Bab 2

Filghofin Orlando adalah korban pembantaian terencana namun gagal mencapai kematian, dugaan warga yang mengarah kepada kesialan kota mereka. Karena Yaerene ibu dari Filghofin Orlando yang di duga wanita peselingkuh dan melahirkan anak haram dari keturunan bangsa Elf dan membawa sial dimana-mana.

Penduduk pun menyakini Filghofin Orlando adalah pemuda terkutuk yang di kirim oleh dewa kegelapan, dan menjadikan kehidupan penduduk harus menuai hasilnya. Jadi kesepakatan penduduk kota adalah memusnahkan Filghofin dan mengembalikan ruh serta tubuhnya kepada dewa kegelapan di ujung bumi

Warga Desa Sanjeniro harus menerima gagal panen dan itu terjadi sudah kesekian kalinya, penduduk desa yang notabene adalah petani anggur dan bercocok tanam dan sebagian dari mereka mencari nafkah dari hasil laut, harus di hadapkan kegagalan panen, anggur dan hasil bumi lainnya yang siap panen dan mereka bisa mengadakan rasa syukur sambil berpesta namun harus menuai kekecewaan, tanaman mereka perlahan mengalami kekeringan dan rontok akhirnya mati bersama pokok pohon anggur mereka.

"Ikat dia saja! sebagai calon tumbal desa dan biarkan dia mengering atau jadi santapan ikan hiu di tengah laut" teriak beberapa orang penghuni desa itu.

Filghofin Orlando hanya mampu pasrah dengan apa yang telah terjadi, melawan pun bukan menyelesaikan permasalahan dia akan tetap mati di tangan penduduk.

Dengan cara mengikatnya dan menggiring ke atas geladak kapal nelayan yang sudah tidak terpakai, dengan beberapa serbuk TNT dan bara yang perlahan merambat kearah tumpukan drum drum tua.

Seperti bom waktu, kapal yang sudah penuh dengan bahan bakar dan pemantik api yang di tata rapi, dengan mudah dan cara yang tidak manusiawi, agar Filghofin Orlando mati lalu kesejahteraan penduduk kembali normal, setelah kesialan yang mereka duga telah mereka musnahkan.

Namun...nasib berkata lain Filghofin Orlando tersadar tepat pada saat pemantik api mulai merambat kedalam tong besar yang berisi bahan serbuk dinamit.

Dengan susah payah Filghofin berusaha menyelamatkan diri, susah payah ia berusaha melepas ikatan pada tubuhnya yang sudah mulai lemas untuk menaiki papan-papan kayu yang berserak di atas geladak kapal tersebut.

Dentuman keras dan berulang ulang kali, membuat ia terpental kembali kapal kecil itu bagaikan tergulung dengan ombak yang menggila, seolah benar-benar akan menjadikan Filghofin adalah tumbal para penghuni penguasa laut itu dan telah raib bersama kesialan kota yang saat ini melanda.

Penduduk yang menyaksikan menari dengan sukacita demi mendengar suara ledakan kapal tua itu, mereka menduga Filghofin telah hancur dan tenggelam di dasar laut..

Hanya seorang wanita tua yang meratapi kepergian Filghofin, dialah Yaerene seorang ibu yang harus menyaksikan putranya tersiksa dan merasakan kesakitan di tangan masyarakat.

Yaerene wanita misterius yang menyimpan sejuta cerita namun seolah memendam dalam-dalam sebagai saksi terjadinya sebuah peristiwa. Yaerene berlari mengarah ke hutan para elf berada dan menyelamatkan diri dari amukan masyarakat ketika amukan mereka semakin membabi buta. Namun Yaerene tetap mempunyai keyakinan bahwa Filghofin adalah anaknya yang kuat, "aku harus segera mencari bantuan, bertahanlah anakku! Ibu tau, kau adalah putra ibu yang kuat."

Yaerene berlari dengan memakai jubah sakti satu-satunya peninggalan sang suaminya, cinta terlarang mereka dari bangsa Elf di gunung Gordon. Hingga terdengar kembali suara letusan dari tengah laut yang tidak jauh dari balik batu karang dimana tempat dia bersembunyi.

Duaarrr .....duarr.....

Ledakan kembali terjadi membuat tubuh Filghofin tanpa keseimbangan yang berarti, dengan mudahnya terpelanting dan tertimpa papan Balok yang besar, Jangankan untuk merangkak, membuka mata pun sulit bagi dia. Hanya kematian yang ada pada pikirannya, akan tetapi ia tetap dalam usaha untuk menyelamatkan dirinya.

Hingga ombak besar di sertai beberapa ledakan kembali terjadi dan membawa tubuh J

Filghofin yang berhasil mengapung di atas papan Balok sebagai penampung tubuhnya.

Antara sadar dan hilang rasa pada seluruh tubuhnya, Filghofin tetap berusaha bertahan dengan mengikuti arah gelombang air laut membawanya ke berbagai arah.

Malam yang dingin berganti dengan teriknya matahari yang menyengat, membakar tubuhnya yang sudah tidak berdaya, hanya mata saja yang masih mampu berkedip.

'Wahai penguasa alam, ambillah nyawaku bilamana Engkau kehendaki. Agar aku terhindar dari angkara murka dan keserakahan duniaMu.' hanya bisikan hatinya yang mampu berkata dalam setiap sisa nafas yang masih ada, lemah itu semakin menghilangkan kesadarannya.

🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬

Gelombang itu seakan menjadi ganas, menggulung dan menerjang batu karang. Namun tidak dengan putri Amatheia dan Scrully tawa mereka tetap saja ceria. Bahkan sesekali putri Amatheia mengikuti gulungan ombak sambil mengepakkan ekornya yang biru keemasan bila terpancar sinar matahari.

Scrully tiba tiba saja berhenti dan mendekat ke batu karang yang besar, lalu ia menyipitkan pandangan matanya kesebuah benda yang mengapung dan mengarah kepadanya.

"Shuiittt.... Amatheia shuiittt...." Pekik Scrully melengking dengan suitannya. Amatheia menyahut dengan membalas suitannya lalu mendekat.

"Apa yang kau lakukan sehingga wajah panik mu begitu jelas terlihat hingga pucat pasi seperti itu wahai Rully-ku," masih juga Amatheia menanggapi keseriusan Scrully dengan kekonyolannya.

"Ayo-lah putri! Sedikit serius tidak akan mengurangi kecantikanmu, jadi kesini dan lihatlah benda apa yang mengapung itu!"

Putri Amatheia baru menyadari setelah menyipitkan matanya ia melihat ke arah telunjuk tangan Scrully, dengan matanya yang mampu melihat dari kejauhan beberapa mil, sesosok tubuh mengapung di atas papan Balok mengapung.

"Oh...hanya mayat mengapung saja bukan sesuatu yang menakutkan atau pun lebih istimewa, eh...bukan bukan... Tubuh mengapung, tunggu...!" Amatheia yang konyol berkata sendiri dan menjawab sendiri. Namun tiba-tiba begitu saja ia menceburkan dirinya dan bergelung dengan gelombang mencoba mendekati benda yang mengapung itu.

Perlahan ia mengamati sosok mengapung itu ternyata adalah pria tampan, dengan bibir kering dan luka dimana-mana rambutnya yang ikal dan panjang menutupi sebagian wajahnya yang sedikit membiru.

"Benar dugaanku, dia hanya seonggok mayat yang mengapung mencari daratan, Scrully.... shuiittt..."

"Jangan teriak! Aku di belakang mu." Sungut Scrully sambil menatap serius laki-laki yang dikira mati itu.

"Sstt... Rully, lihatlah! Dia laki-laki tampan, tapi sayangnya dia lemah, dia sepertinya korban kekerasan atau mungkin pemilik kapal yang meledak tadi Rully, ah...entahlah."

