Rapat tertutup, namun siapa sangka sosok penyusup dengan dua kepribadian ganda telah mengikuti jalannya pembicaraan mereka tanpa seorangpun menyadari keikutsertaannya.
Adalah Bargibanti, sosok kerdil dengan tubuh berwarna persis lamut dan bisa berubah pikiran Jahat menjadi baik ataupun sebaliknya tanpa ia sadari, karena dia sejatinya pengendali emosi makhluk yang berada di sampingnya.
Bargibanti tergiur dengan upah yang pangeran Sharklys iming-iming-kan padanya, sebuah kekuasan di teluk Belanggah di sisi laut merah. Senyum licik dan tepuk tangan kegirangan menghias wajah Bargibanti, dengan langkah melompat-lompat ia menuju tempat favoritnya untuk menyendiri atau tepatnya menjauhkan dari aktivitas dan bersosialisasi layaknya rakyat laut pada umumnya.
"Hey Bargibanti, apa yang kau lakukan disini? Apa yang kau cari, pergilah menjauh atau kau akan mendapatkan hukuman dariku, untuk membersihkan tanaman lamut di dalam perigi taman istana," gertak pasukan Terilly.
Bargibanti hanya menyeringai dan berlalu, lalu sebentar kemudian ia kembali dengan melompat lompat riang dengan membawa sesuatu untuk para prajurit. "Makanlah! Aku baik, aku tidak jahat, aku tidak usil, makan... makan..."
Sosok baik itu muncul karena, tatkala mereka para prajurit menggertak dengan sedikit gurauan sehingga elemen kebaikan dalam jiwa mereka menyatu pada sisi baik Bargibanti.
Begitulah Bargibanti dengan segala keanehannya, karena dia punya akses keluar-masuk dari area istana dia akan mudah mendapat pengaruh buruk maupun baik dari lawan berbicaranya. Di dukung sosok Bargibanti yang bisa berkamuflase di segala tempat.
"Hi...hi...hi.. aku baik, aku selalu berbuat kebaikan, aku akan menolong putri Amatheia lalu membawa tuan Raja Brenton Alberich, pulang” Sepanjangan jalan menuju tempat ia bersembunyi selalu saja kata-kata itu yang ia ucapkan.
🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀🦀
Seperti hari-hari biasa yang selalu putri Amatheia bersama putri Galene di saat terjaga dari tidur panjangnya ialah, menjalani pembelajaran mengikuti tata aturan, dan kesetaraan sosial istana pada umumnya para keturunan Raja pada umumnya yang ia pelajari dari nyonya Rebecca.
"Nyonya Rebecca, dimana saya bisa membaca pustaka tentang istana sebelumnya dan di bawah kepemimpinan sebelum ayahanda Raja Brenton Alberich, saya ingin mempelajari sesuatu hal yang mustahil, boleh?" Pertanyaan putri Amatheia membuat senyum lebar nyonya Rebecca mengembang, dengan pipi tembem dan tangan besar ia bertepuk tangan lirih.
"Ikuti saya tuan Putri ku...!" Tubuh tambun nan subur itu melangkah dengan lambat dan diikuti dengan putri Amatheia bersama putri Galene di belakangnya dengan penuh kesabarannya.
Pintu masuk museum pustaka terbuka perlahan, harum khas species alga menyegarkan rongga paru paru mereka. Nyonya Rebecca memanggil seorang prajurit dan membisikkan sesuatu kepadanya.
"Yang mulia Ratu Sinnan bersama tuan perdana menteri Leonard memasuki ruangan pustaka...." Seorang prajurit memberikan tau dengan suaranya yang lantang.
Pintu masuk museum pustaka tidak lama kemudian kembali terbuka, berjalan masuk Ratu Sinnan bersama perdana menteri Leonard mendekati kedua putri istana Gkinzerniyu. "Yang mulia ibunda Ratu, ananda mohon maaf telah mendatangi tempat yang tidak seharusnya kami kunjungi." Putri Amatheia, menunduk dan mengucapkan permohonan maaf serta melindungi putri Galene di sampingnya dengan cara memegang erat tangannya.
"Tidak anak-anak ku, ini sudah waktunya untuk kalian mengetahui sejarah dan beberapa mustika yang akan kalian terima ketika usia dan waktu telah tiba." Ratu Sinnan memberikan jawaban dan menceritakan sesuatu yang seharusnya di ketahui oleh kedua putrinya
Perdana menteri Leonard berjalan di depan dengan diiringi kedua putri, sedangkan nyonya Rebecca akan kembali ketempat semula karena tidak di perkenankan untuknya mengikuti.
