Keheningan terjadi sejak tadi dimana Wiraditya duduk dihadapan ketiga laki-laki yang duduk dengan gaya bak sultan dihadapan nya tersebut, tuan Ahem menatap dalam laki-laki yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu, memperhatikan calon suami pilihan putrinya dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya menggesek bagian bawah bibirnya sejak tadi, kepalanya berdenyut-denyut menatap laki-laki pilihan Queen W, terlalu polos dan membuat nya agak-agak geregetan menatap nya.
"Terlalu polos dan ckckckck entahlah" Laki-laki tua tersebut menggeleng-gelengan kan kepalanya kemudian dia memijat-mijat pelipis nya sejenak.
Tuan Gao memilih menelisik wajah wiraditya, membandingkan wajah muda mereka dimasa lalu dengan laki-laki dihadapan nya tersebut.
"Yeah not bad, cukup perfect" Batin nya.
Tidak heran Queen W jatuh cinta padanya, bocah itu memiliki fitur wajah tampan juga menggoda, membuat siapapun yang melihatnya pasti jatuh cinta, hanya saja pakaiannya sangat menyedihkan, kaos oblong dengan.....
Bola mata tuan Gao menoleh kearah kaki Wiraditya.
Ngikkkkk.
Ngikkkkk.
Ngikkkkk.
Bagaikan suara jangkrik yang memenuhi kepalanya, dia menatap kearah kaki bocah laki-laki dihadapan nya tersebut. Wiraditya menggunakan sandal jepit sky way seharga tidak lebih dari 15 ribu.
"Mereka masih menjual nya di pasaran? aku hampir tidak pernah lagi melihat nya sekarang? sandal 35 ribuan agaknya lebih trend sekarang?" Ucap laki-laki tersebut cepat.
Mendengar ucapan tuan Gao yang melirik kearah kakinya dan bicara soal sandal, Wiraditya menjatuhkan pandangan ke arah kakinya kemudian seolah sadar dia belum melepaskan sandal jepit nya, laki-laki tersebut panik, berdiri dengan cepat, berusaha mengangkat sandal nya dan ingin meletakkan nya ke ujung pintu tapi tuan Ahem berkata.
"Duduk, aku belum meminta mu berdiri"
Wiraditya jelas gelagapan, langsung menjinjing sandalnya dan berusaha untuk kembali duduk ditempat nya semula.
"Mereka menggotong saya seperti...minyak goreng Indomaret, mister..." dia bicara terbata-bata, cukup sulit menjelaskan kejadian nya.
"Di angkat, tangan dan kaki....saya lupa saat menaiki tangga.... melepaskan sandal saya" Lagi dia berusaha menjelaskan.
Nyatanya ekspektasi tuan Gao dan Ahem agak berbeda, didalam pemikiran mereka mungkin bocah itu di panggul seperti karung beras oleh para bodyguard suruhan tuan Ahem. Pemikiran orang tua dan anak muda kadang memang tidak sejalan.
Sedangkan Nick duduk bersandar dikursi Sofa sembari menatap Wiraditya sejak tadi sambil berusaha menahan tawanya, entahlah dia rasanya ingin tertawa juga ingin menangis melihat penampilan laki-laki pilihan Queen W.
Melihat bahu Nick bergetar dengan ekspresi wajah yang menahan tawa yang mungkin akan pecah membuat dua laki-laki tua tersebut mengerutkan kening mereka.
"Ini tidak lucu Nick" Protes tuan Ahem cepat.
"Otak ku agak tidak sinkron dad, bayangkan bagaimana bisa dia menolak saat digoda Arlina? bahkan dia merasa diperkosa".Nick melepaskan tawa nya, dia benar-benar gelisah menahannya sejak tadi, membayangkan apa yang terjadi semalam saat Arlina ingin memperkosa Wiraditya.
Terngiang adegan dikepalanya, Wiraditya berlarian histeris bagaikan kaset rusak karena di kejar-kejar perempuan yang haus belaian kasih sayang.
"Biasanya kalian tahu bukan? laki-laki ditawarkan ikan asin sat set sut...oh shi*t jika itu aku, apa mungkin aku tidak akan bercinta semalaman dengan nya? Arlina tidak begitu buruk, dia cukup cantik, menarik dan seksi, melakukan percintaan semalaman dan ...."
"Nick..."
"Oh shut up "
Tuan Gao dan Ahem langsung membentak Nick dengan kesal, mereka melotot menatap Nick. Seketika laki-laki tersebut langsung berdeham, baru sadar sepertinya salah bicara, mengajarkan anak polos hal yang tidak pantas.
"Yeah....dia terlalu polos" Batin Nick.
"Oh god, kenapa adik ku punya selera yang polos dan terlalu lugu begini?" Tanya Nick agak frustasi.
"Kau tahu cara berciuman?" Dia spontan kembali bertanya.
"Oh shut up Nick, apa kamu tidak bisa diam?" tuan Ahem agak nya mulai mengeram melihat kelakuan anak ke 2 nya tersebut.
"Yeah yeah, aku akan diam, sorry dad, aku hanya terbawa situasi "
Setelah Nick berkata seperti itu tuan ahem langsung kembali menoleh ke arah Wiraditya, sebenarnya dia tidak kalah frustasinya daripada putranya tersebut, baginya laki-laki pilihan putrinya terlalu polos dan juga lugu, dia pikir di mana putrinya menemukan laki-laki tersebut?.
