Bab 7 " Siapa yang menolong Putri "

Setelah jatuh pingsan, asisten rumah tangga Andra pun terkejut melihat Andra yang sudah tergeletak di lantai.

"Astaga tuan Andra tuan, tuan kenapa tuan..tolong..tolong,"teriak bibik"

Karena kedua orang tua Andra yang sudah sama-sama meningal karena kecelakaan dua tahun yang lalu. Membuat bibik sudah menganggap Andra sudah sebagai putra kandungnya sendiri. Karena terkejut bibik pun langsung membawa Andra ke rumah sakit. Setelah beberapa saat kemudian Andra pun ditangani oleh dokter ahli, kebetulan juga dirumah sakit tersebut ada dokter ahli penyakit dalam yang juga menangani pasien di rumah sakit ini, Dan setelah tersadar Andra pun langsung menghadap didepan dokter itu.

"Dokter sebenarnya apa yang terjadi dengan saya, kenapa saya sering mengalami rasa sakit seperti ini?"tanya Andra

"Apa sebelumnya kamu pernah merasakan sakit seperti ini, dan apa ini yang pertama kalinya?"tanya Dokter ahli itu"

"Sebenarnya saya sudah sering merasakan sakit seperti ini. Dan makin lama malah semakin parah dok, tapi ini hanya sakit biasa kan dok,"balas Andra agak sedikit gugup"

"Jadi semuanya sudah terbukti kamu, kamu mengidap penyakit kanker otak,"jawab Dokter yang sekejab membuat pandangan Andra terkejut tidak main.

Betapa terkejutnya Andra Mendengar perkataan dokter tersebut dan seketika Andra pun lemas dan tak mampu berkata apapun terkecuali menangis.

"Apa? Ka ... Kanker otak? Ini gak mungkin, ini tidak mungkin!"

"Yang sabar ini pasti berat bagimu tapi ini yang sebenarnya terjadi, didunia ini tidak ada orang yang tidak inggin sembuh dari penyakitnya jadi kamu harus tetep semangat untuk menjalani hidup kamu,"jawab Dokter.

"Dok ... Apa saya masih punya waktu untuk bertahan hidup, dan sampai kapan saya bisa bertahan dengan penyakit yang perlahan-lahan akan menyerang saya ini,"tanya Andra agak putus asa"

"Sekarang penyakit kamu sudah memasuki stadium 2 dan kamu harus segera melakukan cuci darah dan juga terapi untuk memperlambat penyebaran penyakit ini!"jelas Dokter.

"Tapi semua itu percuma dok. Karena pada akhirnya saya juga akan mati,"Andra.

"Didunia semua orang juga pasti akan mati termasuk saya juga, karena dokter juga manusia, jadi kamu tidak boleh patah semangat kamu harus semangat demi orang yang kamu cintai,ucap dokter sembari memberi dukungan"

"Iya yang dokter katakan memang benar, aku harus semangat demi orang yang aku cintai sekarang.

Karena dukungan dari sang dokter akhirnya Andra pun bisa semangat lagi menjalani hidupnya yang penuh dengan cobaan ini.

Sedangkan Putri yang kerja lembur dan jam sudah menunjukkan pukul 11:00 malam rasa ngantuk putri pun tidak tertahan lagi, hingga akhirnya dia pun tertidur diatas meja kerjanya, Reyhan yang melihat hal itu, Ia pun terpesona akan kecantikan yang terpancar dari wajah Putri yang sedang tertidur pulas itu.

"Dia memang nyebelin, tapi jika dia diperhatikan dari dekat seperti ini. Dia terlihat sangat cantik," Reyhan sambil menunjukkan senyumannya itu.

Tersadar atas pujian yang dikatakan barusan membuat Reyhan pun jadi salah tingkah.

"Astaga apa yang sedang ada di pikiranku tadi, kenapa aku bisa berkata seperti itu, apa benar aku memang udah mulai mencintai dia,"gumam Reyhan sembari tersenyum.

Melihat Putri yang tidurnya kurang nyenyak, Reyhan pun akhirnya memberanikan diri untuk mengendongnya dan memindahkannya kekamar pribadinya. Dan pada saat Andra yang sedang mengendong Putri, Dan Putri yang tidak tersadar akan hal itu, Reyhan pun mengambil kesempatan ini untuk bisa melihat Putri dari dekat

"Dia memang cantik tapi sayangnya dia bukan tipe gue,"ucap Reyhan sambil menuju kekamar mandi.

Disisi lain ternyata Putri pun tiba-tiba terbangun dari tidurnya, dan betapa terkejutnya dia menyadari ada dimana dia sekarang.

"Ada dimana aku ini? Kenapa aku bisa ada disini, bukannya tadi aku tertidur dimeja kerjaku, tapi kenapa aku bisa ada disini, dan siapa orang yang telah memindahkan ku?"

Tak berapa lama Reyhan pun keluar dengan keadaan tubuhnya yang tertutup dengan selimut yang membalut tubuh kekarnya. Putri yang sangat terkejut dengan kehadiran Reyhan itu pun membuatnya menjadi salah faham.

"Ah, kau kenapa kau bisa ada disini,"teriak Putri sambil menutupi kedua matanya.

"Jadi kau sudah bangun?"tanya Reyhan.

"Kau .... Apa yang sedang kau lakukan disini, tubuhmu! Jadi kau!"ucap Putri sambil membungkam mulutnya.

"hentikan! Hentikan pikiran kotor yang ada dipikiran kamu itu. Dan aku kasih tau kamu, kalau aku tidak pernah melakukan apalagi ada niat untuk melakukan hal kotor itu,"jawab Reyhan dengan sangat tegas.

"Terus kenapa kamu bisa ada disini, dan kenapa juga kamu membawaku kekamar pribadimu kalau kamu tidak ada niat yang ingin kamu lakukan kepadaku,"ucap Putri sambil mengeluarkan amarahnya.

"Sudahlah aku malas ribut sama kamu lebih baik aku ganti baju dan tidur dan jika kamu inggin pergi, pergi saja dari pada kamu harus menuduhku yang tidak-tidak,"ucap Reyhan dengan enaknya"

"Dasar laki-laki bajingan!"

"Kau berani sekali kau berkata seperti itu?"

"Kenapa apa aku salah kan pada dasarnya kamu memang memiliki sifat yang seperti itu, dan orang seperti kamu memang harus disebut dengan laki-laki bajingan!"

Tanpa pergi pamit terlebih dulu Putri pun langsung pergi meningalkan ruangan tersebut. Dan pergi meningalkan Reyhan.

"Memang dia itu wanita yang sangat aneh. Apa mungkin dia juga keseringan nonton sinetron makanya otaknya jadi geser seperti itu!"

"Sial! Kenapa hari-hariku jadi sial kaya gini sih, Ini udah jam 11:00 malam mana mungkin ada taksi yang lewat jam segini kalaupun ada itu mungkin mbak kunti kali. Ini semua gara-gara sibos kampret itu. Gara-gara dia aku jadi susah seperti ini. Sudahlah lebih baik aku jalan kaki saja!"

Putri pun akhirnya berjalan kaki menelusuri jalan sembari melihat suasana yang dimana ditempat itu sangatlah sepi, tidak ada kendaran, ataupun orang yang melewati jalan tersebut, hingga pada akhirnya PUTRI pun merasa was-was. Dan tiba-tiba ada beberapa orang yang akhirnya datang, Akan tetapi orang itu berniat jahat kepadanya.

"Hei cantik sendirian aja mau abang temenin gak." Salah satu preman dengan tersenyum sinisnya.

"Tidak mas terima kasih!" ucap Putri sambil merasa ketakutan.

""Ayo dong neng, cantik-cantik kok jutek sih, jangan jutek dong nanti cantiknya hilang?"ucap salah satu preman lagi dengan beraninya menyentuh dagu Putri.

"hei kalian. Kalian jangan beraninya macam-macam sama saya, jika kalian berani mendekat aku bakal teriak?"ucap Putri sembari mengancamnya"

Melihat ancaman yang Putri berikan, Para preman-preman itu pun tidak ada rasa takutnya juga dan berusaha untuk menangkap Putri. sedangkan Putri yang tidak bisa menyembunyikan rasa takut dan tidak tau harus berbuat apa. Dia pun akhirnya berlari dan mengeluarkan semua tenaganya untuk bisa menghindar dari para preman-preman tersebut. Karena terhalangi oleh batu Putri pun akhirnya terjatuh.

"Aku mohon jangan lakukan itu! Aku mohon!"

"Tunggu apa lagi. Ayo kita bawa dia kesana ayo cepat.

"Tidak! Lepasin aku, lepasin aku ... Aku mohon lepasin aku;"

"Ayo bos kita bersenang-senang sekarang."

