Perjalanan menuju arah timur yang disarankan Putri Amatheia, melalui jalur darat tentu memakan waktu yang tidak singkat dan area setapak tidak mudah bagi Filghofin lalui, penuh bebatuan dan onak berduri namun tidak jarang juga Pinus yang tinggi dan beberapa pohon tinggi menjulang memberikan kesejukan, hutan yamg masih perawan dan manusia belum terpikirkan untuk menjamahnya..
Perjalanan yang melelahkan tentunya, namun lebih baik daripada menjadi mangsa hiu ganas ataupun menjadi sasaran brutal para penduduk kota tempat semula ia berasal.
Malam hampir menjelang, angin laut yang dingin mulai semilir menerpa tubuh Filghofin, yang mulai membentuk sisi perkasanya dengan lengan dan kepalan yang terlihat kuat, penggambaran yang jelas berbeda daripada saat-saat mengenaskan ketika seorang putri duyung yang telah membawanya ketepian dan menolongnya hingga terselamatkan.
Sebelum benar-benar matahari tenggelam ke ufuk barat, Filghofin telah tiba di tempat yang persis putri Amatheia gambarkan dalam pesannya.
Pada batu besar berbentuk lempengan dan di bawah pohon besar Filghofin merebahkan tubuhnya, melepas rasa penat di tempat yang baru saja ia jamah dan tidak tau apa yang harus ia lakukan ataupun sesuatu yang akan terjadi padanya.
"Filghofin...."
"Filghofin...."
Filghofin Orlando menatap ke arah yang luas dan mulai menampakkan kegelapan, ia terkejut setengah mati dengan suara halus yang baru saja menyebut namanya.
"Siapa, keluarlah kita bicara baik-baik,"
Filghofin menjawab dan berdiri menyongsong suara yang telah memanggilnya berulang-ulang kali.
Hanya dengan sinar rembulan remang yang menjadi penerangan, membantu netranya mencari dari mana suara itu berada.
"Filghofin...kemarilah! aku berada di sisi pohon oak tidak jauh dari tempatmu." berjalan dengan extra berhati-hati mendekat juga Filghofin, semakin dekat semakin dingin ia rasakan, terpaan angin malam itu sedikit tidak bersahabat padanya. Namun tiba-tiba nafasnya seakan berhenti sesaat dari hisapan udara alam yang sejuk itu, Filghofin mau tidak mau menghentikan langkahnya dan menatap lurus kedepan
Seberkas titik sinar yang berjalan kearahnya.
"Filghofin! ini aku jangan takut! Aku bukan bangsa pemakan manusia lemah sepertimu, he...he...he..."
Ya.... Dia adalah manusia kecil seperti bangsa kaum Elf, menatap ke arah Filghofin dengan sedikit usil ia mencolek dan mendorong tubuh Justin ke rumput yang berada di bawah pohon oak itu. tubuh kekar Filghofin tentu saja tidak akan dengan mudah dengan dorongan begitu saja.
"Oh ya aku adalah Miryan, yang sebenarnya adalah utusan dari nyonya Yaerene, ibumu. saat ini nyonya Yaerene telah selamat dan berada di tempat kami dengan aman. Aku hanya mengemban perintah dari Nyonya Yaerene dan kakek kami yang mengetahui posisi keberadaan mu disini, melalui labirin sakti milik beliau"
"Dimana ibuku? Apa yang terjadi dengan ibuku, lalu bagaimana kau bisa menemukanku dengan mudah di sini, sedangkan tempat ini belum satu pun terjamah manusia." Filghofin seperti tidak pernah percaya hubungan apa yang telah terjadi antara ibu dengan bangsa Elf, yang tidak sama sekali ia ketahui sebelumnya.
Miryan berterbangan kesana kemari dengan sayap mungilnya, sesaat setelah itu muncul satu lagi sahabat Elf yang membawa bungkusan dan melemparkan kearah Justin.
Bughhh..
Bungkusan itu jatuh tepat di kepala justin, "oh... Kalian Elf jahat."
"Dengarkan Justin! Semua karena rasa belas kasih dan mengasihi serta balas budi," dengan pelan sambil duduk di akar besar pohon oak itu
Miryan bercerita panjang lebar tentang pesan yang harus ia sampaikan dari nyonya Yaerene untuk Filghofin, sambil menikmati buah-buahan yang ia petik di sekitar pohon oak yang besar itu. Bagaimana mereka bisa menemukan Filghofin di tempat jauh dan terpencil tidak lain adalah kerja benda keramat sebuah labirin ciptaan nenek moyang bangsa Elf yang sudah mereka percaya dari abad ke abad.
Filghofin membuka isi buntalan yang ia terima, dan ternyata didalamnya adalah beberapa buah yang mereka petik, dengan tanpa segan Filghofin mulai menggigit buah itu dan menikmatinya.
