"Karena aku tidak inggin Putri sampai mengetahui penyakitku ini, biar aku sendiri yang merasakan penderitaan ini.
"Aku bener-bener bingung sama kamu aku tidak tau harus berkata apa lagi sama kamu, baiklah jika kamu tidak inggin Putri sampai tau kondisi kamu sekarang tapi setidaknya mulai sekarang kamu mau kan melakukan terapi dan ini semua demi Putri, kamu harus yakin kalau kamu pasti bisa melewati semua ini dan aku akan slalu mendukung kamu An! Jadi kamu tidak boleh pantang semangat ya kamu harus semangat."
"Makasih ya Rey! Karena kamu udah mau dukung aku tapi apa aku boleh meminta satu permintaan sama kamu?"
"Permintaan? Permintaan apa An!"
"Permintaan aku tidak sulit kok. Aku hanya minta tolong jagain Putri, jika suatu saat nanti aku pergi dari dunia ini. Aku mau kamu selalu ada disaat Putri sedang bersedih dan mau kamu gantikan posisi aku. Aku mau kamu nikahin Putri."
"Apa maksud kamu An? Kenapa kamu berbicara seperti itu aku kasih tau kamu ya. Aku memang mencintai Putri tapi bukan berarti aku akan gantikan posisi kamu dihatinya Putri. Karena aku juga tau kalau sampai kapanpun juga, aku gak akan pernah bisa gantikan kamu dihatinya Putri. Dan aku juga sadar diri An, sebagai sahabat kamu, aku gak akan mungkin mengkhianati persahabatan kita jadi maaf aku gak bisa ngabulin permintaan gila ku itu.."
"Tolong Rey! Aku gak tahu lagi harus meminta pertolongan sama siapa lagi, Karena didunia ini selain Putri, aku hanya punya kaku sahabat yang sudah gue anggap sebagai saudara aku sendiri jadi aku mohon tolong kabulkan permintaan gue ini, karena kamu juga tahu kalau gue udah gak ada waktu lagi, Bahkan aku juga tidak tau sampai kapan aku akan bertahan hidup tolong apa perlu aku harus memohon dan bersujud di kaki kamu sekarang juga aku mohon."
Melihat Andra yang mau bersujud dibawah kakinya Reyhan. Reyhan pun langsung melarangnya dan mencegahnya.
"An! Apa yang mau kamu lakukan, kamu gak harus berbuat seperti itu juga baik aku mau mengabulkan permintaan kamu!."
"Terima kasih Rey! Terima kasih, kamu memang sahabat aku yang paling baik dan ngerti sama penderitaan aku terima kasih."
"Ya sudah mendingan sekarang kamu istirahat saja. Kamu masih butuh waktu untuk beristirahat. Ya sudah karena gue masih ada urusan dikantor. Jadi aku tidak bisa berlama-lama disini. Jadi aku pamit pulang ya"
"Baiklah Rey tapi kamu harus ingat perkataanku barusan, kamu jangan sampai memberitahu semua ini sama Putri ya."
"Iya aku gak akan pernah memberitahu masalah ini sama Putri jadi kamu tenang aja ya ya udah aku pamit permisi dulu ya."
"Iya hati-hati ya kamu."
"oke baiklah."
Setelah mengetahui rahasia yang disembunyikan oleh Andra, Reyhan pun bingung harus berbuat apa. Jika dia kasih tau Putri mungkin Andra akan sangat marah kepadanya. Tapi jika dia tidak memberi tahu Putri suatu saat nanti mungkin Putri akan sangat kecewa kepadanya dan mungkin juga dia tidak akan pernah mau berteman lagi dengannya. Dan ditambah lagi kondisi Andra yang tambah akan sangat memperihatinkan.
Karena tidak fokus sama laju mobilnya. Hampir saja Reyhan menabrak seseorang laki-laki yang sedang menyebrang. Untungnya saja orang itu tidak kenapa-kenapa.
"Hei kalau mengendarai mobil hati-hati dong,"ucap salah satu seseorang yang hampir saja dia tabrak tadi.
"Maaf pak aku tidak sengaja maaf, saya banyak pikiran jadi sekali lagi maaf ya maaf,"jawab Reyhan yang merasa menyesal.
