Sejenak bola mata Wiraditya meñatap kearah undangan yang ada di hadapannya, laki-laki tersebut baru saja duduk di atas kursi dihadapan Paman Ram, dia baru tiba di perusahaan, berpikir hendak mengerjakan tugas-tugas nya tapi tidak ada satu karyawanpun yang berani mengizinkan dia bekerja atau memerintahkan dirinya untuk melakukan persolan apapun dan pekerjaan apapun sejak kemarin, bahkan bagian office boy ditambah dengan seseorang yang tidak dia kenal dan entah sejak kapan interview penerimaan office boy baru dilakukan.
Berita pecah terlalu cepat, semua karyawan perusahaan jadi begitu heboh, ada yang tidak menyangka, tidak sedikit yang iri bahkan tidak jarang yang bergosip dan berkata Wiraditya menggunakan ketampanan nya untuk memikat putri pertama Hillatop. Dan yang lebih sadis desa-desus berkata kemungkinan Queen W dihamili oleh nya karena itu mereka terpaksa menikah terburu-buru.
Sejujurnya hal tersebut cukup membuat Wiraditya tidak nyaman, dia cukup benci pada gosip yang terakhir yang terus bergulir belakangan, hal tersebut membuat image nama baik Queen W jadi sedikit buruk seolah-olah gadis tersebut begitu murahan, tergila-gila padanya dan mau menyerahkan harga dirinya pada laki-laki miskin sekelas dia yang bermodal tampang saja.
"Kamu merasa suka dengan undangannya?," pak Ram bertanya cepat, menatap kearah Wiraditya untuk memastikan apakah laki-laki tersebut duka atau tidak dengan undangan.
"Dari warna dan lain sebagainya, atau mungkin ada yang salah pada nama-nama nya?." Lanjut pak Ram lagi kemudian.
Wiraditya memperhatikan undangan yang diberikan laki-laki tersebut di hadapan nya, membiarkan bola matanya menelisik nama yang tertulis disana.
Hingga akhirnya Wiraditya melirik kearah depan nya, menatap Queen W yang terlihat fokus pada layar laptopnya.
"Aku mengikuti selera nona" Jawab Wiraditya kemudian, membiarkan netranya tidak lepas menatap gadis yang ada dihadapan nya tersebut.
gadis yang di sebut seketika diam, menghentikan kegiatan nya dan secara perlahan dia meluruskan pandangannya ke arah Wiraditya. Kini netra mereka bertemu untuk beberapa waktu dimana gadis tersebut seakan-akan tengah memikirkan soal sesuatu.
"Nona bisa memilih nya menurut selera nona, anggaplah ini benar-benar penikahan impian nona, tentukan sesuai tema impian nona dan buat diri nona bahagia" Wiraditya bicara, mengembangkan senyumannya kehadapan gadis yang duduk di kursi kekuasaan nya, meskipun dia tahu Queen W terlihat datar dan dingin tanpa suka mengeluarkan banyak suaranya, tapi realita nya dia tetaplah seorang gadis yang memiliki impian pernikahan seperti pada umumnya.
Wiraditya membiarkan gadis tersebut memenuhi semua konsep impian nya, dia hanya rakyat jelata yang dipilih seperti kisah Cinderella,disulap menjadi pangeran berkuda yang tidak sengaja dipilih untuk memenuhi seluruh impian gadis tersebut, setelah semua selesai dia akan kembali lagi pada kehidupan nyatanya, menjadi rakyat jelata dengan kehidupan sederhana yang begitu istimewa.
Istimewa karena dia diberikan banyak anugerah dalam hidup nya oleh Allah SWT, karena bagi nya hidup ini bukan hanya soal uang dan kekuasaan, tapi ini tentang sebuah kebahagiaan dan kebebasan yang belum tentu dimiliki dan dinikmati oleh banyak orang.
Ditengah pembicaraan yang Wiraditya lakukan untuk membuat pak Ram buru-buru bergerak perlahan, dia pikir seperti nya dua orang tersebut butuh waktu berdiskusi bersama tentang pernikahan mereka.
"Aku akan keluar sejenak, kalian bisa mendiskusikan semuanya bersama termasuk soal undangan nya" ucap laki-laki tersebut dengan cepat kemudian dia bergegas bergerak untuk keluar dari ruangan itu tanpa banyak bicara.
Begitu pak Ram keluar Queen W tampak menyadarkan pemikirannya, dia mencoba membuang pandangannya dari Wiraditya.
"Kamu bisa memilih nya untuk ku" Dan gadis tersebut bicara dengan cepat.
Wiraditya tahu mungkin gadis itu telah lama memupus impian nya tentang pernikahan, karena itu tidak ingin menciptakan pernikahan impian menurut keinginan nya.
"Kalau aku bisa memilih semuanya, apa aku bisa membeli sendiri cincin pernikahan nya?." Dan laki-laki tersebut bertanya, tidak ingin melepaskan pandangannya dari bola mata gadis yang ada di hadapannya tersebut, di mana dia sengaja mempertanyakan hal tersebut, menunggu reaksi dan jawaban beberapa waktu.
Dan pertanyaan Wiraditya seketika mampu membuat Queen Wilhelmina langsung menatap laki-laki tersebut dalam tatapan dalam penuh tanda tanya, dia tidak menampilkan kerutan di keningnya tapi bola mata gadis tersebut cukup besar menyiratkan tanda tanya, seolah-olah berkata didalam hati nya ini hanya pernikahan sandiwara, lalu kenapa?!.
Dan pertanyaan tersebut menggantung di atas kepala dan didalam hati nya.
"Kamu bisa melakukan nya" Dan gadis tersebut menjawab pelan sembari kembali membuang pandangannya.
Wiraditya mengulum senyumannya, dia kembali menatap kearah undangan yang ada dihadapan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Rayhana Mb
saat ini aku merasa nonton drama cina atau Korea ngitu..
2023-05-31
3
Budiwati
, 🥰🥰🥰🥰
2023-05-13
1
Diank
Beuuhhh berharap kutub es dihati Queen segeralah mencair setelah mengetahui tulusnya kasih sayang dan perhatian Wiraditya terhadap dirinya tanpa mengingat pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan saja
2023-03-21
0