"Sepertinya, dia belum pantas untuk mati, bawa ke tepi aku akan menolongnya," putri Amatheia menarik tubuh laki-laki tidak berdaya itu dan Scrully mendorong dari sisi lain.

"Rully, sepertinya aku tidak tega meninggalkannya sendiri disini, kalau dia mati sia-sia tentu akan percuma saja masa hidupnya, aku akan menolongnya." Amatheia membawa ke permukaan dan Scrully sembunyi di balik batu karang tidak jauh dari tempat Amatheia.

Amatheia kembali mendekati Scrully dan berpesan sesuatu padanya, "kembalilah ke kerajaan bawah laut, kalaupun ibunda Ratu menanyakan keberadaan ku, katakan aku sedang berada di ruangan ku belajar, ingat ini rahasia!"

"Ini berbahaya putri! kau bahkan tidak tau siapa laki-laki itu dia bisa saja seorang bajak laut dan akan melukaimu, kau juga belum. Pantas untuk mati, kan?" Kembali Scrully membalas gaya bicara putri Amatheia yang kadang lepas kontrol.

"Eemmmm, kau tenang saja aku akan baik baik dan tidak akan ada siapapun yang mampu melukaiku, pemuda itu sepertinya orang baik, mungkin hanya nasib saja yang membuatnya hampir mati, hehehehe..." putri Amatheia begitu saja meninggalkan Scrully dan kembali berenang mendekati Filghofin, pemuda yang mulai sekarat itu.

"Aku akan memberikan sedikit kekuatan untuk nya, dan bila ia sudah siuman aku akan kembali ke dasar laut, pergilah! atau kita akan sama-sama mendapatkan hukuman karena terlambat pulang,"

Dengan berat hati, Scrully pun meninggalkan putri Amatheia sendiri, sebentar-bentar dia harus menoleh kebelakang mengkhawatirkan keselamatan sang putri.

'ahkk....aku yakin dia bisa melindungi dirinya sendiri.' batin Scrully menghibur diri sendiri.

Sepeninggalnya Scrully, putri Amatheia mencoba membawa Filghofin Orlando menuju gua yang tidak jauh dari batu karang itu, dengan sedikit kesaktian yang ia miliki Amatheia memberikan sedikit kehangatan melalui cairan yang ia keluarkan dari sisik-sisik emasnya, yang sebagai pelindung tubuhnya di saat berada si darat, dengan membuat api unggun dan mencarikan ikan ikan kecil sebagai persiapan makannya.

🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬

To be continued baby 😉

mohon dukungan like serta komen membangun, tidak lupa salam sayang selalu by RR 😘

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

she fil sebenarnya anak siapa?

2023-03-08

0

Buna_Qaya

Buna_Qaya

calon cinta sejati mu tu putri Ama, maaf karena namamu agak bikin lidah ku keseleo, jadi tak singkat bae🤭🤭

2023-03-03

0

🕊️❦Teteh🕊️Reyna༂🕊️

🕊️❦Teteh🕊️Reyna༂🕊️

Cieeeeee novel baru udah netes ,semangat yah rhu 👏🤗📢

2023-03-01

5

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55 Cemburu putri Galene
56 kelemahan putri Galene
57 Penerus Aisegea
58 Kejujuran Bargibanti
59 Bersatunya dua kerajaan
60 MENGEJAR CINTA GALENE
61 Teman Baru
62 Beradaptasi dengan tempat baru
63 Laki-laki misterius
64 Ke pusat kota
65 Ajang pencarian bakat
66 Tragedi kaoliang
67 Caillani yang rakus
68 Kekacauan kamar tuan muda
69 Misi mulai berjalan
70 Sopir untuk Lauren dan Galene
71 Bola kristal
72 Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73 Penyamaran Caillani Yang Gagal
74 Keusilan Caillani
75 Delivered Boy
76 Bau Jengkol lewat
77 Miniatur Museum Oceanography
78 Party Weekend's
79 Keturunan Tarantula
80 Siasat Lauren
81 Kelicikan Nona Charlotte
82 Racun Tarantula
83 Caillani Yang Lemah
84 Penyamaran Lauren
85 Negosiasi Zhang kai
86 Kedatangan Bargibanti
87 Upaya Penyelamatan
88 Mustika Merah Delima
89 Kematian Yamameri
90 Kemenangan Nona Charlotte
91 Rencana tertunda putri Amatheia
92 Kekejaman nona Charlotte
93 Pantai Koleacinder
94 Siasat Bargibanti
95 Nilai Cinta Suci
96 Kegilaan Nona Charlotte
97 Memasang Strategi
98 Malam Bulan Purnama
99 Kepergian Pangeran Caillani
100 Mustika jingga
101 Zhang Kai Yang Lemah
102 Menyusun Siasat
103 Penyesalan Putri Galene
104 Mutiara Hitam
105 Lauren Bercanda dengan Hiu
106 Penolakan Lauren
107 Pelarian
108 Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109 Lauren bersama Zhang Kai
110 Nona Charlotte yang tetap berambisi
111 Kegelisahan David
112 Pertemuan David dengan Bargibanti
113 Janji Putri Galene
114 Berita Untuk Ratu
115 Pengobatan Zhang Kai
116 Ulasan Tabib Wlyrus
117 Sebuah Perjanjian
118 Wanita Misterius
119 Ratu Elinor
120 Kegalauan David
121 Kota Bavaria
122 Penyesalan
123 Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124 Pertemuan Yang Indah
125 Perpisahan
126 Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127 pangeran Caillani dan Putri Galene
128 Akhir Dari kisah
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55
Cemburu putri Galene
56
kelemahan putri Galene
57
Penerus Aisegea
58
Kejujuran Bargibanti
59
Bersatunya dua kerajaan
60
MENGEJAR CINTA GALENE
61
Teman Baru
62
Beradaptasi dengan tempat baru
63
Laki-laki misterius
64
Ke pusat kota
65
Ajang pencarian bakat
66
Tragedi kaoliang
67
Caillani yang rakus
68
Kekacauan kamar tuan muda
69
Misi mulai berjalan
70
Sopir untuk Lauren dan Galene
71
Bola kristal
72
Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73
Penyamaran Caillani Yang Gagal
74
Keusilan Caillani
75
Delivered Boy
76
Bau Jengkol lewat
77
Miniatur Museum Oceanography
78
Party Weekend's
79
Keturunan Tarantula
80
Siasat Lauren
81
Kelicikan Nona Charlotte
82
Racun Tarantula
83
Caillani Yang Lemah
84
Penyamaran Lauren
85
Negosiasi Zhang kai
86
Kedatangan Bargibanti
87
Upaya Penyelamatan
88
Mustika Merah Delima
89
Kematian Yamameri
90
Kemenangan Nona Charlotte
91
Rencana tertunda putri Amatheia
92
Kekejaman nona Charlotte
93
Pantai Koleacinder
94
Siasat Bargibanti
95
Nilai Cinta Suci
96
Kegilaan Nona Charlotte
97
Memasang Strategi
98
Malam Bulan Purnama
99
Kepergian Pangeran Caillani
100
Mustika jingga
101
Zhang Kai Yang Lemah
102
Menyusun Siasat
103
Penyesalan Putri Galene
104
Mutiara Hitam
105
Lauren Bercanda dengan Hiu
106
Penolakan Lauren
107
Pelarian
108
Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109
Lauren bersama Zhang Kai
110
Nona Charlotte yang tetap berambisi
111
Kegelisahan David
112
Pertemuan David dengan Bargibanti
113
Janji Putri Galene
114
Berita Untuk Ratu
115
Pengobatan Zhang Kai
116
Ulasan Tabib Wlyrus
117
Sebuah Perjanjian
118
Wanita Misterius
119
Ratu Elinor
120
Kegalauan David
121
Kota Bavaria
122
Penyesalan
123
Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124
Pertemuan Yang Indah
125
Perpisahan
126
Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127
pangeran Caillani dan Putri Galene
128
Akhir Dari kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!