Akhirnya para preman-preman itu pun membawa dan juga menyeret Putri menuju ketempat yang sangat sepi dan tak diketahui oleh orang sama sekali. Putri yang akhirnya berpasrah dan hanya bisa menangis.

"Haruskah aku merelakan kehormatanku untuk para laki-laki bajingan ini? Tuhan tolong aku! Jangan kau bikin aku mendapat penderitaan seperti ini aku mohon tolong aku!"

Tinggal sedikit aja para preman itu akan merebut kesucian Putri, Tiba-tiba ada seseorang yang datang tiba-tiba dan langsung menendang ketiga preman tersebut.

BERSAMBUNG.

Episodes
1 Bab 1 " Awal Mula "
2 Bab 2 " Pertemuan tak Terduga "
3 Bab 3 " Mendapatkan pekerjaan "
4 Bab 4 " Siapa sangka "
5 Bab 5" Mendapatkan Omelan "
6 Bab 6 " Sekali-kali memberi perhitungan "
7 Bab 7 " Siapa yang menolong Putri "
8 Bab 8 " Mulai Berbaikan "
9 Bab 9 " Kesadaran Reyhan "
10 Bab 10 " Perubahan Andra "
11 Bab 11 " Hubungan yang semakin membaik "
12 Bab 12 " Sandiwara Andra "
13 Bab 13 " Terbongkar oleh Reyhan "
14 Bab 14 " Apa Reyhan akan mengabulkannya "
15 Bab 15 " Tak sengaja berciuman "
16 Bab 16 " Terbongkar oleh Putri"
17 Bab 17 " Kena imbasnya "
18 Bab 18 " Menyetujuinya "
19 Bab 19 " Pernikahan Andra dan juga Putri "
20 Bab 20 " Meninggalnya Andra "
21 Bab 21 " Dijodohkan"
22 Bab 22 " Mabuk "
23 Bab 23 " Awal kehancuran "
24 Bab 24 " Apa yang akan terjadi selanjutnya "
25 Bab 25 " Memutuskan pergi "
26 Bab 26 " Hati yang tidak bisa dipaksakan"
27 Bab 27 " Kehamilan "
28 Bab 28 " Untung tidak dipecat "
29 Bab 29 " Pernikahan Reyhan dan Monika "
30 Bab 30 " Mengetahuinyaa "
31 Bab 31 " Pertemuan tak terduga "
32 Bab 32 " Mengetahui kehamilannya "
33 Bab 33 " Keegoisan Reyhan "
34 Bab 34 " Apa yang akan terjadi "
35 Bab 35 " Diketahui "
36 Bab 36 " Motif balas dendam "
37 Bab 37 " Kematian Gibran "
38 Bab 38 " Apakah Putri akan menyetujuinya"
39 Bab 39 " Permintaan gila"
40 Bab 40 " Memberikan Restu "
41 Bab 41 " Pernikahan Reyhan dan juga Putri "
42 Bab 42 " Diperbudak mertua"
43 Bab 43 " Hanya sebatas pembantu "
44 Bab 44 " Percuma berkata jujur "
45 Bab 45 " Hinaan batin "
46 Bab 46 " Kabur dari Rumah "
47 Bab 47 " Tidak jadi pindah "
48 Bab " 48 Mulai diketahui Reyhan "
49 Bab 49 " Menangung resiko "
50 Bab 50 " Siapakah yg akan ia ajak "
51 Bab 51 " Mungkin akan memaafkannya "
52 Bab 52 " Kemana Reyhan akan membawanya "
53 Bab 53 " Berani menggoda "
54 Bab 54 " Siapa seseorang itu "
55 Bab 55 " Rencana apalagi "
56 Bab 56 " Kemenangan berpihak pada si lampir "
57 Bab 57 " Tak Dianggap "
58 Bab 58 " Tipuan Belaka "
59 Bab 59 " Mertua Bodoh "
60 Bab 60 " Rencana licik Monika "
61 Bab 61 " Tak sadar melakukannya "
62 Bab 62 " Kesadaran Reyhan "
63 Bab 63 " Rencana Reyhan "
64 Bab 64 " Berganti dipermainkan "
65 Bab 65 " Memulai Misinya "
66 Bab 66 " Sang Penolong "
67 Bab 67 " Rencana diketahui Reyhan "
68 Bab 68 " Mulai Kasmaran "
69 Bab 69 " Tidak percaya "
70 Bab 70 " Jangan mudah tertipu "
