Setelah menyetujui permintaan yang dikatakan oleh Putri, akhirnya pernikahan mereka pun akan diselenggarakan dengan cepat, lima hari kemudian akhirnya pernikahan mereka akan digelar. Akan tetapi pernikahan mereka hanya akan digelar secara diam-diam dan gak banyak mengundang orang-orang, hanya mama dari Putri, Reyhan, penghulu dan juga orang terdekat-dekat saja yang menghadirinya. Walaupun begitu acara persiapannya sudah 100 persen selesai. Bahkan para tamu sudah pada datang untuk memberi selamat kepada para mempelai.
Dengan balutan kebaya putih yang menghiasi tubuh Putri, ditambah lagi dengan riasan yang gak terlalu berlebihan membuat kecantikan Putri terlihat sangat natural dan terlihat sangat cantik. Akan tetapi dihari pernikahan yang sudah lama dia impikan dan dia tunggu-tunggu sejak dari dulu, Putri pun tidak bisa menghentikan air matanya yang terus-menerus membasahi pipinya. Dia tidak tau apa ini air mata bahagia atau air mata kesedihan yang sedang dia rasakan saat ini. Melihat Putri yang sedang menangis, Mamanya akhirnya menghampirinya dan menenangkan Putri.
"Sayang kamu kenapa nangis, ini adalah hari bahagia kamu, jadi kamu tidak boleh menangis seperti ini ya, usap air mata kamu gadis secantik kamu tidak pantas menangis seperti ini jadi usaplah!"ucap Mama yang akhirnya mengusap air mata Putri.
"Ma? Apa yang aku lakukan ini benar? Apa aku tidak egois karena melakukan semua ini?"tanya Putri pada Mamanya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu sayang, yang kamu lakukan ini sangatlah benar, dan kamu juga tidak egois. Jika mama ada diposisi kamu, Mama juga akan melakukan hal yang sama, jadi jangan menangislah, Penghulu dan para tamu sudah pada datang, jadi kamu harus bersiap-siap sekarang, dan ingat jangan menangis lagi ya, Andra juga gak akan suka jika melihat kamu menangis seperti ini. Jadi usaplah."
"Baik ma, terima kasih ya ma, Karena mama sudah slalu ada di sampingku, Tera kasih?"ucap Putri sambil memeluk mamanya.
"Ya sudah, sudah waktunya kamu untuk keluar, jadi bersiaplah?"
"Baik ma!"
Melihat para tamu dan penghulu yang sudah pada datang, akhirnya Putri pun keluar dari kamarnya, dengan didampinggi mamanya, perlahan-lahan Putri pun berjalan menuju ketempat Andra yang sedari tadi telah menunggunya, melihat penampilan Putri yang sangat cantik, semua mata pun tertuju padanya. Reyhan dan Andra yang begitu melihat Putri mereka pun begitu terpukau dengan kecantikan Putri yang tidak bisa tertandingi itu.
"Apa ijab kabulnya sudah bisa dilakukan sekarang, dan apa para mempelai juga sudah siap?"tanya penghulu.
"Iya kita sudah siap pak!"jawab Putri dan Andra yang sambil tersenyum.
"Baik mari kita mulai ijab kabulnya sekarang.
Belum juga ijab kabul dilakukan, tubuh Andra tiba-tiba jadi gemetaran, Keringat Andra yang tiba-tiba keluar sejagung-jagung, bahkan wajah Andra yang tadinya baik-baik saja berubah menjadi agak pucat setelah dia mencoba menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerang dirinya, Pandangan mata juga mulai rabun, bahkan Andra rasanya sudah tidak sanggup untuk mengucapkan kata apapun, melihat Andra yang sedari tadi terdiam, Putri dan orang-orang yang lainnya pun terkejut setelah melihat kondisi Andra yang mulai drop.
"An! Kamu kenapa?" tanya Putri.
"Aku tidak apa-apa!"jawab Andra dengan agak telat.
"Ah!" ucap Andra yang menahan rasa sakit. Dan tak mampu menahan dirinya, yang akhirnya membuat dirinya pun terjatuh dipangkuan Putri. Melihat hal ini tidak ada kata lain yang bisa diucapkan oleh Putri terkecuali dia hanya bisa menangis.
" Aku mohon bertahanlah An! Aku mohon!"ucap Putri yang tak bisa menghentikan air matanya.
