Rumah sakit xxxxxxx
Kamar kelas 3
Pinggiran kota.
Dalam langkah kaki tergesa-gesa setelah melepaskan motor butut nya di area parkiran halaman rumah sakit, laki-laki yang memiliki tubuh besar tinggi tersebut berlarian tanpa jeda memasuki area rumah sakit di hadapannya tersebut, dia terlihat tergesa-gesa, membiarkan nafas tersengal-sengal nya menemani tubuh lelah setelah bekerja membantu berbagai macam pekerjaan dari berbagai macam type manusia didalam gedung Hillatop company sore ini, setelah naik turun mengitari 27 lantai gedung Hillatop company tanpa melepaskan pakaian dinas dengan tag name dan lambang office boy di bagian dadanya, laki-laki tersebut terus bergerak memasuki ruangan rumah sakit dihadapan nya tersebut.
Bola mata Wiraditya bergerak mencari dimana kamar adik perempuan nya berada, mengabaikan apapun yang ada disekitar nya saat ini, panggilan yang dia terima membuat dia kalang kabut, mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat dan memastikan dia harus datang tepat waktu.
"Adik anda dalam kondisi kritis" Suara diseberang sana terdengar memecah pendengaran nya, kekhawatiran dan kepanikan jelàs menghantam dirinya.
"Aku mohon jangan lagi" Itu yang selalu dia katakan didalam hati nya tiap kali panggilan sama terus menghantam dirinya.
"Dokter?" Begitu tiba di ruangan di mana adiknya dirawat laki-laki tersebut langsung bertanya pada dokter laki-laki berusia hampir paruh baya yang ada di hadapannya tersebut. Dia panik dan bingung harus berkata apa, mempertanyakan sesuatu yang sebenarnya cukup sia-sia.
Dia tahu keadaan adik kesayangannya tidak baik-baik saja tapi dia sering berpura-pura berkata jika adiknya baik-baik saja dan akan segera sembuh dari penyakit nya.
Dia tahu berkali-kali melewati operasi di Indonesia tidak membuahkan hasil, mereka bilang pergi ke luar negeri pasti membuahkan hasil, apalah daya BPJS tidak menanggung pengobatan hingga ke luar sana, biaya mahal yang jelas tidak masuk akal, membayar biaya BPJS bulanan cukup mencekik kantung nya, apalagi harus mencari uang tunai membiayai pengobatan adik nya hingga keluar negeri, dia pasti gila jadi kini hanya bisa berharap ada keajaiban yang tiba-tiba terjadi pada adiknya.
Saat dia mencoba untuk bicara pada dokter yang di hadapannya, laki-laki hampir paruh bayi tersebut menggelengkan kepalanya.
Tidak usah dilanjutkan pikir nya, dia tahu kondisi adiknya semakin memburuk.
"Mau melakukan nya sekali lagi?" dokter tersebut bertanya pada laki-laki dihadapan nya tersebut, menatap bola mata Wiraditya untuk beberapa waktu.
Wiraditya langsung menggelengkan kepalanya saat mendapatkan pertanyaan dari dokter tersebut.
"Saran ku carilah seseorang yang bisa melakukan donasi, Singapura memiliki pengobatan cukup terbaik dengan berbagai macam alat yang jauh lebih canggih, tidak perlu harus pergi ke China atau Swiss untuk melakukan nya" lanjut dokter tersebut lagi.
Wiraditya terlihat diam, dia mencoba untuk tidak lagi mengeluarkan suaranya.
Gagal jantung bawaan yang di alami adik nya selalu Berujung dengan Tindakan. Klaim untuk penyakit jantung rata-rata relatif tinggi dengan tindakan. Dan memang, penyakit jantung rata-rata selalu berakhir dengan tindakan. Dari mulai pemasangan ring atau cincin, bypass, pemasangan katup dan lainnya. Selalu berujung tindakan atau operasi, tak bisa hanya dengan pemberian obat. Penyakit jantung memerlukan tindakan baik tindakan bedah dan nonbedah. Itulah mengapa penyakit tersebut disebut sakit kelas tinggi dengan biaya selangit.