71 Bab 71 " Jangan mudah dibohongi"
72 Bab 73 " Apa Permintaan Reyhan "
73 Bab 75 "Reyhan kecelakaan "
74 Bab 74 " Hati Mertua Mereda "
75 Bab 75 " Sikap Manja Reyhan"
76 Bab 76 " Menuju Episode terakhir "
77 Bab 77 " TAMAT "
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1 " Awal Mula "
2
Bab 2 " Pertemuan tak Terduga "
3
Bab 3 " Mendapatkan pekerjaan "
4
Bab 4 " Siapa sangka "
5
Bab 5" Mendapatkan Omelan "
6
Bab 6 " Sekali-kali memberi perhitungan "
7
Bab 7 " Siapa yang menolong Putri "
8
Bab 8 " Mulai Berbaikan "
9
Bab 9 " Kesadaran Reyhan "
10
Bab 10 " Perubahan Andra "
11
Bab 11 " Hubungan yang semakin membaik "
12
Bab 12 " Sandiwara Andra "
13
Bab 13 " Terbongkar oleh Reyhan "
14
Bab 14 " Apa Reyhan akan mengabulkannya "
15
Bab 15 " Tak sengaja berciuman "
16
Bab 16 " Terbongkar oleh Putri"
17
Bab 17 " Kena imbasnya "
18
Bab 18 " Menyetujuinya "
19
Bab 19 " Pernikahan Andra dan juga Putri "
20
Bab 20 " Meninggalnya Andra "
21
Bab 21 " Dijodohkan"
22
Bab 22 " Mabuk "
23
Bab 23 " Awal kehancuran "
24
Bab 24 " Apa yang akan terjadi selanjutnya "
25
Bab 25 " Memutuskan pergi "
26
Bab 26 " Hati yang tidak bisa dipaksakan"
27
Bab 27 " Kehamilan "
28
Bab 28 " Untung tidak dipecat "
29
Bab 29 " Pernikahan Reyhan dan Monika "
30
Bab 30 " Mengetahuinyaa "
31
Bab 31 " Pertemuan tak terduga "
32
Bab 32 " Mengetahui kehamilannya "
33
Bab 33 " Keegoisan Reyhan "
34
Bab 34 " Apa yang akan terjadi "
35
Bab 35 " Diketahui "
36
Bab 36 " Motif balas dendam "
37
Bab 37 " Kematian Gibran "
38
Bab 38 " Apakah Putri akan menyetujuinya"
39
Bab 39 " Permintaan gila"
40
Bab 40 " Memberikan Restu "
41
Bab 41 " Pernikahan Reyhan dan juga Putri "
42
Bab 42 " Diperbudak mertua"
43
Bab 43 " Hanya sebatas pembantu "
44
Bab 44 " Percuma berkata jujur "
45
Bab 45 " Hinaan batin "
46
Bab 46 " Kabur dari Rumah "
47
Bab 47 " Tidak jadi pindah "
48
Bab " 48 Mulai diketahui Reyhan "
49
Bab 49 " Menangung resiko "
50
Bab 50 " Siapakah yg akan ia ajak "
51
Bab 51 " Mungkin akan memaafkannya "
52
Bab 52 " Kemana Reyhan akan membawanya "
53
Bab 53 " Berani menggoda "
54
Bab 54 " Siapa seseorang itu "
55
Bab 55 " Rencana apalagi "
56
Bab 56 " Kemenangan berpihak pada si lampir "
57
Bab 57 " Tak Dianggap "
58
Bab 58 " Tipuan Belaka "
59
Bab 59 " Mertua Bodoh "
60
Bab 60 " Rencana licik Monika "
61
Bab 61 " Tak sadar melakukannya "
62
Bab 62 " Kesadaran Reyhan "
63
Bab 63 " Rencana Reyhan "
64
Bab 64 " Berganti dipermainkan "
65
Bab 65 " Memulai Misinya "
66
Bab 66 " Sang Penolong "
67
Bab 67 " Rencana diketahui Reyhan "
68
Bab 68 " Mulai Kasmaran "
69
Bab 69 " Tidak percaya "
70
Bab 70 " Jangan mudah tertipu "
71
Bab 71 " Jangan mudah dibohongi"
72
Bab 73 " Apa Permintaan Reyhan "
73
Bab 75 "Reyhan kecelakaan "
74
Bab 74 " Hati Mertua Mereda "
75
Bab 75 " Sikap Manja Reyhan"
76
Bab 76 " Menuju Episode terakhir "
77
Bab 77 " TAMAT "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!