Sementara di gua dimana di pesisir yang terdapat batu-batu karang yang besar, Filghofin Orlando yang berada di dalamnya, dengan sedikit cairan penghangat tubuh yang putri Amatheia berikan. Mampu menyelamatkan nyawanya dari maut yang hampir saja merenggutnya.
Filghofin Orlando membuka matanya, perih dan nyeri pada tubuhnya. Rasa remuk menusuk hingga kedalam tulang sumsumnya, baju yang ia kenakan compang-camping tidak terbentuk, semilir angin membawa asal bau ikan panggang yang sudah tersedia dan siap santap.
Dengan berjalan tertatih-tatih ia mendekatkan dirinya ke api unggun dan kembali mencari kehangatan pada dirinya. Karena rasa lapar dan aroma harum ikan kecil, yang memang tercipta untuk menjadi santapan dan menjadi hasil utama tangkapan para nelayan yang berada di pesisir pantai.
Filghofin Orlando menyantap ikan bakar itu, dan menikmati tanpa memikirkan dari mana datangnya makanan yang tersedia itu.
Kekuatan kembali lagi walaupun masih sedikit, ikan-ikan kecil yang menjadi makanannya mampu memberikan sedikit kekuatan untuk berjalan di sekitar gua tempat dimana ia terselamatkan, Filghofin pun tetap semangat walaupun hanya sekedar mengumpulkan beberapa kayu ranting dan apapun yang bisa ia bakar sebagai penghangat tubuhnya dimalam berikutnya.
Setelah beberapa saat malam pun tiba, rasa dingin dengan angin laut yang sedikit kencang membuat tubuh Filghofin kembali menggigil, baju yang melekat pada kulit tidak mampu memberikan rasa hangat.
Hujan rintik pun semakin lama semakin deras dengan di iringi angin kencang, menggulung ombak dan menjadikan badai yang dahsyat.
Filghofin meringkuk pada dinding gua yang menjuruk ke dalam, tidak lelah ia memohon mukjizat kepada Sang Pencipta Alam. Kejadian yang ia alami sungguh di luar ekspektasi dalam hidupnya, Ibu yang selama ini hidup bersama pun tidak mampu ia selamatkan dari amukan para penduduk yang sedang membabi-buta berusaha mereka berdua.
Walaupun Yaerene Sang ibu selamat karena lari kearah pegunungan Gordon wilayah yang di huni oleh para Elf, jaraknya beratus mil dari hunian sebelumnya, hanya satu tujuan Yaerene yaitu memohon bantuan dan kembali mengakui segala kekeliruannya pada kaumnya. Namun, bisa di pastikan Yaerene akan sulit bisa berjumpa dengan Filghofin kecuali takdir berkata lain, atau mungkin sebuah kekuatan yang hanya bisa mempertemukan kembali.
Yaerene memiliki jubah yang bisa menjadikan dirinya menjadi kasat mata, dan mampu berjalan dengan kecepatan tinggi. Jubah peninggalan satu-satunya milik nenek moyang keluarganya.
🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬
Malam yang penuh badai telah berlalu bergantikan pagi dengan sinar matahari yang memberikan kehangatan.
Di taman bawah dasar laut, sambil menikmati manisnya lamut, Amatheia bersama Scrully berdebat tentang kejadian yang sempat membuat Scrully tercekam rasa takut.
"Lain kali jangan berbuat hal serupa, kau membuatku hampir saja berubah warna seperti bangsa manusia yang suka menyebut tubuhku pada rasa malu mereka, yaitu kepiting rebus. Padahal kalau kepiting di rebus berarti, mati." Sungut Scrully sambil mendengus jengkel dengan ulah putri Amatheia.
"Ha...ha...ha..maaf maaf... Bukannya kau sudah tau ya..., kalau ilmu menghilang ku sudah bisa aku gunakan setelah berbuat satu kebaikan,"
"Dan kemarin itu adalah kali pertama, aku berbuat kebaikan dengan menolong anak manusia yang hampir saja mati." ucap Amatheia memberi penjelasan.
Sampai disini Scrully baru menyadari ternyata setelah beranjak dewasa, putri Amatheia akan memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri ataupun bahkan mahkluk lain yang sedang dalam bahaya dan membutuhkan pertolongannya.
Mereka pun kembali berenang dan menyusuri batu-batu karang yang besar, kembali pada jejak kemaren yang ia tinggalkan.
"Amatheia, lihatlah! pemuda ini sedang meringkuk, mungkinkah dia mati akibat hujan badai semalam?" Mata Rully menelisik tubuh Filghofin, menatap dada bidang Filghofin yang ternyata masih bernafas.
"Rully, sepertinya dia lapar atau kedinginan ya...! Ahh kasihan, kenapa ia menjadi manusia yang lemah dan tidak berguna begini, untung saja bukan bangsa hiu yang menemukan dia, bisa-bisa sudah menjadi ampas di dasar laut." Putri Amatheia mengomel dan memberikan beberapa tetes cairan dari sisik birunya, dan mempersiapkan api serta ikan-ikan kecil untuk Filghofin yang telah pingsan karena menahan hawa dingin saat cuaca tidak bagus semalam.
Ketika tubuh Filghofin mulai menggerakkan tangannya, Scrully mencoba bergeser ke belakang dan berbisik kepada putri Amatheia, "apakah kau akan menceritakan dirimu yang sebenarnya? Hati hati manusia terkadang suka berbuat jahat pada makhluk lain, dan kita tidak bisa berada disini terlalu lama, ingat!"
"Ssst... Tenang Rully kita tanya dulu siapa dia!" Putri Amatheia mendekati Filghofin dan duduk berhadapan dengannya.
"Hii manusia darat, senang bisa bertemu denganmu. Apa yang membawamu hingga nasibmu hampir saja menjadi tumbal keganasan laut," lembut suara Amatheia menyapa dan mengulurkan tangannya dengan ikan yang ia bawa.
"Oh ... Terima kasih nona, siapakah anda, kenapa anda berada disini?" Berbagai pertanyaan juga Filghofin lontarkan karena merasa aneh ada gadis cantik berada di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk.
" Makanlah! Nanti aku jelaskan, tapi kau harus berjanji padaku! Jadi tidak akan membocorkan siapa aku dan darimana aku, pada siapapun." Ellena menyaksikan cara makan Filghofin yang sangat lahap, tanpa sengaja matanya melotot tanpa berkedip dan di saksikan Scrully yang mengawasinya dari jauh.
"Darimana kamu berasal? Dan kenapa kau bisa terdampar di pinggir laut ini?" Tanya putri Amatheia kembali setelah melihat Filghofin selesai makan.
Filghofin menatap Amatheia, kecantikan putri Amatheia benar-benar menghipnotis penglihatannya, namun Filghofin buru-buru sadar lalu kembali menunduk sambil membetulkan tempat duduknya. "Aku berasal dari kota Xenan di ujung tenggara matahari terbit dari arah sini, penduduk kota Xenan menginginkan kematian ku serta ibuku yang mereka duga sebagai pembawa sial pada mereka." Kembali Filghofin melanjutkan memakan ikan ikan yang sudah bisa ia santap.
"Pembawa sial?" Amatheia mengulangi perkataan Filghofin.
"Iya, hasil panen anggur dan perkebunan lainnya milik mereka tidak sesubur milik kami, sehingga menimbulkan pola atau cara berpikir yang lebih condong pada sisi-sisi negatif dibanding sisi positifnya." Terus Filghofin.
"Mungkin belum waktunya untuk mati, sehingga aku terdampar di tempat ini dengan pertolonganmu, Nona...?
"Amatheia Baynuz quienleles, tapi kau bisa memanggilku cukup dengan, Amatheia ya namaku Amatheia ." Ucapnya menjawab kebingungan Filghofin menyebut namanya.
"Aku tidak bisa lama-lama disini, ku harap kau bisa menjaga dirimu baik-baik, pada saat ini tempat kami juga sedang tidak baik-baik saja. Pergilah menjauh dari sini, di ujung timur dari tempat ini ada sebuah perkebunan tanpa penghuni, kau bisa menggunakan sebagai lahan untukmu bertahan hidup, pergilah sekarang." Amatheia tersenyum cantik sambil memberikan sedikit energi pada Justin untuk bertahan dari cuaca yang sedang tidak bersahabat.
"Waktuku tidak banyak, kita akan bertemu kembali ditempat yang aku beritahukan padamu. Sampai jumpa." Amatheia berlalu ke tepi pantai, dan menghampiri Scrully di balik batu karang besar.
Sebenarnya masih banyak yang ingin Amatheia korek dari Filghofin, namun waktu yang tidak bersahabat dengannya, ia harus kembali menuju tepi pantai. Filghofin menatap dari jauh, merasa takjub atas kehadiran dua makhluk yang tidak pernah ia duga dalam hidupnya. Ternyata walaupun dari sisi yang sangat berbeda jiwa kasih sayang itu masih Ada pada sosok putri Amatheia.
Terik matahari menyengat kulit Justin, ia harus berjalan menyusuri hutan Cemara menuju arah timur tempat dimana Amatheia menyarankan untuknya sebagai tempat untuknya menghabiskan waktu yang penuh teka teki ke depan..
🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙
Nggak di darat nggak di laut 😂😂konflik rutin terjadi ya Mak 🤣😅
to be continued 😉
Salam Sayang Selalu By RR 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
👑John⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS🔥࿐
menjorok bukan menjuruk Neng 😁
2023-03-18
1
⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙
justin??? saha deui??? 🙄
penasaran sm ibunya she fil... itu sebenarnya sebangsa kaum apa?
2023-03-08
0
Keyboard Harapan
next thor
2023-03-03
0