Wiraditya menatap langit yang masih gelap, berdiri di depan rumah sederhana berdinding bata yang belum di olesi lapisan plaster didepan nya, bagian lantai belum beralaskan keramik,masih lapisan semen kasar yang dibeberapa bagiannya mulai terlihat berlubang, atap seng yang bocor dibeberapa tempat dengan warna karat tampak menyembul dibeberapa tempat. Dia tidak harus malu tinggal ditempat seperti itu, karena ini adalah kehidupan nya, sejak kecil bahkan sebelum dilahirkan dia sudah hidup disana, terlalu jauh dari kata mewah.
Krieeetttttt.
Suara pintu dibuka terdengar dari dalam, sang ibu menyembulkan kepala dan tubuh nya, berjalan tergopoh-gopoh di usia yang hampir setengah baya, wajah pucat dengan tubuh tidak terlalu gemuk bergerak membawa sekotak nasi dan sebotol air minum untuk dua bawa.
"Pulang nya jangan terlalu malam" Ibu nya berpesan dengan cepat, menyerahkan kotak nasi dan botol minum ke tangan putranya.
"Ada acara di tetangga belakang, tidak enak kalau kita tidak datang, lumanyan bisa makan gratis disana" Ucap ibu nya lagi cepat.
Biasanya kalau ada acara hajatan dan lain sebagainya para tetangga akan datang untuk ikut merayakan termasuk mereka, sudah tidak aneh lagi orang susah seperti mereka membawa amplop dengan uang seadanya dan makan mengenyangkan perut untuk mereka bertiga dengan gulai mewah menurut mereka. Ayam menjadi menu paling mewah dalam kehidupan mereka, jika tidak ada hajatan beli makanan seperti itu harus pikir-pikir dua tiga kali, mungkin dalam 3 bulan merogoh kantong pribadi membeli barang mewah sekelas ayam, ikan apalagi udang dan cumi tidak akan mereka lakukan.
tahu, tempe, bayam atau sayuran paling murah yang bisa dibagi dan dibeli dengan uang paling minim adalah makanan terbaik mereka, telur menjadi menu spesial di akhir Minggu untuk mereka dan itu akan terjadi sesekali saja. Biasanya yang paling membuat bahagia jika Wiraditya membawa jatah nasi kotak dari perusahaan setelah acara rapat akan menjadi hari paling bahagia sedunia, itu menjadi rejeki tidak terhingga untuk mereka karena laki-laki tersebut akan membawa 2 kotak nasi sekaligus untuk dibagi bertiga.
Wiraditya harus hemat karena dia satu-satunya tulang punggung yang berkerja, adiknya sakit-sakitan, ibunya tidak baik-baik saja dengan kesehatan yang terus menurun drastis. Gaji tidak lebih dari 2 juta harus bisa di gunakan dengan baik dan benar di tengah kehidupan kota besar. Minyak motor, berbagai kebutuhan dapur dan kamar mandi, listrik, potongan BPJS, biaya tidak terduga lainnya juga cicilan hutang. Untung nya Wiraditya bukan type laki-laki perokok, dia tidak pernah mencicipi barang satu itu sejak dulu hingga kini, cukup tahu diri dengan kehidupan nya, meskipun dulu saat sekolah sambil berjuang mencari uang, teman-teman selalu berkata.
"laki-laki Cemen, yang perokok itu laki-laki hebat dan mampu melakukan segalanya" Banyak teman-teman mencoba menjadi provokator dalam hidup nya.
Tapi Alhamdulillah Wiraditya sama sekali tidak tergiur atau tersinggung dengan ucapan mereka.
"Aku tidak bisa membakar uang ku demi kepuasan ku dan mengabaikan ibu juga adik-adik ku" Jawabannya begitu sederhana, melebarkan senyumannya sambil berusaha menghela pelan nafas nya.
Ada banyak perut yang harus dia isi tanpa harus mementingkan egonya sendiri.
"InsyaAllah, Abang bakal pulang dengan cepat" Jawab Wiraditya, menerima kotak makanan dari tangan ibunya, memasukkan nya ke dalam tas butut yang sudah dijahit berkali-kali dengan tangan, sebenarnya sudah sangat tidak layak digunakan seharusnya sudah harus diganti tapi dia tidak berani menggunakan sembarangan uang nya, takut kebutuhan lain jauh lebih penting daripada membeli tas yang harganya di atas 35 ribuan. Laki-laki tersebut menyalami ibu nya dan bergegas pergi dari sana.