Pasien Harus Rawat Inap Bolak-balik, frekuensinya bahkan bisa bolak-balik 1 bulan minimal 2 kali. Bisa dibayangkan jika 1 bulan 2 kali bolak-balik, lalu dirawat inap 5 hari. Atau bolak-balik lebih dari 3 kali berulang, tentu itu menambah berbagai macam biaya yang harus dikeluarkan oleh Wiraditya.
Mengandalkan pengobatan melalui BPJS sungguh tidak bisa diharapkan, dia berharap bisa pergi berobat keluar negeri karena katanya lebih akurat, tapi apalah daya BPJS tidak menanggung pengobatan keluar negeri, dia hanya bisa berkhayal dan berharap mendapatkan rejeki durian runtuh yang jatuh tiba-tiba.
Mendengar apa yang diucapkan oleh sang dokter membuat laki-laki itu diam untuk beberapa waktu, dia memilih untuk tidak mengeluarkan suaranya dan membalikkan tubuhnya dengan perlahan sembari bergerak menuju ke arah kamar di mana adiknya dirawat saat ini.
Dia tidak memiliki kekuatan untuk bicara selain rasa putus asa yang begitu besar menghantam dirinya karena adiknya, juga ditambah kekhawatiran akan kesehatan ibunya yang semakin lama juga ikut semakin menurun, di tambah lagi hutang yang menumpuk dulu sebelum dia mendapatkan pekerjaan yang layak di perusahaan Hillatop company, dia tidak memiliki uang untuk membayar biaya pengobatan adiknya, masih belum paham soal BPJS hingga membuat dia menempuh jalur nekat meminjam uang kesana-kemari dengan jaminan rumah gubuk tidak bernilai fantastis, hanya tanah peninggalan ayah nya saja yang mungkin memiliki harga.
Dia benar-benar berada pada zona merah yang membuat kepalanya saat ini nyaris pecah.
"Kapan ingin mencicil hutang-hutang mu?"
"Jika dalam akhir bulan tidak kunjung dilunasi, maafkan kami jika kami terpaksa mengusir kalian pergi dari sana"
"Kami juga membutuhkan uang nya"
Kepala Wiraditya serasa ingin pecah, dia masuk ke kamar dimana adiknya berada, memilih menutup pintu secara perlahan, menatap tubuh ringkih yang berbaring tidak berdaya diatas kasur rumah sakit kelas paling bawah tesebut yang bercampur dengan beberapa pasien lainnya.
"Menikah dengan ku dan buat kesepakatan bersama, aku akan membayar mahal diri mu juga akan memastikan seluruh keluarga mu hidup terjamin hingga hari tua"
Tiba-tiba saja tawaran dari atasan nya terngiang-ngiang dikepalanya.
"Hanya satu hingga dua tahun saja, tidak lebih. aku butuh status pernikahan untuk membuat seluruh keluarga ku tidak mempertanyakan soal kehidupan pribadi ku lagi, aku akan membiayai pengobatan adik mu, ibu mu hingga ke luar negeri dan membayar seluruh hutang-hutang yang melilit disepanjang leher mu, Wiraditya" Lagi tawaran tersebut menggema dibalik telinga nya.
Menerima nya atau bertahan seperti ini?. Nyata nya menerima tawaran gadis tersebut seolah-olah meruntuhkan harga dirinya sebagai seorang laki-laki, tapi apakah dia memiliki alasan untuk menolak apa yang ditawarkan oleh gadis tersebut? dia membutuhkan seluruh imbalan yang ditawarkan oleh Queen Wilhelmina untuk keadaan nya yang terdesak saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Anugrah Sanjaya
lanjut
2024-12-15
0
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ngakak sama typo nya paruh baya jd paruh bayi 🤣 untung masih paham 😁
2024-04-15
1
Rozekhien☘️
baru mampir novel ini setelah ada iklan masuk di notif.tp dr awal mau nge like gk bisa2 kenpa ya?
2023-10-27
1