Bab 16 " Terbongkar oleh Putri"

Sedangkan Putri yang sudah berada di rumah, dia terus menerus diselimuti oleh bayang-bayang kejadian tadi, sesekali dia inggin memejamkan matanya agar bisa tertidur dan melupakan kejadian tadi namun semua sia-sia saja dia tidak bisa melupakan kejadian yang menimpanya tadi.

"Ah! sial! Kenapa aku terus-menerus ingat kejadian itu dan siapa sebenarnya laki-laki dibalik topeng tersebut, dan jika dia salah satu teman karyawan tempat kerjaku, dan jika laki-laki itu menyadari jika aku wanita yang tidak sengaja menciumnya tadi apa yang harus aku lakukan aku tidak mau mati berdiri karena masalah ini apa yang harus aku lakukan?"ucap Putri yang bingung sekaligus cemas memikirkan apa yang akan terjadi jika laki-laki itu menyadari siapa dirinya.

Keesokan paginya matahari telah menampak sinarnya dan kini waktunya Putri untuk melanjutkan lagi kerjanya sebagai sekertaris andalan dari CEO tampan yang lain adalah Reyhan.

Sewaktu Putri yang sudah berada diruangan kerjanya dan fokus sama benda pipih berbentuk kotak yang sudah berada dihadapannya dan beberapa berkas yang sudah berada diatas meja Reyhan pun akhirnya bertanya sesuatu pada Putri.

"Maaf Putri apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?"tanya Reyhan dengan keadaan sedikit agak gugup.

"Pak Reyhan mau tanya soal apa!"jawab Putri yang masih fokus sama benda yang ada dihadapannya itu.

"Itu apa kamu tadi malam sempat datang ke acara pesta datang!"

Mendengar ucapan pesta datang. Putri pun seketika langsung berhenti mengetik. Yang dimana tadinya dia sedang fokus mengetik untuk laporan kerjanya.

"Apa pesta dansa aku aku tidak datang kesana..memangnya kenapa pak apa tadi malam ada masalah di acara itu,"jawab Putri yang agak gugup.

"Ya tidak aku hanya mendapat laporan dari seseorang yang tak lain dia adalah teman saya aja, yang mengatakan kalau tadi malam ada seorang wanita yang meningalkan satu buah sepatu hak tinggi yang ditinggalkan di acara pesta itu, jadi aku bermaksud untuk mengembalikan sepatu itu oleh pemiliknya, Sedangkan setelah aku melihat sepatu itu..ukurannya seperti punya kamu..jadi aku kira kamu orangnya tapi ternyata tidak, Ya sudahlah aku akan cari pemiliknya nanti!,"jawab Reyhan yang mencoba menggoda Putri.

"Oh gitu pak tapi bukan aku pemiliknya tapi kalau boleh tau apa teman bapak itu mengatakan hal yang lain selain itu?"ucap Putri yang sedikit takut.

"Tidak dia tidak mengatakan apa-apa. Kenapa?"

"Ya tidak ada apa-apa pak!"

"Kenapa kalau aku lihat dari ekpresi wajah Putri kenapa dia kelihatan agak takut dan gugup seperti itu. Apa mungkin benar jika wanita itu beneran Putri!"batin Reyhan yang sedikit tersenyum.

"Habislah aku ternyata laki-laki itu adalah temannya pak Reyhan sendiri. Terus jika dia mengatakan tentang ciuman itu gimana dong!"batin Putri yang tambah semakin gugup.

Setelah mengetahui jika laki-laki yang tidak sengaja berciuman dengannya adalah teman dari atasannya sendiri, Putri pun merasa sangat cemas sekaligus takut. Jika sewaktu-sewaktu orang itu berbicara pada Reyhan dan akan mengatakan semuanya?"

Akan tetapi Putri yang juga sama sekali tidak menyadari jika orang yang berciuman dengannya adalah Reyhan sendiri. Sedangkan Reyhan diam-diam sudah mengetahui jika wanita itu adalah Putri.

Di Situasi lain lebih tepatnya dikediaman Andra, karena merasa dirinya tidak cukup tenaga untuk melakukan pekerjaan, dia pun memutuskan untuk beristirahat di rumah untuk sementara waktu, agar bisa memulihkan tenaganya lagi. Akan tetapi sewaktu Andra yang sedang menyisir rambutnya yang berantakan tadi, sehelai demi sehelai rambut Andra mengalami rontok yang sangat parah, Hal itu membuat Andra pun semakin takut jika sewaktu-waktu dia akan dipangil oleh yang maha kuasa.