Sang ibu hanya menatap punggung anak laki-laki nya tersebut, dengan bola mata berkaca-kaca membiarkan Wiraditya berlalu dari hadapan nya. Nyatanya dia selalu kasihan membebankan banyak hal pada putranya tersebut sejak Wiraditya SMP dan dia mulai kesulitan mencari uang, namun apalah daya dia tidak memikirkan kemampuan untuk membantu banyak putra nya dibalik tubuh ringkih yang terus sakit-sakitan nya. Hanya saja dalam setiap sujud malamnya dia selalu memanjatkan doa, berharap kesusksesan menghampiri Wiraditya.
"InsyaAllah kamu akan sukses nak, hidup dalam kemewahan juga kebahagiaan yang di ridhoi Allah, memiliki istri yang baik dan juga Solehah " Barisan doa nya terus menggema di sepertiga malam untuk putra nya.
Dan nyatanya doa seorang ibu adalah doa yang selalu dinanti anak-anaknya dan doa yang mujarab. Hal ini karena seorang ibu memiliki banyak keutamaan yang tentunya Allah mengangkat derajat tinggi seorang ibu yang telah berjuang keras dan berjihad untuk membesarkan anak-anaknya dengan ilmu dan kasih sayang. Doa ibu adalah pemberian yang sangat berharga untuk seorang anak dan digolongkan sebagai doa yang paling mustajab. Bahkan, para ulama mengatakan hanya doa ibu yang dapat menembus bumi dan langit.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang terdzalimi.” (HR. Abu Dawud)
Wanita itu perlahan membalikkan tubuhnya, membiarkan suara deru motor Vespa milik suaminya mulai menghilang di telan angin dibawa oleh putranya.
*****
HILLATOP COMPANY.
"Wi...bantu fotocopy kan ini..."
"Dit bantu antara kan berkas ini ke...."
"Bang bantu buatkan kopi...."
"Aduhhh mas ini salah, coba ulangi lagi"
"Mas belikan nasi..... minumannya...."
"Pakai grab kenapa sih?"
"Kan ada Wira..."
"Kan dia punya pekerjaan lain?"
Itu barisan perintah yang di berikan pada Wiraditya dalam tiap waktu nya, dia patuh dan tidak membantah nya sama sekali, membiarkan beberapa orang terkadang berdebat dalam perbedaan karena memberikan dia perintah di luar pemikiran nya.
Laki-laki tersebut pada akhirnya diam mematung, menatap seluruh orang-orang di ruangan yang ada dihadapan nya, jika saja dia bukan lulusan SMA, mungkin di salah satu meja itu dia duduk saat ini, bekerja dengan sepenuh hati, fokus bekerja bersama orang-orang yang berpakaian rapi dengan deadline padat juga gaji yang cukup memuaskan. Nyatanya dia tidak mungkin ada dibarisan sana, khayalan nya terlalu tinggi.
"Bersihkan ruangan rapat, hari ini ada rapat dadakan yang akan dilakukan Queen W" Suara seseorang mengejutkan dirinya, seorang perempuan berusia sekitar 35 tahunan lebih bicara, sedikit berbisik dibalik telinga Wiraditya, membuat laki-laki tersebut terkejut dibuatnya.
Dia berbalik, mencoba menggeser posisi, menundukkan kepalanya dengan cepat saat sadar siapa yang kini berdiri disampingnya.
Arlina, Perempuan tersebut merupakan Chief Financial Officer (CFO), dia menyebut nama CEO Hillatop dengan panggilan Queen W yang berarti Queen Wilhelmina. Di perusahaan mereka menyebut penerus kejayaan Hillatop tersebut dengan panggilan Queen W, yang berarti Ratu dengan simbol W Wilhelmina nya. Ratu di atas ratu karena gadis penerus Hillatop memiliki sifat yang sedikit dingin juga datar, sulit di ajak bicara oleh siapapun dan sekalinya tidak menyukai seseorang gadis tersebut tanpa banyak bicara akan memecat orang tersebut tanpa berpikir dua tiga kali.
Desas-desus berkata sifatnya dulu tidak separah itu, tapi setelah pembatalan pernikahan atas pengkhianatan dari tunangan nya, gadis tersebut berubah semakin mengerikan, apalagi terhadap kaum laki-laki, dia begitu membenci nya.
"Pukul 2.30 rapat diadakan" Lanjut Perempuan tersebut lagi.
