Bab 3 " Mendapatkan pekerjaan "

Setelah berhasil kabur dan menghindar dari kejaran laki-laki tersebut, Putri pun merasa sangat lega.

"Huu....syukurlah aku berhasil kabur dari laki-laki itu, dan untung aja aku tidak tertangkap olehnya, jika aku sampai tertangkap aku gak tahu apa yang terjadi nanti?"ucap Putri yang kemudian memegang lututnya karena dia habis saja melakukan lari marathon yang membuatnya sangat kelelahan.

Dan dalam perjalanan Putri, Ia tidak sengaja berpapasan dengan seorang preman yang inggin merampok sebuah tas yang dimiliki oleh seorang bapak-bapak.

"Tunggu! Apa yang mau dilakukan oleh orang itu hei ... Apa yang mau kamu lakukan?"teriak Putri pada preman tersebut yang kemudian membuat di preman itu pun terkejut. Dan berusaha untuk melarikan diri.

"Sial ada orang yang lihat!"kata Preman itu sambil menunjukkan wajah terkejutnya itu. Dan tanpa pikir panjang lagi, Preman itu pun hendak inggin meloloskan diri tapi naas dia telah tertangkap orang beberapa orang yang juga telah memergokinya.

"Rampok ... Rampok?"teriak Putri yang kemudian membuat beberapa orang yang sedari tadi tidak mengetahuinya, akhirnya mengetahui niat jahat dari si preman tersebut. Dan kemudian akhirnya si Preman berhasil dibekuk juga.

"Lepasin aku! Lepasin aku!"ucap preman yang berusaha untuk memberontak.

Dan tak lama kemudian pemilik dari barang yang mau dirampoknya pun datang. Dan dia adalah Putra wijaya rahardi salah satu orang yang memiliki perusahan terbesar disini.

"Ada apa ini? Kenapa ada keributan disini..tas ku? Itukan tas milikku apa yang terjadi?"tanya salah satu Pria yang tiba-tiba datang dan terkejut melihat barang berharganya sudah jatuh di tangan orang lain.

" Ini pak hampir aja tas bapak dirampok sama orang ini. Dan untungnya aja gadis ini langsung berteriak, Jadi bapak selamat jadi korban rampok dari preman bajingan ini?"ungkap satu warga yang memberi kesaksian pada pria tersebut.

" Kamu ... Terima kasih nak, berkat bantuan kamu, saya tidak jadi kehilangan tas berharga saya ini, karena didalam tas ini ada banyak berkas-berkas yang sangat berharga jadi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

"Iya om sama-sama aku juga senang karena bisa menolong om, mendingan orang ini langsung dibawa kekantor polisi aja, biar pihak Polisi yang mengasih hukumannya sendiri?"ucap Putri yang mencoba memberi saran kepara warga agar tidak menghakimi dengan cara sendiri.

Dan Putra wijaya yang inggin memberi beberapa lembar uang pun Putri tidak mau menerimanya. Dan menolak tawaran tersebut.

"Ini ada sedikit uang buat kamu, mungkin cuma dengan cara ini, saya bisa menunjukkan rasa berterima kasih saya ke kamu?" pinta Putra sembari mengulurkan beberapa lembar uang.

"Maaf om tapi saya tidak mau menerimanya, karena saya ikhlas menolong om..dan lebih baik uang ini om beri kepada seseorang yang lebih membutuhkannya lagi."

"Sungguh anak yang berhati mulia kamu nak, ya udah jika kamu menolak uang memberikan om ini, apa kamu juga akan menolak untuk om ajak makan siang hari ini?" ajak Putra.

"Kalau itu saya tidak bisa menolak om, soalnya saya juga laper sekarang?"kata Putri yang sedikit malu"

"Ya sudah mari,"ajak Putra.

"Baik om!" Jawab Putri dengan sigap.

Dan akhirnya mereka pun telah sampai disebuah restoran yang terbilang cukup besar, bahkan menu makanannya terbilang mahal. Putri yang menyadarinya ia pun berkata dalam hatinya.

"Ini orang? Pasti dari kalangan orang kaya raya dari menu makanan aja harganya segini kalau aja aku makan-makanan yang harga segini..bisa-bisa besoknya aku mungkin udah bangkrut!"batin Putri yang tidak percaya dengan siapa dia saat ini sedang berbincang.

Dalam perbincangan di antara keduanya. Akhirnya mereka pun udah mulai akrab, dalam membahas sesuatu, Putra pun melihat sebuah berkas yang telah dibawa oleh Putri.

"Kamu anak yang baik dan kamu juga mudah diajak berbicara, tapi ngomong-ngomong berkas apa yang kamu bawa itu?" ucap Putra sambil sedikit penasaran dengan berkas yang dibawa Putri itu.

"Ini berkas lamaran kerja saya om! Hanya saja saya cuma kurang beruntung aja, karena sudah seharian saya mendatangi semua perusahan yang ada disini tapi hasilnya nol! Karena gak ada perusahaan yang mau menerima saya, jadi akhirnya saya tidak kunjung mendapatkan pekerjaan tersebut,"jelas Putri sambil merasa sedih.

"Apa..saya boleh melihat berkas kamu itu?"pinta Putra yang kemudian membuat Putri pun terkejut

Setelah melihat dengan sangat teliti berkas laporan kerja dari tersebut, Putra pun akhirnya mau membantunya, yaitu dengan menjadikan dia sebagai sekertaris di perusahaan yang saat ini sedang dipegang oleh putranya saat ini yang tak lain perusahaan itu adalah Perusahaan Departemen setors.

"Laporan yang bagus, dan saya bersedia menerima kamu menjadi sekertaris di perusahaan saya. Apa kamu bersedia menerima tawaran saya ini?" Tawaran Putra pada Putri yang kemudian membuat Putri pun tak mampu berkata apa-apa.

"Maksud om? Om mau menerima saya?" ucap Putri yang merasa belum mempercayai apa yang barusan dikatakan oleh laki-laki dihadapannya ini.

"Iya saya mau menerima kamu. Saya lihat kamu anak yang baik dan pandai dalam hal per bisnisan Jadi saya harap kamu bisa membantu Putra saya dalam menjalankan bisnis yang saat ini sedang dia pegang! Saya juga berharap kamu tidak menolak permintaan saya ini?"

"Iya om, saya mau menerima tawaran om itu sekali lagi terima kasih om! Terima kasih atas kebaikan yang om berikan ke saya sekali lagi terima kasih!"ucap Putri yang gak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang kelihatan jika dia sangatlah bahagia mendengar tawaran ini.

"Jadi besok kamu sudah bisa masuk kerja, dan ini adalah alamat perusahaan saya, jadi kamu besok datang pagi-pagi ya, karena saya akan memperkenalkan kamu sama putra saya,"pinta Putra pada Putri.

"Oh iya saya hampir lupa, saya hanya inggin mengasih tahu kamu juga Putra saya ini orangnya sangatlah dingin dan agak sedikit kaku dan juga keras kepala? Jadi saya harap kamu jangan sampai membuat kesalahan yang akan membuatnya marah nanti.

Tapi kamu tidak perlu cemas walaupun dia keras kepala dia orang juga baik, hanya saja kelemahannya dia agak sedikit kaku dan juga dingin pada saat menghadapi seseorang, Jadi kamu berhati-hatilah dan jangan bikin dia sampai emosi ya hanya itu saran saya?"

"Baik om saya tidak akan mengecewakan om atau pun putra om, sekali lagi terima kasih om, terima kasih,"ucapan terima kasih yang terus menerus keluar dari mulut Putri.

"Ya udah kalau gitu saya permisi dulu, Ada tugas yang harus saya kerjakan saat ini, Jadi saya tinggal dulu?.

"Baik om hati-hati ya om. Dan sampai jumpa kembali nanti," ucap Putri sambil memberikan senyuman terima kasihnya.

BERSAMBUNG.

