Bab 15

Perlahan namun pasti putri Amatheia bersama Filghofin melanjutkan perjalanannya setelah beristirahat untuk beberapa saat, namun tiba-tiba.

Sreet...creass...

Sebuah tombak kecil hampir saja mengenai tubuh Filghofin andai putri Amatheia tidak segera menangkap tombak yang melesat dengan kecepatan tinggi itu.

"Hei...keluarlah! Siapapun kalian jangan pernah menganggu perjalanan kami, atau Tampakkan wujud kalian," teriak putri Amatheia setelah mengetahui senjata yang di pakai musuh adalah tombak khas milik pasukan hiu.

"Filghofin harusnya kita mulai waspada, bisa saja mereka sudah mengetahui rencana kita untuk datang dan akan menggagalkan rencana pangeran Sharklys." Putri Amatheia berbisik kepada Filghofin tanpa ia sadari bisikan itu menimbulkan tatapan mata Filghofin yang sulit ia cerna.

"Ghofin, ada yang salah?"

"Oh...tidak...tidak..a..aku..hhemm," kelabakan Filghofin menjawab pertanyaan putri Amatheia sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Putri Amatheia yang menyaksikan itu senyum-senyum sambil menyembunyikan semburat merah yang menghiasi wajahnya.

Sedangkan Bargibanti yang terkejut oleh serangan pasukan secara tiba-tiba, ia menggigil di balik gua kecil dan bersembunyi didalamnya,"arrkhh! Dia jahat, aku harus mempertahan putri Amatheia, dan....a..ku akan mencuri kalung itu,aaaa," seringai Bargibanti dengan gigi-gigi runcingnya dengan liur yang menetes sungguh pemandangan yang sangat menjijikkan.

Sreeessshhh....duaar.....

Kembali suara gaduh itu menggelegar, kali ini Filghofin maju dengan penggunaan pedang milik pasukan hiu yang ia temukan, melawan serangan para hiu, namun tiba-tiba.

Sebuah benda lunak dan panjang menjulur membantu Filghofin menghadapi serangan pasukan hiu, dan pada saat yang tepat pasukan hiu itu tersudut dengan cepat makhluk lunak itu menyemburkan cairan hitam pekat, dan!

Aarrhhggg....

Pasukan hiu merasa kesakitan dan menghindar meninggalkan Filghofin yang terpental, karena dorongan maklum panjang itu.

Putri Amatheia yang menyaksikannya bergegas mendekat kedalam gua kecil di balik semak-semak lamut itu.

"Wahai sosok gurita yang baik, keluarlah! saya mengucapkan

Terima kasih yang tidak terhingga atas segala bantuan dan perlindungan mu kepada kami," suara lantang putri Amatheia membuat sosok gurita yang bersembunyi di gua kecil dengan cara memendam dirinya didalam pasir, walaupun putri Amatheia adalah putri mahkota namun sifat sopan dan satun dengan siapapun tidak pernah ia lepaskan dimana dan dengan siapapun itu.

"Yang mulia putri Amatheia, nama hamba Hank mohon maaf atas kelancangan hamba telah mencampuri permasalahan tuanku dengan pasukan hiu yang terlalu arogan menurut hamba," Gurita raksasa yang pernah di tolong oleh Raja Brenton dari serangan nelayan ternyata secara tidak langsung membalas budi segala kebaikan keluarga istana Gkinzerniyu.

Putri Amatheia tersenyum lalu mendekati Hank yang sedikit terluka pada tangannya, dengan usapan tangan putri Amatheia luka sabetan pedang pasukan hiu itu menutup dari robekan, Filghofin yang menyaksikan kedewasaan dan kesantunan pada diri putri Amatheia, semakin menjadi percaya diri bahwa kelak mereka akan mampu membawa pulang sebuah kemenangan.

"Tuan putri Amatheia, bila tidak keberatan apakah hamba boleh mengetahui kemana arah yang akan membawa putri Amatheia bersama tuan pemuda ini akan melakukan perjalanan?"

Senyum putri Amatheia kembali merekah mendengar pertanyaan Hank, "kami akan melakukan perjalanan mènuju laut merah, apakah kau bersedia memberikan petunjuk jalan menuju kesana, Hank."

Hank menatap tajam kearah Putri Amatheia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Filghofin, " ampun tuan putri Amatheia, apakah hamba salah pendengaran? Atau mungkin tuan putri salah mengucapkan kata,"

"Arrhhhhh... Hank!" Tiba-tiba Bargibanti muncul dan menggeram kearah Hank.

'aarrhhgg, dia tidak boleh memberitahu jalan mènuju kesana' Bargibanti dengan sangat mulai mempunyai rencana licik pada putri Amatheia dan Filghofin.

Hank yang mengetahui siapa sebenarnya Bargibanti, dia segera membekap tubuh Bargibanti lalu memasukkan ke dalam gua kecil itu dan menutupinya dengan tubuhnya yang besar, sehingga dia tidak akan mungkin bisa mendengar percakapan mereka.