Arlina, perempuan dihadapannya itu merupakan Chief Financial Officer atau yang biasa dikenal CFO adalah orang yang mengepalai semua divisi yang berkaitan dengan finansial di sebuah perusahaan. Tugas CFO umumnya mengawasi finansial perusahaan. Tugas CFO meliputi mengembangkan rencana budget tahunan perusahaan, kepatuhan finansial perusahaan, perencanaan finansial perusahaan dalam jangka panjang, analisis risiko, serta menangani status finansial perusahaan secara keseluruhan.
Sebenarnya perempuan dihadapan nya itu sudah memiliki suami yang bekerja di tempat yang berbeda, nyatanya meskipun memiliki segalanya kehidupan orang-orang kaya membuat Wiraditya sedikit meremang dibuatnya, mereka pasangan yang berkecukupan dan memiliki apapun yang mereka inginkan, tapi suaminya berselingkuh dan membuat perempuan dihadapan nya tersebut ikut melakukan hal yang sama, dan yang paling mengerikan perempuan tersebut berkali-kali mencoba menggoda nya. Itu membuat Wiraditya sedikit jijik dibuatnya.
"Baik nona" Dia menundukkan kepalanya, mencoba membuat posisi paling tepat untuk menghindari Perempuan dihadapan nya.
"Jangan terlalu lama, Queen W akan datang dalam 20 menit" Perintah perempuan itu lagi, menatap Wiraditya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
Wiraditya, Laki-laki miskin yang memiliki ketampanan paripurna, dia begitu sempurna dengan kulit putih dan tubuh besar tinggi nya, katakan siapa yang tidak menyukai nya, para laki-laki di perusahaan acapkali merasa iri dengan ketampanan nya, karena itu sering memberikan perintah tidak masuk akal karena geram melihat para perempuan menginginkan nya, beberapa pegawai sering mencuri pandang atau ada yang terang-terangan menyukainya, nyatanya tidak membuat Wiraditya merasa harus jadi laki-laki playboy yang mau mempermainkan perasaan perempuan atau memanfaatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan uang dari ketampanan atau tubuh nya.
Tidak heran jika Arlina begitu tergila-gila padanya.
"Hati-hati dengan perempuan itu, dia suka bermain licik untuk mendapat kan mangsanya" Satu suara berbisik kembali dibalik telinga nya setelah Arlina bergerak menjauhi nya.
Wiraditya tidak terkejut, tahu siapa yang baru saja bicara, itu pak Ram, laki-laki keturunan Pakistan-arab tersebut bicara dengan cepat, menepuk-nepuk punggung Wiraditya agar hati-hati dengan Arlina.
"Zulaikha suka menggoda Yusuf, kau tahu nak? tidak memupus kemungkinan dia menjebak mu untuk menikahi nya" Kata-kata pak Ram membuat Wiraditya sedikit meremang.
"Hahaha ini bukan jaman nabi Yusuf pak, InsyaAllah Bu Arlina tidak sepicik itu " Dia terlalu polos, mempercayai siapapun yang ada disekitar nya tanpa pernah sadar banyak yang memanfaatkan nya.
"Bapak cuma mengingatkan saja" Ucap laki-laki tersebut lagi, dia mengembangkan senyumannya kemudian melanjutkan ucapannya.
"Bergegas bereskan ruang rapat, ibu sebentar lagi tiba, dia paling tidak suka meja nya kotor, ah jangan lupa dia suka aroma kesturi, berikan itu di sekitar ruangan, dia pasti menyukai nya, nak" Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian sambil bergerak berlalu dari hadapan Wiraditya.
"Yes sir" Laki-laki itu menjawab penuh kepatuhan dan semangat, kata sir dirasa keren untuk pak Ram dan dia suka memanggil laki-laki bijaksana dan baik hati itu dengan julukan sir, laki-laki tersebut sering memprioritaskan dirinya untuk beberapa hal, bahkan sering membawa nya kemana-mana sepulang bekerja untuk memperlihatkan dia pada dunia baru yang tidak pernah Wiraditya lihat sebelumnya.
Dia menundukkan kepalanya dengan senang kearah laki-laki paruh baya lebih tersebut yang kini bergerak menjauhi dirinya, Wiraditya bergegas berbalik dari tempat tersebut menuju ke meja ruang rapat.
Mana dia tahu, Arlina si Zulaikha tengah membuat rencana untuk menjatuhkan nya di atas kekuasaan dan juga dibawah kungkungan nya dalam waktu dekat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
W HYU DI
teh tarik 1
2024-02-18
0
Jhon Edison Sinaga
eah
2023-10-10
1
Retno Anggiri Milagros Excellent
hati2 wira.. 🤲👍🙏
2023-08-23
0