"Aku senang karena sampai sekarang kamu masih setia menungguku dan bertahan disaat kondisiku yang sekarat seperti ini, terima kasih Put! Karena kamu sudah mau menemaniku disaat kondisiku yang seperti ini, terima kasih karena kamu sudah setia terhadapku diriku yang juga pernah membuat hatimu terluka, aku senang diakhir hidupku ini aku bisa berkumpul denganmu, dan mungkin ini pertemuan terakhir antara kita berdua, dan mungkin ini air mata terakhir yang akan kamu keluarkan untuk diriku terima kasih Put!
"Engak, kamu gak boleh pergi ninggalin aku An! Aku masih membutuhkanmu, Aku belum bisa aku mohon!"
"Rey?" tanya Andra.
"Iya An! Kamu gak boleh seperti ini, kamu harus kuat, ingat kamu masih punya banyak orang yang sangat menyayangi kamu, jadi aku mohon bertahanlah!"jawab Reyhan yang dengan eratnya menggenggam tangan Andra.
"Engak Rey! Ini mungkin sudah waktunya aku untuk pulang, ingat kamu harus berjanji padaku, kalau kamu akan bisa membahagiakan Putri, karena aku akan satukan kalian berdua sekarang, dan aku akan merelakan Putri untuk kamu jadi buat dia bahagia dan jangan sampai kamu bikin dia terluka apalagi sampai meneteskan air mata. Berjanjilah padaku!"ucap Andra yang sambil menahan rasa sakit.
"Baik aku akan berjanji padamu. Aku akan berjanji jika aku akan buat dia bahagia nanti, tapi aku mohon tolong bertahanlah, jika kamu pergi nanti. Siapa orang yang bakal aku ajak bercanda dan curhat siapa?"
Tak bisa banyak yang dilakukan, orang-orang sekarang yang melihat Andra seperti ini, mereka hanya bisa menangis.
Akan tetapi tuhan berkehendak lain, perlahan-lahan nafas Andra mulai menghilang, Reyhan yang melihat kondisi Andra semakin parah, dengan berat hati dia pun membantu Andra untuk mengucapkan.
"An! Ikuti ucapanku ya Asyhaduallla illaha ilallah, waashaduanna muhammad darrasuallah, ikuti sampai ketiga kali.
Setelah berat hati Reyhan perlahan-lahan membantu Andra untuk bisa mengucapkan lafal itu, Andra pun akhirnya bisa mengucapkan lafal tersebut, perlahan-lahan mata Andra pun mulai memejamkan matanya, kemudian Andra pergi untuk selama-lamanya. Tangisan Putri pun pecah ketika melihat orang yang paling dia sayanggi telah pergi meningalkan dia untuk selama-lamanya. Dan dipangkuan Putri, Andra memejamkan matanya untuk selama-lamanya.
"Andra engak ini gak mungkin, kamu gak mungkin ninggalin aku seperti ini. Andra bangun! Andra....."teriak Putri yang memangil nama Andra dengan sangat keras. Karena tidak percaya dengan semua ini, Putri pun akhirnya jatuh pingsan.
"Astaga Putri!"ucap Reyhan yang terkejut dengan apa yang terjadi pada Putri saat ini.
Tidak menunggunya lebih lama lagi, Reyhan akhirnya mengangkat tubuh Putri yang membaringkannya ketempat tidur.
"Sayang bangunlah, sayang bangun!"ucap Mama yang terlihat sangat khawatir.
"Tante yang sabar Putri seperti ini, dia pasti sangat terkejut dengan kepergian Andra yang sangat tiba-tiba ini, ya sudah saya mau mengurus pemakaman Andra sekarang, jadi saya tinggal dulu ya Tante!"
"Baik terima kasih ya nak Rey!"
"Iya sama- sama tante ya sudah saya permisi dulu!"
"Silahkan!"
"Sayang bangunlah, jangan bikin mama tambah jadi khawatir seperti ini, Bangunlah, Mama tahu ini akan sangat sulit bagi kamu untuk melepaskan kepergian Andra, tapi semua ini sudah takdir dari yang maha kuasa, jadi kamu gak bisa merubah takdir sayang, Mama mohon bangunlah Putri bangunlah!"
BERSAMBUNG.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments