Demi apapun Wiraditya memejamkan bola matanya saat tangan tersebut terangkat dengan sempurna, dia pasrah atas apapun yang akan dia terima. Cukup lama Wiraditya menunggu namun anehnya dia tidak kunjung mendapatkan apa yang dia inginkan dan tiba-tiba terdengar suara seseorang yang menyeruak masuk di sisi kanan nya.
"Aku tahu kami salah, tapi bukan berarti harus melakukan kekerasan seperti ini juga bukan, kak!". Dan suara Queen W mengejutkan Wiraditya.
Laki-laki tersebut langsung membuka cepat bola matanya, menoleh kearah sisi kanan nya dan Queen W berdiri tepat di samping kanannya sembari menatap kakak laki-lakinya dengan tatapan yang begitu dalam dan tenang.
Entahlah dia pikir kenapa gadis cantik tersebut selalu mampu menampilkan ekspresi wajah yang tenang, datar dan sulit untuk di pahami, sangat sulit sekali memahami dan membaca arti dari tatapan matanya, apa yang dia pikirkan atau apa yang dia inginkan sama sekali tidak mampu untuk Wiraditya selami hati nya. Meskipun terkadang mereka duduk saling berhadapan, bicara berdua tapi tetap saja dia tidak bisa memahami ekspresi dan tatapan Queen W.
mereka bilang semakin tenang seseorang dan semakin diam dirinya maka semakin sulit kamu berusaha untuk mengetuk pintu kehidupan mereka untuk berusaha menyeruak masuk dan memahami hati mereka. Karakteristik seperti itu sangat jarang dimiliki seorang perempuan, biasanya laki-laki lah yang memiliki karakter seperti itu, tapi nyatanya dia melihat karakter itu pada gadis disamping dirinya.
"Dan kamu melindungi diri nya?." Suara kakak laki-laki Queen W memecah keadaan, laki-laki tersebut menaikkan ujung alisnya.
"Nyx kamu selalu hampir lepas kendali, mommy tidak suka itu." Dan nyonya Hayat bicara dengan cepat, menampilkan ekspresi cemas dibalik wajah yang masih cantik nya tersebut ke hadapan semua orang.
"maybe i would be mad if he knew the rules of the game, mom?. ( Mungkinkah aku akan marah jika dia tahu aturan mainnya, Bu?," Nyx bertanya sambil mengerutkan keningnya, bisa Wiraditya lihat kemarahan di balik wajah laki-laki tersebut saat ini.
"Aku merasa laki-laki ini sangat tidak menghargai keluarga kita atas keinginannya untuk menikahi Queen W." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Mendengar ucapan akhir laki-laki tersebut membuat Wiraditya menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kak itu karena-" Queen W ingin bicara tapi Wiraditya langsung menyela.
"Tidak kak, semua tidak seperti itu, ada banyak hal yang membuat aku menunda pertemuan nya, aku minta maaf, aku minta maaf, sungguh aku minta maaf," dalam penuh penyesalan Wiraditya menundukkan kepalanya berkali-kali, menyesali semua apa yang terjadi, terlambat untuk datang menemui keluarga Queen W terutama ibunya.
"Keadaan yang cukup rumit membuat ku harus pandai mengatur waktu, aku jamin aku tidak akan melakukan kebodohan yang sama sekali lagi, aku benar-benar minta maaf." lanjut Wiraditya lagi dalam jutaan penyesalan nya.
Nyx pada akhirnya terlihat berusaha untuk memejamkan bola matanya sejenak kemudian dia menatap kearah Wiraditya dengan perasaan yang cukup sulit untuk dipahami.
*******
Mansion utama keluarga Ahem Hillatop
Malam sebelum pernikahan
Lamaran.
Ibu Wiraditya terlihat terlalu cemas menatap rumah megah dan besar dihadapan nya tersebut, dia menggenggam erat telapak tangan putranya sembari berbisik pelan.
"Kamu salah memilih gadis Wiraditya." Wanita tersebut memastikan jika putra nya salah dalam memilih gadis juga salah dalam memilih besan untuk dirinya.
bagi wanita tersebut berdiri di dalam rumah yang tampak bak sebuah istana itu terlalu kontras dan berbanding terbalik dengan kehidupan mereka, bahkan dia mencoba untuk melihat penampilannya sendiri dari juga ke hingga ke ujung kepala yang menyatakan jika sang pemilik rumah dan mereka bagaikan majikan dan tuannya.
"Tidak sepantasnya kita ada disini dan tidakkah kamu belajar untuk sadar diri, bang.?" Wanita tersebut mengingatkan, memahami keadaan. Seharusnya bukan disini tempat mereka, ingin putranya tahu mereka berada di tempat yang salah saat ini.
Wiraditya tidak menjawab, hanya berusaha mengelus lembut telapak tangan ibunya yang menggenggam erat lengan nya sejak tadi.
Mereka duduk di ruangan tengah rumah megah tersebut, menemui seluruh keluarga dan melakukan lamaran dadakan seperti prosedur pada umumnya sebelum pernikahan. Menghadap para orang tua dan keluarga, melakukan acara lamaran dan serah-serahan. Queen W benar-benar cekatan, menyiapkan semuanya tanpa diketahui oleh Wiraditya, semua telah tertata rapi dengan sempurna.