Office boy? yah dia office boy diperusahaan dimana putri nya duduk saat ini.
"Baiklah cinta terjadi karena terbiasa, sering bertemu akhirnya menumbuh kan benih-benih cinta, bukan masalah" Tuan Ahem akhirnya bicara, agak memijat-mijat kepalanya yang terasa berdenyut-denyut tidak menentu.
Sebenarnya ini bukan soal status sosial, hanya saja....
Akhhh sudahlah dia jadi galau.
"Kau...." Dia bicara sambil menatap kearah Wiraditya.
"Yes sir?" Wiraditya bertanya dengan cemas, takut apa yang akan dikatakan oleh laki-laki dihadapan nya itu.
Sebenarnya sejak tadi agak pusing juga, laki-laki bernama Nick bicara agak ngelantur dan tidak masuk akal pikir nya. Ada apa dengan ciuman? dia mana pernah melakukan itu, apakah dosa? ibunya bisa membunuhnya jika dia sembarang mencium orang.
"Berapa usia mu?" Tuan Ahem bertanya cepat.
"25 tahun, 6 bulan, 2 Minggu dan....."
"Cukup jawab tahun nya son, tidak terlalu mendetail" Tuan Ahem memotong cepat.
Nick Kembali menahan tawanya, dia benar-benar ingin mati karena gila melihat bocah laki-laki dihadapan nya tersebut.
"He em... Nick.." Tuan Gao akhirnya buka suara.
"Aku tidak bisa menahan nya, Uncle...." Ucap Nick cepat, dia buru-buru menyambar rokok dihadapan nya, mencoba menawarkan pada Wiraditya dengan cepat.
"Kau bisa menikmati nya" Ucap Nick sambil menaikkan ujung alisnya.
"Saya tidak membakar uang, mister" Dan saat Nick menjawab begitu tuan Ahem yang baru saja menyulut api rokok nya seketika berdeham.
"He em..." Dia mengurungkan niatnya untuk menikmati rokok ditengah denyutan kepalanya yang semakin menjadi.
Tuan Gao tampaknya aman, dia sudah lama cuti merokok, sudah lupa saking lama nya, mungkin tepat nya setelah dia kehilangan putra pertama dalam tragedi berdarah dimasa muda, akhirnya memilih meninggalkan barang tersebut secara perlahan.
Nick langsung mengeluarkan ekspresi wajah penuh intimidasi, menatap tajam calon adik iparnya yang berkata tidak membakar uang, akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk menghisap rokok kesayangan nya.
"Oh shi*t Queen akan menikahi laki-laki dibawah umur" Umpat Nick kemudian.
"Dia cukup umur Nick, hanya sedikit brondong saja" jawab tuan Gao kemudian.
"Tidak lebih dari 2 tahun, itu bukan hal yang aneh, beberapa pasangan seperti itu" Lanjut tuan Gao lagi.
Nick mengehela galau nafasnya, sangat frustasi melihat laki-laki dihadapan nya tersebut.
"Bisa matematika atau akuntansi?" Pertanyaan berikutnya membuat Wiraditya mengerutkan keningnya, dia pikir biasanya orang kaya bertanya soal pekerjaan, orang tua dan seberapa kaya dirinya, tapi laki-laki yang ada dihadapan nya itu, Daddy dari Queen W mempertanyakan hal yang cukup membuat dia sedikit terkejut dan bingung.
"Aku pernah memenangkan kompetisi akuntansi tingkat antar sekolah juga olimpiade akuntansi internasional" dan pada akhirnya Wiraditya menjawab pelan.
"Aku dengar kamu tidak melanjutkan kuliah?" tanya tuan Ahem lagi kemudian.
"Iya, terpaksa berhenti ditengah jalan" Wiraditya menundukkan kepalanya.
"Ada banyak alasan yang membuat ku tidak melanjutkan semuanya" Dan Wiraditya meremas kedua telapak tangan nya, dia merasa kecil dengan pertanyaan tersebut, cukup sadar diri jika dia terlalu berbanding terbalik dengan putri keluarga Hillatop tersebut.
"Itu bukan masalah" Dan tiba-tiba jawaban tuan Ahem sedikit mengejutkan Wiraditya.
Dia mendongakkan kepalanya yang tertunduk, menatap laki-laki tua tersebut dengan tatapan bingung, ingin bertanya soal sesuatu tapi tiba-tiba.
"Dad....?" satu suara mengejutkan semua orang, seseorang datang menyeruak dengan tatapan gelisah.
Queen W terlihat berkeringat, seperti nya habis berlarian entah dari mana hingga kemana, kaki putih mulus dengan gelang kaki khasnya terlihat tidak menggunakan alas apapun menampilkan raut cemas di balik wajah cantik nya, keringat yang membasahi bagian pelipis dan kening menambah pesona kecantikan tiada tara nya. membuat Wiraditya bertanya-tanya didalam hati nya, laki-laki bodoh mana yang tega mengkhianati nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Aniek Syifa
jahatnya 😁😁
2024-03-04
1
Ratna Sari
bagusssss thor ceritanya aku suka banget,.... good job author /Kiss//Kiss//Kiss/
2023-10-26
1
Neyza Shashee OlshopPemenang
kak Eva memang gak pernah gagal kalau bikin ceritaaa😘😘😘
2023-07-05
1