Wiraditya membiarkan bola mata nya menatap bangunan megah dihadapan nya tersebut, dari pagar depannya saja sudah dia pastikan harganya harus menggunakan hitungan uang yang 0 nya entahlah berapa banyak digit nya apalagi dibagian dalamnya nanti.
Bayangkan harga pagar nya saja jelas jauh lebih mahal dari harga dinding seluruh rumah mereka.
Laki-laki tersebut menggenggam erat telapak tangan nya, menatap cemas keadaan. Setelah insiden Arlina berita langsung tersebar dengan sempurna, ucapan nona Queen yang mengatakan dia calon suaminya langsung pecah begitu saja, seluruh media meliput beritanya dan yang terjadi berikutnya dia yakin yang menyeret nya pasti orang tua gadis tersebut.
Begitu melewati gerbang besar bangunan tersebut mereka langsung disambut oleh beberapa security dan pelayan, Wiraditya langsung di angkat lagi turun dan nyaris tidak menyentuh lantai, lebih estetik nya posisi nya menatap kearah belakang saat dia di angkat dan dibawa kedalam.
"Mas bisakah saya melihat kedepan? Mas saya punya kaki, Mas tidak bisakah saya jalan sendiri?" Dia bertanya panik sejak tadi, melirik ke sisi kiri dan kanan nya dimana dua orang dengan kepala plontos serta kaca mata hitam dengan tubuh besar tinggi 2x lipat dari nya terus membawa nya bergerak menuju kearah dalam.
Alih-alih menjawab ucapan Wiraditya, dua bodyguard tersebut langsung menatap tajam kearah laki-laki tersebut, nama mas sangat tidak sesuai dengan warna kulit, bentuk tubuh juga kewarganegaraan mereka.
"Aishhhhhh" Salah satu terlihat geram, menaikkan ujung bibirnya dan ingin sekali mencaplok kepala Wiraditya dengan telapak tangan nya tapi...
"Kau tahu apa akibat memukul nya?" Suara seseorang mengejutkan kedua orang tersebut, mereka langsung berhenti saat melihat seorang laki-laki dengan perawakan tampan berusaha lebih dari 30 tahun berdiri dihadapan mereka.
"Mister Nick"
"Mister Nicholas"
Dua orang tersebut menundukkan kepala mereka, menurunkan Wiraditya dengan cepat, Wiraditya sendiri buru-buru langsung membalikkan tubuhnya dan mencoba menatap wajah laki-laki yang berdiri dihadapan nya itu.
Laki-laki yang dipanggil Nicholas tersebut memperhatikan nya dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya, mengernyitkan dahinya beberapa waktu sambil berjalan berputar terus memperhatikan tubuh Wiraditya.
"Yeah matanya sangat jeli melihat barang bagus" Nick mengeluarkan suaranya sambil mendengus, dia kemudian membuang pandangannya.
Padahal Wiraditya baru saja hendak menyalami nya, tapi nyatanya laki-laki tersebut membuang pandangannya dan berbalik dengan cepat lantas bergerak menjauh. Dia hanya bisa menatap telapak tangan nya.
"Bergerak dan ikuti aku" laki-laki tersebut bicara sembari memerintah bergerak mendahului Wiraditya naik menuju ke lantai atas.
Dua laki-laki bertubuh kekar melirik kearah Wiraditya, mereka menaikkan ujung alis mereka secara bersamaan.
"Bocah, bergerak ke atas" Mereka memberikan perintah.
Wiraditya yang bingung langsung melesat kabur dari sana, mengikuti langkah Nick dan meninggalkan dua laki-laki bertubuh kekar tersebut dengan cepat, bola matanya menatap ke arah sekitar nya sebelum dia bergerak menaiki tangga.
Demi apapun itu rumah sultan menurut nya, begitu megah dan sangat membuat nya gelisah.
Berpuluh-puluh kali lipat dari rumah gubuk mereka dan bahkan saking besarnya membuat Wiraditya menelan salivanya berkali-kali karena gelisah.
"Sebenarnya ini dimana?!." Itu yang ada di atas kepalanya saat ini, menari-nari mengganggu dirinya.
Dia mengejar langkah laki-laki tadi, mengekor berjalan menaiki satu persatu anak tangga seperti orang bodoh dan udik, menatap barisan pintu kamar atau ruangan yang tidak kurang dari 10 mungkin dilantai dua, ah entahlah dia tidak sanggup menghitung nya.
Nick membawa mereka naik hingga berkeliling sedikit kemudian tiba-tiba mereka berbelok menuju ke sebuah tempat yang tidak dia pahami, rupanya begitu berbelok menemukan sebuah teras dengan ukuran besar yang ternyata disana terdapat dua laki-laki tua lebih dari paruh baya dengan wajah asing campuran timur tengah dan Eropa, entahlah Wiraditya sulit menebak nya, yang jelas mereka cukup mirip tapi satunya begitu mirip dengan...... Queen W.
Dan Wiraditya yakin salah satu dari mereka adalah ayah dari gadis yang akan dinikahi nya, dia buru-buru bergerak mendekati kedua orang tersebut, mengulurkan tangan dan berusaha menyalami nya, terlihat udik memang tapi bukankah itu adab? adab seorang anak ketika bertemu laki-laki yang jauh lebih tua bahkan seumur ayah nya?!.
Tuan Ahem menaikkan ujung alisnya, membiarkan laki-laki tersebut menyalami telapak tangan nya untuk beberapa waktu. Setelah selesai menyalami semua orang tuan Ahem berkata.
"Duduk"
dan hal tersebut membuat Wiraditya seketika menelan salivanya. 3 laki-laki berperawakan besar tinggi dengan wajah suram juga masam mengelilingi dirinya, mereka seperti tiga sultan yang menatap nya penuh intimidasi seolah-olah siap menelan nya hidup-hidup hari ini, bahkan pandangan mereka seolah-olah siap menelanjangi nya dan menguliti nya saat ini juga karena berani menggoda salah satu gadis keturunan Hillatop.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Susi Susiyati
visualnya kak,,,penasaran
2024-08-29
0
Kawaii 😍
ngakak sampai ngik ngik 🤣🤣🤣🤣
2023-11-25
0
Kholisotin Kholisotin
Mak AQ berdoa semoga semua novel tentang keturunan keluarga Hillatop,Al-jaber, Faith yildiz,futtaim dan yang lain bisa up di NT karna lebih enak bacany gak ribet semoga masalah kontrak dan honor bisa lancar Aamiin ya robbal'alamiiin 🤲
2023-06-06
3