Dengan ucapan mantra dari Ratu Sinnan dan mendekatkan cincin mustika emas keabadian yang di kenakan Ratu Sinnan, pintu menuju ruangan terbuka lebar. Suara gemuruh batu pualam ruangan dengan kode sandi rahasia hanya orang tertentu yang mengetahuinya.
Tempat yang sejuk dengan ornamen keemasan khas istana Gkinzerniyu, Rak-rak buku pustaka berjajar rapi, dengan tangga kecil untuk meraih buku pada deret paling atas, terdapat sebuah kursi yang mirip seperti singgasana Raja, semua itu membuat decak kagum putri Amatheia dan Putri Galene, tempat yang sekalipun belum pernah mereka kunjungi.
Ternyata selain memegang kendali istana Raja Brenton, beliau tidak pernah absen untuk tetap mendalami sejarah perikanan dan kehidupan jauh sebelum terjadinya peradaban yang sekarang mereka lalui.
Pustaka yang selama ini tersimpan rapi, dan menyimpan sejuta rahasia serta beberapa pustaka yang menuliskan tentang terbentuknya sebuah istana Gkinzerniyu yang menyimpan banyak tentang mustika kekuasaan para nenek moyang bangsa duyung yang tertulis rapi pada sebuah karya dan sangat terjaga kerahasiaannya.
Hanya kepada perdana menteri Leonard, Raja Brenton mempercayakan segala rahasia kerajaan, karena berdirinya istana Gkinzerniyu adalah turut campurnya perdana menteri Leonard, sebab. Asal usul perdana menteri Leonard adalah pertapa dari daratan dimana manusia bersama makhluk sejenisnya perdana menteri Leonard berasal, dan karena kesaktiannya, keikhlasannya sebagai mahkluk darat menjalani kehidupan di dasar laut, bahkan perdana menteri mampu bernafas dan hidup dengan normal layaknya seperti penghuni warga dasar laut pada umumnya, hingga seribu tahun kelak pada usia yang tidak bisa di tentukan oleh sang pencipta kelak.
Sebuah buku tebal yang terbuat dari sampul kulit terbuka dengan sendirinya setelah terdengar suara merdu Ratu Esmeralda mengalunkan suitan dan membawa energi positif hingga memancarkan sebuah cahaya pada setiap tulisan huruf yang berbentuk sandi pada setiap lembar terbuka.
Telah tergambar akan sosok penghuni laut yang memancarkan mata yang merah dengan tanduk laksana pedang yang tajam dan gigi taring yang meneteskan warna merah di antara kobaran api.
Lalu pada gambar berikutnya terdapat sosok makhluk yang memangku tubuh lemah dalam dekapannya. Lembar demi lembar dengan seksama mereka pelajari dengan keseriusannya dan ingatan super tajam yang dimiliki oleh putri Amatheia.
"Ibunda Ratu, satu pekan lagi purnama akan tiba pada hitungan kalender rakyat penghuni dasar laut, dan usia hamba akan memasuki hitungan seribu purnama. Apakah hamba akan mendapatkan mustika jingga serta melakukan ritual kesucian setelah itu?"
"Betul anakku," ucap Ratu Esmeralda, lalu mengalihkan pandangan matanya kepada perdana menteri Leonard, "segera lakukan persiapan untuk upacara perdana menteri Leonard, dan jangan lupa! Upacara ini tertutup sebab, tidak menutup kemungkinan hawa dan suasana akan tercium oleh Raja kegelapan." Ratu Esmeralda memberikan perintah sekaligus pesannya.
Dengan hikmad perdana menteri membungkukkan badannya, sambil menangkupkan kedua tangannya di dada. Tekadnya adalah satu, membawa istana Gkinzerniyu menjadi makmur dan sentosa seperti semula...
Semakin lama pembelajaran yang mereka lakukan bersama-sama semakin memberikan pengertian pengertian yang baru serta amanah sang Ratu dan perdana menteri Leonard sebagai pembantu dalam penerjemahan kepada putri Amatheia dan putri Galene ikuti dengan seksama.
🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙
Apa yang terjadi berikutnya, tetep sabar ikuti ya Mak 🤭
To be continued 😉
Salam Sayang Selalu By RR 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙
huwaa... awal perjuangan nih kek nya
2023-03-23
0
Keyboard Harapan
Next
2023-03-04
0