Bab 5

Sementara di gua dimana di pesisir yang terdapat batu-batu karang yang besar, Filghofin Orlando yang berada di dalamnya, dengan sedikit cairan penghangat tubuh yang putri Amatheia berikan. Mampu menyelamatkan nyawanya dari maut yang hampir saja merenggutnya.

Filghofin Orlando membuka matanya, perih dan nyeri pada tubuhnya. Rasa remuk menusuk hingga kedalam tulang sumsumnya, baju yang ia kenakan compang-camping tidak terbentuk, semilir angin membawa asal bau ikan panggang yang sudah tersedia dan siap santap.

Dengan berjalan tertatih-tatih ia mendekatkan dirinya ke api unggun dan kembali mencari kehangatan pada dirinya. Karena rasa lapar dan aroma harum ikan kecil, yang memang tercipta untuk menjadi santapan dan menjadi hasil utama tangkapan para nelayan yang berada di pesisir pantai.

Filghofin Orlando menyantap ikan bakar itu, dan menikmati tanpa memikirkan dari mana datangnya makanan yang tersedia itu.

Kekuatan kembali lagi walaupun masih sedikit, ikan-ikan kecil yang menjadi makanannya mampu memberikan sedikit kekuatan untuk berjalan di sekitar gua tempat dimana ia terselamatkan, Filghofin pun tetap semangat walaupun hanya sekedar mengumpulkan beberapa kayu ranting dan apapun yang bisa ia bakar sebagai penghangat tubuhnya dimalam berikutnya.

Setelah beberapa saat malam pun tiba, rasa dingin dengan angin laut yang sedikit kencang membuat tubuh Filghofin kembali menggigil, baju yang melekat pada kulit tidak mampu memberikan rasa hangat.

Hujan rintik pun semakin lama semakin deras dengan di iringi angin kencang, menggulung ombak dan menjadikan badai yang dahsyat.

Filghofin meringkuk pada dinding gua yang menjuruk ke dalam, tidak lelah ia memohon mukjizat kepada Sang Pencipta Alam. Kejadian yang ia alami sungguh di luar ekspektasi dalam hidupnya, Ibu yang selama ini hidup bersama pun tidak mampu ia selamatkan dari amukan para penduduk yang sedang membabi-buta berusaha mereka berdua.

Walaupun Yaerene Sang ibu selamat karena lari kearah pegunungan Gordon wilayah yang di huni oleh para Elf, jaraknya beratus mil dari hunian sebelumnya, hanya satu tujuan Yaerene yaitu memohon bantuan dan kembali mengakui segala kekeliruannya pada kaumnya. Namun, bisa di pastikan Yaerene akan sulit bisa berjumpa dengan Filghofin kecuali takdir berkata lain, atau mungkin sebuah kekuatan yang hanya bisa mempertemukan kembali.

Yaerene memiliki jubah yang bisa menjadikan dirinya menjadi kasat mata, dan mampu berjalan dengan kecepatan tinggi. Jubah peninggalan satu-satunya milik nenek moyang keluarganya.

🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬

Malam yang penuh badai telah berlalu bergantikan pagi dengan sinar matahari yang memberikan kehangatan.

Di taman bawah dasar laut, sambil menikmati manisnya lamut, Amatheia bersama Scrully berdebat tentang kejadian yang sempat membuat Scrully tercekam rasa takut.

"Lain kali jangan berbuat hal serupa, kau membuatku hampir saja berubah warna seperti bangsa manusia yang suka menyebut tubuhku pada rasa malu mereka, yaitu kepiting rebus. Padahal kalau kepiting di rebus berarti, mati." Sungut Scrully sambil mendengus jengkel dengan ulah putri Amatheia.

"Ha...ha...ha..maaf maaf... Bukannya kau sudah tau ya..., kalau ilmu menghilang ku sudah bisa aku gunakan setelah berbuat satu kebaikan,"

"Dan kemarin itu adalah kali pertama, aku berbuat kebaikan dengan menolong anak manusia yang hampir saja mati." ucap Amatheia memberi penjelasan.

Sampai disini Scrully baru menyadari ternyata setelah beranjak dewasa, putri Amatheia akan memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri ataupun bahkan mahkluk lain yang sedang dalam bahaya dan membutuhkan pertolongannya.

Mereka pun kembali berenang dan menyusuri batu-batu karang yang besar, kembali pada jejak kemaren yang ia tinggalkan.

"Amatheia, lihatlah! pemuda ini sedang meringkuk, mungkinkah dia mati akibat hujan badai semalam?" Mata Rully menelisik tubuh Filghofin, menatap dada bidang Filghofin yang ternyata masih bernafas.

"Rully, sepertinya dia lapar atau kedinginan ya...! Ahh kasihan, kenapa ia menjadi manusia yang lemah dan tidak berguna begini, untung saja bukan bangsa hiu yang menemukan dia, bisa-bisa sudah menjadi ampas di dasar laut." Putri Amatheia mengomel dan memberikan beberapa tetes cairan dari sisik birunya, dan mempersiapkan api serta ikan-ikan kecil untuk Filghofin yang telah pingsan karena menahan hawa dingin saat cuaca tidak bagus semalam.

Ketika tubuh Filghofin mulai menggerakkan tangannya, Scrully mencoba bergeser ke belakang dan berbisik kepada putri Amatheia, "apakah kau akan menceritakan dirimu yang sebenarnya? Hati hati manusia terkadang suka berbuat jahat pada makhluk lain, dan kita tidak bisa berada disini terlalu lama, ingat!"

"Ssst... Tenang Rully kita tanya dulu siapa dia!" Putri Amatheia mendekati Filghofin dan duduk berhadapan dengannya.

"Hii manusia darat, senang bisa bertemu denganmu. Apa yang membawamu hingga nasibmu hampir saja menjadi tumbal keganasan laut," lembut suara Amatheia menyapa dan mengulurkan tangannya dengan ikan yang ia bawa.

"Oh ... Terima kasih nona, siapakah anda, kenapa anda berada disini?" Berbagai pertanyaan juga Filghofin lontarkan karena merasa aneh ada gadis cantik berada di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk.

" Makanlah! Nanti aku jelaskan, tapi kau harus berjanji padaku! Jadi tidak akan membocorkan siapa aku dan darimana aku, pada siapapun." Ellena menyaksikan cara makan Filghofin yang sangat lahap, tanpa sengaja matanya melotot tanpa berkedip dan di saksikan Scrully yang mengawasinya dari jauh.

"Darimana kamu berasal? Dan kenapa kau bisa terdampar di pinggir laut ini?" Tanya putri Amatheia kembali setelah melihat Filghofin selesai makan.

Filghofin menatap Amatheia, kecantikan putri Amatheia benar-benar menghipnotis penglihatannya, namun Filghofin buru-buru sadar lalu kembali menunduk sambil membetulkan tempat duduknya. "Aku berasal dari kota Xenan di ujung tenggara matahari terbit dari arah sini, penduduk kota Xenan menginginkan kematian ku serta ibuku yang mereka duga sebagai pembawa sial pada mereka." Kembali Filghofin melanjutkan memakan ikan ikan yang sudah bisa ia santap.

"Pembawa sial?" Amatheia mengulangi perkataan Filghofin.

"Iya, hasil panen anggur dan perkebunan lainnya milik mereka tidak sesubur milik kami, sehingga menimbulkan pola atau cara berpikir yang lebih condong pada sisi-sisi negatif dibanding sisi positifnya." Terus Filghofin.

"Mungkin belum waktunya untuk mati, sehingga aku terdampar di tempat ini dengan pertolonganmu, Nona...?

"Amatheia Baynuz quienleles, tapi kau bisa memanggilku cukup dengan, Amatheia ya namaku Amatheia ." Ucapnya menjawab kebingungan Filghofin menyebut namanya.

"Aku tidak bisa lama-lama disini, ku harap kau bisa menjaga dirimu baik-baik, pada saat ini tempat kami juga sedang tidak baik-baik saja. Pergilah menjauh dari sini, di ujung timur dari tempat ini ada sebuah perkebunan tanpa penghuni, kau bisa menggunakan sebagai lahan untukmu bertahan hidup, pergilah sekarang." Amatheia tersenyum cantik sambil memberikan sedikit energi pada Justin untuk bertahan dari cuaca yang sedang tidak bersahabat.

"Waktuku tidak banyak, kita akan bertemu kembali ditempat yang aku beritahukan padamu. Sampai jumpa." Amatheia berlalu ke tepi pantai, dan menghampiri Scrully di balik batu karang besar.

Sebenarnya masih banyak yang ingin Amatheia korek dari Filghofin, namun waktu yang tidak bersahabat dengannya, ia harus kembali menuju tepi pantai. Filghofin menatap dari jauh, merasa takjub atas kehadiran dua makhluk yang tidak pernah ia duga dalam hidupnya. Ternyata walaupun dari sisi yang sangat berbeda jiwa kasih sayang itu masih Ada pada sosok putri Amatheia.

Terik matahari menyengat kulit Justin, ia harus berjalan menyusuri hutan Cemara menuju arah timur tempat dimana Amatheia menyarankan untuknya sebagai tempat untuknya menghabiskan waktu yang penuh teka teki ke depan..

🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙

Nggak di darat nggak di laut 😂😂konflik rutin terjadi ya Mak 🤣😅

to be continued 😉

Salam Sayang Selalu By RR 😘

Terpopuler

Comments

👑John⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS🔥࿐

👑John⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS🔥࿐

menjorok bukan menjuruk Neng 😁

2023-03-18

1

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙

justin??? saha deui??? 🙄

penasaran sm ibunya she fil... itu sebenarnya sebangsa kaum apa?

2023-03-08

0

Keyboard Harapan

Keyboard Harapan

next thor

2023-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55 Cemburu putri Galene
56 kelemahan putri Galene
57 Penerus Aisegea
58 Kejujuran Bargibanti
59 Bersatunya dua kerajaan
60 MENGEJAR CINTA GALENE
61 Teman Baru
62 Beradaptasi dengan tempat baru
63 Laki-laki misterius
64 Ke pusat kota
65 Ajang pencarian bakat
66 Tragedi kaoliang
67 Caillani yang rakus
68 Kekacauan kamar tuan muda
69 Misi mulai berjalan
70 Sopir untuk Lauren dan Galene
71 Bola kristal
72 Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73 Penyamaran Caillani Yang Gagal
74 Keusilan Caillani
75 Delivered Boy
76 Bau Jengkol lewat
77 Miniatur Museum Oceanography
78 Party Weekend's
79 Keturunan Tarantula
80 Siasat Lauren
81 Kelicikan Nona Charlotte
82 Racun Tarantula
83 Caillani Yang Lemah
84 Penyamaran Lauren
85 Negosiasi Zhang kai
86 Kedatangan Bargibanti
87 Upaya Penyelamatan
88 Mustika Merah Delima
89 Kematian Yamameri
90 Kemenangan Nona Charlotte
91 Rencana tertunda putri Amatheia
92 Kekejaman nona Charlotte
93 Pantai Koleacinder
94 Siasat Bargibanti
95 Nilai Cinta Suci
96 Kegilaan Nona Charlotte
97 Memasang Strategi
98 Malam Bulan Purnama
99 Kepergian Pangeran Caillani
100 Mustika jingga
101 Zhang Kai Yang Lemah
102 Menyusun Siasat
103 Penyesalan Putri Galene
104 Mutiara Hitam
105 Lauren Bercanda dengan Hiu
106 Penolakan Lauren
107 Pelarian
108 Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109 Lauren bersama Zhang Kai
110 Nona Charlotte yang tetap berambisi
111 Kegelisahan David
112 Pertemuan David dengan Bargibanti
113 Janji Putri Galene
114 Berita Untuk Ratu
115 Pengobatan Zhang Kai
116 Ulasan Tabib Wlyrus
117 Sebuah Perjanjian
118 Wanita Misterius
119 Ratu Elinor
120 Kegalauan David
121 Kota Bavaria
122 Penyesalan
123 Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124 Pertemuan Yang Indah
125 Perpisahan
126 Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127 pangeran Caillani dan Putri Galene
128 Akhir Dari kisah
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
EXTRAORDINARY LOVE SESION 2
55
Cemburu putri Galene
56
kelemahan putri Galene
57
Penerus Aisegea
58
Kejujuran Bargibanti
59
Bersatunya dua kerajaan
60
MENGEJAR CINTA GALENE
61
Teman Baru
62
Beradaptasi dengan tempat baru
63
Laki-laki misterius
64
Ke pusat kota
65
Ajang pencarian bakat
66
Tragedi kaoliang
67
Caillani yang rakus
68
Kekacauan kamar tuan muda
69
Misi mulai berjalan
70
Sopir untuk Lauren dan Galene
71
Bola kristal
72
Bangkitnya Kerajaan Aisegea
73
Penyamaran Caillani Yang Gagal
74
Keusilan Caillani
75
Delivered Boy
76
Bau Jengkol lewat
77
Miniatur Museum Oceanography
78
Party Weekend's
79
Keturunan Tarantula
80
Siasat Lauren
81
Kelicikan Nona Charlotte
82
Racun Tarantula
83
Caillani Yang Lemah
84
Penyamaran Lauren
85
Negosiasi Zhang kai
86
Kedatangan Bargibanti
87
Upaya Penyelamatan
88
Mustika Merah Delima
89
Kematian Yamameri
90
Kemenangan Nona Charlotte
91
Rencana tertunda putri Amatheia
92
Kekejaman nona Charlotte
93
Pantai Koleacinder
94
Siasat Bargibanti
95
Nilai Cinta Suci
96
Kegilaan Nona Charlotte
97
Memasang Strategi
98
Malam Bulan Purnama
99
Kepergian Pangeran Caillani
100
Mustika jingga
101
Zhang Kai Yang Lemah
102
Menyusun Siasat
103
Penyesalan Putri Galene
104
Mutiara Hitam
105
Lauren Bercanda dengan Hiu
106
Penolakan Lauren
107
Pelarian
108
Pangeran Caillani vs Nona Charlotte
109
Lauren bersama Zhang Kai
110
Nona Charlotte yang tetap berambisi
111
Kegelisahan David
112
Pertemuan David dengan Bargibanti
113
Janji Putri Galene
114
Berita Untuk Ratu
115
Pengobatan Zhang Kai
116
Ulasan Tabib Wlyrus
117
Sebuah Perjanjian
118
Wanita Misterius
119
Ratu Elinor
120
Kegalauan David
121
Kota Bavaria
122
Penyesalan
123
Pertemuan Dengan Raja Tarantula
124
Pertemuan Yang Indah
125
Perpisahan
126
Menyambut Kedatangan Tuan Muda
127
pangeran Caillani dan Putri Galene
128
Akhir Dari kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!