"Perlahan-lahan semua telah meningalkan aku mulai dari papa, mama , Putri an sekarang rambutku jujur aku takut jika waktunya tiba nanti. Rumah besar dan megah yang jadi tempat tinggal ku selama ini, akan berubah menjadi tanah yang berwarna cokelat yang dimana akan jadi tempat tinggal-ku selanjutnya, sedangkan pakaian yang rapi, bagus dan berharga sangat tinggi akan berubah menjadi kain berwarna putih yang nantinya akan menyelimuti tubuhku, Tuhan aku mohon tolong kasih aku waktu untuk membahagiakan orang yang sangat aku cintai dan beri waktu aku agar aku bisa menjadi orang yang lebih baik dari sekarang. Karena hambamu ini hanyalah manusia lemah yang tidak bisa melakukan apa-apa terkecuali hanya bisa meminta pertolongan kepadamu..hamba mohon!"ucap Andra yang sembari meneteskan air matanya.

Sewaktu Andra yang hendak inggin turun dari tempat tidur tiba-tiba dia merasakan sakit di bagian kepala karena tidak bisa menahan rasa sakitnya Andra sampai menjerit dan meringis kesakitan.

"Ah kepalaku ah!"

Sedangkan bibik yang mendengar teriakan, dia pun langsung berlari menuju kekamar tuan mudanya. Setelah masuk dia pun terkejut.

"Astaga tuan Andra!"Syok bibik yang melihat Andra sudah tergeletak dilantai sembari meringis kesakitan.

Karena tidak bisa menahannya lagi, Andra langsung jatuh pingsan. Bibik yang semakin panik dan tegang melihat keadaan tuannya ini. Tanpa berfikir lagi. Dia langsung menghubungi Putri

Sedangkan Putri yang mendapat telfon dari sang bibik. Dia langsung bergegas pergi kerumah Andra dan sesampainya dia.

"Andra! Andra kamu kenapa? Andra bangunlah aku mohon Andra" tangisan Putri yang pecah melihat kondisi Andra.

Tanpa basa- basi lagi, Putri langsung melarikannya kerumah sakit dan dokter langsung menanganinya. Sedangkan Putri yang terlihat sangat cemas dia pun bolak-balik tanpa alasan. Bibik yang melihat kekhawatiran Putri saat ini, Akhirnya dia pun menjelaskan semuanya pada Putri mulai dari kesalahfahaman dan juga rahasia besar yang selama ini telah di sembunyikan Andra darinya.

Setelah mendengar langsung dari sang bibik, air mata Putri pun pecah setelah mengetahui jika ANDRA mengidap penyakit yang sangat ganas?"

"Apa? Itu tidak mungkin?"

"Saya harap non Putri juga paham dengan keadaan semua ini. Tuan Andra sengaja merahasian semua ini dari non. Karena tuan tidak inggin jika non Putri akan bersedih nanti."

"Ini tidak mungkin Andra."

Tak lama kemudian dokter yang menangani Andra pun keluar.

"Dokter gimana keadaan Andra dok..gimana keadaanya?"tanya Putri yang sedikit memaksa sang dokter.

"Mendingan keruangan saya aja"

"Baik dok."

"Keadaan Andra saat ini bener-bener sangat memperihatinkan ternyata penyakit yang dideritanya bener-bener cepat menyebar kebagian yang lainnya, Jika sudah seperti ini walaupun dengan pengobatan operasi, terapi itu semua sia-sia saja saya rasa itu tidak akan berhasil."

"Apa dok terus sampai kapan dia akan bisa bertahan hidup dengan kondisinya yang seperti ini. Apa dia masih punya banyak waktu."

"Dilihat dari penyakitnya yang sudah memasuki stadium 4 saya rasa akan lebih cepat, tapi jika ada keajaiban itu bisa saja terjadi. Kamu sebagai kekasihnya kamu harus bisa menghibur dan menyemangatinya, karena dengan memberi dukungan kepadanya, pasti dia akan bisa melewati masa sulitnya ini, Dan dia tidak mudah untuk putus asa!"

"Baik dok terima kasih. Saya permisi!"

"Baik silahkan."

Setelah mengetahui tentang penyakit yang diderita Andra saat ini, hati Putri rasanya hancur berkeping-keping dan gak tahu dengan cara apa Putri bisa membantu Andra melewati semua penderitaan yang dideritanya. Karena dia juga tahu betul sifat Andra yang tidak mau menyusahkan orang-orang. Jadi yang bisa Putri lakukan sekarang hanyalah menangis dan terus menangis.

"Maafkan bibik non Putri, harusnya bibik memberitahu non Putri sejak awal .maafin bibik,"ucap Bibik yang sambil memegang pundak Putri.