"Ya...dalam pelariannya nyonya Camilla telah tiba di tempat kami dan bercerita banyak tentang kejadian yang telah menimpa kalian,"
"Putri duyung yang telah menolong mu di saat yang kau hampir saja mati, ombak ganas itu menggulung tubuhmu tanpa adanya pertolongan darinya, tentu kau sudah mati sebagai santapan anak buah pangeran kegelapan Sharklys."
"Kau wajib menolongnya bila bangsa mereka membutuhkan diri mu, kau sebaiknya jaga diri baik-baik, kalung ini sangat berfungsi bagimu, pakailah bila kau memerlukan."
Pesan demi pesan dari nyonya Yaerene tersampaikan semua, setelah mereka rasa cukup dengan pertemuan itu Miryan terbang mengitari Filghofin. Lalu perlahan ia turun dan mengulurkan sesuatu pada Filghofin.
"Kenakan ini, semoga membantumu dan kami harus pergi sebelum fajar kembali menghampiri bumi." Miryan memberikan kalung dengan liontin berwarna zamrud pada Filghofin.
Dua Elf itu terbang menuju kegelapan hutan, yang kembali sunyi Tinggallah Filghofin dengan segala tanda tanya. Namun malam tidak perduli dengan persoalan segelintir manusia ini, bintang pun tetap berkerlip menjadi saksi akan terjadinya sebuah peristiwa yang akan terjadi setelah beberapa purnama kelak.
Sementara di istana Gkinzerniyu.
Perbincangan antara Ratu Sinnan bersama kedua putrinya, ikut serta perdana menteri Leonard dan beberapa petinggi kerajaan, Melanjutkan diskusi yang terjeda beberapa waktu lalu.
"Ibunda Ratu, apa yang di maksud oleh perdana menteri Leonard tentang cinta suci? Manusia? Apa maksudnya. Di istana kita hanya ada perdana menteri Leonard saja sosok yang berasal dari daratan dengan sosok singa bertubuh manusia, ini rumit Ibunda Ratu,"
Pandangan mata Ratu Sinnan menerawang jauh mengingat segala peristiwa dari abad ke abad yang pernah ia lalui, Cinta sejati yang di maksud perdana menteri Leonard memang sudah tertulis pada sejarah kerajaan yang ia pimpin sementara saat ini.
Namun.... pada hakekatnya manusia mana yang bisa hidup pada kedalaman laut dan sebaliknya sebagai bangsa air tentu hanya kematian saja untuk bertahan hidup di daratan adalah mustahil.
Ini menentang ketentuan alam, kecuali sebuah pengorbanan tanpa batas.
"Dalam situasi yang sedikit mendesak ini tuan putri, adakalanya kita kembali mempelajari tentang keikhlasan dan mempertahankan segala sesuatu yang bersifat pribadi."
Perdana menteri Leonard berusaha memberikan pengertian kepada Putri Amatheia dan putri Galene. Sedangkan penyakit putri Galene yang di kategorikan langka dalam metode penemuan ilmiah oleh para tabib kerajaan maupun tabib seantero kerajaan sahabat di berbagai belahan benua.
Putri Galene akan selamanya mengalami sindrom
Nazarkolepsilis terkecuali dia mampu memusnahkan kekuatan hitam dengan kekuatan yang ada pada ekor sirip putri Amatheia menyatu dengan kekuatan sirip putri Galene.
Semua pengamat kerajaan tertuju mata pada menteri Leonard yang dengan rinci menjabarkan pokok permasalahan antara kembalinya Raja mereka dengan perpaduan kekuatan oleh kedua putri istana Gkinzerniyu.
Kekuatan yang perdana menteri Leonard maksud adalah berpusat pada laut hitam yang saat ini sedang dalam kekuasaan pangeran Sharklys yang sedang berambisi ingin menguasai segala penjuru laut yang berada di seluruh jagad, hingga menyandera Raja Brenton Alberich untuk menjadikan umpan putri Amatheia untuk menikah dengannya dan menguasai seluruh kekuasaan dan kekuatan alam bawah laut serat alam darat.
"Ibunda Ratu, hamba rela dan akan melakukan apapun demi kesejahteraan rakyat kerajaan Gkinzerniyu, demikian juga kakak Amatheia semoga kedepannya kita mampu melawan kebengisan pangeran kegelapan Sharklys dan membawa pulang ayahanda Raja Brenton."
Tekad putri Galene kembali membangkitkan semangat putri Amatheia dan semua yang hadir dalam rapat kerajaan yang di pimpin oleh Ratu Sinnan..
🐙🐙🐙🐙🐙🐙
To be continued 😉
berikan semangat kalian buat saya melalui like, dan komen yang membangun, terimakasih 😘
selamat membaca dan Salam Sayang Selalu By RR 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
⏤͟͟͞R𝐈𝐍𝐃𝐔ᵇᵃˢᵉ𝕸y💞🍀⃝⃟💙
putri galene siap mengorbankan diri
tp pasti she fil bisa bantu ntar
udah dpt pesan kan dr ibunya
2023-03-08
0
Keyboard Harapan
ayo semangat💪💪💪
2023-03-03
0