Ditengah kecemasan yang menghantam ibu Wiraditya, tiba-tiba satu suara mengejutkan wanita tersebut, dia menoleh dimana seorang perempuan tampak mengembangkan senyumannya kearah dirinya.
"Ibu di ajak dulu ke kamar boleh?," Perempuan berusia sekitar 40 tahunan itu bertanya, menatap kearah Wiraditya sejenak.
"Masih menunggu nenek dari pihak perempuan, aku rasa agak terlambat karena jalanan macet, Queen W ingin memberikan sesuatu untuk ibu, boleh?." Dan lagi perempuan tersebut bicara dan bertanya pada Wiraditya.
Laki-laki tersebut agak terkejut, menatap kearah perempuan yang dia belum tahu itu siapa. Dia melirik kearah ibunya yang menatap cemas kearah dirinya.
"Jangan khawatir soal apapun, tidak akan ada yang menyakiti ibu." Ucap perempuan tersebut lagi kemudian.
Wiraditya mengelus lembut punggung tangan ibunya, dia mengembangkan senyuman nya sambil menganggukkan kepalanya.
"Bukan masalah, ada Queen W didalam, ibu hanya belum mengenalnya, dia tidak seburuk yang ibu bayangkan." Bisik Wiraditya, percaya diri sekali dia, berusaha menepis kecemasan apa yang akan dibicarakan gadis itu pada ibunya, menghilangkan prasangka buruk dan mencoba menyakinkan ibunya jika Queen W tidak mungkin melakukan hal yang buruk pada nya.
Hingga pada akhirnya sang ibu secara perlahan beranjak pergi dari sana dengan perasaan yang cukup cemas. Wiraditya membiarkan tatapan nya tidak lepas dari sang ibu sejak tadi, memupus kekhawatiran berlebihan yang dia anggap tidak masuk akal.
Sejenak Wiraditya mengehela pelan nafasnya.
*******
Seketika bola mata Wiraditya tertuju kearah sosok ibunya, yang dibawa oleh perempuan tadi keluar dari sisi kiri dimana terdapat ruangan dan pintu penghubung di sana. Awalnya dia masih cukup cemas kemana ibunya berada namun di detik berikutnya ketika dia melihat penampilan sang ibunya, entahlah tiba-tiba seulas senyuman mengembang dibalik bibir Wiraditya, dia sejenak memejamkan bola matanya kemudian menghela pelan nafasnya mengucapkan rasa syukur yang tiada habisnya.
"Nenek tua Azzurra tiba." Dan bersamaan dengan satu rasa terselip di balik hati Wiraditya, sebuah pengumuman terdengar memecah keadaan.
"Kita bisa memulai semuanya."Lagi satu suara terdengar dari balik microphone di ujung sana. Dan secara perlahan bisa dia dengar suara demi suara memenuhi ruangan tersebut. Di iringi sosok ibu nya yang bergerak mendekati Wiraditya dan satu sosok lain yang muncul dari balik arah yang sama dimana ibunya keluar tadi nya.
Lagi bola mata Wiraditya menatap sosok yang bergerak kearah semua orang, kali ini tatapan laki-laki tersebut seolah-olah enggan untuk lepas pada sosok Queen W dalam balutan busana yang tidak biasa, bukan pakaian kantor nya tapi dalam balutan gaun indah yang membuat gadis tersebut sungguh berbeda.
*******
YA BIDADARI SYURGA.
Pernah ku goreskan sebait aksara untukmu,
Tentang segala keindahan yang bermain di alam khayal ku,
Akan daya pikat mu yang telah membuahkan rindu,
Sebuah rasa yang kini tersimpan rapi di dasar kalbu.
Sejuta sanjung pernah ku untai mewakili rasa,
Kepada engkau wahai bidadari penghuni syurga,
Namun apalah daya jikalau harapan hanya sebatas asa,
Sebab di matamu aku adalah pengembara hina kelana.
Maka biarkanlah kini kan ku simpan semua rasa,
Di balik tirai-tirai misteri cinta berkabut sendu,
Biarlah tetap tertimbun di bawah puing-puing reruntuhan hati,
Hingga tiba masa nanti asa telah lelah menjemput mimpi
Wiraditya (By.Rizkimarcelo).
*******
Catatan \= typo penulisan di episode sebelumnya, seharusnya mommy Hayat bukan mommy Bii, maklum update 6 novel sekaligus agak oleng otak Mak author, mana di sebelah harus revisi 5 bab dalam 1 hari jadi bonus tertahan untuk beli susu anak jadi makin oleng otak mak🤧🤧🤧😭😭😭🙏🏻🙏🏻🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
ulala ❤️❤️
ceritanya seru santai bngt,aku baru Nemu karyanya otornya satu ini dr komenan org
2023-07-18
2
Budiwati
👍👍👍👍
2023-05-13
2
Diank
Woahhhhh Makkk
jadi terpana dengan untaian barisan puisinya Indah nian sekali sekarang jadi bikin penasaran tolong kasih picture nya Makk, Queen W dan Wiraditya jadinya bikin halu dah otakku Makkk 👌
2023-03-24
0