"Bibik gak perlu meminta maaf, karena semua ini juga bukan kesalahan bibik. Aku juga mau berteriima kasih sama bibik. Karena bibik udah mau kasih tau tentang masalah ini. Terima kasih,"ucap Putri yang tak bisa menghentikan air matanya. bibik yang melihatnya dia pun langsung memeluk Putri.

"Non yang sabar ya. Kita berdoa saja semoga tuan Andra bisa melewati semua ini. Non yang sabar ya,"ucap Bibik yang berusaha untuk menenangkan Putri.

"Jujur aku sangat takut bik. Aku takut jika Andra akan ninggalin aku..aku takut!"ucap Putri yang terus menangis.

"Bibik yakin tuan Andra pasti bisa melewati semua ini. Dia pasti bisa jadi non Putri jangan gegabah ya non Putri harus yakin."

Dengan menangis di pelukan sang bibik. Hati Putri mulai lebih lega, Dan dia akan berusaha untuk kuat didepan Andra. Karena dia tidak inggin jika Andra sampai mengetahui jika dia sedang bersedih karena masalah ini.

BERSAMBUNG.

Episodes
1 Bab 1 " Awal Mula "
2 Bab 2 " Pertemuan tak Terduga "
3 Bab 3 " Mendapatkan pekerjaan "
4 Bab 4 " Siapa sangka "
5 Bab 5" Mendapatkan Omelan "
6 Bab 6 " Sekali-kali memberi perhitungan "
7 Bab 7 " Siapa yang menolong Putri "
8 Bab 8 " Mulai Berbaikan "
9 Bab 9 " Kesadaran Reyhan "
10 Bab 10 " Perubahan Andra "
11 Bab 11 " Hubungan yang semakin membaik "
12 Bab 12 " Sandiwara Andra "
13 Bab 13 " Terbongkar oleh Reyhan "
14 Bab 14 " Apa Reyhan akan mengabulkannya "
15 Bab 15 " Tak sengaja berciuman "
16 Bab 16 " Terbongkar oleh Putri"
17 Bab 17 " Kena imbasnya "
18 Bab 18 " Menyetujuinya "
19 Bab 19 " Pernikahan Andra dan juga Putri "
20 Bab 20 " Meninggalnya Andra "
21 Bab 21 " Dijodohkan"
22 Bab 22 " Mabuk "
23 Bab 23 " Awal kehancuran "
24 Bab 24 " Apa yang akan terjadi selanjutnya "
25 Bab 25 " Memutuskan pergi "
26 Bab 26 " Hati yang tidak bisa dipaksakan"
27 Bab 27 " Kehamilan "
28 Bab 28 " Untung tidak dipecat "
29 Bab 29 " Pernikahan Reyhan dan Monika "
30 Bab 30 " Mengetahuinyaa "
31 Bab 31 " Pertemuan tak terduga "
32 Bab 32 " Mengetahui kehamilannya "
33 Bab 33 " Keegoisan Reyhan "
34 Bab 34 " Apa yang akan terjadi "
35 Bab 35 " Diketahui "
36 Bab 36 " Motif balas dendam "
37 Bab 37 " Kematian Gibran "
38 Bab 38 " Apakah Putri akan menyetujuinya"
39 Bab 39 " Permintaan gila"
40 Bab 40 " Memberikan Restu "
41 Bab 41 " Pernikahan Reyhan dan juga Putri "
42 Bab 42 " Diperbudak mertua"
43 Bab 43 " Hanya sebatas pembantu "
44 Bab 44 " Percuma berkata jujur "
45 Bab 45 " Hinaan batin "
46 Bab 46 " Kabur dari Rumah "
47 Bab 47 " Tidak jadi pindah "
48 Bab " 48 Mulai diketahui Reyhan "
49 Bab 49 " Menangung resiko "
50 Bab 50 " Siapakah yg akan ia ajak "
51 Bab 51 " Mungkin akan memaafkannya "
52 Bab 52 " Kemana Reyhan akan membawanya "
53 Bab 53 " Berani menggoda "
54 Bab 54 " Siapa seseorang itu "
55 Bab 55 " Rencana apalagi "
56 Bab 56 " Kemenangan berpihak pada si lampir "
57 Bab 57 " Tak Dianggap "
58 Bab 58 " Tipuan Belaka "
59 Bab 59 " Mertua Bodoh "
60 Bab 60 " Rencana licik Monika "
61 Bab 61 " Tak sadar melakukannya "
62 Bab 62 " Kesadaran Reyhan "
63 Bab 63 " Rencana Reyhan "
64 Bab 64 " Berganti dipermainkan "