"Hank, kau tidak salah pendengaran, kami memang akan menuju ke laut merah dan kami akan membebaskan ayahanda Raja Brenton," ucap putri Amatheia dengan semangatnya.

"Tuan putri, apa yang bisa hamba lakukan untuk membantu perjuangan tuan putri bersama tuan pemuda ini," ucap Hank sambil menundukkan kepalanya penuh hormat.

"Wahai sahabatku, Hank. Dengan ikut menjaga ketentraman rakyat Gkinzerniyu, itu sudah sangat mulia daripada seorang pecundang seperti gerombolan pasukan hiu tadi," Filghofin memberikan jawaban kepada Hank di sertai anggukan putri Amatheia.

"Tuan... Perjalanan menuju laut merah tidaklah mudah dan bisa di pastikan akan terjadi seribu kali bahkan rintangan yang akan kalian temui, melalui darat maupun lewat laut. Sebab, pangeran kegelapan jelas tidak akan tinggal diam wilayahnya mendapatkan serangan." Hank berusaha menjelaskan dan mengutarakan rasa was-was khawatir dengan keselamatan mereka berdua.

"Berilah petunjuk arah yang kau ketahui, Hank, kami akan kembali membawa Raja kalian, dan itu adalah janji kami," Ucap Filghofin kembali membuka suara dan menyakinkan terdapat rintangan ataupun tidak, mereka akan tetap melakukan perjalanan menuju laut merah dimana dibalik laut merah itu terdapat kastil Lazurod tempat ayahnya serta Raja Brenton tertawan.

Hank dengan hati-hati dan seksama memberikan petunjuk pada Filghofin, perjalanan bisa di tempuh dengan melalui laut dan di sambung lewat darat untuk mengelabuhi mata-mata kepercayaan pangeran Sharklys.

Menuju laut merah akan memakan waktu dua purnama bila tanpa rintangan, karena rintangan mereka adalah sebuah Kematian bila tidak mampu menghadapinya, atau mampu melewati dan menghadapi rintangan berikutnya.

Hank hanya bisa membantu dengan memberi petunjuk jalan menuju laut merah, Hank memberikan putri Amatheia racun miliknya untuk mengatasi segala rintangan yang jelas akan mereka hadapi kelak, dan berjanji akan menjadi tameng di perbatasan masuk wilayah istana Gkinzerniyu dari incaran pasukan hiu yang akan masuk secara tiba-tiba dan tanpa bisa diprediksi waktunya.

Akhirnya, perpisahan antara mereka pun terjadi dengan segala hormat dan doa Hank sematkan dalam ucapan perpisahan mereka.

"Aarrhggh, lepaskan aku! Tubuhmu terlalu besar di bandingkan diriku, aku tidak bisa bernafas dengan lega, lepaskan!" teriak Bargibanti dalam keputusasaan mendorong tubuh Hank yang teramat besar dan kuat itu, sedikitpun tidak bergeming dari tempat semula.

"Ha...ha...ha..untuk apa kau tergesa-gesa wahai makhluk pengecut, apa yang akan kau lakukan dengan perjalanan putri Amatheia menuju laut marah, apa yang akan kau lakukan kecuali cari mati! Dengan tubuhmu yang lemah tanpa kekuatan apapun kecuali mulutmu yang suka berdusta." Hardik tajam Hank kepada Bargibanti yang hampir saja kehabisan nafas karena berada dalam gua yanag pengap dan tanpa udara yang bisa masuk, karena tertutup oleh tubuh Hank yang sengaja ia jadikan penghalang supaya, bargibanti tidak mendengarkan perkataan mereka lagi.

"Arrhhhhh, kamu menyebalkan hank, huhh aku pergi, aku akan melapor ke pasukan hiu untuk segera melahap mu bulat-bulat dan mencabik-cabik tubuhmu, aarrhggh."

Bargibanti segera berubah pada bentuk dan warna pada tubuhnya agar bisa mengelabuhi Hank untuk melarikan diri lalu mengejar putri Amatheia dengan Filghofin, yang sudah berlalu beberapa saat bahkan bisa jadi Bargibanti kehilangan jejak mereka berdua.

Perjalanan kali ini berubah melalui darat, karena menghindari serangan mata-mata para pengawal pangeran kegelapan Sharklys yang berwujud kepala ikan hiu dengan badan selayaknya manusia.

🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬

To be continued 😉

Beri saya jempol like dan komen 😘 supaya menjadi penyemangat saya untuk melaju berkarya.

Tidak pernah lupa doa ku, sayang dan salam sejahtera untuk kalian semua, love by RR 😘

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

kan.. bener,
mata2 she bar itu

2023-04-12

0

Keyboard Harapan

Keyboard Harapan

Lanjut bestie❤❤❤

2023-03-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55 Cemburu putri Galene
56 kelemahan putri Galene
57 Penerus Aisegea
58 Kejujuran Bargibanti
59 Bersatunya dua kerajaan
60 MENGEJAR CINTA GALENE
61 Teman Baru
62 Beradaptasi dengan tempat baru
63 Laki-laki misterius
64 Ke pusat kota
65 Ajang pencarian bakat
66 Tragedi kaoliang
67 Caillani yang rakus
68 Kekacauan kamar tuan muda
69 Misi mulai berjalan
70 Sopir untuk Lauren dan Galene
71 Bola kristal
72 Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73 Penyamaran Caillani Yang Gagal
74 Keusilan Caillani
75 Delivered Boy
76 Bau Jengkol lewat
77 Miniatur Museum Oceanography
78 Party Weekend's
79 Keturunan Tarantula
80 Siasat Lauren
81 Kelicikan Nona Charlotte
82 Racun Tarantula
83 Caillani Yang Lemah
84 Penyamaran Lauren
85 Negosiasi Zhang kai
86 Kedatangan Bargibanti
87 Upaya Penyelamatan
88 Mustika Merah Delima
89 Kematian Yamameri
90 Kemenangan Nona Charlotte
91 Rencana tertunda putri Amatheia
92 Kekejaman nona Charlotte
93 Pantai Koleacinder
94 Siasat Bargibanti
95 Nilai Cinta Suci
96 Kegilaan Nona Charlotte
97 Memasang Strategi
98 Malam Bulan Purnama
99 Kepergian Pangeran Caillani
100 Mustika jingga
101 Zhang Kai Yang Lemah
102 Menyusun Siasat
103 Penyesalan Putri Galene
104 Mutiara Hitam
105 Lauren Bercanda dengan Hiu
106 Penolakan Lauren
107 Pelarian
108 Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109 Lauren bersama Zhang Kai
110 Nona Charlotte yang tetap berambisi
111 Kegelisahan David
112 Pertemuan David dengan Bargibanti
113 Janji Putri Galene
114 Berita Untuk Ratu
115 Pengobatan Zhang Kai
116 Ulasan Tabib Wlyrus
117 Sebuah Perjanjian
118 Wanita Misterius
119 Ratu Elinor
120 Kegalauan David
121 Kota Bavaria
122 Penyesalan
123 Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124 Pertemuan Yang Indah
125 Perpisahan
126 Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127 pangeran Caillani dan Putri Galene
128 Akhir Dari kisah
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55
Cemburu putri Galene
56
kelemahan putri Galene
57
Penerus Aisegea
58
Kejujuran Bargibanti
59
Bersatunya dua kerajaan
60
MENGEJAR CINTA GALENE
61
Teman Baru
62
Beradaptasi dengan tempat baru
63
Laki-laki misterius
64
Ke pusat kota
65
Ajang pencarian bakat
66
Tragedi kaoliang
67
Caillani yang rakus
68
Kekacauan kamar tuan muda
69
Misi mulai berjalan
70
Sopir untuk Lauren dan Galene
71
Bola kristal
72
Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73
Penyamaran Caillani Yang Gagal
74
Keusilan Caillani
75
Delivered Boy
76
Bau Jengkol lewat
77
Miniatur Museum Oceanography
78
Party Weekend's
79
Keturunan Tarantula
80
Siasat Lauren
81
Kelicikan Nona Charlotte
82
Racun Tarantula
83
Caillani Yang Lemah
84
Penyamaran Lauren
85
Negosiasi Zhang kai
86
Kedatangan Bargibanti
87
Upaya Penyelamatan
88
Mustika Merah Delima
89
Kematian Yamameri
90
Kemenangan Nona Charlotte
91
Rencana tertunda putri Amatheia
92
Kekejaman nona Charlotte
93
Pantai Koleacinder
94
Siasat Bargibanti
95
Nilai Cinta Suci
96
Kegilaan Nona Charlotte
97
Memasang Strategi
98
Malam Bulan Purnama
99
Kepergian Pangeran Caillani
100
Mustika jingga
101
Zhang Kai Yang Lemah
102
Menyusun Siasat
103
Penyesalan Putri Galene
104
Mutiara Hitam
105
Lauren Bercanda dengan Hiu
106
Penolakan Lauren
107
Pelarian
108
Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109
Lauren bersama Zhang Kai
110
Nona Charlotte yang tetap berambisi
111
Kegelisahan David
112
Pertemuan David dengan Bargibanti
113
Janji Putri Galene
114
Berita Untuk Ratu
115
Pengobatan Zhang Kai
116
Ulasan Tabib Wlyrus
117
Sebuah Perjanjian
118
Wanita Misterius
119
Ratu Elinor
120
Kegalauan David
121
Kota Bavaria
122
Penyesalan
123
Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124
Pertemuan Yang Indah
125
Perpisahan
126
Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127
pangeran Caillani dan Putri Galene
128
Akhir Dari kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!