Karena slalu memikirkan ucapan yang dikatakan Andra barusan, Reyhan hampir saja menabrak seseorang yang pada saat itu sedang hendak inggin menyebrang, untung saja orang itu tidak mengalami luka yang cukup serius. Sehingga orang itu tidak pake jalur hukum.
"Maaf pak sekali lagi maaf ya,"ucap Reyhan sembari memohon.
"Makanya kalau naik mobil itu yang bener,"jawab orang itu yang agak marah.
"Sekali lagi maaf pak maaf,"ucap Reyhan yang merasa bersalah.
"Untung saja saya tidak terluka jadi saya anggap ini tidak ada masalah jadi berhati-hatilah kalau berkendara jangan membahayakan orang lain,"jawab Orang itu sembari menasehatinya.
"Iya pak saya ngaku kalau saya salah dan ceroboh karena memikirkan masalah jadi maaf ya."
"Baiklah saya maafin."
"Terima kasih pak."
Untuk menjalin persaudaraan mereka pun akhirnya sama-sama saling berjabat tangan.
"Ya sudah saya permisi dulu?."
"Baik pak!"
"Astaga hampir saja aku melukai seseorang karena kecerobohanku ini."
Sesaat kemudian Reyhan pun kembali lagi kekantor untuk melanjutkan lagi kerjaannya. Dan sesampainya di ruangan sudah ada Putri yang menunggunya di dalam.
"Pak Reyhan dari mana saja kenapa jam segini baru datang?"
"Maaf saya tadi ada urusan mendadak jadi saya gak sempat berpamit terlebih dulu sama kamu, Apa semua kerjaan sudah selesei dan tidak ada masalah kan.!"
"Tidak ada masalah pak, Semuanya sudah bisa teratasi."
"Baiklah kalau gitu mari lanjutkan lagi kerja kamu!"
"Baiklah pak."
Kemudian Putri pun kembali ketempat kerjanya sedangkan Reyhan diam-diam memperhatikan Putri. Akan tetapi Putri tidak menyadari akan hal itu. Merasa bingung harus berbuat apa. Reyhan pun akhirnya telah memutuskan jika dia akan memberi tahu masalah yang diderita andra saat ini.
"Put,"ucap Reyhan yang merasa gugup.
"Iya pak. Ada apa?"jawab Putri santai.
"Saya hanya inggin memberitahu jika,"ucap Reyhan yang tambah semakin gugup dan bingung harus berkata mulai dari mana.
"Jika apa pak!"Jawab Putri yang agak penasaran.
"Jika?"
"Iya jika apa pak?"
"Jika kamu mengerjakan laporan ini kamu itu harus teliti dan rapi apa kamu sadar jika semua laporan kerja yang kamu kerjakan ini hasilnya hancur, atau bisa dibilang semua berantakan jadi saya harap kamu lebih teliti lagi apa kamu paham,"ucap Reyhan yang tiba-tiba memarahi Putri tanpa alasan.
"Baik pak saya maaf jika laporan yang saya kerjakan itu salah dan tidak rapi maaf,"jawab Putri yang merasa heran dengan tingkah Reyhan saat ini.
" Ya sudah,"jawab Reyhan dengan perkatan tanpa basa-basi lagi.
Setelah mengatakan semua itu Reyhan pun langsung pergi ketoilet dan membasuh wajahnya sembari tidak percaya dengan apa yang dia katakan barusan.
"Ah apa yang barusan aku katakan sama Putri kenapa aku malah jadi memarahinya kan dia itu tidak salah apa-apa dan kerjanya juga bagus terus kenapa aku malah cari alasan untuk bisa memarahinya seperti itu ini semua gara-gara kamu An! Gara-gara kamu aku jadi salah tingkah seperti ini,"ucap Reyhan yang merasa gelisah sendiri.
Sedangkan Putri yang juga merasa heran kenapa tiba-tiba Reyhan bisa berkata seperti itu bahkan untuk soal pekerjaan Reyhan pernah bilang beberapa kali kalau kerjaan Putri itu bagus dan rapi tapi kenapa sekarang dia jadi berubah fikiran kaya gini. Dan memarahinya tanpa alasan seperti ini.
"Ternyata didunia ini laki-laki itu sama aja. Yaitu tidak pernah menghargai dan juga tidak bisa menempati omongan yang pernah dia katakan sendiri dasar,"ucap Putri yang agak kesal.
BERSAMBUNG.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments