"Ada apa dengan Putri, kenapa dia sikapnya seperti itu, apa ada sesuatu yang terjadi dengannya?"batin Reyhan yang merasa penasaran.
Walaupun sedang dalam keadaan bekerja, Putri masih aja kepikiran dengan kondisi Andra saat ini. Tanpa memikirkan lagi Putri pun mengambil sebuah ponsel dan menghubungi Andra.
"Kalau gini caranya aku tidak akan bisa tenang. Lebih baik aku telfon Andra sekarang aja!"ucap Putri dan berfikir lagi.
Kemudian Andra pun menjawabnya.
"Iya ada apa Putri, kenapa kamu menghubungiku apa kamu ada masalah,"jawab Andra yang agak sedikit kasar ngomongnya.
"Andra gimana kondisi kamu saat ini? Apa kamu baik-baik saja, apa kamu udah makan, apa kamu masih merasa sakit?"
Mendengar perkataan Putri yang tanpa berhenti ngomong, sikap Andra pun tiba-tiba berubah jadi dingin, hal itu pun membuat Putri pun terkejut.
"Put! Kamu itu sedang ngomong atau sedang apa sih kamu tidak bisa apa kalau bicara itu pelan-pelan saja budek ini kuping!"jawab Andra yang tiba-tiba marah kepada Putri.
📞" Maaf An! Bukannya aku mau buat kamu marah tapi aku hanya khawatir sama kondisi kamu saat ini?"
"Baiklah jika itu yang inggin kamu katakan kepadaku, aku sekarang lagi sibuk dan kerjaan ku juga masih numpuk, jadi aku harap kamu tidak akan menganggu ku lagi,"ucap Andra yang tiba-tiba menjadi dingin ke Putri.
Mendengar kata menganggu hati Putri pun serasa sakit.
"Apa jadi menurutmu aku mengganggumu sekarang?"jawab Putri yang terlihat sedih.
"Iya kamu itu menganggu ku sekarang! Jadi aku harap sekarang kamu tutup saja telfonnya atau kalau kamu keberatan aku saja yang menutupnya,"jawab Andra yang berkata tanpa memperdulikan perasaan Putri saat ini.
Belum selesai ngomong Andra pun langsung menutup telfonnya tanpa berkata apapun lagi, Putri yang melihat perubahan Putri dia pun menangis.
"An! halo An! Dia ... Dia sudah menutupnya, kenapa Andra jadi berubah gini sikapnya kepadaku? Apa dia sedang marah kepadaku?"
Reyhan yang baru aja datang dia pun terkejut karena melihat Putri yang sedang menangis. Akhirnya Reyhan pun terduduk sambil menghadap kearah Putri dan memegang kedua tangan Putri.
"Putri ... Kamu nangis."
"Pak Reyhan tidak kok pak, aku tidak nangis aku hanya kelilipan saja tadi,"jawab Putri yang sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya itu.
"Put! Kamu tidak bisa bohongi aku, aku tau kalau kamu habis menangis! Katakan kepadaku siapa orang yang sudah membuat kamu menangis seperti ini katakan padaku?"ucap Reyhan sambil memegang kedua tangan Putri sambil terduduk dilantai . Putri yang sadar dia pun terkejut begitu juga Reyhan.
"Maaf aku tidak berniat untuk melakukan itu maafkan aku!
"Tidak apa-apa kok pak Reyhan."
"Ya udah kasih tau aku siapa orang yang sudah melukai perasaan kamu?"
"Mmm dia Andra aku tidak tau apa yang terjadi dengannya saat ini, tapi dia bener-bener menunjukkan sifat yang sangat berbeda kepadaku, aku juga tidak tau apa alasannya?"
"Andra dia mungkin bersifat seperti itu karena dia ada masalah, atau mungkin dia sedang sibuk makanya dia jadi dingin gitu sifatnya jadi kamu tidak usah masukkan kehati ya anggap saja itu hanya angin,"ucap Reyhan yang pada akhirnya berhasil membuat Putri merasa agak tenang.
"Iya pak, terima kasih ya pak, karena pak Reyhan aku sekarang bisa lebih tenang lagi dan mungkin yang bapak katakan memang benar, dia pasti ada masalah atau mungkin dia lagi sibuk makanya dia jadi marah sama aku."
"Gitu dong kalau kamu tersenyum gini kan cantik.."
"mm pak Reyhan bisa aja.."
"Ya udah kamu kerjakan lagi laporannya, kalau kamu melamun terus kaya tadi kapan akan selesai kerjaan kamu."
"Iya pak maaf ya."
"Iya ya udah ayo kerjakan."
"Baik pak.."
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Andra, kenapa dia bisa berubah seperti itu apa dia ada masalah sekarang, lebih baik nanti aku tanya langsung aja sama dia..apa yang terjadi dengannya saat ini,"batin Reyhan yang penasaran dengan Andra
Siang harinya tanpa sepengetahuan Putri, Reyhan diam -diam mendatangi kantor Andra untuk memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi dengan Andra saat ini.
"Maaf apa pak Andra nya ada di kantor?" tanya Reyhan kepada salah satu Sekretarisnya Andra.