65 Bab 65 " Memulai Misinya "
66 Bab 66 " Sang Penolong "
67 Bab 67 " Rencana diketahui Reyhan "
68 Bab 68 " Mulai Kasmaran "
69 Bab 69 " Tidak percaya "
70 Bab 70 " Jangan mudah tertipu "
71 Bab 71 " Jangan mudah dibohongi"
72 Bab 73 " Apa Permintaan Reyhan "
73 Bab 75 "Reyhan kecelakaan "
74 Bab 74 " Hati Mertua Mereda "
75 Bab 75 " Sikap Manja Reyhan"
76 Bab 76 " Menuju Episode terakhir "
77 Bab 77 " TAMAT "
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1 " Awal Mula "
2
Bab 2 " Pertemuan tak Terduga "
3
Bab 3 " Mendapatkan pekerjaan "
4
Bab 4 " Siapa sangka "
5
Bab 5" Mendapatkan Omelan "
6
Bab 6 " Sekali-kali memberi perhitungan "
7
Bab 7 " Siapa yang menolong Putri "
8
Bab 8 " Mulai Berbaikan "
9
Bab 9 " Kesadaran Reyhan "
10
Bab 10 " Perubahan Andra "
11
Bab 11 " Hubungan yang semakin membaik "
12
Bab 12 " Sandiwara Andra "
13
Bab 13 " Terbongkar oleh Reyhan "
14
Bab 14 " Apa Reyhan akan mengabulkannya "
15
Bab 15 " Tak sengaja berciuman "
16
Bab 16 " Terbongkar oleh Putri"
17
Bab 17 " Kena imbasnya "
18
Bab 18 " Menyetujuinya "
19
Bab 19 " Pernikahan Andra dan juga Putri "
20
Bab 20 " Meninggalnya Andra "
21
Bab 21 " Dijodohkan"
22
Bab 22 " Mabuk "
23
Bab 23 " Awal kehancuran "
24
Bab 24 " Apa yang akan terjadi selanjutnya "
25
Bab 25 " Memutuskan pergi "
26
Bab 26 " Hati yang tidak bisa dipaksakan"
27
Bab 27 " Kehamilan "
28
Bab 28 " Untung tidak dipecat "
29
Bab 29 " Pernikahan Reyhan dan Monika "
30
Bab 30 " Mengetahuinyaa "
31
Bab 31 " Pertemuan tak terduga "
32
Bab 32 " Mengetahui kehamilannya "
33
Bab 33 " Keegoisan Reyhan "
34
Bab 34 " Apa yang akan terjadi "
35
Bab 35 " Diketahui "
36
Bab 36 " Motif balas dendam "
37
Bab 37 " Kematian Gibran "
38
Bab 38 " Apakah Putri akan menyetujuinya"
39
Bab 39 " Permintaan gila"
40
Bab 40 " Memberikan Restu "
41
Bab 41 " Pernikahan Reyhan dan juga Putri "
42
Bab 42 " Diperbudak mertua"
43
Bab 43 " Hanya sebatas pembantu "
44
Bab 44 " Percuma berkata jujur "
45
Bab 45 " Hinaan batin "
46
Bab 46 " Kabur dari Rumah "
47
Bab 47 " Tidak jadi pindah "
48
Bab " 48 Mulai diketahui Reyhan "
49
Bab 49 " Menangung resiko "
50
Bab 50 " Siapakah yg akan ia ajak "
51
Bab 51 " Mungkin akan memaafkannya "
52
Bab 52 " Kemana Reyhan akan membawanya "
53
Bab 53 " Berani menggoda "
54
Bab 54 " Siapa seseorang itu "
55
Bab 55 " Rencana apalagi "
56
Bab 56 " Kemenangan berpihak pada si lampir "
57
Bab 57 " Tak Dianggap "
58
Bab 58 " Tipuan Belaka "
59
Bab 59 " Mertua Bodoh "
60
Bab 60 " Rencana licik Monika "
61
Bab 61 " Tak sadar melakukannya "
62
Bab 62 " Kesadaran Reyhan "
63
Bab 63 " Rencana Reyhan "
64
Bab 64 " Berganti dipermainkan "
65
Bab 65 " Memulai Misinya "
66
Bab 66 " Sang Penolong "
67
Bab 67 " Rencana diketahui Reyhan "
68
Bab 68 " Mulai Kasmaran "
69
Bab 69 " Tidak percaya "
70
Bab 70 " Jangan mudah tertipu "
71
Bab 71 " Jangan mudah dibohongi"
72
Bab 73 " Apa Permintaan Reyhan "
73
Bab 75 "Reyhan kecelakaan "
74
Bab 74 " Hati Mertua Mereda "
75
Bab 75 " Sikap Manja Reyhan"
76
Bab 76 " Menuju Episode terakhir "
77
Bab 77 " TAMAT "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!