Rumah Sakit Highland Singapura
Sadawira menaiki tangga dengan sedikit memburu dan dirinya bersyukur mengenakan sneaker yang tidak membuat berisik. Setibanya di pintu lantai tiga, pria seumuran dengan Shinichi itu membuka pintu darurat perlahan bertepatan dengan suara lift berbunyi tanda tiba dan terbuka.
Sadawira sebenarnya adalah putra kedua Pandega setelah anak pertamanya meninggal saat masih dalam kandungan. Jika masih hidup, akan seumuran dengan Arkananta. Meskipun sempat down akibat kehilangan putra pertama mereka, Pandega dan Anjani tidak menyerah. Tiga tahun kemudian mereka dikaruniai Sadawira.
Arti nama Sadawira sendiri berarti tidak kenal takut dalam agama Hindu bahasa Sansekerta dan menurut Pandega, sangat cocok untuk anaknya. Di keluarga Giandra, terbiasa mereka memberikan nama dengan bahasa Jawa, Sansekerta maupun Hindu.
Sadawira Giandra Yustiono berarti anak laki-laki yang cerdas, mandiri dan tidak kenal takut. Mungkin kalau di Sadawira, terlalu berani dan nekad macam dua opa buyutnya, Abimanyu Giandra dan Ghani Giandra yang mantan kapten NYPD.
Mahasiswa kedokteran yang hendak mengambil bedah itu pun mengendap-endap mengikuti ketiga orang yang mencurigakan tersebut. Beruntung dia digembleng oleh abangnya Luke Bianchi dan Duo kampret hingga dirinya memiliki bekal bela diri dan menembak yang merupakan wajib bagi semua anak keturunan keluarga Pratomo.
Ketiga orang itu masuk ke dalam ruang kerja Dokter Huang dan terdengar percakapan salam dan sapa mereka. Sadawira merasa kesal karena ruangan itu kemudian terkunci hingga membuatnya tidak bisa mendengar mereka.
Brengseeekkk! Sadawira kemudian memutar akal. Airpods! Pria itu mengambil airpods nya yang kemudian diambil satu pod nya dan diselipkan di bawah sela pintu yang memang agak renggang di sudut yang tidak terlihat. Setelahnya Sadawira mensetting ponselnya untuk bisa mendengar percakapan mereka dan merekamnya di sebelah ruang dokter Huang yang merupakan ruang dokter lain dan untungnya tidak terkunci.
Di dalam kegelapan ruang sebelah dokter Huang, Sadawira duduk menempel kan telinganya di dinding sebelah sembari mendengarkan percakapan mereka melalui podnya.
***
Ruang Dokter Huang... ( mereka berbicara dalam bahasa Mandarin )
"APPAAAAAA? Ini semua organ kalian ambil dari Tokyo?" jerit Dokter Huang tertahan.
"Kami harus kabur dari Tokyo karena orang yang kami ambil organnya rupanya anak buah Yakuza Luke Bianchi..."
"BODOOOHHH! BODOH KALIAN! Bagaimana bisa? Luke Bianchi tidak akan diam saja jika dia tahu kita yang mengambil organ anak buahnya!" bentak dokter Huang tidak tahan menahan emosi.
Sadawira yang berada di ruang sebelah terkejut. Astaghfirullah! Siapa yang kena? Bang Hide?
"Golongan darah orang ini langka Dokter! Anda kan membutuhkan untuk kepala Triad kami yang harus segera transplantasi ginjal dan jantung!"
"Sudah berapa jam?"
"Hampir 72 jam dan dalam kondisi beku dengan baik. Peralatan kami cukup canggih hingga bisa digunakan semua organ-organ ini!"
Dokter Huang hanya bisa menghela nafas panjang. "Kita operasi sekarang!"
Sadawira terkejut. What the hell?
Pria itu menunggu sampai keempat orang itu keluar dan masuk ke dalam lift. Setahu Sadawira, ada pasien VIP yang anak koas pun tidak bisa ikut visite dan saat itu dirinya tidak perduli karena banyaknya pasien sok elite dan VIP jadi dirinya yang anak bawang tidak dianggap.
Setelah dirasa aman, Sadawira keluar dari ruang dokter dan mengambil podnya yang diletakkan dekat pintu ruang praktek dokter Huang. Setelahnya dirinya menuju ruang monitoring untuk mengutak-atik CCTV yang memperlihatkan dirinya berada di dekat ruang praktek dokter Huang.
Biasanya penjaga ruang monitor jam segini tidur akibat kebanyakan minum miras.
Sadawira bergegas membuka ruang monitoring dan dugaannya benar, si penjaga tertidur sambil memeluk botol whiskey. Tanpa membuang waktu, pria itu langsung mengambil keyboard dan mensetting dengan menghack gambar dirinya dibuat menghilang berkat ajaran Oomnya Benjiro Smith.
Thanks Oom Benji, ajarannya sangat berguna bagi Nusa dan bangsa!
Setelah dirinya memeriksa ulang dan tidak ada gambar dirinya baik naik tangga darurat maupun berkeliaran di lantai tiga, Sadawira mulai mensetting cctv ruang monitor agar tidak terlihat dirinya yang utak Atik plus membuat dirinya masuk ke dalam lift seolah naik ke arah rooftop.
Sadawira mengambil gambar tiga orang yang masuk lift awal tadi dan menyimpan nya di dalam ponselnya. Dirasa sudah aman, Sadawira pun lerhi mengendap-endap masuk ke dalam lift dan menuju rooftop. Dirinya tidak sabar untuk tidak menghubungi kakak sepupunya, Luke Bianchi.
Alamat Empang bang Luke makan kenyang ini!
***
Sementara itu di Manchester Inggris ...
Jayden Neville kedatangan dua orang berkebangsaan Hongkong untuk meminta dirinya melakukan audit perusahaannya.
Jayde Neville
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya Jayde yang merasa dua orang ini bukanlah dari keluarga Triad klan Chen, sahabat keluarga besarnya.
"Perkenalkan saya Mark Wong dan ini saudara saya Gary Wong. Kami dari perusahaan finance Wong yang berpusat di Hongkong" salam Mark Wong sembari mengulurkan tangannya yang disambut Jayde.
"Jayde Neville. So gentlemen, apa yang bisa kami bantu?"
"Saya... kami dengar anda adalah salah satu akuntan yang kompeten?"
Jayde menaikkan sebelah alisnya. "Apakah perusahaan anda hendak bekerja sama dengan PRC Group Inggris?"
"No, Mr Neville. Permintaan ini kami minta secara personal. Begini, kami posisinya adalah boss kami yang juga ayah kami, Terry Wong sedang dalam kondisi tidak baik dan masih menunggu jadwal mendapatkan transplantasi jantung dan ginjal. Kami ingin anda mengaudit perusahaan kami."
Jayde menatap bingung. "Tapi saya tidak membuka jasa konsultan akuntansi. Saya disini bekerja di perusahaan saya sendiri."
"Tapi anda kan akuntan berlisensi bukan?"
"Benar tapi saya tidak menerima audit secara personal dari perusahaan lain. Kenapa anda tidak meminta perusahaan accounting yang lebih resmi untuk melakukan audit perusahaan anda berdua?" Jayde menatap dengan wajah dingin tapi penuh waspada.
"Kami tidak meminta, kami memaksa." Mark Wong menodongkan pistolnya ke arah Jayde yang sekarang duduk di kursi kebesarannya.
Jayde hanya berharap kedua orangtuanya tidak masuk ke dalam ruang kerjanya agar tidak melihat dirinya ditodong. Bisa - bisa mommy kalap dan brutal menghajar mereka berdua.
"Anda cukup berani datang ke rumah saya dengan ancaman seperti ini" jawab Jayde tenang.
"Kami memang pemberani dan bisa berbuat lebih dari ini jika anda tidak melakukan audit. Ayah dan ibu anda, paman anda yang merupakan petinggi Old Trafford dan adik anda yang bekerja di Helsinki, sudah dalam pengawasan kami. Jadi, sebelum anda bertindak, kami sudah lebih dulu berada tiga langkah di depan." Mark dan Gary Wong tersenyum smirk yang membuat tambah merinding.
Jayde mengumpat dalam hati. Siapa mereka ini? Kenapa bisa ke Manchester?
"Kenapa kalian datang pada saya?" tanya Jayde.
"Karena kami tahu, anda bisa bekerja dibawah radar karena nama besar anda bisa menutuupi semua audit ini!" Gary Wong menyerahkan sebuah laptop. "Jika kamu tidak mengerjakan, akan ketahuan."
"Apa yang harus saya kerjakan?" Jayde menatap kedua orang itu.
"Hilangkan uang sebesar HK$100jt tanpa terlihat dan pindahkan ke rekening kami."
Jayde melongo. "Kalian gila! Tidak mudah menghilangkan HK$100juta!"
"Lakukan atau keluarga kamu tewas mengenaskan!"
Brengseeekkk!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
vivet... cicitmu nih ada yang coba coba ngancam...
minta di lempar ke empang nih orang..
2024-12-11
0
The Way
maaf ya ka bacanya di download
tapi sebagian insyallah di like n komen
2024-01-19
1
Asngadah Baruharjo
seruuuuuu
2023-12-13
1