"Iya pak Andra ada disini tunggu saya panggilkan dulu!"jawab sang sekretaris perempuan itu.
"Baiklah!"jawab Reyhan.
"Pak Andra ada seseorang yang mencari bapak,"ucap sang sekretaris sambil menghadap kearah Andra.
"Siapa dia?"jawab Andra agak penasaran.
"Tidak tau pak dia seorang laki-laki yang berpakaian rapi. kayaknya itu teman pak Andra?"
"Pasti itu Reyhan ya udah suruh dia masuk aja!"
"Baik pak permisi!"
"Silahkan"
Setelah memangil Reyhan, dia pun akhirnya masuk kedalam ruangan andra. Dan menanyai apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya saat ini, akan tetapi perilaku andra juga sama terhadap Reyhan.
"Jadi itu tujuan kamu datang ke kantorku saat ini, jika kamu hanya inggin menanyai itu saja maaf aku masih banyak pekerjaan sekarang jadi akan lebih baik jika kamu pergi saja dari sini, karena masalah itu juga tidak terlalu penting juga bagiku,"ucap andra yang agak dingin.
" Apa tidak penting menurutmu. Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu An! Kenapa sikap kamu jadi jutek dan tidak perduli gini sama Putri. Dia itu kekasih kamu dan setidaknya kamu bisa hargai dia tapi kenapa kamu malah seperti ini?"ucap Reyhan yang tiba-tiba marah kepada Andra.
"kenapa kamu jadi marah seperti ini..emangnya aku salah berkata seperti itu..sudahlah Rey jujur aja kali, kamu itu sebenarnya suka kan sama Putri, Makanya kaku jadi belain dia seperti ini?"
Tanpa berfikir lagi Reyhan pun akhirnya mengungkap perasaan apa yang ada dihatinya sekarang, dan dia mengakui kalau dirinya memang sangat mencintai Putri, dan dia tidak akan membiarkan siapapun orang sampai berani menyakiti perasaanya apalagi sampai membuatnya mengeluarkan air mata , siapapun mau orang lain ataupun Andra sendiri. Dia tidak akan segan-segan untuk memberi perhitungan kepadanya orang itu.
"Dan jika kamu sampai berani menyakiti perasaanya Putri, bahkan jika kamu sampai membuatnya nangis lagi, aku tidak segan-segan untuk beri perhitungan sama kamu, walaupun kamu adalah sahabat gue sendiri pejamkan itu!"ucap Reyhan yang tanpa berfikir dan langsung meningalkan ruangan andra tanpa sepatah kata pun.
"Memang itu tujuan aku Rey, Putri berhak bahagia sama kaku walaupun pada akhirnya aku sendiri yang akan merasakan penderitaan ini?"Jawab Andra yang pada tiba-tiba menangis.
Setelah menemui Andra, Reyhan pun langsung kembali kekantornya dan sesampainya dia tidak berhenti berkata sendiri, bahkan sangking marahnya dia sampai-sampai menutup pintu mobil dengan sangat keras. Dan mengakibatkan orang-orang yang melihatnya pun terkejut dan takut.
"Gila apa yang sebenarnya ada dipikirannya Andra. kenapa dia bisa berkata seperti itu!"ucap Reyhan sembari menutup pintu dengan sangat keras.
DYAR...
Reyhan yang melihat orang-orang pada fokus kepada dirinya, dia pun langsung memarahi orang-orang tersebut.
"Hei..kenapa kalian lihatin aku kaya gitu! Kalian mau gue pukul apa,"ucap Reyhan sambil marah.
"Tidak pak maaf!"jawab salah satu orang yang ada dihadapannya itu.
"Ya sudah pergi sana pergi!"bentak Reyhan.
"Baik pak!"
Sedangkan Putri yang melihatnya dari jauh dia pun terkejut melihat perubahan sifat Reyhan yang tiba-tiba memarahi karyawannya sendiri. Akhirnya dia pun menghampiri Reyhan dan mengatakan sesuatu, akan tetapi Reyhan yang terbawa emosi dan amarah dia pun melontarkan kata kasar kepada putri, yang pada akhirnya kesalah fahaman pun tidak bisa dihindari.
"Apa...apa yang barusan pak Reyhan katakan!"
"Putri aku ... aku!"ucap Reyhan yang seketika tiba-tiba berhenti berkata.
Dan tanpa pikir panjang lagi Putri pun langsung meningalkan Reyhan dan dia pun langsung masuk kedalam ruangannya. Reyhan yang merasa bersalah karena memarahinya tadi dia berusaha untuk mengejar Reyhan, akan tetapi Reyhan hanya terdiam tanpa berkata apapun lagi.
"Ternyata di dunia ini laki-laki sama aja, Mereka hanya menganggap kalau wanita itu lemah gak Andra gak pak Reyhan mereka sama aja!"ucap Putri yang merasa marah kepada Reyhan.
"Put! Maafin aku atas omonganku tadi tidak seharusnya aku mengatakan seperti itu maafin aku!"
Akan tetapi Putri hanya terdiam. Tanpa berkata, apalagi melihat wajah Reyhan yang sudah ada dihadapannya itu.
BERSAMBUNG.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments