Wedding Day,
Mansion utama Ahem Hillatop.
Sejak pagi di kamar khusus pengantin, Queen W terlihat telah sibuk di dandani dengan berbagai macam make up yang ada disekitar nya. Tidak ada yang tahu apa sebenarnya yang ada didalam hati gadis tersebut, dia tetap tidak banyak bicara dan sibuk pada pemikiran nya sendiri.
********
Disisi luar semua persiapan telah selesai dan para tamu undangan mulai berdatangan, konsep yang ditawarkan awalnya merujuk pada warna peach 🍑 tapi karena mengingat Queen W menyukai warna biru atau ungu, pada akhirnya konsep sedikit diubah dari seharusnya.
Gadis itu suka sebuah kesederhanaan, ingin ada sentuhan winter ❄️ dalam pernikahan nya,itu impian sederhana seorang putri dari salah satu kejayaan Hillatop, tidak dalam banyak tuntutan, begitu simple, sederhana dan tidak neko-neko.
Bagian pada barisan meja katering telah tertata berbagai macam makanan untuk para tamu undangan.
Seperti biasa suara anak-anak yang diiringi kebahagiaan selalu terdengar didalam setiap pesta perayaan besar penikahan, belum lagi terdengar berbagai macam para tamu undangan dan keluarga besar bercanda bersama, bercerita banyak hal atau bahkan temu kangen dengan beberapa teman yang telah lama tidak bertemu antara satu dengan yang lainnya.
******
Disisi lain,
Kamar ganti pengantin laki-laki.
"Baiklah aku akui kau memiliki sisi kharismatik tersendiri, aku cukup iri karena kau lebih tampan dari kakak ku." Sejak tadi Nick, kakak laki-laki kedua Queen W bicara, dia melipat tangannya kedepan dadanya sambil terus bicara sedikit tidak terima soal pesona yang dimiliki Wiraditya.
"Setidaknya kamu tidak lebih tampan dari ku." Lanjut laki-laki tersebut lagi tidak sudi.
Wiraditya terlihat mengulum senyumannya, melirik kearah calon kakak iparnya tersebut dari balik kaca, dia baru sadar laki-laki tersebut cukup bersahabat dan hangat, tapi agak somplak dan cerewet, kata-kata nya terkadang bisa begitu menghibur tapi bisa juga begitu pedas dan apa adanya. Cukup berbanding terbalik dengan karakteristik Queen W dan kakak pertama mereka Nyx, laki-laki tersebut jelas lebih tegang dan datar, mengalahkan sifat Queen W yang tidak banyak bicara dan lebih suka banyak berbuat.
Hanya saja Nyx jauh lebih tidak bersahabat dan agak sulit di ajak bicara, laki-laki tersebut suka sesuatu yang praktis dan tidak berbelit-belit. Agak susah memang mendekati laki-laki seperti itu, tapi Wiraditya tahu laki-laki seperti itu biasanya yang paling loyal dan hangat dengan orang-orang tercinta nya. Buktinya Nyx menampilkan sisi berbeda saat kemarin Queen W hadir di antara mereka.
"Semua sudah siap? aku pikir seharusnya sudah waktunya mengucapkan akad nikah setelah itu berpesta." Nick bicara dengan tidak sabaran, dia langsung berdiri dari posisi duduknya dan menunggu Wiraditya bangun dari duduknya juga.
"Sudah siap sir, anda bisa membawa pengantin laki-laki nya." Dan orang yang bertugas bertanggung jawab pada kostum juga penampilan Wiraditya bicara dengan cepat.
Wiraditya pada akhirnya berdiri dari posisi nya, dengan jantung berdebar-debar dia menatap kearah calon kakak iparnya tersebut.
"Oh sial, aku nyaris tidak mengenali mu menjadi Wiraditya, kau seperti ekslusif muda yang sedikit playboy." Oceh Nick kemudian, laki-laki tersebut langsung menaikkan ujung alisnya, memperhatikan penampilan Wiraditya yang jelas sangat sempurna.
"Bocah itu pintar mencari lawan," Entahlah siapa yang dimaksud Nick, Wiraditya tidak paham.
"Mungkin jika kamu sedikit lebih berotot aku yakin kau akan terlihat jauh lebih sempurna." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Sayang nya Wiraditya tidak paham apa yang diucapkan oleh calon kakak ipar nya tersebut, dia bergerak melangkah maju dan mencoba untuk keluar dari kamar tersebut mengingat waktu sudah sedikit melewati ambang batas.
Ketika dia bergerak melangkah tiba-tiba Nick berkata.
"Aku pikir Queen kami sedikit tidak baik-baik saja, kau tahu ada salah satu sisi yang tidak pernah sia tampilkan pada orang lain karena dia cukup tertutup," Nick bicara sambil menatap wajah wiraditya.
"tidak ada seorang gadis pun yang merasa baik-baik saja di hari pernikahan nya, datanglah sejenak dan katakan semua pasti baik-baik saja." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian, setelah itu Nick memilih untuk meninggalkan dia lebih dulu.
Wiraditya diam, menatap punggung calon kakak iparnya secara perlahan, dia mencoba mendengarkan apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut.
******
Laki-laki tersebut mengintip secara perlahan ke sisi pintu kamar dimana Queen W berada, mencoba membuka pintu dengan gerakan hati-hati. Seorang perempuan terlihat mengembangkan senyumannya, membiarkan Wiraditya masuk secara perlahan kedalam sana. Memberikan moment khusus untuk laki-laki tersebut melihat dan bicara pada calon istrinya.
Dan begitu Wiraditya masuk kedalam sana, percayalah dia melihat sebuah mahakarya indah yang terlukis cantik dihadapan nya. tidak tahu bagaimana perasaan laki-laki tersebut saat ini yang jelas wiraditya tidak mampu untuk mengendalikan degub jantungnya, apalagi saat gadis dihadapannya tersebut membalikkan tubuhnya secara perlahan. Mahakarya tersebut menjadi hidup dan tenggelam kedalam netranya.
"Sudah siap?." Dia bertanya, membiarkan netra mereka berdua saling bertemu antara satu dengan yang lain.
Queen Wilhelmina menatap Wiraditya yang kini berdiri dihadapan nya, membiarkan dia menelisik laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu. Wiraditya tidak paham arti pandangan gadis tersebut yang dia tahu dia mengulurkan tangannya secara perlahan dan menunggu gadis tersebut menerima uluran tangan nya secara perlahan.
"Kita sudah cukup terlambat." Ucap laki-laki tersebut tanpa ingin melepaskan pandangannya pada gadis dihadapannya tersebut dalam tatapan yang begitu hangat.
Dan Queen W secara perlahan menerima uluran tangan Wiraditya.
"Terlalu dini memang tapi apa kau tahu W? sentuhan pertama yang hadir di antara kita, cukup membuat hati ku berdebar-debar."
*****
"Bismillahirrahmanirrahim-,"
Dan acara akad nikah terasa begitu khidmat, jangan ditanya bagaimana perasaan Wiraditya, dia tidak pernah menangis didalam hidup nya, bahkan seberat apapun jalan yang dia tempuh dia selalu berusaha untuk mengukir senyuman dibalik wajah nya. Tapi hari ini untuk pertama kalinya dia meneteskan air matanya setelah dia bersumpah dihadapan Allah SWT untuk seorang gadis asing bernama Queen Wilhelmina Ahem Hillatop.
"Saya terima nikahnya......."
******
"Ketika aku mengucapkan “Saya terima nikahnya,” itu terjadi suatu perjanjian yang kuat. Kau tahu W? Kelihatannya seperti aku berjanji kepada mu, tetapi sesungguhnya perjanjian itu adalah perjanjian yang aku buat dengan Allah SWT. Karena itu, Nabi Muhammad SAW menyatakan.
“Hati-hati terhadap perempuan itu. Kamu mengambilnya dengan amanat Allah dan menghalalkan untuk menggaulinya dengan kalimat Allah. Jadi itu suatu peristiwa penting.”
"Serakah memang tapi saat kata-kata itu terucap, aku bersumpah, tidak pernah lisan ini akan berucap untuk menceraikan mu hingga kematian menghantam"
Wiraditya.
*****
Catatan \= Subhanallah sulitnya update hari ini karena sinyal di sini susah banget dari pagi Mak, dan ga bisa sebar undangan karena masih di episode awal Mak, takut menghambat dan mempersulit tembusnya kontak🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻, maafkan lah Mak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Lisa Icha
suka Gaya pemikiranmu yg matang Wira.Pernikahan bukan sebuah main yg boleh dimainkan sesuka hati.Ada perjanjian bersama Tuhan mu juga
2024-01-15
0
Ratna Sari
/Cry//Bye-Bye/
2023-10-26
1
HNF G
aq terhuraaaaa🥺🥺🥺🥺
2023-06-20
0