"Hei kalian jika kalian berani melukainya langkahin aku dulu!" teriak seorang laki-laki yang ternyata dia adalah Reyhan"
"Berani sekali kamu ganggu kesenangan kita saat ini cepat habisi dia sekarang!"gertak Preman sambil menunjukkan muka seramnya"
"Baik bos,"jawab salah satu preman tersebut."
Akhirnya perkelahian antara Reyhan dan ketiga preman itu pun tak terhindari, pukulan demi pukulan pun sama-sama mereka lontarkan agar bisa Melawan musuh yang berada dihadapannya tersebut. Akhirnya Reyhan lah orang yang menang dalam pertarungan ini.
"Bos mendingan kita pergi saja dia bener-bener sangat kuat. Aku tidak bisa mengatasinya lagi,"kata salah satu preman yang berpasrah dengan kekalahannya."
"Baiklah ayo pergi!"jawab bos tanpa bertele-tele."
"Sana pergi dan jangan sampai kalian berani muncul dihadapan gue kalau kalian tidak mau nanti akan menyesal,"kata Reyhan."
Untung saja Reyhan yang dengan tepat waktu datang dan berhasil menolong Putri yang untungnya saja belum sempat ternodai oleh preman -preman tersebut. Karena masih trauma. Putri pun hanya bisa menangis. Melihat hal itu Reyhan pun menghampirinya.
"Kamu gak apa-apa kan? Kamu juga tidak ada yang terluka kan?"tanya Reyhan sembari memegang kedua pundak Putri.
"Aku...aku tidak apa-apa kok!"
Tanpa berfikir lagi, Reyhan pun akhirnya memeluk Putri sembari mencoba untuk menenang kannya.
"Menangislah jika itu bisa membuatmu agak lebih tenang menangislah!"
Beberapa detik kemudian Putri pun akhirnya tersadar dan melepaskan pelukannya itu. sembari mengatakan.
"Maafkan aku. karena aku sudah lancang memelukmu,"ucap Putri sembari menunjukkan wajah yang melas"
"Tidak apa-apa lagian aku juga tidak masalah jika kamu melakukan ini sama aku."
"Makasih ya pak, karena bapak udah mau menolongku dan menyelamatkanku dari preman-preman itu. Aku tidak tau jika pak Reyhan terlambat sedikit aja, apa yang akan terjadi dengan ku selanjutnya."
"Ya sudah mendingan sekarang aku antar kamu pulang aja ini kan udah larut malam. Apa kamu mau ketemu sama preman-preman itu lagi,"ucap Reyhan dan agak menunjukkan rasa kekhawatirannya itu."
"Tidak mau!"jawab Putri sambil menggelengkan kepalanya."
"Ya sudah kalau gitu ayo kita pergi sekarang!"
"Baik pak Reyhan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan pak Reyhan saat ini, kenapa tiba-tiba sikapnya yang dulunya jadi macan yang galak dan nyeselin berubah jadi seperti pahlawan seperti ini. Apa sebenarnya ini sifat pak Reyhan yang sesunguhnya. Dan jika itu memang benar, maka selama ini aku sudah salah karena menganggap pak Reyhan seperti orang yang penuh dengan kelicikan,"batin Putri dan agak sedikit bingung"
Tak lama mereka pun akhirnya masuk kedalam mobil, dan suasana pun berubah dimana yang dulunya mereka hanya akan bertengkar jika setiap kali bertemu, beda dengan saat ini sifat mereka pun berubah jadi lembut dan tentram.
"Oh iya aku juga mau minta maaf, Karena selama jni aku udah bertingkah kasar sama pak Reyhan, Dan aku juga sering ngatain pak Reyhan yang tidak-tidak aku minta maaf ya, apa pak Reyhan mau maafin aku,"ucap Putri yang menunjukkan sifat melasnya.
"Iya aku maafin kamu, aku senang akhirnya kamu tersadar juga, aku sendiri juga mau minta maaf, Jika selama aku jadi bos aku belum bisa menghargai kerja keras karyawan-karyawan ku.
"Itu memang yang harus pak Reyhan lakukan,"ucap Putri sembari menatap Reyhan dengan ketulusannya itu.
Hari pun berlalu dengan sangat cepat, setelah memutuskan untuk berbaikan, kedekatan Putri dan juga Reyhan pun juga semakin dekat. Karena mereka sering menghabiskan waktu berdua pada saat sedang bekerja. Dan suatu hari Andra pun mengajak makan malam Putri dan disitu juga Andra inggin mengenalkan Putri kepada teman lamanya. Yang tak lain dia adalah Reyhan.
"Sayang sebenarnya kamu mau ngenalin aku sama siapa sih?"tanya Putri agak sedikit penasaran.