Episodes
1 Bab 1 " Awal Mula "
2 Bab 2 " Pertemuan tak Terduga "
3 Bab 3 " Mendapatkan pekerjaan "
4 Bab 4 " Siapa sangka "
5 Bab 5" Mendapatkan Omelan "
6 Bab 6 " Sekali-kali memberi perhitungan "
7 Bab 7 " Siapa yang menolong Putri "
8 Bab 8 " Mulai Berbaikan "
9 Bab 9 " Kesadaran Reyhan "
10 Bab 10 " Perubahan Andra "
11 Bab 11 " Hubungan yang semakin membaik "
12 Bab 12 " Sandiwara Andra "
13 Bab 13 " Terbongkar oleh Reyhan "
14 Bab 14 " Apa Reyhan akan mengabulkannya "
15 Bab 15 " Tak sengaja berciuman "
16 Bab 16 " Terbongkar oleh Putri"
17 Bab 17 " Kena imbasnya "
18 Bab 18 " Menyetujuinya "
19 Bab 19 " Pernikahan Andra dan juga Putri "
20 Bab 20 " Meninggalnya Andra "
21 Bab 21 " Dijodohkan"
22 Bab 22 " Mabuk "
23 Bab 23 " Awal kehancuran "
24 Bab 24 " Apa yang akan terjadi selanjutnya "
25 Bab 25 " Memutuskan pergi "
26 Bab 26 " Hati yang tidak bisa dipaksakan"
27 Bab 27 " Kehamilan "
28 Bab 28 " Untung tidak dipecat "
29 Bab 29 " Pernikahan Reyhan dan Monika "
30 Bab 30 " Mengetahuinyaa "
31 Bab 31 " Pertemuan tak terduga "
32 Bab 32 " Mengetahui kehamilannya "
33 Bab 33 " Keegoisan Reyhan "
34 Bab 34 " Apa yang akan terjadi "
35 Bab 35 " Diketahui "
36 Bab 36 " Motif balas dendam "
37 Bab 37 " Kematian Gibran "
38 Bab 38 " Apakah Putri akan menyetujuinya"
39 Bab 39 " Permintaan gila"
40 Bab 40 " Memberikan Restu "
41 Bab 41 " Pernikahan Reyhan dan juga Putri "
42 Bab 42 " Diperbudak mertua"
43 Bab 43 " Hanya sebatas pembantu "
44 Bab 44 " Percuma berkata jujur "
45 Bab 45 " Hinaan batin "
46 Bab 46 " Kabur dari Rumah "
47 Bab 47 " Tidak jadi pindah "
48 Bab " 48 Mulai diketahui Reyhan "
49 Bab 49 " Menangung resiko "
50 Bab 50 " Siapakah yg akan ia ajak "
51 Bab 51 " Mungkin akan memaafkannya "
52 Bab 52 " Kemana Reyhan akan membawanya "
53 Bab 53 " Berani menggoda "
54 Bab 54 " Siapa seseorang itu "
55 Bab 55 " Rencana apalagi "
56 Bab 56 " Kemenangan berpihak pada si lampir "
57 Bab 57 " Tak Dianggap "
58 Bab 58 " Tipuan Belaka "
59 Bab 59 " Mertua Bodoh "
60 Bab 60 " Rencana licik Monika "
61 Bab 61 " Tak sadar melakukannya "
62 Bab 62 " Kesadaran Reyhan "
63 Bab 63 " Rencana Reyhan "
64 Bab 64 " Berganti dipermainkan "
65 Bab 65 " Memulai Misinya "
66 Bab 66 " Sang Penolong "
67 Bab 67 " Rencana diketahui Reyhan "
68 Bab 68 " Mulai Kasmaran "
69 Bab 69 " Tidak percaya "
70 Bab 70 " Jangan mudah tertipu "
71 Bab 71 " Jangan mudah dibohongi"
72 Bab 73 " Apa Permintaan Reyhan "
73 Bab 75 "Reyhan kecelakaan "
74 Bab 74 " Hati Mertua Mereda "
75 Bab 75 " Sikap Manja Reyhan"
76 Bab 76 " Menuju Episode terakhir "
77 Bab 77 " TAMAT "
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1 " Awal Mula "
2
Bab 2 " Pertemuan tak Terduga "
3
Bab 3 " Mendapatkan pekerjaan "
4
Bab 4 " Siapa sangka "
5
Bab 5" Mendapatkan Omelan "
6
Bab 6 " Sekali-kali memberi perhitungan "
7
Bab 7 " Siapa yang menolong Putri "
8
Bab 8 " Mulai Berbaikan "
9
Bab 9 " Kesadaran Reyhan "
10
Bab 10 " Perubahan Andra "
11
Bab 11 " Hubungan yang semakin membaik "
12
Bab 12 " Sandiwara Andra "
13
Bab 13 " Terbongkar oleh Reyhan "
14
Bab 14 " Apa Reyhan akan mengabulkannya "
15
Bab 15 " Tak sengaja berciuman "
16
Bab 16 " Terbongkar oleh Putri"
17
Bab 17 " Kena imbasnya "
18
Bab 18 " Menyetujuinya "
19
Bab 19 " Pernikahan Andra dan juga Putri "
20
Bab 20 " Meninggalnya Andra "
21
Bab 21 " Dijodohkan"
22
Bab 22 " Mabuk "
23
Bab 23 " Awal kehancuran "
24
Bab 24 " Apa yang akan terjadi selanjutnya "
25
Bab 25 " Memutuskan pergi "
26
Bab 26 " Hati yang tidak bisa dipaksakan"
27
Bab 27 " Kehamilan "
28
Bab 28 " Untung tidak dipecat "
29
Bab 29 " Pernikahan Reyhan dan Monika "
30
Bab 30 " Mengetahuinyaa "
31
Bab 31 " Pertemuan tak terduga "
32
Bab 32 " Mengetahui kehamilannya "
33
Bab 33 " Keegoisan Reyhan "
34
Bab 34 " Apa yang akan terjadi "
35
Bab 35 " Diketahui "
36
Bab 36 " Motif balas dendam "
37
Bab 37 " Kematian Gibran "
38
Bab 38 " Apakah Putri akan menyetujuinya"
39
Bab 39 " Permintaan gila"
40
Bab 40 " Memberikan Restu "
41
Bab 41 " Pernikahan Reyhan dan juga Putri "
42
Bab 42 " Diperbudak mertua"
43
Bab 43 " Hanya sebatas pembantu "
44
Bab 44 " Percuma berkata jujur "
45
Bab 45 " Hinaan batin "
46
Bab 46 " Kabur dari Rumah "
47
Bab 47 " Tidak jadi pindah "
48
Bab " 48 Mulai diketahui Reyhan "
49
Bab 49 " Menangung resiko "
50
Bab 50 " Siapakah yg akan ia ajak "
51
Bab 51 " Mungkin akan memaafkannya "
52
Bab 52 " Kemana Reyhan akan membawanya "
53
Bab 53 " Berani menggoda "
54
Bab 54 " Siapa seseorang itu "
55
Bab 55 " Rencana apalagi "
56
Bab 56 " Kemenangan berpihak pada si lampir "
57
Bab 57 " Tak Dianggap "
58
Bab 58 " Tipuan Belaka "
59
Bab 59 " Mertua Bodoh "
60
Bab 60 " Rencana licik Monika "
61
Bab 61 " Tak sadar melakukannya "
62
Bab 62 " Kesadaran Reyhan "
63
Bab 63 " Rencana Reyhan "
64
Bab 64 " Berganti dipermainkan "
65
Bab 65 " Memulai Misinya "
66
Bab 66 " Sang Penolong "
67
Bab 67 " Rencana diketahui Reyhan "
68
Bab 68 " Mulai Kasmaran "
69
Bab 69 " Tidak percaya "
70
Bab 70 " Jangan mudah tertipu "
71
Bab 71 " Jangan mudah dibohongi"
72
Bab 73 " Apa Permintaan Reyhan "
73
Bab 75 "Reyhan kecelakaan "
74
Bab 74 " Hati Mertua Mereda "
75
Bab 75 " Sikap Manja Reyhan"
76
Bab 76 " Menuju Episode terakhir "
77
Bab 77 " TAMAT "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!