Dan akhirnya hari pun berlalu dan malam harinya sesampainya di rumah, Putri pun langsung memeluk mamanya.
"Mama aku sayang banget sama mama dan ada kabar baik buat mama?"
"Kabar baik! Kabar baik apa sayang?" ucap Mamanya sambil penasaran"
"Aku ... Aku sudah dapat pekerjaan Ma! Dan aku sangat senang hari ini. Dan ini semua berkat mama terima kasih ya ma. Karena mama selalu mendoakan Putri terima kasih,"ucap Putri sambil memeluk erat mamanya.
"Mama ikut senang dengernya dan di dunia pasti seluruh mama akan selalu mendoakan yang terbaik buat putrinya. Karena ini udah malam mendingan kamu cepat tidur sayang apalagi besok hari pertama kali kamu kerja, Jadi kamu tidak boleh telat!" pinta Mamanya sambil mencium kening Putri.
"Iya ma! Ya udah Putri tidur dulu ya ma, Mama juga harus tidur ya dah mama," ucap Putri sambil terlihat manja sama mamanya yang kemudian dia pun memberikan kecupan manis ke pipi Mamanya.
"Dasar anak mama? Ya udah cepat tidur sana, Jangan lupa mimpi yang indah ya sayang?" kata Mamanya sambil sedikit meledek Putri.
Dan malam pun berlalu dengan sangat cepat dan kini matahari pun telah muncul untuk menyinari seluruh alam yang ada dibuka bumi ini, Dan jam menunjukkan pukul 06:00 pagi Putri pun sudah terbangun lebih awal. Karena merasa bersemangat dia pun memutuskan untuk bangun lebih pagi dan dia pun berpamit pada mamanya dan meminta doa supaya tidak ada halangan pada saat hari pertama dia masuk kerja.
"Pasti mama akan selalu mendoakan kamu sayang, Ya udah karena ini udah waktunya kamu untuk berangkat-berangkatlah kan di Jakarta sangat macet jadi mama tidak mau kamu akan terkena masalah nanti," Saran Mamanya.
"Baik ma? Ya udh kalau gitu Putri berangkat dulu ya Ma ASSALAMUALAIKUM,"kata Putri sambil mencium telapak tangan mamanya.
Pagi yang sangat cerah dan perjalanan Putri yang hanya menempuh sekitar 30 menitan untuk mendatangi perusahaan itu. Dan dengan bantuan om yang dimana alamatnya sudah dia kasih akhirnya dengan mudah dia pun ia berhasil menemukan lokasi Perusahaan tersebut.
"Iya ini alamatnya,"gumam Putri sambil terkejut ketika melihat sebuah Perusahaan yang sangat megah dan tinggi.
Dan tiba-tiba muncullah seseorang yang tak lain dia adalah Om Putra wijaya.
"kamu sudah sampai juga disini nak?" tanya Putra yang tiba-tiba muncul dari belakangnya.
"Iya om aku baru aja sampai oh iya dari kemaren aku dan juga om sudah agak akrab, tapi aku belum juga tau nama om yang sebenarnya namaku Putri alexandra, jadi om bisa panggil aku dengan sebutan Putri?" ucap Putri sembari mengulurkan tangannya kearah Putra wijaya.
"Iya om sampai lupa, nama om Putra wijaya rahadi, Jadi kamu bisa memanggilku dengan sebutan om Putra ya udah kita masuk sekarang!"pinta Putra.
"Baik om, mari!"jawab Putri yang kemudian dia pun mengikuti arah jalan Putra.
Akhirnya mereka pun masuk kedalam perusahaan tersebut, sebelum mengajak Putri masuk Putra pun terlebih dulu masuk kedalam salah satu ruangan yang tak lain ruangan itu adalah ruangan khusus milik putranya. Yang tak lain dia adalah Reyhan rahardi laki-laki tampan tapi memiliki sifat yang sangat dingin.
"Rey ... syukurlah kamu sudah datang?"
"Papa tumben pagi-pagi gini papa sudah ada disini ada apa pa?" tanya Reyhan yang sedikit penasaran.
"Maaf kalau papa belum sempat mengasih tau kamu dulu, tapi tujuan papa datang kesini karena papa inggin mengenalkan kamu dengan sekertaris baru kamu?" Papanya yang kemudian membuat Reyhan pun terkejut.
"Apa pa? Sekretaris! Kenapa papa gak ngomong dulu sama Rey..dan dari mana papa tau kalau aku lagi membutuhkan seorang sekertaris?"
"Ya papa tau dari Mama kamu, udah belum saatnya membahas itu, sekarang papa panggilkan dia dulu ya? Kasihan dia udah nunggu diluar dari tadi!"
"Baik pa,"ucap Reyhan sambil menunjukkan muka keselnya".
Dan pada saat om Putra sudah menyuruh Putri untuk masuk, Reyhan malah membalikkan badannya sendiri dan fokus sama pemandangan yang ada diluar jendela tersebut.
"Put kamu masuk ya, Om tidak bisa berlama-lama disini, Jadi om harus pergi sekarang.
"Baik om sekali lagi terima kasih om, terima kasih!" ucap Putri tak lama kemudian ia pun memasuki ruangan bosnya itu, akan tetapi setelah masuk ia malah bengong. Karena melihat bosnya sedang memperhatikan kearah luar jendela.
"Ini beneran bos aku? Kalau dilihat dari belakang dia kelihatan gagah dan juga masih muda?"batin Putri sedikit penasaran seperti apa raut wajah dari bosnya ini.
Sedangkan Reyhan ataupun Putri yang sama-sama tidak menyadari sifat mereka masih biasa-biasa aja, akan tetapi setelah Reyhan membalikkan badannya. Dan melihat Putri Mereka pun akhirnya sama-sama terkejut.
"Kamu?"ucap Putri sambil terkejut""
"Kamu ngapain kamu ada disini..jangan-jangan kamu ikutin aku ya dari kemaren ya?"Reyhan sambil menunjukkan muka tegangnya""
"Apa ikutin kamu kurang kerjaan banget aku ikutin orang kaya kamu Dari pada aku harus ikutin kamu lebih baik aku ikutin oppa korea yang jelas-jelas lebih tampan?" Putri sambil terlihat marah"
"Udahlah gak usah bawa- bawa oppa korea karena pada kenyataannya kalo kamu sekarang udah menginjak di tanah kekuasaanku! Ngapain kamu ada disini di Perusahaan aku apa kamu tidak nyadar?"gumam Reyhan sambil menatap tajam kearah Putri Sedangkan Putri dia pun terkejut..
"Apa perusahaan kamu ... Jadi.. Aku .. Aku ... Kerja dan jadi sekertaris kamu sekarang?"ungkap Putri dengan wajah sambil terkejut"
"Tunggu! Sekretaris jadi Sekretaris yang dimaksud oleh papa ... Sekretaris itu adalah kamu?"ucap Reyhan sambil menaikkan alisnya.
"Apa kenapa aku apes banget sih harus kerja dan jadi sekertaris dari bos gila seperti dia?"batin Putri sambil menatap tajam Reyhan.
"Eh kenapa kamu melototi aku kaya gitu dari pada kamu berdiri terus disini, lebih baik kamu cepat kerja sana!"pinta Reyhan sambil terlihat muka juteknya"
"Baik!"jawab Putri tanpa basa basi lagi"
"Demi keluargaku aku harus sabar menghadapi laki-laki gila ini?"batin Putri.
"Kalau aku pecat dia yang ada aku yang bakal kena masalah karena papa tidak bisa dilawan sekali tidak ya tidak, Jadi aku harus cara lain untuk membuat dia tidak betah kerja disini, tapi gimana caranya?"batin Reyhan sambil memikirkan sesuatu dan menatap kearah Putri.
"Itu orang apa tidak bisa pakai muka yang biasa-biasa aja, atau yang imut-imut gitu. Kenapa dia terus menunjukkan muka yang seram seperti itu, dan terus memelototi gue kaya gitu?" batin Putri sambil sedikit merasa takut.
Dan akhirnya Reyhan pun berhenti melototi Putri dan dia pun duduk di kursi kerjanya yang sudah terpampang di ruangan ini juga. Dan kemudian dia mulai mengerjakan pekerjaannya yang dimana sudah ada beberapa berkas diatas mejanya. Dan Putri yang melihatnya dia pun merasa lega karena Reyhan gak melototi dia terus.
"Hu syukurlah itu orang tidak melototi gue terus?"ucap Putri merasa sangat lega.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments