Semua percuma saja Rorru yang mengitari tempat mencari jawaban atas kemarahan pangeran kegelapan Sharklys untuk mencari sebuah jawaban atas suramnya salah satu sudut daratan dari hasil penerawangan kaca ajaib yang berada di kastil Lazurod.
Sebab, selama jiwa pemakai kalung liontin batu zamrud adalah jiwa bersih tanpa noda dendam, kejahatan dalam kegelapan tidak akan mampu menembus sisi keberadaan sang pemakai.
Rorru mengepakkan sayapnya mengitari lembah yang gersang, karena putus asa tentang penglihatannya ia kembali menukik tinggi dan kembali kepada tuannya tanpa hasil.
Tentu saja itu semakin membuat murka pangeran Sharklys, tapi karena rasa sayangnya kepada Rorru mengalahkan amarahnya.
Pangeran Sharklys berjalan menuju cermin dan mengamati kembali, bahwa di atas batu karang itu jelas terlihat putri Amatheia sedang bercanda dengan Scrully tapi tidak dengan sosok yang berada di sampingnya, sosok kasat mata yang sulit ia tembus.
"Mustahil dia bercanda dengan angin, siapa dia? Berani-beraninya dia mendekati calon permaisuriku."
Dengan langkah penuh kegeraman ia menuju ruangan yang terdapat peti dengan lapisan emas dan membukanya lalu menatap raja Brenton Alberich yang terkulai lemah.
Geram namun tidak bisa berbuat banyak, "hei Raja Brenton Alberich, ingat anak turun mu hanya bisa menikah dengan ku, tidak aku biarkan siapapun turut menguasai dunia kelautan. Mereka adalah milikku, dan kamu akan mati sebagai tumbal kegelapan yang akan aku ciptakan kelak, ha...ha...ha...."
Dari balik jendela yang tinggi nan kokoh tanpa sepengetahuan pangeran Sharklys, sosok bersayap kecil dan lembut terbang hinggap ke peti dimana raja Brenton berbaring. Suara angin laut berdesir seolah mengetahui sosok kecil itu mendekat.
Ia tak lain adalah Miryan, "yang mulia paduka Raja Brenton Alberich, sang Raja penguasa alam bawah laut. Hamba adalah makhluk kecil yang sedang ditugaskan oleh kaum hamba untuk menyampaikan berita kepada paduka Raja. Kami akan menolong dan bekerja sama dalam misi pembebasan dan juga membebaskan alam kami dari kegersangan yang telah pangeran Sharklys perbuat di alam darat kami. kami juga mempunyai misi pembebasan tuan kami, yaitu tuan Darcassan, beliau berada di penjara pengap di bawah bangunan kastil ini. Yang mulia Raja Brenton Alberich, bertahanlah sebab dengan cincin mutiara perak semua akan bisa kembali seperti semula, setelah penyatuan dengan cincin mutiara emas milik Ratu penguasa ikan duyung, dan alam akan sejahtera aman dan sentosa di bawah kepemimpinan orang-orang yang bijaksana seperti yang mulia paduka raja."
"Sepertinya waktu hamba tidak bisa banyak berada di tempat asing dan mengerikan ini, hamba pamit yang mulia, tidak akan lama tuan putri Amatheia bersama putra tunggal tuan Darcassan akan menuju ke laut merah dengan membawa asa untuk kedamaian" Bersamaan waktu itu Miryan segera terbang menghilang dan menghindari penciuman para pengawal kastil Lazurod yang terkenal ganas dan jahat serta mampu mencium keberadaan musuh.
Didalam alam bawah sadarnya Raja Brenton menyadari kedatangan Miryan dan mendengar semua ucapannya, namun apa daya belenggu pangeran Sharklys terlalu kuat bahkan untuk sekedar menjawab kata-kata dari Miryan. Akan tetapi Miryan sangat memahami itu semua, dia tetap berbicara walaupun tidak mungkin mendapatkan sebuah jawaban dari Raja Brenton.
🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬
Malam purnama yang mereka nantikan pun telah tiba, para penghuni kastil kegelapan Lazurod, kembali menikmati pesta dengan cara mereka. Pangeran Sharklys tertawa lepas dan bahagia dengan pencapaian yang ia lakukan, sebuah persembahan dari wilayah darat dan laut sebagai pelengkap pesta mereka pada malam purnama, lolongan anjing malam serta kepak sayap burung pemakan bangkai memekakkan telinga namun bukan sebuah alasan bagi mereka untuk menyudahi pesta mereka.
Pangeran Sharklys duduk di atas singgasananya dan puas melihat apa yang telah terjadi pada kaca miliknya, kegiatan yang terjadi di bawah dasar laut dengan jelas ia saksikan. Namun kali ini tetap ada keganjilan pada penampakan di dalam kaca itu, semua penglihatan di dalam dasar laut menjadi buram berkabut tidak jelas pada penglihatan pangeran Sharklys, dan itu yang membuat dia semakin geram dengan mengepalkan tangannya yang kekar dengan jari jemari berkuku runcing dan tajam.
"Tujuh purnama, segeralah datang kembali dan aku tentu akan menjadi penguasa alam ini, lalu semua akan tunduk pada perintahku." Teriak pangeran Sharklys sarkas diiringi tawanya yang mengerikan.
🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙
Persiapan upacara untuk penyerahan mustika jingga dan kesucian akan dilaksanakan sebagai bentuk adat turun temurun dari leluhur mereka para duyung pada masa seribu purnama adalah masa dewasa dan berhak meneruskan kedudukan kerajaan bagi putri Amatheia setelah raja mereka di nyatakan meninggal oleh pangeran Sharklys, walaupun nyatanya raja mereka masih dalam keadaan tidak berdaya dan sebagai sandera oleh pangeran kegelapan Sharklys.
Di altar istana Gkinzerniyu di dasar laut tempat tetua para penghuni laut berkumpul, sedang mengadakan Upacara berjalan dengan hikmad segala doa dan mantera dibacakan oleh pendeta dan para tetua penghuni dasar laut di saksikan oleh perdana menteri Leonard sebagai saksi dan pendamping Putri ellena dalam memanjatkan mantera yang ada pada kitab pustaka leluhur mereka.
Dalam waktu bersamaan, Putri Galene yang juga ikut menghadiri dalam upacara tersebut membisikan sesuatu kepada Ratu Esmeralda, " Ibunda Ratu, hamba juga sudah siap untuk memberikan kekuatan sirip ekor hamba untuk kakak Amatheia."
Air Mata Ratu Sinnan sontak meluncur menitik pada ujung kesedihannya, sekuat apapun ia menyimpan kesedihan itu runtuh juga pada akhirnya. "Bersabarlah anak ku, semua ada jalan keluarnya kita selesaikan dulu upacara ini, dan kita mencari solusi lain untuk menghadapi tujuh purnama mendatang."
Ratu Sinnan kembali harus tegar dan akan mengembalikan keutuhan istana Gkinzerniyu . Namun, untuk menyelamatkan sang Raja Brenton juga prioritas dalam misinya, sebab ketenteraman rakyat bawah dasar laut adalah Raja mereka.
Putri Amatheia masih berkeyakinan bahwa dia mampu menjalankan tugas, dengan segala kemampuan yang dimilikinya dan dukungan dari beberapa kerabat untuk sama-sama berjuang.
Di sudut gapura dimana Bargibanti duduk menyendiri dan jauh dari para prajurit penjaga keamanan.
Terdengar bisik-bisik cerita di telinga Bargibanti tentang Raja Brenton Alberich yang sedang di tawan oleh musuh yang sedang mengancam jiwa seluruh rakyat penghuni dasar laut.
Pada sisi kebaikannya ia menangis meratapi Rajanya yang selalu menolong rakyat jelata seperti dirinya dan sedang dalam tawanan, "Paduka yang mulia Raja Brenton Alberich, hamba akan bertaruh nyawa dan berjanji akan membawa kembali yang mulia dan memimpin rakyat kerajaan Gkinzerniyu dengan arif dan bijaksana," erang Bargibanti dalam ratapan dan semangat untuk ikut berjuang dengan sang putri bila diijinkan.
"Aku harus tau balas budi, aku harus ikut mengambil andil dalam keselamatan Raja Brenton dan kerajaan Gkinzerniyu Kembali sentosa, akan menjadi penunjuk jalan bagi putri Amatheia." Bargibanti menyusuri tanaman lamut untuk bersembunyi dan akan mengikuti kemana putri Amatheia pergi kelak...
Namun, disisi jahatnya Bargibanti kembali teringat akan janji pengawal pangeran Sharklys yang akan berikan kekuasaan di teluk Belanggah, "oh.... tidak, aku akan jadi pengusaha teluk Belanggah dan itu tidak boleh aku lewatkan, dan aku mempunyai kelebihan berkamuflase menghilang ataupun menyerupai bentuk dimana aku berpijak, jadi.... Tidak perlu bagiku untuk berperang dan bersusah payah."
Bargibanti sendiri bertarung melawan dua kepribadian yang ada dalam dirinya, dan berakhir dengan raungan tangisnya yang menyerupai suara terompet.
Dia melompat dan melompat menyusuri tanaman lamut tanpa tujuan kemana ia akan menentukan pilihannya.
🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬
To be continued 😉
selamat membaca, Salam Sayang Selalu By RR 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙
hadeuh... selalu aja ada pengkhianat🤧
2023-03-23
0