawira.
Ada jeda di Jayde. "Bagaimana?"
"Karena organ manusia yang aku lihat beberapa hari sebelumnya, adalah milik anak buah bang Luke. Shota Iwasaki, salah satu pengawal bang Luke menjadi korban pembunuhan dan Triad Wong mengambil organ tubuhnya untuk dicangkok ke Terry Wong yang sudah mulai gagal ginjal dan jantung. Mereka mengincar bang Shota karena dia memiliki golongan darah langka, sama dengan yang dimiliki Terry Wong."
"Apakah bang Luke akan menyerbu Hongkong?" tanya Jayde.
"Belum karena aku masih harus mengumpulkan bukti bahwa rumah sakit tempat aku bekerja juga menerima human organ ilegal. Bahkan sampai membunuh orang dan itu harus aku buktikan."
"Wira, it's so dangerous!"
"Kamu pun juga Jayde."
Keduanya pun terdiam. "Kita terlibat masalah berat, Jayde."
***
Rumah Sakit Highland Singapura
Sadawira akhirnya mendapatkan shift malam setelah malam itu dia mendapatkan shift pagi jadi tidak bisa leluasa berkeliaran di rumah sakit. Dirinya hanya bisa menempelkan receiver mini yang langsung menghack monitor CCTV rumah sakit.
Selama beberapa malam, Sadawira berhasil menghack CCTV area VIP dan tahu dimana Terry Wong dirawat usai operasi transplantasi ginjal dna jantung. Beraninya kamu memakai jantung dan ginjal bang Shota. Semoga terjadi komplikasi!
Sekarang masuk shift malam, Sadawira sudah menyiapkan banyak alat spionase yang didapatnya dari Luke yang mengirimkan khusus oleh anak buahnya langsung ke Singapura.
Sengaja malam ini Sadawira mengenakan pakaian hitam-hitam agar tidak terlalu terlihat di CCTV dan dirinya sudah berhasil mendapatkan main control di tabnya yang sudah dimodifikasi jadi memudahkan untuk menghilangkan dirinya di kamera.
Yang menerjang bahaya
Bohong jika Sadawira tidak takut, meskipun namanya berarti tidak kenal takut tapi dirinya hanya manusia biasa. Tapi mengingat bagaimana Shota Iwasaki dulu mengajari dirinya Kendo, dan mengingat nasibnya yang tragis serta rasa kehilangan Luke Bianchi, membuat Sadawira berani lagi dan mungkin menjurus nekad.
Dengan menggunakan snelinya, Sadawira berjalan menuju lantai tiga yang merupakan lantai VIP dan berdekatan dengan ruang dokter spesialis. Sadawira berjalan karena memang tugasnya sebagai resident yang bertugas memeriksa pasien malam hari meskipun koasnya di ginekologi.
Sadawira melihat bagaimana ruangan VIP itu tampak sepi dan perlahan dia mulai mencari kamar Terry Wong malam ini karena pria itu sudah pindah kamar dua kali untuk menghindari orang yang dianggapnya hendak membunuhnya.
Terry Wong adalah orang paling paranoid yang diketahui Sadawira. Selama dia berada di apartemen untuk mempelajari siapa itu ketua Triad Wong yang berkedok pengusaha finance, dia bisa membaca karakter Terry Wong meskipun dasar psikologinya minim.
Sadawira membuka ponselnya dan mendapatkan data dimana kamar Terry Wong. Pria itu melihat bagaimana kamar pria Hongkong itu mendapatkan penjagaan ketat dengan orang yang berbeda tapi bukan orang yang kemarin membawa kotak mencurigakan.
Putra Pandega Yustiono dan Anjani itu mengangguk sopan ke arah penjaga lalu berjalan menjauh ruang rawat inap Terry Wong. Pria itu melihat seorang pria keluar dari kamar VIP.
"Dimana dokter Huang?" tanya pria yang baru saja keluar ke rekannya.
"Pulang sebentar. Katanya hendak berganti pakaian. Kenapa ?" tanya rekannya.
"Sudah waktunya ganti perban. Jam segini, dokter jaga tidak banyak..."
"Barusan aku melihat dokter muda lewat untuk keliling. Kenapa tidak memanggil dia saja?"
"Dimana?" tanya pria yang keluar dari kamar.
"Ke arah sana."
Bergegas pria yang baru keluar dari ruang rawat inap mencari Sadawira yang sengaja berjalan lambat sambil memeriksa pasien dari balik pintu.
"Dokter!" panggil Pria itu membuat Sadawira menoleh.
"Ya? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sadawira dengan memasang wajah datar.
"Dok, saya membutuhkan bantuan untuk mengganti perban. Biasanya dokter Huang tapi beliau sedang pulang. Bisakah anda melakukannya?" pinta pria itu.
Sadawira mengangguk. "Saya akan membantu anda."
"Terimakasih dokter...?" tanya pria itu.
"Andre. Andre Cheng" senyum Sadawira.
"Mari dokter." Sadawira pun mengikuti pria itu dan tangannya masuk ke dalam saku snelinya untuk bersiap memasangkan alat penyadap buatan Jang Geun Moon.
Tanpa harus bersusah payah, aku bisa masuk ke dalam kamar Terry Wong. Sadawira tersenyum tipis. Aku tidak perlu harus bersusah payah rupanya.
Dan kini keduanya masuk ke dalam ruangan VIP itu dimana Sadawira bisa melihat Terry Wong yang menurutnya mirip dengan wajah Fir'aun yang dia lihat di buku-buku historical.
Akan aku buat kamu mendapatkan balasan dari Bang Shota..
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Duh mataku udah ga kuku... lanjut besok ya
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
iwan cucumu ini lho, muka vampire tapi kelakuan brutal demi kebenaran...
2024-12-11
1
Murti Puji Lestari
hajar wiraaaa, hajar sampai tuntas...
2024-12-11
1
The Way
ka idenya dapat dari mana sih? kok novelnya slalu keren bin luarbiasa
2024-01-19
0