"Sudahlah nanti kamu juga akan tau ... Tidak lama lagi, dia juga akan segera datang kok, jadi bersabarlah,"jawab Andra.
Tak lama kemudian, Reyhan pun datang.
"Sorry ya bro aku telat soalnya jalanan macet tadi,"ucap Reyhan Sambil melihat Andra.
"Pak Reyhan?"tanya Putri sambil terkejut.
"Putri?"jawab Reyhan sambil ikut terkejut juga.
"Kalian sudah sama-sama saling kenal?"
"Iya sayang dia ini pak Reyhan, Bos aku , jadi dia ini orang yang sering kamu ceritakan sama aku?"
"iya sayang dia ini memang temanku yang sudah lama pernah aku ceritakan ke kamu itu? Aku bener-bener tidak menyangka ternyata kalian sudah sering ketemu?"
"Iya aku juga tidak menyangka kalau Putri ini kekasih kamu. Kalau aku tau dia kekasih kamu, aku tidak akan mungkin memarahinya terus,"balas Reyhan sambil tersenyum.
"Iya gak papa kok pak Reyhan lagian aku juga baru tau sekarang!"
"Tunggu .... Jadi Reyhan ini orang yang sering kamu ceritakan ke aku? Yang kamu bilang, dia itu bos yang super jutek dan nyebelin itu sayang?"tanya Andra sembari meledek Putri.
"Iya..dia memang orangnya tapi dia sekarang sudah berubah kok, bahkan dia sudah berubah 100 persen dan tidak seperti awal mula aku bertemu dengannya,"balas Putri agak sedikit malu.
"iya itu juga berkat kamu juga Putri, berkat kamu aku sekarang bisa jadi orang yang lebih baik lagi dan bisa menahan emosiku juga,"jawab Reyhan sambil tersenyum.
Melihat tatapan Reyhan kepada putri, membuat Andra pun merasa agak cemburu, akan tetapi rasa cemburu berubah menjadi keinginan yang tidak inggin andra lakukan akan tetapi harus dilakukan oleh andra dan di situasi ini Andra pun memikirkan sesuatu..
"Kalau aku lihat mereka juga serasi dan mereka juga sudah sama-sama saling mengenal dan juga dekat? Aku juga sudah menganggap Reyhan sudah seperti saudara kandungku sendiri apa mungkin aku harus melakukan semua ini?"batin Andra yang tiba-tiba gelisah dengan perasaanya sendiri.
"Sayang kamu kenapa? Kenapa kamu diam saja, muka kamu juga kenapa pucat sayang apa kamu sedang sakit?"tanya Putri agak sedikit cemas"
"Tidak aku tidak papa kok, mungkin aku cuma kecapean aja,"jawab Andra.
"Ya udah gimana kalau kita pulang aja sekarang, kamu pasti butuh istirahat Andra, Pak Reyhan apa tidak keberatan jika kita pulang dulu," ucap Putri yang mencemaskan Andra.
"Iya aku tidak masalah kok, atau perlu aku antar kalian saja,"jawab Reyhan sembari menawari bantuan ke mereka.
"Baiklah jika pak Reyhan tidak keberatan,"jawab Putri sambil menganggukkan kepalanya"
Karena tiba-tiba keadaan Andra yang drop. Putri pun semakin cemas dan takut jika terjadi sesuatu pada kekasihnya itu, Reyhan yang melihat dengan kedua matanya sendiri gimana kemesraan yang dilakukan dua pasangan itu pun tiba-tiba merasa aneh dengan perasaannya saat ini..
"Sayang kamu yang kuat ya? Kita akan segera sampai. Pak Reyhan apa bapak, tidak keberatan jika mengantar kita ke rumah sakit. aku takut kalau Andra kenapa-kenapa?"tanya Putri dengan cemasnya.
"Tidak! Aku tidak mau ke rumah sakit lebih baik antar saja aku ke rumah, aku tidak apa-apa kok sayang, jadi kamu jangan cemas ya sekarang,"ucap Andra sembari menenangkan Putri.
"Baiklah kalau gitu, tapi kamu beneran tidak apa-apa kan, kamu beneran tidak menyembunyikan sesuatu dari aku kan?"
"Iya aku tidak kenapa-kenapa kok, dan aku juga tidak menyembunyikan apa-apa dari kamu jadi kamu jangan cemas ya?"
"Kenapa melihat mereka seperti itu hatiku kenapa rasanya sakit banget sekarang. Apa mungkin aku benar-benar udah mulai menyukai Putri dan jika itu emang benar, maafkan aku Andra karena diam-diam aku sudah lancang karena menyukai kekasih kamu maafkan aku! Maafkan aku!"
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments